of 45 /45
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 sebagai pengganti PP Nomor 19 Tahun 200 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkanbah!a setiap satuan pendidikan pada "en"ang pendidikan dasar dan menengah harus men#usun kurikulum dengan menga$u kepada Standar Isi dan Standar %ompetensi &ulusan' serta berpedom pada panduan pen#usunan %urikulum Tingkat Satuan Pendidikan #ang diterbit oleh (adan Standar Nasional Pendidikan )(SNP*+ ,engan terbitn#a b Peraturan enteri Pendidikan Nasional #ang berkaitan dengan Standar Nasio Pendidikan )SNP*' maka pengembangan kurikulum harus pula menga$u pada . SNP #aitu Standar Isi )SI*' Standar %ompetensi &ulusan )S%&*' Standar Pro Standar Pengelolaan' Standar Pendidik dan Tenaga %ependidikan' Standar Sa dan Prasarana' Standar Pembia#aan' dan Standar Penilaian Pendidikan+ %urikulum Tingkat Satuan Pendidikan)%TSP* adalah kurikulum operasional #ang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan' #ang ber/ungsi sebagai pedoman pen#elenggaraan kegiatan pembela"aran untuk men$apai tu"uan pendidikan tertentu+ Tu"uan ter meliputi tu"uan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan' kon dan potensi daerah' satuan pendidikan dan peserta didik+ %TSP "en"ang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah+ ,okumen %TSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II+ ,okumen I meliputi komponen %TSP #aitu tu"uan tingkat satuan pendidikan' struktur dan muatan kurikulum' serta kalender pendidikan' dan dok meliputi silabus seluruh mata pela"aran termasuk muatan lokal' un tingkat kelas+ Sebelum mengembangkan %TSP' sekolah perlu melakukan analis konteks#ang meliputi analisis SNP' analisis kondisi #ang ada di satuan pendidikan' dan analisis kondisi lingkungan eksternal satuan pendidikan+ S% Negeri 1 andira"a adalah satuan pendidikan #ang melaksanakan /ungsi dan memberikan la#anan pendidikan serta men#elenggarakan pendidika "alur /ormal "en"ang menengah atas #ang memerlukan adan#a suatu program # "elas dan dipahami oleh semua pihak baik pihak internal maupun eksternal sekolah+ tas dasar itulah S % Negeri 1 andira"a memandang perlu untuk

KTSP Pemesinan 2014

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ss

Text of KTSP Pemesinan 2014

KURIKULUM

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 sebagai pengganti PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah harus menyusun kurikulum dengan mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, serta berpedoman pada panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dengan terbitnya beberapa Peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang berkaitan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP), maka pengembangan kurikulum harus pula mengacu pada 8 SNP yaitu Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, Standar Pengelolaan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah. Dokumen KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II. Dokumen I meliputi komponen KTSP yaitu tujuan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, serta kalender pendidikan, dan dokumen II meliputi silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, untuk semua tingkat kelas. Sebelum mengembangkan KTSP, sekolah perlu melakukan analisis konteks yang meliputi analisis SNP, analisis kondisi yang ada di satuan pendidikan, dan analisis kondisi lingkungan eksternal satuan pendidikan.SMK Negeri 1 Mandiraja adalah satuan pendidikan yang melaksanakan fungsi dan memberikan layanan pendidikan serta menyelenggarakan pendidikan jalur formal jenjang menengah atas yang memerlukan adanya suatu program yang jelas dan dipahami oleh semua pihak baik pihak internal maupun eksternal sekolah. Atas dasar itulah SMK Negeri 1 Mandiraja memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum. Melalui Kurikulum inisekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik,potensi, dan kebutuhan peserta didik.Dengan tersusunnya Dokumen 1 Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Kehlian Teknik Pemesinan, akan menjadi sekolah yang memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan karakter dan kondisi lingkungan sekolah, sehingga terselenggara proses pendidikan yang berbasis lingkungan sekolah dengan mengembangkan berbagai keunggulan-keunggulan lokal.Kondisi Ideal yang diharapkan tercapai di SMK Negeri 1 Mandiraja adalah terpenuhinya 8 (delapan) standar nasional pendidikan, sehingga penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan hasil pendidikan yang bermutu pula dapat tercapai.Namun demikian, kondisi nyata saat ini SMK Negeri 1 Mandiraja masih harus terus berbenah dan mengupayakan pemenuhan (8) delapan standar pendidikan. Secara rinci kondisi nyata SMK Negeri 1 Mandiraja adalah sebagai berikut:1. Standar IsiKONDISI IDEALKONDISI NYATA

1.1. Sekolah dapat melaksanakan 9 komponen di KTSP.1.1. Pelaksanaan KTSP baru terlaksana 8 (delapan) komponen dari 9 (sembilan) komponen yang harus dilaksanakan

1.2. Pengembangan Kurikulum harus melibatkan semua unsur sekolah dan pihak DUDI.1.2. Pengembangan Kurikulum baru dilakukan oleh guru, dan melibatkan pihak dari BLK Cilacap.

