Close House

  • View
    27

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sistem closehouse terhadap ekosistem

Text of Close House

PENDAHULUANClosed housemerupakan suatu rancangan kandang ayam yang tidak terpengaruh lingkungan dari luar kandang atau meminimalisasi gangguan dari luar. Sistem kandang tertutup memiliki keunggulan yaitu memudahkan pengawasan, dapat diatur suhu dan kelembabannya, memiliki pengaturan cahaya, dan mempunyai ventilasi yang baik serta penyebab penyakit (Lacy, 2001). Sistem perkandangan untuk budidaya broiler di Indonesia mayoritas masih menggunakan sistem terbuka (open house), padahal induk (Parent Stock) darifinal Stock(DOC) sudah dipelihara dengan sistem perkandangan dengan closed house system, sepantasnya DOCFinal Stockjuga harus dipelihara dalam kondisi kandangclosed house systemuntuk mengantisipasiHeat Stresssehingga didapatkan performa yang lebih baik. Selain dari itu kondisi iklim di Indonesia yang tropis di tambah lagi dengan pengaruhGlobal Warming. semakin susah untuk menghindariheat stresspada unggas. Kondisiheat stressmampu menurunkan performa produksi, karena mengakibatkan penurunan feed intake, penurunan daya tahan tubuh serta penurunan kualitas karkas.Ayam broiler termasuk hewanDay Old Chick(DOC) poikiloterm dan pada bagian kulitnya sangat sedikit memiliki kelenjar keringat serta pola pertumbuhannya yang relatif cepat menyebabkan hewan ini menjadi sangat peka terhadap perubahan suhu lingkungan. Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh pada kemampuan pelepasan panas tubuh dan menimbulkan peningkatan suhu tubuh (Dawson dan Whittow 2000; Linet al. 2005). Untuk menjaga keseimbangan suhu tubuh, ayam berupaya meningkatkan pelepasan panas dan mengurangi pembentukan panas dari tubuh, baik dengan cara mengubah tingkah laku maupun aktivitas fisiologis (Cooper dan Washburn, 1998). Keberhasilan dalam beternak ayam, ditentukan oleh tiga unsur utama yaitu manajemen (pengelolaan usaha peternakan),breeding(bibit) danfeeding(pakan). Manajemen merupakan kegiatan mulai dari perencanaan kandang hingga pemotongan ayam (Amrullah 2003). Salah satu bentuk manajemen kandang adalah pembuatanclosed houseyang dikendalikan untuk mencapai kondisi lingkungan yang optimal. Dengan manajemen kandang yang baik diharapkan produksi ayam akan maksimal. Sehingga perlu mengetahui kebutuhan lingkungan yang dibuat sendiri yang nyaman untuk ayam (parent stock) agar produksinya optimal serta mengurangi cemarannya kelingkungan.

PEMBAHASANA. PerkandanganKandang adalah lingkungan kecil tempat ayam hidup dan berproduksi, oleh karena itu dibutuhkan kandang yang nyaman dan berpengaruh terhadap kesehatan ayam serta hasil produksi yang maksimal. Kandang yang nyaman dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Konstruksi kandang yang menjamin kelangsungan hidup ayam yaitu kandang yang memenuhi aspek kesehatan dan mempunyai daya tahan yang kuat dan lama sehingga dapat dipakai untuk proses produksi berikutnya (Imam, 2009). Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mendirikan kandang antara lain menyangkut; jenis usaha, kandang yang akan dibangun disesuaikan dengan jenis usaha unggas, apakah usaha ternak potong atau petelur atau lainnya. Skala usaha, besarnya skala usaha yang akan dijalankan, tentunya berpengaruh terhadap jumlah tipe dan luas kandang yang akan dibangun. Modal yang tersedia, akan berpengaruh terhadap jenis bahan bangunan yang digunakan, tipe kandang, besar kandang, konstruksi dan skala usaha.Berikut tipe atap dan lantai yang digunkan pada kandang close house.1. Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya yaitu melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari atau angin. Atap kandang atap kandang dapat dibuat dari genteng, seng atau daun sirap. Letak atap cukup tinggi dari lantai agar udara dalam kandang selalu segar dan peternak dengan mudah melakukan pembersihan kandang. Dinding dapat dibuat dari bambu, kawat dan lain-lain. Dengan sistem ventilasi yang baik udara dalam kandang tidak lembab dan gas dari kotoran unggas segera terganti dengan udara segar.

Gambar 1. Macam-macam tipe kandang2. Lantai kandang sebaiknya disemen kasar sehingga mudah dibersihkan dan akanmengurangi dari bahayapenyakit coccidiosis. Ada dua tipe lantai kandang yaitu litter dan slide. Lantai kandang, ada dua tipe lantai yaitu lantai beralas (litter) dan lantai berlubang (slide), untuk lantai beralas sering juga disebut sistem litter, yang lantainya diberi alas setebal 5-10 cm. Alas kandang dapat berupa sekam padi, serutan kayu atau campuran sekaman padi, pasir dan kapur dengan perbandingan 3:2:1. Alas kandang berfungsi sebagai penghisap air dan kotoran kandang selalu kering dan terhindar dari bibit penyakit. Alas kandang diganti selama 3 bulan sekali. Untuk lantai berlubang dibuat sekitar 50 cm dari permukaan tanah supaya kotoran yang jatuh mudah dibersihkan. Lantai dapat dibuat dari kawat ram, belahan kayu atau bambu dengan jarak 2-2,5 cm. Tanah dibawah lantai sebaiknya diberi pasir atau bahan lain yang mudah menyerap air.

