37
Dr.Purwanto.Sp.p PPOK ( Penyakit Paru Obstruktif Kronis )

PPOK

Embed Size (px)

DESCRIPTION

paru

Citation preview

Page 1: PPOK

Dr.Purwanto.Sp.p

PPOK( Penyakit Paru Obstruktif Kronis )

Page 2: PPOK

Penyakit paru yang dapat di cegah dan diobati, ditandai oleh hambatan aliran udara

yang tidak sepenuhnya reversible, bersifat Progresif

& berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel / gas

berbahaya.

Page 3: PPOK

Emfisema dan Bronkhitis Kronis, tidak termasuk PPOK,

Sebab keduanya tidak selalu mencerminkan hambatan aliran

Udara dalam saluran napas.Emfisema diagnose PatologiBronkhitis Kronis diagnose Klinis

Page 4: PPOK
Page 5: PPOK

Patogenesa - PPOK

Partikel / Gas Beracun

Inflamasi Paru

PPOK

Stress Oksidatif Protease

Antioksidan Antiprotease

Perbaikan

Pajanan

Page 6: PPOK

Keradangan kronis pd sal. napas, parenkim paru, sistem vaskuler paru pe makrofag, limfosit T (CD8+), netrofil release mediator LB4, IL8, TNF

Imbalance proteinase – anti proteinase Stres oksidatifKetiga faktor diatas akan merusak

struktur paru.

Page 7: PPOK
Page 8: PPOK

Perubahan anatomi meliputi:- Saluran Napas Besar

Infiltrasi sel radang pd epitel Jumlah sel goblet meningkat &

membesar Sekresi mukus meningkat

- Saluran Napas Kecil : Inflamasi berulang Remodeling

dinding saluran napas Peningkatan jar.

kolagen & jar. ikat Penyempitan sal.napas

permanen.

Page 9: PPOK

- Parenkhim Paru :Destruksi parenkhim paru dari kerusakan minimal sampai luas alveoli melebar.

- Perubahan Vaskuler Paru :

Penebalan lap. intima, ∑ otot polos & kolagen bertambah & infil sel radang Penebalan dinding pembuluh darah saluran napas.

Page 10: PPOK
Page 11: PPOK

- Perokok- Usia tua ( > 45 tahun )- Pajanan polutan- Defisiensi Þ1 antitripsin ( Bayi

dg BBLR )- Infeksi sal.napas berulang

( saat balita )- Diit rendah ikan laut, buah &

antioksidan

Page 12: PPOK

- Batuk produktif, terutama pada pagi hari- Sesak napas ( tergantung derajat

keparahan )- Nyeri dada ( intercostal muscle ischemia )- Edema tungkai (cor pulmonale/decomp

kanan)- Gejala sistemik ( Kalori unt. Bernapas

Kurus)- Depresi ( akibat aktifitas / sosialisasi

terbatas )- Riwayat merokok lama / perokok berat- Riwayat terpapar polutan terus – menerus

Page 13: PPOK

Inspeksi Bentuk dada : Barrel Chest Penggunaan otot bantu napas Pelebaran sela iga ( ICS ) Hypertropi alat bantu napasPalpasi Fremitus suara melemahPerkusi HypersonorAuskultasi Suara napas vesikuler lemah Ekspirasi memanjang Mengi / ngik - ngik

Pemeriksaaan Fisik

Page 14: PPOK
Page 15: PPOK
Page 16: PPOK

- Frekwensi & intensitas batuk bertambah

- Produksi sputum bertambah banyak- Sputum berubah warna (kuning/

hijau )- Sesak napas bertambah berat - Keterbatasan aktifitas bertambah- Gagal napas akut- Penurunan kesadaran

Page 17: PPOK

DerajatDerajat KlinisKlinis Faal ParuFaal ParuDerajat Derajat II Gejala +Gejala +

(sputum (sputum produktif )produktif )

FEV1/VC < FEV1/VC < 7700%%FEV1 FEV1 >> 80% 80%

Derajat IDerajat III Gejala + Gejala + ( saat ber ( saat ber aktivitas )aktivitas )

FEV1/VC < FEV1/VC < 7700% % 50%<FEV1<8050%<FEV1<80%%

Derajat IIDerajat IIII Gejala + Gejala + ( posisi relaks ( posisi relaks tetap sesak )tetap sesak )

FEV1/VC < FEV1/VC < 7700% % 3030%<FEV1<%<FEV1<5500%%

Derajat IDerajat IVV Gejala +Gejala +Gagal napasGagal napasDecomp kananDecomp kanan

FEV1/VC < FEV1/VC < 7700% % FEV1 < 30%FEV1 < 30%FEV1 < 50%FEV1 < 50%+gagal napas+gagal napas

