JAWABAN UAS

Embed Size (px)

Text of JAWABAN UAS

JAWABAN SOAL DARI UJIAN UASO L E H

NAMA : DEWI SULISTIYANI KADULLAH NIM : 821310009 JURUSAN : FARMASI D3 A

JURUSAN FARMASI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2010

SOAL 1. Jelaskan sejarah pemikiran manusia tentang tuhan! 2. Jelaskan proses perkembangan pemikiran manusia tentang tuhan menurut

EVOLUSIONISME ! 3. Jelaskan apa sebabnya bahwa manusia disebut mahluk yang paling sempurna

diantara mahluk lainya, berikan contohnya dalam AL QURAN ! 4. Ulama sepakat untuk menetapkan AQIDAH berdasarkan tiga macam dalil, sebutkan dan jelaskan ! 5. Sebutkan dan jelaskan empat tingkatan atau tahapan tauhid ! 6. Sebutkan tanda orang beriman menurut ABU ALA MAUDUDI ! 7. Jelaskan peran iman dan takwa dalam menjawab problema dan tantangan kehidupan modern ! 8. ABU ISHAQ AL-SHATIBI merumuskan lima tujuan hokum islam, sebutkan dan jelaskan ! 9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan masyarakat madani dan sebutkan masyarakat madani tersebut ! 10. Tuliskan dengan lengkap doa sholat wajib mulai dari takbiratul ihram sampai dengan tahyatul akhir serta doa sholat jenazah.! cirri-ciri

JAWABAN : 1 Kata Tuhan merujuk kepada suatu zat abadi dan supranatural, biasanya dikatakan

mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Banyak tafsir daripada nama Tuhan ini yang bertentangan satu sama lain. Meskipun kepercayaan akan Tuhan ada dalam semua kebudayaan dan peradaban, tetapi definisinya lain-lain. Pada mulanya Tuhan ditasbihkan sebagai representasi arwah nenek moyang. Dimana pada zaman pra sejarah, orang yang mati arwahnya akan abadi untuk mendampingi orang yang yang masih hidup. Dari perkembangan dinamisme ini, maka munculah animisme sebagai bentuk dari perkembangan yang pesat ini. Zaman Mesir kuno, Babylonia, Yunani kuno, dsb. Mengenal banyak sekali dewa yang menguasai elemen-elemen yang sangat bermanfaat bagi manusia. Sebagai contoh dewa Amun Ra, dewa tertinggi pada kepercayaan masyarakat mesir kuno ini menguasai matahari. Zeus, dewa tertinggi Yunani kuno ini, menguasai petir. Jada banyak sekali timbul kepercayaan-kepercayaan yang akhirnya mengerucut kepada monotheisme. Agama Kristen di dalam Alkitab dinisbahkan kepada Abraham (Nabi Ibrahim), yang meninggalkan dan akhirnya menetap di Kanaan pada suatu masa antara abad kedua

puluh dan kesembilan belas SM. Kita tak memiliki riwayat kontemporer tentang Abraham, tetapi para peneliti menduga bahwa Abraham mungkin sekali merupakan salah seorang pemimpin kafilah pengembara yang membawa rakyatnya dari Mesopotamia menuju Laut Tengah pada akhir milenium ketiga SM. Para pengembara inisebagian dari mereka disebut Abiru, Apiru, dan Habiru dalam sumber-sumber Mesopotamia dan Mesirberbicara dalam bahasa Semitik Barat, yang mana bahasa Ibrani adalah salah satunya. Mereka bukanlah kaum nomad padang pasir yang reguler sebagaimana orang Badui yang berimigrasi bersama ternak-ternak mereka sesuai pergantian musim. Mereka lebih sulit diklasifikasikan dan sering terlibat konflik dengan autoritasautoritas konservatif. Status kultural mereka biasanya lebih tinggi dibanding penduduk padang pasir itu. Sebagian bekerja sebagai tentara bayaran, pegawai pemerin-tah, ada yang menjadi pedagang, pelayan, atau tukang besi. Sebagian di antara mereka menjadi

