of 56/56
PROPOSAL SKRIPSI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA METODE PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 11 PALEMBANG. Oleh Nama Mahasiswa : M. Deddy Syafrullah NIM : 2009 133 120 Program Studi : Pendidikan Geografi Jurusan : Pendidikan IPS Menyetujui : Palembang, Februari 2013 Pembimbing Utama (I) Pembimbing Pembantu (II) Warino, M.Pd Kiki Aryaningrum, M.Pd Mengetahui, Ketua Jurusan Ketua Program Studi 1

Proposal Yang Telah Diseminarkan

  • View
    5.786

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal skripsi

Text of Proposal Yang Telah Diseminarkan

  • 1. 1PROPOSAL SKRIPSIPERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA METODEPEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PEMBELAJARANDISCOVERY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 11PALEMBANG.OlehNama Mahasiswa : M. Deddy SyafrullahNIM : 2009 133 120Program Studi : Pendidikan GeografiJurusan : Pendidikan IPSMenyetujui :Palembang, Februari 2013Pembimbing Utama (I) Pembimbing Pembantu (II)Warino, M.Pd Kiki Aryaningrum, M.PdMengetahui,Ketua Jurusan Ketua Program StudiDrs. Sukardi, M. Pd Drs. Arif Budi Pramana, M. SiFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS PGRI PALEMBANGTAHUN 2012/2013
  • 2. 2PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA METODE PEMBELAJARANINQUIRY DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA MATAPELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 11 PALEMBANG.1. Latar BelakangPengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkaitan erat denganpelaksanaan proses pendidikan, terutama melalui pendidikan formal di sekolah.Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang memiliki tanggungjawab untuk mendidik perserta didik dan sebagai tempat di selenggarakannyakegiatan belajar mengajar. untuk mencapai tujuan yang di inginkan, guru harus bisamemilih metode yang tepat untuk mencapai pokok bahasan yang sedang dibahaskarena metode pembelajaran yang digunakan guru, lebih menekankan dimana gurulebih aktif sebagai pemberi pengetahuan siswa.Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didiksupaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dandengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yangmemungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan masyarakat.Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh pesertadidik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan (Hamalik, 2012: 3)Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang dapat membantusiswa mencari tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam proses belajarmengajar dapat berjalan efektif bila seluruh komponen yang berpengaruh dalamproses tersebut saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan. Komponen-komponen tersebut antara lain siswa, guru, kurikulum, metode, sarana dan prasarana
  • 3. 3serta lingkungan kerja. Dari komponen-komponen tersebut yang paling berpengaruhadalah guru. Karena gurulah yang dapat mengelolah komponen-komponen yanglainnya. Peranan guru dalam proses belajar mengajar sangat menentukankeberhasilan siswa, sebab gurulah yang langsung berinteraksi dengan siswa disekolah. Sehubungan dengan tugas guru sebagai pendidik, agar siswa benar-benarmengerti dan memahami pelajaran yang diberikan, guru harus memikirkan danmembuat strategi belajar mengajar yang baik. Maka dari itu sangat diperlukanmetode belajar yang sesuai, sehingga diperoleh hasil belajar yang diharapkan.Untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan, maka perlu penanganandan pemikiran yang serius, agar materi yang disampaikan diterima dan dipahamidengan baik oleh peserta didik. Oleh karena itu setiap proses pembelajaran yangdirancang dan diselenggarakan harus mempunyai sumbangan untuk pencapaiantujuan yang diharapkan. Salah satu dari proses pembelajaran tersebut adalahpembelajaran IPS Terpadu. Untuk itu, guru IPS Terpadu sebagai tenaga pendidiksekaligus sebagai pembimbing harus berupaya memotivasi siswa agar terbiasaberkerja mandiri dan kreatif serta inovatif dalam belajar. Dari hasil pengamatandilapangan dalam kegiatan belajar mengajar guru masih cendrung menggunakanmetode yang bersifat konvensional yaitu memberikan/memindahkan informasi ataupengetahuan kepada siswa sehingga konsep-konsep pada mata pelajaran IPSTerpadu terkesan tidak bermakna, kata lain guru terlalu mendominasi siswasehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sangat berkurang. Semua inidapat mengurangi tanggung jawab siswa dalam belajarnya, yang membuat siswatidak aktif dalam belajar dan hasil belajar siswa rendah sehingga tidak tercapainyaKKM yang telah ditetapkan oleh SMP Negeri 11 Palembang.