1.3. Pengembangan muatan lokal melibatkan semua unsur sekolah dan lingkungan sekolah .1.3. Pengembangan muatan lokal baru dilakukan oleh guru, belum melibatkan unsur-unsur lain yang memiliki kompetensi mengembangkan muatan lokal.

1.4. Semua unsur sekolah terlibat dalam pengembangan diri sekolah.1.4. Pengembangan diri belum secara optimal dilaksanakan sekolah.

1.5. Semua Guru melaksanakan pembelajaran yang meliputi TM,KT dan KMTT.1.5. Baru 70 % guru memberikan pembelajaran yang meliputi TM, KT dan KMTT.

2. Standar ProsesKONDISI IDEALKONDISI NYATA

2.1. Semua guru dapat mengembangkan silabus dan RPP pada semua mata pelajaran secara mandiri.2.1. Baru 75 % silabus dan RPP dikembangkan secara mandiri oleh guru.

2.2. Semua guru dapat menyusun Silabus dan RPP sesuai kaidah/rambu-rambu penyusunan silabus dan RPP.2.2. Baru75% silabus dan RPP yang disusun guru memenuhi kaidah-kaidah/rambu-rambu penyusunan silabus dan RPP.

2.3. Semua guru dapat melaksanakan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintinfik.2.3.Baru 50% proses pembelajaran menggunanan pendekatan saintinfik.

2.4. Kepala sekolah dan guru senior melaksanakan Class Visit sesuai jadwal.2.4. Pelaksanaan supervisi kelas (class visit) belum berjalan secara optimal.

2.5. Evaluasi PBM dapat dilaksanakan pada tiap semester.2.5. Pelaksanaan evaluasi PBM belum secara baik dan benar terlaksana.

3. Standar Kompetensi LulusanKONDISI IDEALKONDISI NYATA

3.1. Semua peserta didik memanfaatkan sumber belajar untuk bahan diskusi dan pemecahan masalah.3.1.Pengalaman peserta didik dalam diskusi, pemecahan masalah dan memanfaatkan sumber belajar masih minim

3.2. Semua peserta didik melakukan kunjungan-kunjungan dan mengakses internet untuk mendapatkan berbagai informasi tentang pengetahuan.3.2. Pengalamanpeserta dididk dalam melakukan kunjungan-kunjungan dan penggunaan internet untuk mendapatkan informasi berbagai hal masih minim.

3.3. Semua peserta didik mampu mengekspresikan diri sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya melalui karya seni dan budaya.3.3. Pengalamampeserta didikdalam mengekpresikan diri dan karyanya melalui seni dan budaya masih rendah.

3.4. Sekolah harus meningkatkan berbagai kompetensi keahlian dan ekstrakurikuler peserta didik.3.4. Sekolahmasih kurang mendapatkan penghargaan dan medali dalam berbagai kejuaraan.

3.5. Sekolah memfasilitasi peserta didik untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta agar mampu bersaing.3.5.Masih sedikit lulusan yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta karena belum mampu bersaing.

3.6. Sekolah memfasilitasi peserta didik untuk penempatan kerja di dunia usaha dan dunia industri pada level nasional maupun internasional.3.6. Baru 60 % terserap oleh dunia usaha dan dunia industri .

4. Standar Pendidik dan Tenaga KependidikanKONDISI IDEALKONDISI NYATA

4.1.Sekolah memiliki lebih dari 80 % guru yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun dan berpengalaman serta kompeten dibidangnya,4.1. Baru 50% guru yang telah memiliki pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun.

4.2. Sekolah memiliki pustakawan, laboran yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.4.2. Sekolah belum memiliki pustakawan, laboran yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

4.3. Sekolah memfasilitasi guru untuk melanjutkan pendidikan pada jentang S-1 dan S-2.4.3. Baru 97 % pendidik memiliki ijazah S-1.

5. Standar Sarana PrasaranaKONDISI IDEALKONDISI NYATA

5.1.Sekolah memiliki luas lahan dan jumlah bangunan sesuai dengan ketentuan standar.5.1. Luas lahan memenuhi kebutuhan yang ada,tapi belum memiliki jumlah bangunan sesuai kebutuhan.

