Pengantar Kebijakan Publik

  • View
    64

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Introduction for Public Policy

Text of Pengantar Kebijakan Publik

(Introduction to Public Policy)

Civil Society

Public Policy

Chaos

Empowering People

Public Choice / Public Demand

Oleh :WI It'll)CDC WAI -IYILJ 11.1)A4C, SI-I

STIA LAN BANDUNG 1999 - 2000

Pengantar Kebijakan Publik

PENGERTIAN KEBIJAKANPBB (1975) : pedoman untuk bertindak. Pedoman itu dapat sederhana atau kompleks, umum atau khusus, luas atau sempit, kabur atau jelas, longgar atau terperinci, publik atau privat, kualitatif atau kuantitatif. JAMES E. ANDERSON (1978) : perilaku dari aktor (pejabat, kelompok, instansi pemerintah) atau serangkaian aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu.

POLICYEULAU DAN PREWITT A STANDING DECISION CHARACTERIZED BY BEHAVIORAL CONSISTENCY AND REPETITIVENESS ON THE PART OF BOTH THOSE WHO MAKE IT AND THOSE WHO ABIDE IT (KEPUTUSAN TETAP YANG DICIRIKAN OLEH KONSISTENSI DAN PENGULANGAN TINGKAH LAKU DARI MEREKA YANG MEMBUAT DAN DARI MEREKA YANG MEMATUHI KEPUTUSAN TERSEBUTTri Widodo W. Utomo

POLITICS

MIRIAM BUDIARJO KEGIATAN DALAM NEGARA YANG MENYANGKUT PROSES MENENTUKAN SUATU TUJUAN, DAN MELAKSANAKAN TUJUAN ITU. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGENAI TUJUAN DARI SISTEM POLITIK ITU MENYANGKUT SELEKSI ANTARA BEBERAPA ALTERNATIF DAN PENYUSUNAN SKALA PRIORITAS. UNTUK MELAKSANAKAN TUJUAN ITU PERLU DITENTUKAN KEBIJAKSANAAN UMUM (PUBLIC POLICY) YANG MENYANGKUT PEMBAGIAN (DISTRIBUTION) ATAU ALOKASI (ALLOCATION).

1

Pengantar Kebijakan Publik

PENGERTIAN KEBIJAKAN P UBLIK(PUBLIC POLICY)

THOMAS R. DYE Public policy is whatever the government choose to do or not to do (apapun pilihan pem erintah untuk m elakukan atau tidak m elakukan sesuatu ).

JAMES E. ANDERSON Public policies are those policies developed by government bodies and officials (kebijaksaan yang dikem bangkan oleh badan-badan dan pejabat-pejabat pem erintah ).

DAVID EASTON The authoritative allocation of values for the whole society (pengalokasian nilai-nilai secara sah kepada seluruh anggota m asyarakat ).

Dibuat oleh pemerintah berupa tindakan pemerintah Mempunyai tujuan tertentu Ditujukan untuk kepentingan masyarakat

Tri Widodo W. Utomo

2

Pengantar Kebijakan Publik

Kebijakan sebagai merek bagi suatu bidang kegiatan tertentu (as a

label for a field activity

)

Kebijakan sebagai suatu pernyataan mengenai tujuan umum atau keadaan tertentu yang dikehendaki (as an expression of general

purpose or desired state of affairs

)

Kebijakan sebagai usulan-usulan khusus ( as specific proposals Kebijakan sebagai keputusan pemerintah as decision of(

)

government

)

Kebijakan sebagai bentuk pengesahan formal ( as formal

authorization

)

Kebijakan sebagai program as programme Kebijakan sebagai keluaran ( as output Kebijakan sebagai hasil akhir ( as outcome Kebijakan sebagai suatu teori atau model ( as a theory or model Kebijakan sebagai proses ( as process( ) ) ) ).