  • 4. 4Metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuanpembelajaran. (Mulyatiningsih, 2012: 233). Dalam sebuah strategi pembelajarandapat diterapkan lebih dari satu metode pembelajaran. Macam-macam metodepembelajaran yaitu : 1) investigation adalah metode ini melibatkan peserta didikdalam kegiatan penyelidikan/penelitian. 2) inquiry adalah metode yang melibatkanpeserta didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. 3) discoveryadalah strategi pemecahan masalah secara intensif dibawah pengawasan guru. 4)problem solving adalah metode yang memberikan kasus atau masalah kepadapeserta didik untuk dipecahkan. Maka dari beberapa metode pembelajaran tersebutpeneliti tertarik menggunakan dua metode pembelajaran yaitu metode pembelajaraninquiry dan metode pembelajaran discovery.Berdasarkan uraian diatas maka peneliti terarik untuk mengadakan penelitianyang berjudul : Perbandingan hasil belajar siswa antara metode pembelajaranInquiry dengan metode pembelajaran Discovery pada mata pelajaran IPSTerpadu di SMP Negeri 11 Palembang.
  • 5. 52. Masalah Penelitian2.1. Pembatasan Lingkup MasalahAgar permasalahan dalam penelitian ini menjadi jelas dan mempunyaiarah yang pasti dan tidak menyimpang dari sasaran maka peneliti membatasipermasalahan dalam penelitian ini yaitu sabagai berikut:1. Perbandingan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perbadinganhasil belajar siswa setelah mendapat metode pembelajaran inquiry danmetode pembelajaran discovery.2. Siswa yang diteliti adalah kelas siswa VII di SMP Negeri 11 Palembang.3. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai hasil tes yangdiperoleh siswa pada Standar kompetensi 4. Memahami usaha manusiauntuk mengenali perkembangan lingkungannya, Kompetensi dasar 4.1menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasikeruangan, materi pembelajaran : jenis peta dan bentuk peta di semestergenap tahun ajaran 2012/2013.2.2. Rumusan masalahAdapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakahperbandingan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran inquiry denganmetode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMPNegeri 11 Palembang ?.
  • 6. 63. Tujuan penelitianBerdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan penelitianadalah sebagai berikut:1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII yang menggunakan metodepembelajaran inquiry pada mata pelajaran IPS Terpadu.2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII yang menggunakan metodepembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu.3) Untuk mengetahui apakah ada perbandingan hasil belajar siswa yangmenggunakan metode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajarandiscovery pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Palembang.4. Manfaat penelitianPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, siswa, guru, sekolahdan kalangan akademis:a. Bagi penulisdiharapkan menambah wawasan dan pemahaman baru mengenai penerapanmetode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery pada matapelajaran IPS Terpadu, sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang baik.b. Bagi siswaBagi siswa dapat menambah ilmu pengetahuan dan memotivasi siswa untukmeningkatkan hasil belajar pada mata pelajran IPS Terpadu denganmenggunakan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajran discovery.
  • 7. 7c. Bagi guruSebagai bahan masukan bagi guru-guru khususnya guru mata pelajaran IPSTerpadu dan sebagai pertimbangan untuk menerapkan Metode PembelajaranInquiry dan metode pembelajaran discovery dalam pembelajaran IPS Terpadu.d. Bagi sekolahAgar dapat bermanfaat dalam mendapatkan masukan yang membangun untukkemajuan proses belajar mengajar guna memberikan pelayanan pendidikankepada anak didik untuk berpartisifasi secara optimal.e. Kalangan akademisBagi kalangan akademis hasil penelitian ini sebagai referensi untuk penelitianselanjutnya.5. Kajian teori /Literatur5.1. Hasil BelajarMenurut (Hamalik, 2012: 159) hasil belajar adalah keseluruhankegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan,penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasilbelajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalamupaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sedangkanmenurut (Sudjana, 2005: 22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuanyang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa hasilbelajar bukan hanya dalam bentuk nilai tertulis saja, akan tetapi lebih dari padaitu bahwa hasil belajar merupakan suatu perubahan yang didapat oleh peserta
  • 8. 8didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, baik dari segi pengetahuan,perubahan sikap serta tingkah laku dalam interaksinya.5.2. Pengertian metode pembelajaranMetode pembelajaran adalah sebuah cara yang digunakan untukmencapai suatu tujuan pembelajaran. (Mulyatiningtias, 2012: 233). Sedangkanmenurut (Wina sanjaya, 2008) metode pembelajaran adalah sebagai cara yangdigunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalambentuk kegiatan nyata atau praktis untuk mkencapai tujuan pembelajaran.Dari beberapa pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwametode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakanhubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.5.3. Metode Pembelajaran InquiryInquiry merupakan pendekatan pembelajaran di mana siswamenemukan, menggunakan variasi sumber informasi dan ide untuk lebihmemahami, suatu permasalahan, topik, atau isu. Hal ini tidak hanya sekedarmenjawab pertanyaan tetapi juga melalui investigasi, eksplorasi, mencari,bertanya, meneliti, dan mempelajari. (Kuhlthau, 2007 yang dikutip dalamSumarmi, 2012: 17).Sedangkan menurut (Mulyatiningsih, 2012: 235) Inquiry adalahmetode yang melibatakan peserta didik dalam proses pengumpulan data danpengujian hipotesis, guru membimbing peserta didik untuk menemukanpengertian baru, mengamati perubahan pada praktik uji coba, dan memperolehpengetahuan berdasarkan pengalaman belajar mereka sendiri.