5.2. Memiliki ruang laboratorium dan ruang praktik untuk tiap paket keahlian.5.2. belum memiliki ruang laboratorium dan ruang parktik untuk tiap paket keahlian.

5.3. Memiliki ruang laboratorium bahasa yang sesuai dengan standar.5.3. Belum memiliki Laboratorium Bahasa yang sesuai standar

5.4. Memiliki gudang yang sesuai dengan ukuran standar.5.4. Belum memiliki gudangdengan ukuran yang sesuai standar.

6. Standar Pengelolaan

KONDISI IDEALKONDISI NYATA

6.1. Misi sekolah harus bisa menjabarkan visi untuk mendukung ketercapaian visi sekolah.6.1. Misi belum sepenuhnya mendukung tercapainya Visi sekolah.

6.2.Struktur Organisasi Sekolah memuat uraian tugas tiap satuan kerja6.2.Struktur organisasi belum dilengkapi dengan uraian tugas yang lengkap.

6.3. Sekolah membuat program jangka pendek, menengah dan panjang sebagai acuan. keberhasilah sekolah6.3. Baru 85% program sekolah terlaksana.

6.4. Kepala sekolah mengalokasikan dana pada RKAS untuk kegiatan Ekstrakurikuler6.4. Kepala sekolah belum mampu menggalang dana secara mandiri untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler

7. Standar Pembiayaan

KONDISI IDEALKONDISI NYATA

7.1.Kepala sekolah mengalokasikan dana pada RKAS untuk kegiatan remedial dan pengayaan bagi guru.7.1. Belum ada insentif untuk kegitan remedial dan pengayaan bagi guru.

7.2. Transparansi laporan keuangan kesemua pihak yang berkepentingan.7.2. Laporan keuangan belum sudah disampaikan kesemua yang berkepentingan.

7.3 Sekolah,Komite Sekolah, Yayasan menggalang dana untuk menutupi kekurangan keuangan siswa yang belum mampu membayar.7.3. Siswa yang mampu membayar penuhkurang dari 25%.Penggunaan dana dengan skala prioritas

8. Standar Penilaian

KONDISI IDEALKONDISI NYATA

8.1. Semua guru dapat mengembangkan instrument dan pedoman penilaian sesuai standar. 8.1. Baru 80% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian

8.2. Guru melaksanakan penilaian yang beragam.8.2. Baru 50 % guru yang menggunakan teknik penilaian yang beragam.

Potensi dan karakteristik yang dimiliki SMK Negeri 1 Mandiraja diantaranya adalah :1. Sumber Daya Manusia yaitu semua pendidik berlatar belakang minimal S-1, dengan latar belakang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, memiliki komitmen untuk terus memajukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.2. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat tinggi.3. Adanya dukungan dari dunia usaha dan dunia kerja.

B. LANDASAN1. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.4. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kelulusan.5. Permendiknas No. 24 Tahun 20066. Permendiknas No. 6 Tahun 20077. Permendiknas No. 19 Tahun 20078. Permendiknas No. 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian9. Permendiknas No. 41 Tahun 200710. Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.11. Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi.12. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses.13. Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian.14. Permendikbud No. 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.15. Permendikbud No. 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks dan Buku Panduan Guru.16. Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum 2013.17. SK Gubernur Jateng No. 42315/15322 Tahun 2013

C. TUJUAN PENYUSUNAN DOKUMEN KTSPTujuan penyusunan Dokumen I Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan ini adalah:1. Menyamakan persepsi kepala sekolah, guru, TU, peserta didik dan Komite sekolah tentang berbagai peraturan dan perundang-undangan yang mendasari implementasi kurikulum 2013.2. Sebagai acuan atau pedoman penyelenggaraan pembelajaran di SMK Negeri 1 Mandiraja, dengan harapan agar pembelajaran di SMK Negeri 1 Mandiraja ini dapat terlaksana dengan baik dan efektif sehingga mampu mengantarkan peserta didik menguasai Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan, yang mencakup ketiga ranah yaitu Kognitif, Afektif dan Psikomotor.3. Sebagai panduan implementasi kurikulum 2013 untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

D. PRINSIP PENGEMBANGAN Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Pengembangan kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan mengacu pada standar isi dan standar kelulusan dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah.Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagi berikut:a. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Muliab. Iman, taqwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.c. Kebutuhan Kompetensi Masa DepanKemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, toleran dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global,memiliki minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan. Kemampuan ini dalam proses pembelajaran.d. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik.Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensidiri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal.Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual,emosional, sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik.e. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah Lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu,kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.f. Tuntutan Pembangunan Daerah dan NasionalDalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.g. Tuntutan Dunia KerjaKegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.h. Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan SeniPendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.i. AgamaKurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.j. Dinamika Perkembangan GlobalKurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.k. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai KebangsaanKurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuh kembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuannasional untukmemperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.l. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat SetempatKurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.m. Kesetaraan JenderKurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender.n. Karakteristik Satuan PendidikanKurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

