Service Manual - V-Ixion IDN

  • View
    6.913

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL 2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUANBuku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

QPERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUALBuku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. Sub judul 2 tercetak dengan huruf yang lebih kecil. Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. Nomor 4 pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. Symbol 5 merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian SYMBOLS (terdapat simbol pelumas dll) Tabel instruksi pekerjaan 6 berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) Nomor 7 terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOLSimbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9E

10G

11M

12BF

13B

14LS

15M

16S

17LT

18

Baru

EAS20110

DAFTAR ISIINFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING

1 2 3 4 5 6 7 8 9

INFORMASI UMUMIDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ..................................................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA ........................................................................... 1-1 NOMOR SERI MESIN ............................................................................... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN...........................................................................1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI .......................................................... 1-2 SISTIM FI .................................................................................................. 1-3 INFORMASI PENTING .................................................................................... 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG.......................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART.................................................................1-4 GASKETS, OIL SEALS DAN O-RINGS ....................................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS .....................................1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS .................................................................... 1-5 CIRCLIPS .................................................................................................. 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ...................................................... 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ................................................................. 1-7

1

IDENTIFIKASIEAS20130

IDENTIFIKASIEAS20140

NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka 1 tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk.

1

EAS20160

NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin 1 tercetak pada crankcase dibagian kiri bawahCATATAN:

Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

1

1-1

TEKNOLOGI MASA DEPANEAS20170

TEKNOLOGI MASA DEPANEAS3C11022

GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar, adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara - bahan bakar yang optimal, berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. Pada sistim karburator, perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar, diukur dari volume udara dan bahan bakar, yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan.. Meskipun udara yang masuk volumenya sama, tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan, misalnya pada akselerasi, deselerasi, atau pengendaraan dengan beban berat. Sistim bahan bakar, mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya, sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat, maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut, model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic, untuk menggantikan sistim karburator. Pada sistim ini, mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi, meningkatkan respon mesin, konsumsi bahan bakar yang lebih baik, dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang.

1

2 3 4 5 6

7

8

11Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor, intake air pressure sensor, intake air temperature sensor) 11. Crankshaft position sensor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

10

9

1-2

TEKNOLOGI MASA DEPANEAS3C11023

FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2.50 kg/cm, 35.6 psi). Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector, fuel passage terbuka, sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi), semakin banyak bahan bakar yang disuplai. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal, semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU, berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor, crankshaft position sensor, intake air pressure sensor, intakeair temperatur sensor, lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat, sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan.

5 2 3 8 4

6

1 9 11 12

13 14 10 7

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor

14. Intake air pressure sensor A. Fuel system B. Air system C. Control system

1-3

INFORMASI PENTINGEAS20180

INFORMASI PENTINGEAS20190