Diesel Gejala - gejala

  • View
    2.527

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Diesel Gejala - gejala

Troubleshooting Mesin Diesel

Perusahaan Umum Listrik Negara merupakan salah satu pengguna terbesar mesin diesel untuk pembangkit tenaga listrik di luar Jawa. Motor besar diesel dapat dimonitor prestasi (termodinamika)-nya secara online dengan mudah. Tetapi ada beberapa bagiannya, terutama yang tidak menyangkut prestasi, sangat sulit untuk mendeteksi gejala kerusakannya secara online, karena mungkin gejala-gejala awalnya tidak terlihat atau tidak dikenal. Misalnya kegagalan bantalan, yang merupakan kegagalan paling utama dalam operasi motor diesel, biasanya disebabkan defisiensi pelumasan. Adanya peralatan diagnose elektronis dewasa ini mempermudah dalam diagnose engine. Dengan peralatan ini akan dapat diketahui dengan mudah daerah kerusakan sehingga teknisi tinggal memperbaiki asal kerusakan itu sesuai manual.

Perlu diingat bahwa operasi suatu engine berjalan dengan memuaskan sangat bergantung 8 item berikut:

1. Udara yang bersih dengan temperatur sesuai, dimana udara masuk ke dalam silinder lalu dikompresi hingga tekanan cukup tinggi sehingga terjadi pembakaran yang diharapkan (proper combustion) 2. Penginjeksian bahan bakar dengan jumlah dan waktu (timing) yang tepat. 3. Penggunaan oli yang tepat sesuai dengan kondisi kerja 4. Kemampuan menjaga temperatur oli pada temperatur kerja

5. Bahan bakar yang bersih dan bebas dari sedimen, air, dan udara 6. Menjaga temperatur air (coolant) dan kondisi perlakuan air yang memuaskan 7. Menjaga agar tekanan balik di gas buang sesuai spesifikasi. 8. Aplikasi dari engine itu sendiri

B.I. Gejala-gejala yang terjadi

Suatu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya kerusakan pada mesin adalah dengan menggunakan indera kita, yaitu pengelihatan, pendengaran penciuman dan perasa. Pengelihatan dapat digunakan untuk melihat warna gas buang atau adanya kebocoran pelumas yang terjadi. Pendengaran dapat digunakan untuk mengetahui adanya suara-suara yang tidak wajar pada mesin. Suara tidak wajar yang dapat didengarkan secara langsung antara lain: kebocoran udara atau gas buang terutama pada mesin yang menggunakan turbocharger, misfiring pada mesin, suara yang berhubungan dengan sistem mekanis mesin. Alat bantu pendengaran dapat digunakan untuk mendapatkan intensitas suara yang lebih kuat, alat yang biasa digunakan adalah Stetoskop, alat lebih sederhana yang dapat digunakan antara lain: batang besi, obeng, pipa. Penciuman dapat digunakan untuk mengetahui aroma oli yang terbakar, bahan bakar, pendingin, wire insulation dll.

Indera perasa dapat digunakan untuk mengetahui gangguan pada plunyer injeksi atau pompa injeksi dengan menyentuhkan jari pada high pressure line. Tangan dapat digunakan untuk mengetahui variasi temperatur pada pipa buang tiap silinder.

Langkah-langkah dasar yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan suatu masalah:

1. Analisa masalah diawali dari yang paling kecil dan sederhana. 2. Hubungkan problem yang ada dengan sistem dasar dari mesin dan komponen. 3. Pertimbangkan semua perawatan dan perbaikan kerja yang mungkin ada hubungannya dengan masalah. 4. Selalu periksa ulang dan pikirkan baik-baik sebelum melakukan pembongkaran. 5. Selesaikan masalah dari yang paling sederhana dan mudah. 6. Mengaculah pada troubleshooting chart. 7. Bila mungkin gunakan peralatan khusus dan alat diagnose untuk memeriksa benar tidaknya keluhan dan memastikan asal penyebab kerusakan. 8. Tentukan penyebab masalah dan lakukan perbaikan. 9. Jalankan engine dan ujilah untuk memastikan semuanya beres.

Mesin Susah Dihidupkan

Salah satu masalah yang sering terjadi pada mesin diesel adalah mesin susah dihidupkan bahkan terkadang tidak bisa hidup.

Beberapa hal yang menyebabkan hal ini, antara lain: 1. Cranking speed yang terlalu pelan 2. Sistem pemanas (glowplug) rusak. 3. Kompresi silinder terlalu rendah, hal ini dapat disebabkan karena

keausan/kerusakan pada katup, piston ataupun ring piston yang aus. Apabila kompresi terlalu rendah pada saat akhir langkah kompresi tekanan dan temperatur di ruang bakar terlalu kecil untuk dapat mebakar campuran bahan-bakar dan udara. 4. Adanya udara atau air dalam saluran bahan bakar. Mengakibatkan penginjeksian bahan-bakar tidak sempurna dan bahan bakar sulit terbakar. 5. Kualitas bahan bakar kurang baik, bahan bakar yang kualitasnya jelek tidak dapat terbakar dengan sempurna dapat mengakibatkan mesin susah untuk dihidupkan. 6. Gangguan pada pompa injeksi ataupun injektor, mengakibatkan proses

pengabutan bahan bakar tidak sempurna sehingga bahan-bakar akan sulit terbakar. 7. Minyak pelumas terlalu kental. 8. Tidak ada penyemprotan bahan-bakar.