BAB IITUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAHSebagaimana tercantum dalam buku panduan penyusunan dokumen Kurikulum dari BSNP menyatakan bahwa tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdsan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang terpadu dalam kehidupan sehari-hari

B. VISI DAN MISI SMK NEGERI 1 MANDIRAJAVisi SMK Negeri 1 MandirajaMewujudkan lulusan yang SMART (Santun, Mandiri, Akhlak mulia, Religius, dan Terampil). Misi SMK Negeri 1 Mandirajaa. Membekali siswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.b. Menumbuhkan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter dan budaya bangsa.c. Mengembangkan ketrampilan dan kompetensi dengan jiwa kemandirian.

C. TUJUAN SMK NEGERI 1 MANDIRAJATujuan sekolah merupakan sebagian dari Tujuan Pendidikan Nasional yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara rinci Tujuan dari SMK Negeri 1 Mandiraja adalah sebagai berikut :1. Menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja serta mengambangkan sikap professional2. Menyiapkan siswa memiliki karier, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri.3. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dan industri pada saat ini maupun yang akan datang.

Tujuan Progran Keakhlian : Teknik Pemesinana. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia porduktif maupun bekerja mandiri mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan usaha mandiri sebagai tenaga teknis tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keakhlian Teknik Pemesinan.b. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaftasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian Teknik Pemesinan.c. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.d. Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keakhlian Teknik Pemesinan.

D. ANALISIS SWOT SMK NEGERI 1 MANDIRAJADari hasil identifikasi dan inventarisasi terhadap sumber daya yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Mandiraja , baik fisik maupun non fisik diperoleh potensi dan kelemahan secara internal yang kemudian dianalisis sehingga diperoleh permasalahan-permasalahan tersebut dianalisis lebih lanjut untuk dicarikan altenatif pemecahannya.1. Kekuatan ( Strength )a. Latar belakang pendidikan guru dan staf SMK Negeri 1 Mandiraja berpendidikan S-1 dan S-2 dalam usia yang produktif. Beberapa guru program diklat memiliki sertifikat diklat yng relevn dengan program diklat yng diajarkan.b. Minat belajar siswa yang cukup tinggic. Suasana belajar yang kondusif , nyaman dan asrid. Hubungan warga dengan sekolah berjalan harmonis dan baike. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler sekolah memiliki potensi yang cukup baikf. Tersedianya tenaga kependidikan ( guru ) yang kompeten dibidangnyag. Komite sekolah peduli dengn peningkatan mutu sekolah.2. Kelemahan ( Weakness )a. Ruang kelas belum mencukupi ( terdapat 14 rombel ) , namun ruangan kelas hanya tersedia 11 ruang.b. Beberapa guru belum memahami pemanfaatan media belajar dan internet.c. Kemampuan rata-rata akademik siswa sedangd. Terbatasnya dana operasionale. Kualitas input kurangf. Fasilitas praktik untuk setiapprogram keahlian kurang memadai.g. Belum berfungsinya ruang praktik pemesinan secara maksimal, dan belum adanya ruang perpustakaan.h. Tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua siswa masih rendahi. Belum adanya pagar sekolahj. Sebagian guru belum dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris atau bahasa asing lainnya3. Peluang ( Opportunity )a. Mempunyai manajemen dan stakeholder yang solidb. Melalui sarana dan prasarana yang sedikit ditingkatkan akan memicu peningkatan prestasi yang signifikanc. Animo guru dan masyarakat yang cukup kuat di dalam peningkatan prestasi siswa yang signifikand. Mendapatkan dukungan penuh dari komite sekolahe. Kondisi sosial politik dan kemanan yang relatif stabil4. Ancaman Sekolah ( Threat )a. Keterbatasan sarana sekolah akan mengurangi pelayanan yang optimalb. Belum adanya pagar sekolah sehingga sekolah rawan terhadap keamananc. Adanya persaingan global di bidang Sumber Daya Manusia ( SDM )d. Tuntutan penguasaan bahasa inggris yang semakin tinggi.e. Pengaruh informasi global terhadap moral dan tingkah laku siswa.Dari uraian diatas , terdapat beberapa permasalahan yang timbul baik internal dan eksternal yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Mandiraja. Upaya yang dapat dilaksanakan untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah sehingga tujuan pendidikan dapat terlaksana adalah sebagai berikut :a. Jumlah guru belum mencukupiAgar jumlah guru mencukupi sesuai dengan program diklat yang tersedia dan untuk menghindari adanya guru yang memiliki tugas rangkap dalam menjalankan pembelajaran sehingga jumlah beban mengangkat guru tidak tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pendanaan serta mengajukan permohonan penambahan guru definitif sesuai dengan program diklat yang relevan kepada Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Dindikpora Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Dikdasmen.b. Pembuatan Perangkat MengajarLangkah pemecahannya adalah dengan mengadakan IHT ( In House Training ) yang diambil dari dana Komite pada Pos Peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM ) dilaksanakan setiap awal semester ( minggu pertama ).c. Ruang Kelas Belum MencukupiRombongan belajar ( rombel) ada 14 ( empat belas ) sedangkan ruang kelas ( ruang teori ) hanya ada 11 ( sebelas ). Untuk mengatasi hal tersebut terpaksa dengan cara menggunakan ruang praktik produktif untuk kegiatan teori.Matriks Analisis SWOT LINGKUNGAN EKSTERNALPELUANGa. Kondisi social politik relative amanb. Adanya peluang kerjasama dengan DU/DI c. Adanya Alokasi Anggaran dari Pemda dan Pemerintah Pusatd. Peluang pemberdayaan SDMTANTANGANa.Perubahan /perkembangan kebutuhan pasar b.Kompetisi yang ketat

