Virus Hepatitis Edit 2

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

abc

Transcript

VIRUS HEPATITIS

Hepatitis virus merupakan penyakit sistemik yang terutama mengenai had. Kebanyakan kasus hepatitis virus akut pada anak dan orang dewasa disebabkan oleh salah satu dari agen berikut: virus hepatitis A (HAV), agen penyebab hepatitis virus tipe A (hepatitis infeksius); virus hepatitis B (HBV), penyebab hepatitis virus B (hepatitis serum); virus hepatitis C (HCV), agen hepatitis C (penyebab sering hepatitis pascatransfusi) atau virus hepatitis E (HEV), agen hepatitis yang ditularkan secara enterik. Virus lain yang menjadi penyebab hepatitis yang tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan agen yang telah diketahui dan penyakit yang terkait dinyatakan sebagai hepatitis non-A-E. Virus lain yang telah diketahui sifatnya yang dapat menyebabkan hepatitis sporadik, seperti virus demam kuning, sitomegalovirus, virus Epstein-Barr, virus herpes simpleks, virus rubela, dan enterovirus, dibahas dalam bab lain. Virus hepatitis menimbulkan peradangan hati akut, memberikan gambaran klinis penyakit berupa demam, gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah serta ikterus. Tanpa memandang tipe virus, lesi histopatologi yang identik ditemukan pada hati selama penyakit akut. (jawetz, 2007)

SIFAT VIRUS HEPATITISCiri khas kelima virus hepatitis yang dikenal ditunjukkan pada Tabel 35-1. Tata nama virus hepatitis, antigen, dan antibodi disajikan pada Tabel 35-2.

Hepatitis Tipe AHAV adalah anggota amili picornavirus yang berbeda (lihat Bab 36). HAV merupakan partikel sferis 27-32 nm berbentuk simetri kubik, yang mengandung genom RNA untai tunggal linear berukuran 7,5 kb. Meskipun awalnya digolongkan sementara sebagai enterovirus 72, sekuens asam amino dan nukleotida HAV cukup berbeda untuk dimasukkan ke dalam genus picornavirus baru, Hepatovirus. Hanya satu serotipe yang diketahui. Tidak terdapat reaksi silang antigen dengan HBV atau virus hepatitis lain. Analisis sekuens genom pada regio berbeda yang melibatkan sambungan gen ID dan 2A membagi isolat HAV menjadi tujuh genotipe. Sifat pen ting famili Picornaviridae dicantumkan pada Tabel 36-1. (jawetz, 2007)HAV stabil terhadap eter 20%, asam (pH 1,0 selama 2 jam), dan pemanasan (60 "C selama 1 jam), dan infektivitasnya dapat dijaga selama setidaknya 1 bulan setelah dikeringkan dan disimpan pada temperatur 25 "C dan kelembapan relatif 42% atau selama bertahun-tahun pada suhu -20 "C. Virus hancur dengan autoklaf (121 C selama 20 menit), air mendidih selama 5 menit, panas kering (180 "C selama 1 jam), radiasi ultraviolet (1 menit pada 1,1 watt), formalin (1:4.000 selama 3 hari pada suhu 37 ()C), atau klorin (10-15 ppm selama 30 menit). Makanan yang dipanaskan sampai >85 "C (185 F) selama 1 menit dan permukaan yang didisinfeksi dengan natrium hipoklorit (pengenceran pemutih klorin 1:100) diperlukan untuk menginaktifkan HAV. Resistansi relatif HAV terhadap prosedur disinfeksi mengharuskan penanganan yang lebih hati-hati dalam menangani pasien hepatitis dan produk mereka. (jawetz, 2007)HAV awalnya diidentifikasi dalam sediaan tinja dan hati dengan menggunakan mikroskop elektron imun sebagai sistem deteksi (Gambar 35-1). Pemeriksaan serologi sensitif dan metode reaksi rantai polimerase (PCR) memungkinkan deteksi HAV dalam tinja dan sampel lain serta mengukur antibodi spesifik dalam serum. (jawetz, 2007)Berbagai galur sel primata akan menunjang pertumbuhan HAV meskipun isolat virus segar sulit untuk beradaptasi dan tumbuh. Biasanya tidak ada efek sitopatik yang tampak. Mutasi genom virus dipilih selama adaptasi terhadap kultur jaringan. (jawetz, 2007)