Page 18: PPOK

Derajat sesak napas

Sesak berhubungan dg. aktifitas

01234

Sesak tak memberat dengan Sesak tak memberat dengan aktifitas apapunaktifitas apapunSesak memberat dengan Sesak memberat dengan berlari.berlari.Sesak memberat dengan Sesak memberat dengan berjalan > 100 mberjalan > 100 mSesak memberat dengan Sesak memberat dengan berjalan < 100 mberjalan < 100 mSesak memberat dengan Sesak memberat dengan kegiatan ringankegiatan ringan( mandi, berpakaian, dandan )( mandi, berpakaian, dandan )

Page 19: PPOK

Diagnose Gambaran klinikAsma Bronkhiale

-Onset usia diniOnset usia dini, , Gejala bervariasiGejala bervariasi-Gejala timbul malam / dini hariGejala timbul malam / dini hari-Alergi, rhinitis, eksimAlergi, rhinitis, eksim-Riwayat keluarga asma / alergiRiwayat keluarga asma / alergi Obtruksi Obtruksi reversible

Page 20: PPOK

DiagnoseDiagnose Gambaran klinisGambaran klinisTuberkulosisTuberkulosis -Onset semua usiaOnset semua usia

-Sputum BTA Sputum BTA -Radiologi: Radiologi: infiltratinfiltrat

SOPT SOPT ( Sindroma ( Sindroma Obstruksi Obstruksi Pasca TB )Pasca TB )

-Riwayat terapi OATRiwayat terapi OAT-Faal paru: obstruksi Faal paru: obstruksi ( irreversible )( irreversible )-Radiologi: Radiologi: fibrotik, fibrotik, kalsifikasikalsifikasi

Page 21: PPOK

Diagnose Gambaran klinisBronkhiektasisBronkhiektasis -Sputum purulent dalam Sputum purulent dalam

jumlah banyakjumlah banyak-Sering berhubungan Sering berhubungan dengan infeksidengan infeksi-Ronkhi basah kasar & jari Ronkhi basah kasar & jari tabuhtabuh-Radiolologi:Radiolologi: Honey Comb Honey Comb appearanceappearance

Gagal Jantung Gagal Jantung KongestifKongestif( Decomp ( Decomp cordis kiri)cordis kiri)

-Riwayat HipertensiRiwayat Hipertensi-Ronkhi basah halus basalRonkhi basah halus basal-Radiologi:Radiologi: cardiomegali & cardiomegali & edema paruedema paru-Faal paru: RestriksiFaal paru: Restriksi

Page 22: PPOK

Diagnose Gambaran klinisBronkhiolitis Obliterans

-Usia muda-Tidak merokok-Riwayat Artritis Reumatoid-CT Scan Paru : gambaran Hipodens

Diffuse Panbronkhiolitis

-Sering pada wanita bukan perokok-Sering berhubungan dengan sinusitis-CT Scan: bayangan difuse nodule opaq sentilobuler dan hiperinflasi

Page 23: PPOK

Kriteria Pink puffer ( Emphisema )

Blue bloater( Bronkhitis Kronis )

UsiaProfil fisikSesakWajahBatukSputum

60 tahun – anKurusPurse lip breathingKemerahanSetelah sesakSedikit, mukoid

50 tahun – anGemukRinganKebiruanSebelum sesakBanyak, purulen

Infeksi bronkhusEpisodeFoto dada

JarangSering terminalhiperinflasi

SeringBerulangBronkhovascular ptrn

Page 24: PPOK

Kriteria Pink puffer( Emphisema )

Blue bloater( Bronkhitis Kronis )

Cor pulmonaleElastic recoilResistensiKapasitas paru

JarangSangat turunNormal s/d ringanMenurun

SeringNormalMeningkatNormal s/d turun

Pa CO2 kronisPa O2 kronisHematokrit

35 – 40 mmHg65 – 75 mmHg35 – 45 %

50 – 60 mmHg45 – 60 mmHg50 – 55 %

Page 25: PPOK

- Eksaserbasi sedang s/d berat

- Terjadi komplikasi- Infeksi saluran napas berat- Gagal napas- Gagal jantung kanan

Page 26: PPOK

- Sesak memberat setelah penanganan adekwat di UGD / di ruang perawatan

- Kesadaran menurun - Gagal napas ( perlu ventiltor )