  • 9. 9Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwapembelajaran inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkansecara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidikisesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) dengan sistematis, kritis, logis dananalistis sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuanya dengan rasapercaya diri.5.4. Langkah-langkah metode pembelajaran Inquiry1. Merumuskan masalah. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntut yaknikesadaran terhadap masalah, melihat pentingnya masalah, danmerumuskan masalah.2. Mengembangkan hipotesis. Dalam hal ini kemampuan yang dituntutdalam mengembangkan hipotesis yakni menguji dan menggolongkan datayang dapat diperoleh, melihat dan merumuskan hubungan yang ada secaralogis, dan merumuskan hipotesis.3. Menguji jawaban tentative. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntutantara lain (a) merakit peristiwa yang terdiri atas mengidentifikasiperistiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, mengevaluasi data, danmengklasifikasi data; (b) analisis data yang terdiri atas melihat hubungan,mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasi trend, sekuensi,dan keteraturan.4. Menarik kesimpulan. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntut yakni (a)mencari pola dan makna hubungan; sekaligus (b) merumuskan kesimpulan
  • 10. 105. Menerapkan kesimpulan dan generalisasi (Sumarmi, 2012: 18)Dari langkah-langkah metode pembelajaran inquiry diatas makapeneliti menyimpulkan bahwa langkah-langkah metode pembelajaran inquirydalam penelitian ini dapat diterapkan dengan cara:1. Menjelaskan tujuan pembelajaran sub pokok bahsan mengidentifikasijenis-jenis peta dan bentuk peta.2. Membentuk kelompok-kelompok menjadi 4 kelompok, setiap kelompokdiberi tugas untuk mengamati peta,atlas dan globe:Kelompok I: Perbedaan peta, atlas dan globeKelompok II: Perbedaan unsur-unsur peta dan atlasKelompok III: Simbol-simbol pada peta dan contoh-contohnyaKelompok IV: Jenis-jenis peta beserta contohnya3. Menugaskan setiap kelompok untuk mengumpulkan data, mengevaluasidata, menklasifikasi data, mencari persmaan dan perbedaan yang dibuatdalam bentuk laporan hasil pengamatan.4. Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas hasil pengamatannyadan kelompok lain memberikan tanggapan.5. Bersama-sama menarik kesimpulan dari setiap kelompok dan merumuskankesimpulan dari topic yang telah diteliti oleh masing-masing kelompok.5.5. Kelebihan metode pembelajaran inquiry1. Mengembangkan keteramapilan sosial, bahasa, dan membaca.2. Mengonstruksi pemahaman mereka.
  • 11. 113. Membuat siswa mandiri dalam riset dan pembelajaran.4. Termotivasi untuk membentuk pengalaman tingkat tinggi.5. Memiliki strategi belajar dan terampil mentransfer pada proyek inquiryyang lain (Kuhlthau, 2007)5.6. Kekurangan metode pembelajaran inquiry1. Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerimainformasi dari guru apa adanya, ke arah membiasakan belajar mandiridan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri.Mengubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi kebiasaanyang telah bertahun-tahun dilakukan.2. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagaipemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswadalam belajar. Inipun bukan pekerjaan yang mudah karena umumnyaguru merasa belum puas kalau tidak banyak menyajikan informasi(ceramah).3. Metode ini memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar, tetapi tidakberarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun, penuh aktivitas, danterarah.4. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yanglebih baik. Dalam kondisi siswa banyak (kelas besar) dan guru terbatas,agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik.
  • 12. 125.7. Metode pembelajaran DiscoveryMenurut Sund (Roestiyah, 2008:20) Discovery adalah proses mentaldimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip.Discovery learning merupakan strategi yang digunakan untukmemecahkan masalah secara intensif di bawah pengawasan guru(Mulyatiningsih, 2012:235).Sedangkan menurut Burner dalam (Mulyatiningsih, 2012: 235)mengemukakan bahwa Discovey learning merupakan metode pembelajarankognitif yang menuntut guru lebih kreatif menciptakan situasi yang dapatmembuat peserta didik belajar aktif menemukan pengetahuan sendiri.Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwadiscovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar gurumemperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yangsecara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.5.8. Langkah-langkah metode pembelajaran discovery1. Menjelaskan tujuan pembelajaran.2. Membagi petunujuk praktikum/eksperimen.3. Peserta didik melaksanakan eksperimen dibawah pengawasan guru.4. Guru menunjukkan gejala yang diamati.
