Kesalahan Berbahasa Indonesia Di Sd

  • View
    134

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kesalahan Berbahasa Indonesia Di Sd

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini, bahasa Indonesia semakin diminati oleh orang-orang asing atau orang luar negeri. Hal ini dapat dilihat dengan banyak dibukanya lembagalembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di Indonesia, ada beberapa Perguruan Tinggi yang mempunyai program pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing, antara lain : Universitas Indonesia, Jakarta; Universitas Atma Jaya, Jakarta; IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; IKIP Bandung; IKIP Padang; Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; IKIP Malang; dan Universitas Gajah Mada. Sementara itu, di luar negeri pun banyak berdiri lembaga-lembaga yang menyelenggarakan

pembelajaran, pelatihan dan kursus bahasa Indonesia. Sebagai contoh, di Italia terdapat beberapa lembaga dan universitas yang menyelenggarakan kursus dan studi bahasa Indonesia antara lain, Institute Orientale Napoli dan lain-lain. Sementara itu, di Thailand ada 5 universitas yang menawarkan program studi bahasa Indonesia/bahasa Melayu yaitu, Universitas Shulalongkorn, Universitas Mahibol, Universitas Prince Songkhlanakkharin, dan Universitas Ramkhamhaeng (Nimmanupap, 1998:1).

2

Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing, sebagaimana pula bahasa lain sebagai bahasa asing, bertujuan memberikan penguasaan lisan dan tertulis kepada para pembelajar. Hal ini mengandung maksud bahwa mereka diharapkan mampu mempergunakan bahasa Indonesia untuk berbicara dengan lancar dan sekaligus dapat mengerti bahasa yang diujarkan penutur aslinya (Wojowasito, 1977:1-2). Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia (dan atau bahasa-bahasa lainnya) sebagai bahasa asing pastilah tidak mudah dicapai karena dalam Salah proses satu

pembelajarannya

dijumpai

banyak

permasalahan.

permasalahan itu berupa kesalahan-kesalahan berbahasa oleh para pembelajar yang bila tidak segera diidentifikasi akan mengakibatkan kendala berkelanjutan dalam proses pembelajaran bahasa. Apabila hal ini terjadi belum diidentifikasikannya kesalahan berbahasa secara tepat dan sistematis dikhawatirkan terjadi ketidaktepatan dalam pemilihan strategi pembelajaran yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran bahasa tersebut. Kita harus tahu jenis kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar terlebih dahulu sebelum melakukan analisis lanjutan. Ada dua jenis kesalahan berbahasa yakni, (1) kesalahan terbuka dan (2) kesalahan tertutup. Kesalahan terbuka adalah kesalahan berbahasa pada tingkat ketatabahasaan yang terlihat dalam kalimat-kalimat yang dihasilkan pembelajar. Kesalahan tertutup merupakan kesalahan yang tersembunyi di balik kalimat yang tersusun secara benar

3

menurut tata bahasa, secara benar menurut kaidah ketatabahasaan tetapi tidak benar dari sudut semantiknya. Lebih lanjut dikatakan bahwa kesalahankesalahan terjadi karena adanya kesulitan dari pembelajar mempunyai arti yang penting bagi peneliti yaitu mereka dapat bukti tentang cara bahasa itu dipelajari terlebih dapat diketahui strategi atau metode yang tepat untuk pembelajarannya (Soenardji, 1989:143-144). Mengingat adanya masalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing karena terjadinya kesalahan berbahasa pembelajar, penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh para pembelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing dan mencoba mengajukan alternatif pengajaran remedi agar kesalahan-kesalahan itu berkurang.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan penelitian itu dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apa sajakah kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh para pembelajar Bahasa Indonesia ? 2. Bagaimanakah alternatif strategi pengajaran remedi untuk mereduksi kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut ?

4

1.3 Tujuan Penulisan Tujuan-tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Mendiskripsikan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia oleh para pembelajar Bahasa Indonesia setelah adanya tahapan pengenalan atas kesalahan, identifikasi, dan klasifikasi kesalahan-kesalahan tersebut. 2. Mengajukan alternatif pengajaran remedi agar kesalahan-kesalahan tersebut tereduksi dan tidak terulang lagi pada pembelajaran selanjutnya.

1.4 Manfaat Penulisan Hasil-hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pembelajaran Bahasa Indonesia agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia, dan memberi sumbangan pada para pengajar dalam menentukan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan tepat sehingga tujuan pembelajaran bahasa tersebut dapat tercapai.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka Spillane (1993:1-4), dalam makalahnya yang berjudul Kesulitan Orang Asing Belajar Bahasa Indonesia, menguraikan hasil refleksi pengalaman pribadinya sebagai orang Amerika selama belajar Bahasa Indonesia. Ia menyatakan bahwa kebiasaan belajar yang terlalu visual mengakibatkan kemampuan menangkap ujaran yang dituturkan orang lain tidak terlalu baik. Jadi, masalah yang dialami lebih pada menangkap tuturan lisan dari mitra bicaranya. Beberapa kesalahan yang dialaminya antara lain, pemilihan afiks yang tepat, penentuan asimilasi bunyi, penentuan makna kata setelah mendapat imbuhan, pembentukan konstruksi pasif-aktif, pengucapan bunyi-bunyi sengau, pemakaian kata depan, pemakaian penggolong nomina, dan penerjemahan nomina yang disertai lebih dari satu ajektiva, serta kesalahan dalam memilih kata yang tepat untuk ujaran tertentu. Dardjowidjojo (1995:1-10) secara umum memaparkan masalah-masalah yang dialami oleh pembelajar asing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pertama, bentuk kelas individual dan kelas klasikal sering menimbulkan masalah bagi pembelajar. Hal ini disebabkan kemampuan awal bahasa target/bahasa tujuan yang dimiliki pembelajar tidak sama sehingga ada