kaya raya dan kemudian berupaya mem-punyai tanah dan bermukim menetap. Kisahkisah tentang Abraham di dalam kitab Kejadian menceritakan bahwa dia bekerja pada Raja Sodom sebagai prajurit bayaran dan bahwa dia sering berkonflik dengan autoritas Kanaan dan daerah sekitarnya. Pada akhirnya, ketika istrinya, Sara, meninggal, Abraham membeli tanah di Hebron, yang sekarang terletak di Tepi Barat. Kisah dalam kitab Kejadian tentang Abraham dan anak keturun-annya mengindikasikan adanya tiga gelombang kedatangan orang Ibrani di Kanaan, kawasan Israel pada era modern. Salah satunya terkait dengan Abraham d n Hebron, terjadi sekitar 1850 SM. Gelombang kedua berkaitan dengan cucu Abraham, Yakub, yang diganti namanya menjadi Israel (Semoga Tuhan menunjukkan kekuasaannya); dia menetap di Sikhem, yang sekarang menjadi kota Arab Nablus di Tepi Barat. Alkitab menceritakan kepada kita bahwa putra Yakub, yang menjadi leluhur dua belas suku keturunan Israel, beremigrasi ke Mesir selama musim paceklik yang hebat di Kanaan. Gelombang ketiga pemukiman Ibrani terjadi sekitar 1200 SM ketika suku-suku yang mengaku keturunan Abraham tiba di Kanaan dari Mesir. Mereka mengatakan bahwa mereka telah dijadikan budak oleh orang Mesir, tetapi dimerdekakan oleh suatu ilah bernam a Yahweh, yang juga merupakan tuhan pemimpin mereka, Musa. Setelah mendesak masuk ke Kanaan, mereka beraliansi dengan orang Ibrani yang ada di sana dan kemudian disebut sebagai orang Israel. Alkitab membuat jelas bahwa orang-orang yang kita kenal sebagai bangsa Israel kuno merupakan konfederasi berbagai kelompok etnis, yang secara m endasar disatukan oleh kesetiaan mereka k e p a d a Yahweh, Tuhan Musa. Akan tetapi, kisah biblikal itu ditulis beberapa abad setelahnya, sekitar abad kedelapan SM, meskipun jelas disandar-kan pada sumber-sumber narasi yang lebih awal. Awal abad kesembilan, beberapa sarjana biblikal Jerman mengembangkan metode kritis yang menguraikan empat sumber berbeda dalam lima kitab pertama Alkitab: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ini kemudian dikumpulkan menjadi sebuah naskah akhir yang kita kenal sebagai Lima Kitab Musa (Pentateukh) pada abad kelima SM. Bentuk kritisisme semacam ini telah mendapat banyak perlakuan keras,

