Kenaikan harga bbm

  • View
    173

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • KENAIKAN HARGA BBM: Mengorbankan Rakyat, Menguntungkan Pihak Asing

    [Bedah Buletin Al-Islam edisi 720, 10 Dzulqadah 1435 H-5 September 2014 M]

    Abu Mustanir

  • Belakangan ini usulan

    mulai ramai didesakkan

  • Jokowi & Partai pengusungnya (PDIP, Hanura, Nasdem & PKB) Mendesak Pemerintah SBY menaikkan BBM

  • Semua pihak (Pro & kontra harga BBM dinaikkan), sama-sama mengatasnamakan rakyat.

  • Menko perekonomian

    Chaerul Tanjung mengungkapkan, pada akhir masa

    jabatannya, kenaikan harga BBM tidak akan

    dilakukan Pemerintah SBY.

  • 1. Menaikkan harga BBM 33% pada tahun 2012.

    2.Menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) pertiga bulan sejak 2013.

    3.Berencana menaikkan gas elpiji 12 kg tahun ini.

  • Sebaliknya, dari tim Jokowi-JK di bidang Ekonomi, Arif Budimanta,

    mengungkapkan alasan PDIP sepakat menaikkan harga BBM subsidi tahun ini. Menurut dia, jika subsidi BBM ini tetap diteruskan, pendidikan sampai

    12 tahun tidak berjalan; pembangunan rumah sakit dan

    penjaminan kesehatan juga tidak akan bertambah.Kalau mau

    meningkatkan kemakmuran rakyat, tinggal pilih: kita mau meningkatkan

    di sektor produktivitas, pendidikan, kesehatan, infrastruktur atau hanya

    sekadar memikirkan kepentingan subsidi kendaraan, kata Arif

    (Tribunnews.com, 1/9).

  • Padahal tahun 2012, PDIP sangat getol menolak kenaikan harga BBM, bahkan dengan mengerahkan massa. Alasannya, kenaikan harga BBM akan menyusahkan rakyat.

  • Semua itu membuktikan bahwa alasan atas nama rakyat & demi kepentingan rakyat

    itu hanya dijadikan bahan jualan saja.

  • Sa ma-Sa ma

  • Salah satu ciri rezim neo-liberal (neolib) adalah terus mempermasalahkan (besaran) subsidi. Kebijakan rezim ini adalah mengurangi bahkan menghapus subsidi.

  • Jokowi mengatakan bahwa menaikkan harga BBM merupakan jalan satu-satunya untuk menekan defisit anggaran. Sudah bolak-balik saya sampaikan bahwa untuk menekan defisit anggaran pada tahun 2015 itu memang jalan satu-satunya di situ. Kamu harus mengerti dong, subsidi BBM itu gede banget, 400 triliun, bahkan 433 triliun untuk tahun depan, ujar Jokowi (Tribunnews.com, 30/8).

  • Dalam pandangan Pemerintah, yang

    disebut subsidi BBM adalah saat BBM

    dijual di bawah harga pasar

    internasional.

  • Jika demikian maknanya, maka selama ini Pemerintah terus mensubsidi pihak asing seperti Cina, Korea, Jepang, AS dan

    lainnya. Mengapa? Karena Pemerintah menjual gas tersebut jauh di bawah harga pasar internasional.

  • Kerugian negara atas penjualan gas murah ke Cina diperkirakan sekitar

    Rp 500 triliun pertahun (Tribunnews.com, 12/3).

  • Sebelum Pilpres, menurut tim ekonomi Jokowi-JK, Darmawan Prasodjo, untuk mengatasai masalah subsidi BBM, di antara langkah pertama Jokowi adalah janji bahwa : 1. Pemerintahannya akan fokus mengurangi kebocoran-kebocoran akibat

    penyelundupan BBM ke luar negeri. 2. Konversi BBM yang mahal ke gas yang murah. 3. Memperbanyak transportasi publik. 4. Mengganti BBM ke gas atau batubara sebagai bahan bakar untuk

    pembangkit listrik milik PLN. 5. Memberantas mafia minyak yang disoal banyak pihak; membeli minyak

    mentah dan olahan langsung dari produsen, tidak melalui broker seperti selama ini.

    6. Membangun kilang di dalam negeri. 7. Mengurangi anggaran perjalanan yang di RAPBN 2015 sebesar 32 triliun. 8. Mengalihkan pembayaran bunga utang termasuk bunga utang obligasi

    rekap BLBI. 9. Mengefisienkan belanja pegawai termasuk dengan merampingkan

    lembaga dan jabatan yang tumpang-tindih. 10. Dan jalan lainnya.

  • Demi Para Kapitalis

  • Yang jelas, kenaikan harga BBM pasti membuat rakyat susah. Jika harga BBM naik, harga transportasi pasti naik; harga bahan baku naik; harga semua kebutuhan pasti akan naik dan inflasi akan naik. Akibatnya, daya beli rakyat turun. Yang paling terdampak adalah rakyat dengan pendapatan pas-pasan. Kenaikan harga BBM akan menambah jutaan jumlah orang miskin.`

  • Jika pun benar pengurangan subsidi dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, yang pertama-tama untung adalah para kapitalis dan pihak asing. Pasalnya, Jokowi senang menyerahkan pembangunan infrastruktur kepada pihak asing. Jika harga BBM naik, yang langsung untung adalah pihak asing pelaku bisnis eceran BBM. Jika harga BBM naik, orang akan belanja BBM ke SPBU asing seperti Shell dan Total. Pembeli BBM di SPBU Pertamina yang BUMN pasti berkurang.

  • Sebenarnya, pengurangan subsidi termasuk kenaikan harga BBM adalah amanat liberalisasi dalam LoI IMF, Januari 2000. Pengurangan subsidi sekaligus merupakan perintah Bank Dunia dan syarat pemberian utang (Indonesia Country Assistance Strategy, World Bank, 2001). Bank Dunia bahkan sudah mewanti-wanti: pemenang Pemilu harus menaikkan BBM. Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves mengatakan, Bank Dunia ingin agar pemerintahan yang baru bisa mengurangi subsidi BBM. Tidak terlalu penting siapa yang menang. Yang diperhatikan adalah bagaimana mereka yang terpilih menerapkan kebijakan. Salah satunya, siapa nantinya yang berani mengurangi subsidi BBM, ujar Chaves (Detikfinance, 21/7/2014).

  • Minyak dan gas (migas) serta sumberdaya alam (SDA) lainnya yang melimpah dalam pandangan Islam merupakan milik umum. Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Tambang migas itu tidak boleh dikuasai swasta apalagi pihak asing. Rasul saw. bersabda:

    Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: padang

    rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad).

  • Karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir (termasuk kebijakan harganya) maupun di sektor hulu yang sangat menentukan jumlah produksi migas, juga kebijakan zalim dan khianat serupa harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lainnya harus dikelola sesuai syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah ar-Rasyidah ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan menjadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat. WalLh alam bi ash-shawb. []