Page 27: PPOK

- Mengurangi gejala- Mencegah progresifitas penyakit- Meningkatkan toleransi latihan- Meningkatkan kwalitas hidup

penderita- Mencegah dan mengobati komplikasi- Mencegah dan mengobati

eksaserbasi berulang- Menurunkan angka kematian

Page 28: PPOK

1. Evaluasi dan monitor penyakit

2. Menurun kan faktor resiko3. Tatalaksana PPOK Stabil4. Tatalaksana PPOK

Eksaserbasi

Page 29: PPOK

- Pajanan faktor resiko, jenis dan lama paparan

- Riwayat awal timbulnya gejala / penyakit- Riwayat keluarga: PPOK , penyakit paru lain- Riwayat eksaserbasi, akibat PPOK atau

penyakit paru- Penyakit komorbid : jantung rematik- Rencana terapi terkini yg sesuai dg derajat

PPOK- Pengaruh penyakit terhadap kehidupan

penderita - Kemungkinan mengurangi faktor resiko

( stop rokok )- Dukungan dari keluarga

Page 30: PPOK

Stop rokok dengan 5A:

1. Ask : identifikasi rokok pada setiap kunjungan

2. Advise: dorongan kuat untuk stop rokok3. Asses: nilai keinginan stop rokok ( 30

hari ke depan )4. Assist: Bantu penderita stop rokok,

konseling, terapi5. Arrange: buat jadwal kontak lebih lanjut

Page 31: PPOK

Terapi - PPOK StabilEmphisema Stabil

Edukasi Farmako Terapi Non Farmako terapi

Stop RokokPengetahuan dasar PPOKObat-obatanPencegahan perburukanMenghindari

pencetusPenyesuaian

aktivitas

Bronkhodilator :Antikholinergik

ß2 AgonisXantineSABA &

AntikholinergikLABA & Steroid

Mukoitik

Rehabilitasi Oksigen

VaksinasiNutrisi

VentilasiBedah

Page 32: PPOK
Page 33: PPOK

PPOK Eksaserbasi di Rumah / Puskesmas

Pemberian Bronkhodilator di tingkatkan

Nilai ulang dalam beberapa jam

Perbaikan Tanda dan GejalaTidak terjadi perbaikan / penyembuhan

Lanjutkan terapi Ke Dokter

Terapi jangka panjang Kortikosteroid PO, Antibiotika PO

Pemberian Bronkhodilator di tingkatkan

Nilai ulang Tanda & Gejala slm 2 hari

Perburukan Tanda dan Gejala

Rujukan Ke Rumah Sakit

Page 34: PPOK

DP, FP ( FEV1, PEFR, Sat O2 ), AGD

Serangan Ringan Serangan Sedang / Berat Serangan Mengancam JIwa

O2 Nasal Canulaß2 Agonis MDI / SC / 20 mt s/d 1 jamAminophyllin 5 mg / Kg BB Bolus IV

Hydrocortison 200 – 250 mg IV

Evaluasi Ulang Setelah 1 Jam Terapi.DP, FP ( FEV1, PEFR, Sat O2 ), AGD.

Respon Baik Respon Tak Sempurna Respon Buruk

Pulang Ke RumahMRS Di Ruangan MRS Di ICU

Page 35: PPOK

Respon Baik :DP. NormalFEV1 > 70%PEFR > 20%Sat O2 > 90%

Respon Tak Sempurna:Pemeriksaan Fisik:

Asma Ringan s/d Sedang70 % > FEV1 > 30%

Sat O2 Tak membaik

Respon Buruk:Distress napasKesadaran MenurunFEV1 < 30%, Pa CO2 > 45 %,Pa O2 < 60%

ß2 Agonis MDIKortikosteroid PO

Edukasi

O2 Nasal Canula / Maskerß2 Agonis MDI

Kortikosteroid IVAminophyllin 20 mg / Kg

BB / 24 jam / DripMo: FEV1, sat O2, Vital Sign

O2 Maskerß2 Agonis MDI / SCKortikosteroid IV

Aminophyllin 20 mg / Kg BB / 24 jam / Drip

Ventilator ( Bila Di Perlukan )FEV1 > 70% PEFR > 20%

Pulang

Tak Membaik

6 – 12 jam terapiMembaik

Page 36: PPOK

Macam Obat Preparat Dosis / kali

β2 agonisKerja cepat

Salbutamol

Terbutalin

TabletInhalasiTabletInhalasi

4 – 4 mg200 mcg2,5 – 5 mg250 – 500 mcg

β2 agonis Kerja lambat

Salmeterol Inhalasi 50 – 100 mcg

Anticholinergik

Ipatopropium

Inhalasi 40 – 80 mcg

Methylxantine

TheophillinAminophillin

TabletTablet

125 mg200 mg

Kortikosteroid

Beclomethason

Inhalasi 100 – 800 mcg

Page 37: PPOK

Terima KesihSelamat BerjuangSemoga berhasil