  • 13. 135. Peserta didik menyimpulkan hasil eksperimen (Mulyatiningsih, 2012:236).Dari langkah-langkah metode pembelajaran discovery diatas makapeneliti menyimpulkan bahwa langkah-langkah metode pembelajaraninquiry dalam penelitian ini dapat diterapkan dengan cara:1. Menjelaskan tujuan pembelajaran sub pokok bahsan mengidentifikasijenis-jenis peta dan bentuk peta.2. Membagikan petunjuk praktikum berupan cara-cara membuat laporanhasil penemuan.3. Membagi peserta didik kedalam 4 kelompok setiap kelompok diberitugas untuk mengamati peta,atlas dan globe:Kelompok I: Perbedaan peta, atlas dan globeKelompok II: Perbedaan unsur-unsur peta dan atlasKelompok III: Simbol-simbol pada peta dan contoh-contohnyaKelompok IV: Jenis-jenis peta beserta contohnya4. Guru melakukan pangawasan terhadap penelitian yang dilakukan olehmasing-masing kelompok.5. Peserta didik mempresentasikan laporan penelitian kelompoknyamasing-masing dan kelompok lain memberikan tanggapan6. Guru melakukan evaluasi pada setiap kelompok dengan berbagai carauntuk menilai kemajuan kelompok dan hasil yang telah dicapai.
  • 14. 145.9. Kelebihan metode pembelajaran discovery1. Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan;memperbanyak kesiapan serta penguasaan keterampilan dalam proseskognitif/pengenalan siswa.2. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individualsehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.3. Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa.4. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untukberkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing.5. Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memilikimotivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.6. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan padadiri sendiri dengan proses penemuan sendiri.7. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagaiteman belajar saja: membantu bila diperlukan. (Roestiyah, 2008: 21)5.10. Kelemahan metode pembelajaran discovery1. Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk carabelajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahuisekitarnya dengan baik.2. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.3. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan danpengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila digantidengan teknik penemuan.
  • 15. 154. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental initerlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikanperkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa5. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikirsecara kreatif. (Roestiyah, 2008: 21)5.11. Kurikulum IPS TERPADUDalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Nasional (2006: 98)menyatakan bahwa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaranyang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajiangeografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara, dan sejarah.Substansi mata pelajaran IPS di SMP adalah merupakan IPS terpadu, siswadiarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang demokratisdan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa IPS Terpadumerupakan perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmusosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yaknisosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmupolitik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuaninstruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudahdipelajari.
  • 16. 165.12. Kajian Terdahulu Yang Relevan.Berdasarkan hasil penelitian yang relevan tentang perbandinganmetode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discoveryterhadap hasil belajar siswa diantaranya dilakukan oleh Novri Karlina(2011), Linda Sartika (2011) dan Kansina (2011).Penelitian Novri Karlina (2011) dengan judul pengaruhpembelajaran inquiry berorientasi discovery terhadap hasil belajar siswapada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 11 Palembang. Kesimpulanyang diperoleh yaitu metode inquiry berorientasi discovery lebih baik daripada metode konvensional karna metode inquiry berorientasi discoveryadalah salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan para pesertadidik mendapat sendiri dan menemukan sendiri jawaban atas topik-topikinquiry.Penelitian Linda Sartika (2011) perbandingan hasil belajar siswapada mata pelajaran geografi dengan menggunakan metode inkuiri danmetode resitasi siswa kelas X SMA Sriguna Palembang tahun ajaran2011/2012. Menyimpulkan bahwa respon siswa dalam penerapan metodepembelajaran inkuiri mampu menggiring peserta didik untuk menyadariapa yang telah didapatkan.Penelitian Kansina (2011) dengan judul Perbedaan hasil belajarsiswa yang menggunakan metode pembelajaran discovery dan metodeceramah pada mata pelajaran ekonomi di SMA Nurul Amal PalembangTahun Ajaran 2011/2012. hasil studynya menyimpulkan bahwa terdapat
  • 17. 17perbedaan hasil belajar dengan menggunakan metode discovery yang lebihbaik dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah.Dari ketiga penelitian yang dilakukan sebelumnya persamaanpenelitian ini dengan penelitian sebelumnya oleh Novri Karlina, LindaSartika dan Kansina ialah sama-sama mengkaji metode pembelajaraninquiry dan metode pembelajaran discovery selain itu juga sama-samameneliti hasil belajar siswa. Sedangkan perbedaannya terdapat pada tujuanpenelitian, pokok bahasan dan lokasi yang digunakan dalam penelitian.Dari uraian diatas jelas bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitianterdahulu.6. Anggapan DasarAnggapan dasar adalah suatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harusdi rumuskan secara jelas (Arikunto, 2006: 68). Anggapan dasar dalam penelitian iniadalah sebagai berikut:1. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam prosespembelajaran2. Hasil belajar IPS Terpadu yang dicapai siswa bervariasi3. Metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery dapatmelatih siswa kreatif dan meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPSTerpadu.4. Dalam memberikan pengajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembangberpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
  • 18. 187. Hipotesis penelitianHipotesis adalah suatu yang bersifat sementara terhadap permasalahanpenelitian, sampai terbukti melalaui data terkumpul (Arikunto, 2010:110). Hipotesismerupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimanarumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, (Sugiyono, 2007:64).Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah Ada perbedaanbelajar IPS Terpadu siswa yang mendapat metode pembelajaran inquiry dan yangmendapat metode pembelajaran discovery di SMP Negeri 11 Palembang.8. Kriteria pengujian hipotesisUntuk menguji hipotesis diatas diperlukan Hipotesis Nol ( Ho ) danHipotesis kerja ( Ha ).Ho : 1 = 2 : Tidak terdapat perbedaan terhadap hasil belajar siswa antarametode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajarandiscovery pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 11Palembang.Ha : 1 2 : Terdapat perbedaan terhadap hasil belajar siswa antara metodepembelajaran inquiry dengan metode pembelajaran discoverypada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 11 Palembang.