)

Tri Widodo W. Utomo

3

Pengantar Kebijakan Publik

10 Pengertian Kebijakan HOGWOOD & GUNN(dalam SUNGGONO, 1994 : 15-20)

Tri Widodo W. Utomo

4

Pengantar Kebijakan Publik

Dari ke-10 pengertian tersebut, kebijakan publik lebih merujuk kepada pengertian sebagai KEPUTU SAN PEMERINTAH dan juga sebagai sebuah PROGRAM. Hal ini sesuai dengan pendapat :

1. Edwards dan Sharkansky (dalam Islamy, 1988 : 20) yang mengartikan kebijakan publik sebagai .... what the

government say to do or not to do. It is the goals or purpose of government programs.2. Charles O. Jones (1996 : 49), yang mengartikan kebijakan adalah unsur-unsur formal atau ekspresi-ekspresi legal dari program-program dan keputusan-keputusan.

Dengan demikian dapat disederhanakan bahwa KEBIJAKAN PUBLIK MERUPAKAN KEPUTUSAN (FORMAL) PEMERINTAH YANG BERISI PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN sebagai realisasi dari fungsi atau tugas negara, serta dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional.

Tri Widodo W. Utomo

5

Pengantar Kebijakan Publik

> TINDAKAN YANG DIRENCANAKAN, BERPOLA DANSALING BERKAIT

> DILAKUKAN OLEH PEJABAT PEMERINTAH > DALAM BIDANG TERTENTU > DAPAT BERBENTUK POSITIF MAUPUN NEGATIF > MENGARAH PADA TUJUAN TERTENTU

Tri Widodo W. Utomo

6

Pengantar Kebijakan Publik

NILAI STRUKTURJAMES ANDERSON

TINDAKANTHOMAS R. DYE

DAVID EASTON

KEPUTUSAN DAN PROGRAMHOGWOOD & GUNN

KESEJAHTERAAN MASYARAKATTUJUAN

Tri Widodo W. Utomo

7

Pengantar Kebijakan Publik

JENIS-JENIS KEBIJAKAN PUBLIK(James E. Anderson, 1970)

SUBTANTIVE AND PROCEDURAL POLICIES > Subtantive PolicyKebijakan dilihat dari subtansi masalah yang dihadapi oleh pemerintah. Contoh : Kebijakan Pendidikan, Lingkungan Hidup.

> Procedural Policy Kebijakan dilihat dari pihak-pihak yang terlibatdalam perumusannya (policy stakeholders).

DISTRIBUTIVE, REDISTRIBUTIVE, AND REGULATORY POLICIES > Distributive PolicyKebijaksaan yang mengatur tentang pemberian pelayanan kepada individu-individu atau kelompok perusahaan. Contoh : Tax Holiday

> Redistributive PolicyKebijaksaan yang mengatur tentang pemindahan alokasi kekayaan, pemilikan, atau hak-hak. Contoh : pembebasan tanah untuk kepentingan umum.

> Regulatory PolicyKebijakan yang mengatur tentang pembatasan / pelarangan terhadap perbuatan / tindakan. Contoh : larangan memiliki dan menggunakan senjata api.

Tri Widodo W. Utomo

8

Pengantar Kebijakan Publik

MATERIAL POLICY

Kebijakan yang mengatur tentang pengalokasian / penyediaan sumber material yang nyata bagi penerimanya. Contoh : penyediaan rumah sederhana.

PUBLIC GOODS AND PRIVATE GOODS POLICIES

> Public Goods Policy Kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang / pelayanan untuk kepentingan orang banyak. Contoh : perlindungan keamanan, pengadaan barang kebutuhan pokok. > Private Goods Policy Kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang / pelayanan untuk kepentingan perorangan di pasar bebas, dengan imbalan biaya tertentu. Contoh : pengadaan barang untuk keperluan pribadi, misalnya tempat hiburan.