Gambar 2. Tipe Lantai

PERIODE STARTER (UMUR 0-6 MINGGU)Masa Pemeliharaan Ayam Broiler Tipe Parent Stock Fase Starter Parent stock ayam pedaging merupakan generasi keempat dari urutan ayam silsilah pembibitan ayam pedaging. Urutan pertama adalah pure line yang merupakan galur murni ayam jantan dan betina yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan dikembangkan secara inbreeding. Urutan selanjutnya adalah great grand parent stock, dan yang terakhir adalah final stock (Sudaryani dan Santosa, 2003).Parent stock ayam pedaging dipelihara untuk diambil telurnya dengan tujuan produksi yang menghasilkan ayam pedaging final stock. Menurut Wiharto (2007) tipe ayam pedaging adalah ayam-ayam yang efisien sebagai penghasil pedaging. Pemeliharaan Ayam untuk parent stock ini perlu diperhatikan dengan baik agar produksi telur untuk ditetaskan menjadi final stock. Manajemen yang kurang bagus pada saat starter hingga layer akan menyebabkan organ reproduksi tidak dapat bekerja secara sempurna untuk menghasilkan telur tetas (Anonymous, 2007)Berikut ini akan dijelaskan masa pemeliharaan Ayam Broiler Tipe Parent Stock Fase Starter sebagai berikut : Fase starter merupakan fase pemeliharaan awal yang sangat menentukan keberhasilan untuk fase pemeliharaan berikutnya. Pemeliharaan ayam periode starter di mulai dari ayam umur 1 hari sampai umur ayam 6 minggu. Day old chick parent stock yang digunakan berasal dari breeding grand parent stock .Kandang dan PeralatanSistem perkandangan dalam sistem pemeliharaan yang digunakan adalah brood-grow-lay maka pemeliharaan starter. Pemanas atau penghangat menggunakan gasolek dan smawar dengan jumlah tiap brooder 2 buah gasolek dan 1 buah smawar.Peralatan kandang untuk fase starter adalah feeder tray, hanging feeder, tempat air minum manual (gallon), tempat minum otomatis (automatic bell drinker),tirai, exhaust fan, alat kebersihaan, alat sanitasi, lampu, lori, bak celup kaki, tangki air, chick guard, thermometer, pemanas.Kepadatan KandangKepadatan brooder untuk anak ayam umur 1 hari yang biasanya diterapkan adalah 50-70 ekor/m2. Pelebaran brooder dilakukan dengan memperhatikan kondisi anak ayam dalam brooder. Tidak ada ukuran standar pelebaran kandang namun hanya memperhatikan kenyamanan anak ayam. Pelebaran brooder dimulai pada umur 4 hari dan pelebaran seterusnya mengikuti pertumbuhan ayam.Perlakuan Saat DOC Datang Persiapan awal sebelum DOC tiba yaitu menstabilkan suhu brooder 28-340C dengan menghidupkan pemanas 2 jam sebelum DOC tiba. Air minum disiapkan dalam brooder yang diberi multivitamin plus elektrolit, dengan suhu air 20-240C. Saat anak ayam tiba di Farm, langsung dilakukan vaksinasi ND-IB. Selesai vaksinasi anak ayam ditimbang dan dimasukan dalam brooder dengan kapasitas tampung brooder 50-70 ekor/m2. Rata-rata bobot badan DOC pada penimbangan pertama 45 g untuk DOC betina dan jantan. Pemberian PakanAnak ayam diajari makan dengan cara pakan ditabur di atas alas koran, selanjutnya diberikan dalam feeder tray. Pemberian pakan untuk anak ayam dilakukan dengan cara pakan selalu tersedia dalam tempat pakan, namun pemberiannya sedikit demi sedikit (full feed) yang disesuaikan dengan standar kebutuhan harian yang telah ditentukan. Menurut Santoso dan Sudaryani (2010), pemberian pakan secara full feed artinya tempat pakan ayam tidak boleh kosong. Pakan yang digunakan adalah pakan jadi bentuk crumble. Kandungan protein pakan untuk periode starter yaitu 19%.Anak ayam tetap dipacu untuk selalu makan dan minum setiap saat untuk Kebutuhan pakan untuk anak ayam meningkat setiap hari dengan kebutuhan masa brooding dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Kebutuhan Pakan Ayam Periode StarterBetinaJantan

Hari ke-Jumlah pakan (g/ekor/hariHari ke-Jumlah pakan (g/ekor/hari

111111

213214

318318

422423

525529

628635

7-8317-840

9-16329-1143

17-213412-1644

--17-2147

Sumber : PT Silga Perkasa, 2010Pengaturan CahayaLama pencahayaan untuk anak ayam umur 1-4 hari selama 24 jam. Penggunaan cahaya untuk umur >4 hari disesuaikan dengan pemberian pakan, bila pada malam hari jatah pakan dalam 1 hari sudah habis maka lampu akan dimatikan. Lampu yang digunakan adalah 25 watt dengan jarak tiap titik lampu 3 meter dan intensitas cahaya 20 lux. Menurut Fadilah et al. (2007), pencahayaan selama 24 jam untuk ayam breeder hanya dilakukan pada hari ke 1-3 dengan tujuan agar ayam mengetahui letak tempat pakan, tempat air minum, dan pemanas. Setelah itu, program dilakukan secara ketat sesuai dengan program yang direkomendasikan oleh setiap strain untuk menghindari dewasa dini (early sexual maturity). Program pencahayaan periode Starter dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 2. Program Pencahayaan Periode Starter UmurLama Pencahayaan (jam)Lux

1-62420

7-817 (05.00-21.00)20

9-2113 (05.00-18.00)20

Pemotongan ParuhPemotongan paruh hanya dilakukan untuk anak ayam jantan. Pemotongan paruh ini dilakukan saat anak ayam jantan berumur 3-4 hari. Tujuan pemotongan paruh untuk mengura