  • 19. 19Dengan Kriteria pengujian hipotesis yaitu terima H0 jika t1-1/2a < t < t1-1/2a, dimana t1-1/2a di dapat dari daftar distribusi t dengan dk = (n1 + n2 2). Untukharga lain H0 ditolak (Sudjana, 2005:239-240).9. Prosedur Penelitian9.1. Variabel PenelitianVariabel Penelitian pada dasarnya adalah segalah seseuatu yangberbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehinggadiperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian di cari kesimpulan(sugiyono, 2007: 38). Sedangkan menurut (Mulyatiningsih, 2012: 02). Variabeladalah sebuah karakteristik yang terdapat pada individu atau benda yangmenunjukan adanya perbedaan (variasi) nilai atau kondisi yang dimiliki.Sesuai dengan pengertian tersebut, maka yang menjadi perhatian dalampenelitian ini adalah pengalaman siswa setelah diajarkan mengunakan metodepembelajaran inquiry pada kelas eksperimen pertama dan metode pembelajarandiscovery pada kelas eksperimen kedua di SMP Negeri 11 Palembang.Berdasarkan batasan variabel tersebut maka yang menjadi variabelpenelitian ini adalah:Variabel bebas (X1) = Siswa yang diajarkan dengan menggunakan metodepembelajaran InquiryVariabel bebas (X2) = Siswa yang diajarkan dengan menggunakan metodepembelajaran Discovery.Variabel terikat (Y) = Hasil belajar siswa.
  • 20. 209.2. Definisi operasional variabelDefinisi operasional variabel merupakan suatu pengertian atau definisidari variabel-variabel yang akan di teliti dalam suatu penelitian, agar penelitianvariabel dalam penelitian ini lebih jelas maka perlu didefenisikan sebagaiberikut:1. Metode pembelajaran inquiry adalah metode pembelajaran yang menjadialternative dalam melakukan proses belajar mengajar yang digunakan gurudalam menyampaikan materi-materi pelajaran IPS Terpadu di kelas VII.4pada Standar kompetensi 4. Memahami usaha manusia untuk mengenaliperkembangan lingkungannya, kompetensi dasar 4.1. menggunakan peta,atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan, materipembelajaran jenis peta dan bentuk peta. Metode pembelajaran inimerupakan kegiatan pembelajaran yang secara maksimal melibatkankemampuan siswa untuk mencari dan menyelidik sesuatu (benda, manusia,atau peristiwa) dengan sistematis, kritis, logis, dan analistis sehingga siswadapat merumuskan sendiri penemuanya dengan penuh percaya diri.2. Metode pembelajaran discovery adalah metode pembelajaran yang menjadialternative dalam melakukan proses belajar mengajar yang digunakan gurudalam menyampaikan materi-materi pelajaran IPS Terpadu di kelas VII.5pada Standar kompetensi 4. Memahami usaha manusia untuk mengenaliperkembangan lingkungannya, kompetensi dasar 4.1. menggunakan peta,atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan, materipembelajaran jenis peta dan bentuk peta. Metode pembelajaran inimerupakan metode pembelajaran yang mementingkan pembelajaran
  • 21. 21perseorangan, manipulasi obyek, melakukan percobaan, sehinggamenjadikan siswa aktif.3. Hasil belajar yang dimaksud merupakan suatu nilai hasil tes yang diperolehsiswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran inquirydan metode pembelajaran discovery pada Standar kompetensi 4. Memahamiusaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya, kompetensidasar 4.1. menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkaninformasi keruangan, materi pembelajaran jenis peta dan bentuk peta.9.3. Populasi dan Sampel9.3.1. PopulasiMenurut (Sugiyono 2007). Populasi adalah wilayah generasiyang terdiri atas: obyek-obyek yang mempunyai kualitas dan karakteritastertentu yang diciptakan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarikkesimpulannya.Sedangkan menurut (Mulyatiningsih 2012: 9) Populasi adalahsekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang mempunyaikarakteristik tertentu yang akan diteliti.Dari beberapa pendapat ahli diatas, maka dapat disimpulkanbahwa populasi penelitian adalah keseluruhan subjek dalam suatupenelitian. Jadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelasVII SMP Negeri 11 Palembang untuk lebih jelasnya dapat dilihat padatabel berikut ini:
  • 22. 22Tabel. 1Populasi PenelitianNo Kelas Jumlah Siswa1 VII.1 402 VII.2 403 VII.3 404 VII.4 405 VII.5 406 VII.6 407 VII.7 408 VII.8 409 VII.9 40Jumlah 360Sumber : Dokumentasi data siswa dari staf Tata Usaha SMP Negeri 11 Palembang tahun Ajaran 2012 /2013.9.3.2. SampelSampel Penelitian adalah cuplikan atau bagian dari populasi(Mulyatiningsih, 2012: 10). Sedangkan menurut (Sugiyono, 2007: 81)Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki olehpopulasi tersebut.Dalam pengambilan sampel penelitian manggunakan teknikpurposive sampling yaitu apabila sasaran sample yang diteliti telahmemiliki karakteristik tertentu sehingga tidak mungkin diambil sampellain yang tidak memenuhi karakteristik yang telah ditetapkan(Mulyatiningsih, 2012: 11). Dalam penelitian ini kelas terpilih atau yangmenjadi sampel adalah kelas VII.4 yang berjumlah 40 siswa sebagai
  • 23. 23kelas eksperimen I dan VII.5 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelaseksperimen II.Adapun yang menjadi pertimbangan penelitian dalam menggunakansampel purposive sampling yaitu:1. Untuk memudahkan menganalisis data, maka penelitian hanyamengambil jumlah sampel yang sama dalam penelitian ini.2. Mengingat keterbatasan waktu dan biaya, maka dalam penelitian inihanya mengambil dua kelas untuk dijadikan sampel.Tabel. 2Sampel PenelitianNo. Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah Keterangan1 VII.4 17 23 40 Eksperimen I2 VII.5 18 22 40 Eksperimen IIJumlah 80Sumber : Dokumentasi data siswa dari staf Tata Usaha SMP Negeri 11 Palembang9.4. Metode PenelitianMetode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untukmendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2007: 02).Sedangkan Menurut (Mulyatiningsih, 2012: 233). Metode adalah sebuah carayang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimenkuasi. Menurut (Mulyatiningsih, 2012: 86) Penelitian eksperimen kuasi dipilih
  • 24. 24apabila peneliti ingin menerapkan sesuatu tindakan atau perlakuan. Tindakandapat berupa model, strategi, metode, atau prosedur kerja baru untukmeningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan agar hasilnya menjadi lebihoptimal. Dalam penelitian ini peneliti bereksperimen pada dua kelompokeksperimen yaitu kelas VII.4 sebagai kelompok eksperimen pertama yangdiajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry, dan kelas VII.5sebagai kelompok eksperimen kedua yang diajarkan dengan menggunakanmetode pembelajaran discovery.TABEL 3PERLAKUAN PEMBELAJARANKelas Pretest Treatmen Post-testVII.4 Pretest Metode Pembelajaran Inquiry Post-testVII.5 pretest Metode Pembelajaran Discovery Post-testAda beberapa prosedur dalam penelitian ini, yaitu :1. Kelas dipilih dengan menetapkan dua kelas sebagai sampel penelitian. KelasVII.4 sebagai kelas eksprimen I dan kelas VII.5 sebagi kelas eksperimen II.2. Kedua kelas sama-sama diberi pretest untuk mendapatkan data hasil belajarsiswa sebelum penelitian.3. Kelas VII.4 diberikan perlakuan dengan metode pembelajaran Inquiry,sedangkan kelas VII.5 menggunakan metode pembelajaran Discovery.4. Pada akhir bab materi pembelajaran siswa diberikan post-test untuk melihatkemampuan siswa dan untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa antarakelas VII.4 dan kelas VII.5, Setelah semua data hasil belajar didapatkan
  • 25. 25maka untuk mendapatkan perbedaan hasil belajar antara kedua itu signifikanatau tidak, maka data diuji dengan uji-t.9.5. Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:1). DokumentasiMetode dokumentasi adalah, yaitu mencari data mengenai hal-hal atauvariabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2010: 274). Teknikdokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentangjumlah siswa dan data mengenai sekolah.Sedangkan (Ridwan, 2010: 17) Mengemukakan bahwa dokumentasiadalah tujuan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputibuku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, datayang relevan dari peneliti. Metode ini penulis gunakan untuk memperolehberbagai data siswa serta data-data lainnya yang berguna dalam penelitian ini.Jadi dalam penelitian ini, dokumentasi digunakan untuk mendapatkandata berupa arsip nama-nama siswa, jumlah siswa dan foto-foto dokumentasipenelitian di kelas VII SMP Negeri 11 Palembang.2). TesTes adalah serentean pertanyaan atau latihan serta alat lain yangdigunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