namun tak ada seorang pun yang mampu menciptakan teori yang lebih memuaskan untuk menjelaskan mengapa terdapat kisah yang cukup berbeda tentang peristiwa-peristiwa biblikal penting, seperti Penciptaan dan Air Bah, dan mengapa kadangkala Alkitab mengandung pertentangan dalam dirinya sendiri. Dua penulis biblikal paling awal, yang karyanya dapat ditemukan dalam kitab Kejadian dan Keluaran, kemungkinan menulis pada abad kedelapan SM, walaupun ada yang menyebut kem ungkinan penulisan di masa yang lebih awal. Salah satunya dikenal sebagai J karena dia menyebut nama Tuhannya dengan Yahweh, yang lainnya disebut E karena dia lebih suka meng-gunakan nama ketuhanan yang lebih formal, Elohim. Pada abad kedelapan, orang Israel telah membagi Kanaan menjadi wilayah dalam dua kerajaan terpisah. J menulis di Kerajaan Yehuda di sebelah selatan, sementara E berasal dari Kerajaan Israel di sebelah utara. Islam, sebagai agama yang tergolong muda secara historis, muncul untuk menjawab kesalah kaprahan yang terjadi di kawasan timur tengah. Dengan Lahirnya Muhammad SAW pada 635 M, membuat suatu gebrakan terhadap ajaran agama animisme yang dianut di daratan arab. Setelah beranjak dewasa Muhammad mulai berdakawah, mengingat masih keponakan orang berpengaruh di Makkah, Muhammad masih memiliki pelindung. Ditambah lagi saat menikahi Khadijah, seorang saudagar perempuan yang sangat dihormati di Mekkah. Muhammad mulai berdakwah dari orang-orang terdekat. Hingga tanpa disangka perekembangan jumlah kelompok Muhammad ini semakin pesat. Dengan doktrin toleransi dan kelembutan yang diajarkan oleh Muhammad, umat Isalam yang telah melampaui Hijarh atau pindah ke tanah milik mereka sendiri ke daerah yang yang bernama Madinah. Muhammad mampu membuat suatu masyarakat yang sangat baik sepanjang masa. Bahkan sekarang negara-negara di dunia memakai Masyarakat Madani sebagai patokan untuk menilai keberhasilan dalam segi kehidupan bermsyarakat. Tentu hal ini tidak lepas dari ajaran-ajaran nenek moyang Muhammad yang telah menyebarkan agama yang sejenis. Seperti Ibrahim, Nuh, dsb. Secara historis tidak bisa kita namakan agama Ibrahim dan Nuh adalah agama islam. Mengingta tidak ada bukti sejarah yang ada. Selain itu Isalam selalu indentik dengan Muhammad dan Al Quran. Agama Islam

ini, hanya mengenal monotheisme, atau Keesaan Tuhan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan atau Allah SWT yang sering kita sebut, berkomunikasi dengan Muhammad. Mengingat Al Quran di turunkan ayat demi ayat, bukan seperti taurat yang diturunkan secara utuh di Gunung Sinai. Hal ini membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang harus memperbaiki warisan-warisan nenek moyang Muhammad. yang mungkin memiliki kelemahan. Referensi : * Amstrong, Karen (1993) A History of God: The 4,000-Year Quest of Judaism, Christianity and Islam, Ballantine Books : New York

2. Teori Ketuhanan dalam pemikiran barat berangkat dari teori Evolusionisme yang pada awal mulanya dikemukakan oleh Max Muller, EB. Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan Jevens. Menurut teori ini konsep Ketuhanan berangkat dari kepercayaan : Lanjutan a. Dinamisme Yaitu pola kepercayaan manusia terhadap adanya kekuatan yang maha dasat yang berpengaruh dalam kehidupan. Kekuatan tersebut diyakini bersemayam dalam bendabenda. B. Animisme Pola kepercayaan masyarakaat terhadap roh gaib yang diyakini memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. C. Politeisme Pola kepercayaan terhadap dewa-dewa D. Henoteisme Pola kepercayaan yang diusung atas motif ketidak puasan atas keberadaan dewadewa yang jumlahnya banyak sehingga diperlukan pengkultusan terhadap beberapa dewa saja

E. Monoteisme Konsep kepercayaan terhadap satu Tuhan. PANDANGAN ADREW LANG Bagi Adrew Lang Konsepsi EB. Taylor tentang evolusionisme sulit untuk dipertahankan, sebab kepercayaan Monotheisme pada dasarnya sudah terbangun sejak zaman masyarakat primitif. Dengan munculnya pandangan Adrew lang ini, para sarjana Barat mulai meyakini bahwa kepercayaan terhadap tuhan bukan datang secaraevolusionisme melainkan dengan jalan agama melalui wahyu.

- Pemikiran Umat Islam Seluruh umat Islam sepakat bahwa yang wajib disembah dan dipertuhankan adalah Allah SWT, tiada lain selain Dia. Permasalahan muncul diseputar cara manusia mengetahui adanya Tuhan dan keberadaan sifat sifat Tuhan. Permasalahan ini dalam perkembangan selanjutnya melahirkan kajian keagamaan tersendiri, seperti yang kita kenal adanya