2. Mesin dapat dinyalakan tetapi tiba-tiba mati

Kemungkinan penyebab :

1. Adanya air dalam sistem bahan-bakar. 2. Saringan bahan-bakar tersumbat. 3. Adanya udara dalam pompa bahan bakar.

3. Putaran Mesin Tidak Konstan

Putaran mesin yang berubah-ubah mengakibatkan frekuensi listrik yang dihasilkan akan berubah-ubah. Hal diakibatkan karena :

1. Governor ataupun sistem pengatur bahanbakar mengalami kerusakan. 2. Temperatur kerja mesin terlalu dingin atau minyak pelumas terlalu kental.

4. Daya Mesin Rendah

Pada kebanyakan kasus daya mesin yang rendah berhubungan dengan gejala lainnya seperti seperti adanya asap atau miss, dalam kasus seperti ini gejala lain yang terjadi diteliti terlebih dahulu, bila sudah terselesaikan masalah daya yang rendah akan terselesaikan pula. Bila masalah yang terjadi hanya daya yang rendah, maka penyelesaian dilakukan dengan mencari penyebab-penyebabnya.

Hal-hal yang menyebabkan daya mesin yang rendah, antara lain : 1. Setelan katup yang tidak tepat. 2. Saat penyemprotan tidak tepat.

3. Nozel injektor tidak bekerja dengan baik, mengakibatkan proses pengabutan bahanbakar tidak bagus sehingga bahanbakar tidak terbakar sempurna. 4. Saluran injeksi tersumbat atau bocor. 5. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan tidak sesuai kebutuhan. 6. Pompa injeksi bekerja tidak baik. 7. Hambatan udara masuk. 8. Temperatur udara masuk yang terlalu tinggi. Bila temperatur udara terlalu tinggi kerapatan udara berkurang an oksigen yang disuplai ke mesin berkurang, yang disuplai ke mesin

sehingga banyaknya campuran udara-bahanbakar berkurang.

5. Misfiring dan Suara (Operasi) Mesin Kasar

Penyebab : 1. Penyetelan katup tidak benar. 2. Kebocoran pada katup, aus atau rusaknya piston dan/atau ring piston aus atau rusaknya dinding silinder. 3. Kebocoran Gasket Cylinder Head 4. Udara atau air didalam sistem bahan bakar 5. Saluran bahan bakar return terhambat.Kondisi ini akan menghalangi bahan bakar kembali ke tangki dengan aliran yang lambat akibatnya temperatur bahan bakar lebih tinggi di rumah pompa injeksi bahan bakar. Selain daripada itu, pengeluaran udara dari bahan bakar akan terhalang.

6. Nozel bahan bakar yang buruk. 7. Pompa injeksi bahan bakar buruk 8. Timing injection yang tidak tepat. 9. Hambatan pada saluran udara masuk 10. Tekanan balik gas buang terlalu tinggi.

6. Suara Ketukan pada Mesin

Knocking / ketukan yang terjadi di mesin dapat disebabkan karena pembakaran ataupun benturan antara komponen dalam mesin. Suara ketukan yang disebabkan oleh pembakaran di ruang bakar terjadi karena adanya kenaikan tekanan di ruang bakar secara cepat yang menimbulkan gelombang kejut di ruang bakar. Ketika gelombang kejut ini menghantam kepala silinder ataupun puncak piston akan terdengar suara ketukan pada logam. Hal ini terjadi karena : 1. 2. 3. Kerusakan pada injector. Injeksi bahan-bakar terlalu awal. Kualitas bahan bakar tidak bagus.

Adapun penyebab suara ketukan di mesin yang dikarenakan benturan antara komponen adalah : 1. Piston bertabrakan dengan katup karena penyetelan timing katup yang tidak tepat .

2.

Bearing/bantalan yang aus atau rusak.

7. Overheating

Kondisi mesin yang terlalu panas bisa mengakibatkan proses pembakaran yang tidak sempurna sehingga daya yang dihasilkan rendah. Kondisi mesin yang terlalu panas bisa mengakibatkan piston terkunci oleh silinder yang mengakibatkan mesin mati. Atau juga sebaliknya, clearence antara piston dan silinder menjadi terlalu longgar sehingga kompresi terlalu rendah yang mengakibatkan daya yang rendah pula.

Penyebab : 1. Jumlah cairan pendingin yang terlalu sedikit mengakibatkan kurangnya suplai cairan pendingin. 2. Kehilangan cairan : a. Kebocoran di saluran atau sambungan.

b. Kebocoran di pompa air. c. Cylinder head gasket leakage (bocor di cylinder head gasket)3.

Sirkulasi saluran pendingin tidak lancar.

4. Tanki expansi terlalu kecil atau pemasangannya tidak benar 5. Tekanan balik gas buang yangterlalu tinggi. Bila hal ini yang terjadi maka silinder akan bertemperatur lebih tinggi dari normal , karena tekanan dan termperatur gas

buangnya lebih tinggi ,sehingga panas yang harus diderap oleh sistem pendingin bertambah.. 6. Tahanan di udara masuk (inlet air). Akan menyebabkan temperatur silinder tinggi dan panas yang diserap oleh pendingin lebih tinggi dari normal. 7. Temperatur udara luar yang tinggi, mengakibatkan temperatur di silinder akan bertambah dan efek pendinginan cairan pendingin berkurang. 8. Adanya udara pada sistem pendingin. Udara dapat berada pada sistem pendingin melalui berbagai cara. Cara paling umum adalah sistem pengisian yang tidak benar dan adanya kebocoran dari silinder.. Combustion ini akan masuk ke silinder melalui retak-retak dalam atau karena gasket yang jelek. Udara pada sistem pendingin ini akan mengurangi kadar aliran pendingin dan timbul gelembung-gelembung di pendingin. Gelembung-gelembung ini akan mencegah kontak pendingin dengan permukaan komponen-komponen dan mencegah penyerapan panas. 9. Pompa air kondisi jelek. Pompa yang impelernya kendor atau rusak tidak mampu memompa coolant sebagaimana yang dibutuhkan untuk pendingin