Hepatitis Tipe BHBV digolongkan sebagai hepadnavirus (Tabel 35-3). HBV menyebabkan infeksi kronik, terutama pada mereka yang terinfeksi saat bayi; HBV merupakan faktor utama pada perjalanan akhir penyakit hati dan karsinoma hepato-selular pada orang-orang tersebut. (jawetz, 2007)

A. Struktur dan KomposisiMikroskop elektron pada serum yang positif HBsAg menunjukkan tiga bentuk morfologi (Gambar 35-2 dan 35-3A). Bentuk yang paling banyak adalah partikel sferis berdiameter 22 nm (Gambar 35-3B). Partikel kecil ini secara khusus tersusun atas HBsAgberbentuk tubular atau filarrientosa, mempunyai diameter yang sama tetapi mungkin panjangnya lebih dari 200 nmdan disebabkan oleh produksi HBsAg berlebihan. Virion sferis besar berukuran 42 nm (asalnya disebut sebagai partikel Dane) jarang ditemukan (Gambar 35-2). Petmukaan luar, atau selubung, mengandung HBsAg dan mengelilingi inti nukleokapsid dalam berukuran 27 nm yang mengandung HBcAg (Gambar 35-3C). Panjang regio untai tunggal genom DNA sirkular yang berbeda menyebabkan partikel secara genetik bersifat heterogen dengan kisaran berat jenis yang luas. (jawetz, 2007)

Gambar 35-1. Mikrograf elektron virus hepatitis A berukuran 27 nm yang beragregasi dengan antibodi (222.000 x). Perhatikan adanya "halo" antibodi di sekitar masing-masing partikel. (Sumbangan DW Bradley, CL Hornbeck, dan JE Maynard.)

Genom virus (Gambar 35-4) terdiri dari sebagian DNA sirkular untai ganda dengan panjang 3200 bp. Isolat HBV yang berbeda memiliki homologi sekuens nukleotida 90-98% yang sama. Seluruh panjang DNA dikurangi rantai (untai L atau panjang) merupakan pelengkap seluruh mRNA HBV; untai positif (untai pendek atau S) berubah-ubah dan panjang unitnya antara 50%-80%.(jawetz, 2007)Terdapat empat frame bacaan terbuka yang menyan-dikan tujuh polipeptida. Keempatnya merupakan protein struktural permukaan virion dan inti, transaktivator transkripsi kecil (X), dan protein polimerase besar (P) yang mencakup aktivitas DNA polimerase, reverse transcriptase, dan H RNase. Gen S mempunyai tiga kerangka kodon awal dan menyandikan HbsAg mayor, serta polipeptida yang mengandung selain sekuens pra-S2 atau pra-Sl dan pra-S2. Gen C mempunyai dua kerangka kodon awal dan menyandikan HBcAg ditambah protein HBe yang diproses untuk menghasilkan HBeAg yang dapat larut. (jawetz, 2007)

Partikel yang mengandung HBsAg bersifat kompleks secara antigenik. Masing-masing mengandung antigen spesifik grup, a, selain dua pasang subdeterminan saling terpisah, dly dan wlr. Oleh karena itu, empat fenotipe HBsAg telah ditemukan: adw, ayw, adr, dan ayr. Di Amerika Serikat, adw adalah subcipe yang dominan. Penanda spesifik virus ini berguna pada investigasi epidemiologi karena kasus sekunder mempunyai subtipe yang sama seperti kasus penunjuk. (jawetz, 2007)Stabilitas HBsAg tidak selalu serupa dengan stabilitas agen infeksius. Namun, keduanya stabil pada suhu -20 "C selama lebih dari 20 tahun dan stabil terhadap pembekuan berulang dan pencairan. Virus juga stabil pada suhu 37 "C selama 60 menit dan tetap dapat hidup setelah dikeringkan dan disimpan pada suhu 25 C selama sekurang-kurangnya 1 minggu. HBV (bukan HBsAg) sensitif terhadap temperatur yang lebih tinggi (100 "C selama 1 menit) atau periode inkubasi yang lebih lama (60 "C selama 10 jam). HBsAg stabil pada pH 2,4 selama 6 jam, tetapi kemampuan infeksi HBV hilang. Natrium hipoklorit 0,5% (misal, pemutih klorin 1:10) merusak antigenisitas dalam 3 menit pada konsentrasi protein rendah, tetapi spesimen yang tidak diencerkan memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi (5%). HBsAg tidak dirusak oleh radiasi ultraviolet plasma atau produk darah lain dan infektivitas virus juga dapat bertahan terhadap perlakuan tersebut. (jawetz, 2007)