Tri Widodo W. Utomo

9

Pengantar Kebijakan Publik

TINGKATAN KEBIJAKAN PUBLIK

1. Kebijakan Nasional Kebijakan negara yang bersifat fundamental dan strategis dalam pencapaian tujuan nasional. Wewenang MPR, dan Presiden bersama-sama dengan DPR. Bentuk : UUD, TAP MPR, UU, PERPU

2. Kebijakan Umum Kebijakan Presiden sebagai pelaksana UUD, TAP MPR, UU, guna mencapai tujuan nasional Wewenang Presiden Bentuk : PP, KEPPRES, INPRES

3. Kebijakan Pelaksanaan Penjabaran dari kebijakan umum sebagai strategi pelaksanaan tugas di bidang tertentu Wewenang : menteri / pejabat setingkat menteri dan pimpinan LPND Bentuk : Peraturan, Keputusan, Instruksi Pejabat tertentu

Tri Widodo W. Utomo

10

Pengantar Kebijakan Publik

1. Kebijakan Umum Kebijakan Pemerintah Daerah sebagai pelaksanaan asas Desentralisasi dalam rangka mengatur urusan Rumah Tangga Daerah Wewenang Kepala Daerah bersama DPRD Bentuk : PERDA 2. Kebijakan Pelaksanaan Wewenang : Kepala Daerah atau Kepala Wilayah Bentuk : Keputusan Kepala Daerah dan Instruksi Kepala Daerah, atau Keputusan Kepala Wilayah dan Instruksi Kepala Wilayah.

Tri Widodo W. Utomo

11

Pengantar Kebijakan Publik

Dalam kehidupan suatu organisasi, sering ditemui adanya perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, perbedaan cara mencapai tujuan, maupun konflik antar anggota organisasi yang bersangkutan. Disamping itu, dalam skala yang lebih luas, organisasi tidak jarang menghadapi berbagai kondisi kurang menguntungkan seperti : adanya hambatan dalam proses pelaksanaan kegiatan, kebingungan dalam menentukan arah dan misinya, kegagalan merealisasikan rencana yang telah disusun, kesalahan dalam mengantisipasi suatu fenomena, dan sebagainya. Keseluruhan kondisi tersebut adalah contoh-contoh masalah yang sering dihadapi oleh suatu organisasi, baik secara individual maupun kolektif. Adanya suatu permasalahan memang tidak bisa dihindari, namun yang jelas bahwa masalah tersebut harus dihadapi dengan sikap-sikap positif dan tindakan kreatif, sehingga tidak akan mengganggu jalannya organisasi. Sebab, suatu masalah biasanya akan menjadi semacam kanker yang akan semakin mengganas jika dibiarkan saja tanpa upaya pencegahan dan pengobatan. Oleh karena itu, dalam rangka memecahkan timbulnya masalah, perlu dilakukan suatu upaya strategis, yakni pengambilan keputusan.

KEPUTUSAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSANKeputusan dapat diartikan sebagai suatu pengakhiran atau pemutusan dari suatu proses pemikiran untuk menjawab suatu pertanyaan, khususnya mengenai suatu masalah atau problema. Sedangkan pengambilan keputusan adalah proses pendekatan yang sistematis terhadap suatu masalah, mulai dari identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan dan penganalisaan data dan informasi, pengembangan dan pemilihan alternatif, serta pelaksanaan tindakan yang tujuannya untuk memperbaiki keadaan yang belum memuaskan. Dari pengertian tersebut nampak bahwa pengambilan keputusan bukanlah

Tri Widodo W. Utomo

12

Pengantar Kebijakan Publik

merupakan kegiatan yang sepele atau mudah. Artinya, suatu keputusan mestilah lahir dari suatu proses panjang yang rumit, dimana di dalamnya terjadi diskusi-diskusi intensif, saling tukar pemikiran dan brain storming yang mendalam dengan analisis-analisis yang tajam dan interdisipliner. Adapun mengenai proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama kali, proses pengambilan keputusan dipicu oleh adanya masalah yang dihadapi dan perlu segera di