Click here to load reader

Bpupki ,ppki, dan peristiwa rengasdengklok

  • View
    331

  • Download
    23

Embed Size (px)

Text of Bpupki ,ppki, dan peristiwa rengasdengklok

BPUPKI ,PPKI, dan Peristiwa Rengasdengklok

BPUPKI ,PPKI, dan Peristiwa RengasdengklokNama kelompok:Anggi dewa kurniawanNia sundariNoti setianiRilo wahyu pamungkas Tevani oline perdana

Terbentuknya BPUPKIMemasuki tahun 1945, posisi jepang dalam menghadapi sekutu semakin tidak menguntungkan, tanda-tanda jepang akan kalah sudah kelihatan,sehingga untuk mempertahankan diri dari sekutu, jepang tidak mempunyai cara lain kecuali dengan meningkatkan bantuan kekuatan dari rakyat indonesia.Agar usaha mereka berjalan dengan lancar , melalui perdana menteri koiso jepang menjanjikan kemerdekaan bagi indonesia di kemudian hari.Dibawah pimpinan kabinet koiso situasi tidak tambah membaik , namun mengalami kejatuhan, sehingga diganti oleh kabinet suzuki.Dengan berakhirnya kabinet koiso, berarti koiso tidak lagi berbuat apa pun atas rencana pembentukan BPUPKI yg diumumkan oleh Panglima Bala Tentara XVI Letnan Jenderal Kumakichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945Sebagai kabinet yang sah, Kabinet Suzuki tidak mengelak dari tanggung jawab atas Janji Koiso sehingga pada tanggal 29 April 1945 keanggotaan BPUPKI diumumkan.

Keanggotaan BPUPKI:Ketua => Dr. K.R.T. Radjiman WedyodiningratWakil Ketua=> Ichibangase (sebagai kepala badan perundingan) dan R.P .suroso (sebgai kepala sekretariat)

BPUPKI diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945 di gedung Cuo Sangi In di Jalan Pejambon Jakarta.Pada peresmian BPUPKI ini dikibarkan bendera jepang (Hinomaru) oleh Mr.A.G. Pringgodigdo yang kemudian disusul dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Toyohito Masuda.Peristiwa peresmian BPUPKI ini mebangkitkan semangat para anggota BPUPKI dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan.

Tujuan BPUPKI dibentukYaitu untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang dengan pembentukan negara indonesia merdeka.Tugas pokok BPUPKIYaitu melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia .Panitia kerja BPUPKIDibagi menjadi 4, yaitu:Panitia perumus , yang terdiri dari 9 orang yang diketuai oleh Ir.soekarno. Dengan tugas merumuskan naskah rancangan UUDPanitia perancang UUD, diketuai oleh Ir.soekarnoPanitia ekonomi dan keuangan diketuai oleh Drs.Moh. HattaPanitia pembela tanah air diketuai oleh abikusno cokrosuyoso

Sidang-sidang BPUPKISidang 1 BPUPKISidang berlangsung pada tanggal 29 Mei 1945 sampai tanggal 1 Juni 1945Tanggal 29 Mei 1945 di dalam pidatonya Mr.Muh.Yamin mengemukakan lima Azas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia sebagai berikut:1.Peri Kebangsaan. 2.Peri Kemanusiaan. 3.Peri Ketuhanan. 4.Peri Kerakyatan. 5.Kesejahteraan Rakyat.tanggal 31 Mei 1945 Mr. Supomo dalam pidatonya juga menyampaikan dasar-dasar negara yang diajukan sebagai berikut:1.Persatuan.2.Kekeluargaan.3.Keseimbangan lahir dan batin.4.Musyawarah.5.Keadilan rakyat.

Tiga hari kemudian, yakni pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno, mengucapkan pidatonya sebagai berikut:1.Kebangsaan Indonesia. 2.Internasionalisme atau peri kemanusiaan. 3.Mufakat atau demokrasi. 4.Kesejahteraan sosial. 5.Ketuhanan Yang Maha Esa.Kelima dasar itu atas petunjuk seorang teman ahli bahasa oleh Ir. Soekarno dinamakan Pancasila.Untuk menindaklanjuti usulan-usulan dari sidang, BPUPKI membentuk panitia kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia ini dikenal sebagai Panitia Sembilan. Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan melahirkan rumusan yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Rumusan tersebut sebagai berikut:1.Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 2.Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3.Persatuan Indonesia. 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 5.Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b) Sidang 2 BPUPKIBerlangsung pada tanggal 10 JULI hingga 17 Juli 1945Sidang kedua BPUPKI membahas masalah RUU dasar termasuk mengenai pembukaan (preambul)BPUPKI juga menetapkan 3 panitia, yaitu : panitia hukum dasar, masalah ekonomi, dan masalah bela negara.Tanggal 11 Juli 1945, panitia hukum dasar yang bertugas membahas masalah RUU Dasar 1945 membentuk panitia kecil yang diketuai oleh Prof.Dr.Mr.Supomo.Tanggal 14 Juli 1945, Ir.soekarno sebagai ketua panitia hukum melaporkan hasil panitia kecil , yang isinya: 1. pernyataan indonesia merdeka. 2. Pembukaan UUD 3.Batang tubuh (UUD)Akhirnya hasil kerja panitia hukum dasar yang dilaporkan dalam sidang BPUPKI diterima.Dengan demikian BPUPKI telah menghasilkan pembukaan UUD, batang tubuh, aturan tambahan, dan aturan peralihan.