B. REPLIKASI VIRUS HEPATITIS B

Gambar 35-2. Bentuk subvirus dan virus hepatitis B. A: Gambaran skematik tiga bentuk yang mengandung HBsAg yang dapat diidentif ikasi dalam serum dari carrier HBV. Partikel Dane sferis 42 nm dapat dirusak oleh deterjen nonionik untuk melepaskan inti 28 nm yang mengandung sebagian genom DNA virus untai ganda. Antigen yang dapat larut, disebut HBeAg, dapat .dilepaskan dari partikel inti dengan menggunakan detergen kuat. B: Mikrograf elektron yang mem-perlihatkan tiga bentuk partikel yang mengandung HBsAg berbeda: partikel sferis pleomorfik 20 nm (A), bentuk filamentosa (B), dan partikel Dane sferis berukuran 42 nm, bentuk infeksius HBV (C). (Direproduksi seizin Wiley-Liss, Divisi John Wiley and Sons, Inc., dari Robinson WS, Klote L, Aoki N: Hepadnaviruses in cirrhotic liver and hepatocellular carcinoma. J Med Virol 1990;31:18.)Virion infeksius melekat pada sel dan menjadi tidak berselubung (Gambar 35-5). Dalam nukleus, sebagian genom virus untai ganda diubah menjadi DNA untai ganda sirkular yangtertutup secara kovalen (cccDNA), yang berperan sebagai cetakan untuk semua transkripsi virus, termasuk RNA pregenom 3,5 kb. RNA pregenom menjadi berkapsul dengan HBcAg yang baru disintesis. Dalam inti, polimerase virus disintesis oleh transkripsi terbalik salinan DNA untai negatif. Polimerase mulai menyintesis DNA untai positif, tetapi proses tidak lengkap. Inti bertunas dari membran pre-Golgi mendapatkan selubung yang mengandung HBsAg, dan dapat meninggalkan sel. Kemungkinan lain, inti dapat dikirim kembali ke dalam nukleus dan memulai siklus replikasi lain dalam sel yang sama. (jawetz, 2007)

Hepatitis Tipe CStudi epidemiologi dan klinis serta percobaan cross-challenge pada simpanse menunjukkan bahwa terdapat beberapa agen hepatitis non-A, non-B (NANB) yang berdasarkan uji serologi tidak terkait dengan HAV atau HBV. Agen utama diidentifikasi sebagai virus hepatitis C (HCV). HCV adalah virus RNA untai positif, digolongkan sebagai famili Flaviviridae, genus Hepacivirus. Berbagai virus dapat dibedakan dengan analisis sekuens RNA menjadi setidaknya enam genotipe {clade) utama dan lebih dari 70 subtipe. Genom berukuran 9,4 kb dan menyandikan protein inti, dua glikoprotein selubung, dan beberapa protein struktural (Gambar 35-6). Ekspresi klon cDNA HCV pada kapang berperan dalam perkembangan uji serologi antibodi terhadap HCV. Kebanyakan kasus hepatitis NANB pascatransfusi disebabkan oleh HCV. (jawetz, 2007)Kebanyakan infeksi HCV yang baru bersifat subklinis. Kebanyakan pasien HCV (70-90%) mengalami hepatitis kronik dan banyak di antara m