  • 26. 26kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto,2006: 150). Tes adalah seperangkat (stimulus) yang diberikan kepadaseseorang dengan untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagipenetapan skor angka (Haryono, 2005: 139).Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerapmateri pelajaran setelah dilakukan eksperimen menggunakan metodepembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery.Dalam penelitian ini diberikan tes, dimana tes yang digunakanberbentuk pilihan ganda terdiri dari 20 soal yang digunakan untuk mengukurketerampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan yang dimiliki individudalam menguasai materi pembelajaran.9.6. Teknik Uji Coba instrumenSetelah data diperoleh, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskandan untuk mendapatkan kesimpulan maka data hasil tes dianalisis denganmenggunakan statistic uji t dengan rumus212111nnsxxt..............................(Sudjana, 2005:239)Dengan:211212222112nnSnSnS ................. (Sudjana, 2005:239)
  • 27. 27keterangan:t = Uji s- t1x = Nilai rata-rata kelas yang diajar dengan metode pembelajaran inquiry2x = Nilai rata-rata kelas yang diajar dengan metode pembelajaran discovery1n = Jumlah siswa yang diajar dengan metode pembelajaran inquiry2n = Jumlah siswa yang diajar dengan metode pembelajaran discoveryS = Simpangan bakuS12= Nilai standar deviasi siswa yang diajar dengan metode pembelajaraninquiryS22= Nilai standar deviasi siswa yang diajar dengan metode pembelajarandiscoveryDengan demikian, kriteria pengujian diterima HO jika thitung < ttabel (1- )dimana t(1- ) adalah t yang terdapat di dalam tabel distribusi t dengan dk =n1+n2 -l d, dengan taraf signifikan = 0.059.6.1. Uji ValiditasValiditas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkatkevalitan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010: 211).
  • 28. 28Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apayang diinginkan. Pengukuran validitas menggunakan rumus korelasiproduct moment dengan rumus sebagai berikut:2222)()()()())(()(YYnXXnYXXYnrxy. (Arikunto, 2011:72)Keterangan:rxy = koefisien korelasi suatu butir/itemN = jumlah subyekX = skor suatu butir/itemY = skor total keseluruhan9.6.2. Uji ReliabilitasReliabilitas menujuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumencukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul datakarena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2010: 221).Untuk menghitung reliabilitas atau tingkat konsisten informasipenelitian ini, menggunakan rumus Product moment sebagai berikut.Keterangan:= validitas instrumen XY = jumlah perkalian X dengan Y
  • 29. 29X2= kuadrat XY2= kuadrat YUntuk menghitung realibilitas dari tes dalam penelitian ini menggunakanrumus Spearman Brown sebagai berikut:)1(.211rbrr bDengan keterangan:= Koefisien reliabilitas internal seluruh intem= Korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap) atau (awal-akhir). (Ridwan, 2012:102)9.6.3 Taraf KesukaranTingkat kesukaran atau kita singkat TK adalah proporsi peserta tesmenjawab benar butir soal tersebut Aprianto (2008). Dalam penelitian inimenggunakan rumus indeks kesukaran (P) adalah:JSBP (Arikunto, 2010: 208)Dimana:P = Indeks kesukaranB = Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betulJS = Jumlah seluruh siswa peserta tesDengan Interprestasi Tingkat Kesukaran sebagaimana terdapat dalam Tabel 4berikut:
  • 30. 30Tabel 4Interprestasi Tingkat KesukaranTingkat Kesukaran (TK) Interprestasi atau Penafsiran TKTK < 0,30 Sukar0,30 TK 0,70 SedangTK > 0,70 Mudah9.6.4 Daya beda soalMenurut (Arikunto, 2010: 211) daya pembeda soal adalahkemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai(berkemamapuan tinggi) dengan siswa bodoh (berkemampuan rendah).Dalam penelitian ini menggunakan rumus untuk menentukan indeksdiskriminasi adalah:BABBAAPPJBJBDPDimana:J = Jumlah peserta tesJA = Banyaknya peserta kelompok atasJB = Banyaknya peserta kelompok bawahBA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benarBB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal denganbenarAAAJBP = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benarBBBJBP = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar.