Terbentuknya PPKISetelah BPUPKI berhasil menyusun rancangan UUD, kemudian pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti oleh PPKI.Anggota PPKI berjumlah 21 orangDiketuai oleh : Ir.soekarno dengan wakilnya : Drs.Moh.Hatta serta penasihatnya : Ahmad subarjoGunseikan Mayor Jenderal Yamamoto menegaskan kpda para anggota PPKI bahwa anggota PPKi tidak hanya dipilih oleh pejabat tentara ke-16 tetapi juga oleh Jenderal Terauchi penguasa perang tertinggi asia tenggara.Tanggal 9 Agustus 1945 Marsekal Terauchi memanggil Ir.Soekarno, Moh.Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Saigon untuk menerima informasi tentang kemerdekaan Indonesia.Tanggal 12 Agustus 1945 di Dalat, Jenderal Terauchi menyampaikan informasi bahwa jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada indonesia pada tangga 24 Agustus 1945.Dalam perkembangan selanjutnya, atas inisiatif anggota PPKI, anggotanya ditambah 6 sehingga menjadi 27, penambahan ini dimaksudkan agar PPKi tidak terkesan bentukan jepang , dengan demikian disimpulkan bahwa PPKI dapat diambil alih dan dikendalikan oleh Indonesia sebagai alat perjuangan rakyat Indonesia.Tugas PPKIYaitu melanjutkan hasil kerja BPUPKI dan menyiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak jepang kepada bangsa indonesia.

Terjadi, karena adanya perbedaan pendapat oleh golongan muda dengan tua dalam mempersiapkan kemerdekaanTanggal 15 Agustus 1945 golongan muda berkumpul di ruang lembaga bakteorologi Jalan Pegangsaan Timur No.13 Jakarta dibawah pimpinan Chairul saleh untuk mendesak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945Namun, pendapat itu tidak di sepakati oleh golongan tua, maka golongan muda mengamankan Soekarno-Hatta dan terjadilah peristiwa Regasdengklok.Golongan tua (Soekarno,Moh.hatta,Ahmad Subarjo,dll)Menghendaki proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan sidang PPKI terlebih dahulu dg mengingat Jepang masih tetap berkuasa dg bersenjata lengkap,sebab jika Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di Luar PPKI pasti akan dicegah Jepang.Golongan muda (Sukarni,Adam malik,Chairul Saleh,Yusuf Kunto,wikana,dll) menghendaki proklamasi Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan diluar PPKI, dg pertimbangan jika proklamasi dilakukan dg mengadakan sidang PPKI, maka kemerdekaan bangsa Indonesia dianggap sebagai ciptaan Jepang dan akan diahncurkan oleh sekutu jepang.

Tempat yang dipilih untuk mengamankan Soekarno-hatta adalah rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 15 km dari Jalan Raya Jakarta-Cirebon.Untuk terhindar dari curiga pihak Jepang,Shodanco mendapat kepercayaan untuk melaksanakn rencana dibantu oleh Sukarni dan Yusuf Kunto.Penculikan Soekarno-Hatta dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945 pad pukul 04.00 WIB.Setelah sampai di Rengasdengklok, Soekarno-hatta ditempatkan dirumah Djiaw Kie Siong orang ketururnan TiongHoa.Golongan muda terus mendesak Soekarno-Hatta untuk bersedia memproklamasikan kemerdekaan , namun tidak membuahkan hasil, hingga Shodanco melakukan pembicaraan sendiri dengan Soekarno, dan Soekarno bersedia memproklamasikan Kemerdekaan setelahnya sampai di Jakarta.Dengan kesepakatan tersebut proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pd tgl 17 agustus 1945 sebelum pukul 12.00 WIB . Dan Laksamana Tadashi juga mengizinkan kediamannya untuk dijadikan tempat perundingan dan menjamin keselamatan Soekarno-hatta Indonesia.Akhirnya Soekarno-Hatta dijemput di rengasdengklok dan sampai di Jakarta pada pukul 17.30 WIBUntuk mengenang peristiwa tersebut di rengasdengklok di bangun Monumen rengasdengklok.

TERIMAKASIH