6

ketimpangan kemampuan di kelas. Kedua, bahan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa dan latar belakang pembelajar menimbulkan kesulitan tersendiri dalam pemahamannya. Ketiga, metode pengajaran yang dipakai dalam pembelajaran tidak tepat. Keempat, kualifikasi pengajar yang relatif rendah, dan masalah kelima adalah penyelenggaraan kursus yang tidak Well-Organized. Kelima masalah tersebut mengakibatkan pembelajaran Bahasa Indonesia kurang efektif dan pencapaian tujuannya kurang optimal. Sementara itu, Munawarah (1996:1-6) mencatat tiga jenis kesalahan penulisan yang dilakukan pembelajar asing ketika mereka membuat karangan. Kesalahan tersebut meliputi : (1) Kesalahan memilih kata untuk mewakili konsep-konsep, (2) Kesalahan di bidang ejaan, (3) Kesalahan tata bahasa yang terdiri atas kesalahan imbuhan, kesalahan aktif-pasif, kesalahan konjungsi dan preposisi, serta kesalahan susunan kalimat. Dia mengajukan dua langkah pemecahan masalah, (1) Mendiskusikan kesalahan itu bersama-sama dan, (2) Memberi latihan mencari kesalahan dalam suatu paragraf. Namun demikian pengamatan ini belum mengarah pada latar belakang pembelajar dan pemecahan masalah yang komprehensif. Beberapa referensi yang berguna bagi landasan berpijak untuk penulisan ini antara lain : Norish (1983) tentang pembelajar bahasa dan kesalahankesalahannya, termasuk didalamnya kesalahan pembelajar dalam menulis. H.V. George (1972) mengenai kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh

7

pembelajar, beberapa penyebab, kesalahan berbahasa, dan cara mengatasi kesalahan berbahasa. OGrady, et.al (1989) tentang kesalahan berbahasa yang dihubungkan dengan masalah interlanguage dan interference dalam perolehan bahasa kedua (L2). Tarigan (1988) mengenai teori kesalahan berbahasa dan langkah-langkah dalam melakukan analisis kesalahan berbahasa. Tarigan (1989) yang membahas secara rinci pengajaran remedi bahasa sebagai tindak lanjut ditemukannya berbagai kesalahan berbahasa agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terjadi lagi dalam proses pembelajaran bahasa asing/kedua. Lightbown dan Nina spada (1999) mengenai pembelajaran bahasa kedua dan berbagai aspeknya. Referensi-referensi tentang tata bahasa Indonesia dan aspek-aspeknya dapat dirunut dari Alieva et. Al. (1991), Moeliono (1993), Dardjowidjojo (1984). Norish (1983:6-8) memandang perlunya membedakan tiga tipe penyimpangan berbahasa yang berbeda. Tiga hal itu meliputi error, mistake dan lapse. Error (kesalahan), merupakan penyimpangan berbahasa secara sistematis dan terus-menerus sebagai akibat belum dikuasainya kaidah-kaidah atau normanorma bahasa target. Mistake (kekeliruan), terjadi ketika seorang pembelajar tidak secara konsisten melakukan penyimpangan dalam berbahasa. Kadangkadang mereka membuat kekeliruan dengan mempergunakan kaidah/norma dan bentuk-bentuk yang keliru. Lapse (Selip lidah), diartikan sebagai bentuk penyimpangan yang diakibatkan karena pembelajar kurang konsentrasi, rendahnya daya ingat atau sebab-sebab lain yang dapat terjadi kapan saja dan

8

pada siapa pun. Selain membedakan berbagai bentuk penyimpangan berbahasa, Norish juga menyatakan bahwa kesalahan-kesalahan berbahasa pembelajar dapat dijadikan alat bantu yang positif dalam pembelajaran karena dapat dipergunakan oleh pembelajar maupun pengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa. Some good pedagogical reasons have been suggested for regarding errors made bay learners of foreign language leniently but the most important reason is that error it self may actually be a necessary part of learning a language. (Norish, 1983:6) Berkaitan dengan kesalahan dalam menulis, Norish berpendapat bahwa penting untuk mendorong pembelajar dapat menyusun kalimat-kalimat mereka secara tertulis sehingga kesalahan-kesalahan yang dibuat hendaknya direduksi bahkan dihilangkan sama sekali. It was vital that people should be educated to construct grammatically acceptable sentence and be able to spell correct