  • 31. 31Klasifikasi Daya Beda Soal:1. D = 0,00 Sampai dengan 0,20 = Jelek2. D = 0,20 Sampai dengan 0,40 = Cukup3. D = 0,40 Samapi dengan 0,70 = Baik4. D = 0,70 Sampai dengan 1,00 = Baik sekali5. Negatif, semuanya tidak baik jika semua soal mempunyai D negatifsebaiknya dibuang (Arikunto, 2010: 218).9.7. Teknik Analis DataTeknik analisa data adalah teknik yang digunakan untuk mengelolah datayang dikumpulkan dan diklasifikasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Data yangsudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Namunsebelum dilakukan pengujian ada langkah-langkah yang harus dipenuhi sebagaiberikut:9.7.1 Uji Normalitas DataUji normalitas data dilakukan sebagai bahan pertimbangan yangdigunakan untuk menguji normalitas data, maka dibutuhkan data berdistribusifrekuensi untuk menentukan rata-rata. Standar definisi dan modus dengancara sebagai berikut:a. Rentang = Nilai tertinggi- Nilai rendahb. Banyaknya kelas Interval = 1+3,3 Log nc. Panjang kelas Interval = Rentang : Banyaknya kelas interval
  • 32. 32Untuk menguji data tersebut apakah berdistribusi normal, makadigunakan uji kemiringan kurva dengan rumus koefisien person, yaitu:Smoxkm ....................................................(Sudjana, 2005: 109)Keterangan:Km : Kemiringan Kurvax : rata-rataMo : modusS : Simpangan Baku9.7.2. Uji HomogenitasUji homogenitas data perlu dilakukan untuk membuktikan kesamaanvarian kelompok yang membentuk sampel tersebut, dengan kata lainkelompok yang di ambil dengan jumlah populasi yang sama.Pengujian sampel dalam penelitian ini menggunakan uji Bartlettmenggunakan rumus chi kuadrat (X2) sebagai berikut:.......................... (Sudjana, 2005 : 263)Diamana:In 10 = 2,3 (konstanta)B = (Log S2) . (ni.1)
  • 33. 33S2=)()( 21222211nnSnSndb = n-1Dengan rumus In 10 = 2.3026 disebut logaritma asli dari bilangan 10.Untuk menghitung S2, B, X2dapat menggunakan tabel persiapan sebagaiberikut:Tabel 5. Harga yang dipergunakan untuk Uji Homogenitas kelompoksampai dengan menggunakan Tes BartlettSampelDerajatKebebasan (dk)1/dk S12 LogS12 (dk) log S121. (n1-1) 1/(n1-1) 21S Log 21S (n1-1) log 21S2. (n2-2) 1/(n2-1) 22S Log 22S (n1-1) log 22SJumlah (n1-1) 1/(n1-1) (n1-1) log 21S(sumber:Sudjana, 2005:262)Dalam sampel penehitian ini digunakan taraf nyata ( ) = 0,05 dan dk= k-i dan peluang (1- ) kedua sampel dapat dikatakan berasal dan populasiyang homogen apabila X2hitung
  • 34. 349.7 Langkah kerja dan jadwal kerja penelitian9.7.1 Langkah kerjaAdapun langkah-langkah kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1) Tahap persiapanYaitu menyelesaikan administrasi, menentukan judul, mengadakan surveillapangan unutk merumuskan masalah-masalah yang ingin dipecahkan.2) Tahap pelaksanaanYaitu mencari dan mengumpulkan data yang dilanjutkan dengan menganalisisdan mengolah data, membuat proposal penelitian, seminar proposal, perbaikanproposal, membuat skripsi bab I pendahuluan, bab II landasan teori, bab IIIprosedur penelitian, bab IV hasil penelitian dan pembahasan dan bab Vkesimpulan dan saran.3) Tahap penyelesaianYaitu membuat kesimpulan dan menyusun laporan penelitian, ujian skripsi danmelakukan perbaikan.9.7.2 Jadwal kerjaKETERANGANDes Januari Februari Maret April Mei Juni4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2Usul judul x x xProposalskripsix x x x xSeminar xBab I x xBab II x xBab III X xPenelitian x x x xBab IV x xBab V x xUjian skripsi xPerbaikan x
  • 35. 35DAFTAR PUSTAKASugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA.Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA.Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: TARSITO.Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarata: Bumi Aksara.Mulyatiningsih, Endang. 2012. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.Bandung: ALFABETA.Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:ALFABETA.Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.Hamalik, Oemar. 2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.Jakarta: Bumi Aksara.Sumarmi. 2012. Model-Model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya MediaPublishing.Yusnita, Derli. 2011. Perbandingan hasil belajar antara menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan tipe Jigsaw padamata pelajaran Geografi di kelas x SMA Azharyah Palembang Tahun Ajaran2010/2011. Proposal skripsi S 1. Palembang FKIP UNIVERSITAS PGRIPALEMBANG.
  • 36. 36Yuliani, Indri. 2011. Perbandingan hasil belajar geografi antara menggunakanpembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD)dengan tipe team assisted individualization (TAI) pada siswa kelas X SMABina Jaya Palembang. Proposal skripsi S 1. Palembang FKIPUNIVERSITAS PGRI PALEMBANG.Kristiyani, Ary. 2010. Metode pembelajaran inquiry untuk meningkatkanKeterampilan menulis. Makalah disampaikan dalam seminar Internasional,pada tanggal 9-10 November, di YogyakartaKurniaturohima, Dwi. 2010. Penerapan metode inquiry dalam meningkatkan Keaktifandan prestasi belajar siswa pada Mata pelajaran ekonomi Di SMP ShalahuddinMalang. Skripsi S 1. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANAMALIK IBRAHIM MALANG.
  • 37. 37