c. Dana terbatas

d. Adanya tuntutan terhadap kualitas pendidikan

LINGKUNGAN INTERNAL

KEKUATAN

Manajemen Solid

Kualitas SDM cukup baik

Gedung memadai

Sebagai salah satu SMK di kabupaten yang membuka program keahlian Agribisnis dan agriteknologi dengan kompetensi keahlian Alat Mesin PertanianSTRATEGIS OPPORTUNITIES(SO)Memberdayakan SDM

Memanfaatkan teknologi secara optimal

Mengembangkan Unit Produksi

Mengupayakan dukungan dari Pemerintah dan masyarakat dalam pembiayaan pendidikan

Optimalisasi pemanfaatan fasilitas gedung dan fasilitas lainnya.STRENGTHS-STREATS(ST)

Meningkatkan kompetisi SDM

Meningkatkan pelayanan prima pada pelanggan

Meningkatkan kualitas pendidikan ( input, proses, dan output )

KELEMAHAN

Pembelajaran belum sepenuhnya menerapkan pendekatan kompetensi

Kualitas SDM masih perlu ditingkatkan

Keterbatasan dana

Tempat tinggal siswa dengan sekolah agak jauh dengan kondisi jalan yang cukup

Transportasi yang cukup sulitWEAKNESS OPPORTUNITIES (WO) Melatih guru dalam implementasi pembelajaran dengan pendekatan kompetensi

Meningkatkan kualitas SDM

Outsoursing untuk memenuhi kebutuhan SDM

Optimalisasi pemanfaatan fasilitas.

Meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi

Meningkatkan hubungan kerjasama

Mengalokasikan dana berdasarkan skala prioritas

WEAKNESS THREATHS (WS)Kegiatan didasarkan pada skala prioritas

Optimalisasi pemanfaatan fasilitas

BAB IIISTRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. KERANGKA DASAR KURIKUKUM1. Landasan FilosofisLandasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum,proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakansecara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan dimasa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar,dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi,dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama mata pelajaran yang sama dengan nama disiplinilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didikmenjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama,seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia2. Landasan TeoritisKurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi(competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkanadanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taughtcurriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang,karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.3. Landasan YuridisLandasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;b. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional;c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dand. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.e. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.

B. MUATAN KURIKULUM SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan pada pembelajaran 2014-2015 menerapkan dua kurikulum sekaligus, yaitu kurikukum 2013 untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII masih menggunakan kurikulum 2006.1. Muatan Kurikulum 2013Untuk mewadahi konsep kesamaan muatan antara Sekolah Menengah Kejuruan, maka dikembangkan Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah,terdiri atas Kelompok Mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaran Pilihan Akademik. Mata pelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan, dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya.Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mandiraja Teknik Pemesinan terdiri atas a. Kelompok Mata pelajaran Wajib yaitu kelompok A dan kelompok B; b. Kelompok Mata pelajaran C1 (dasar Bidang keahlian), C2 (Dasar Program Keahlian) dan C3 (Paket Keahlian).

a. Kelompok Mata pelajaran WajibKelompok Mata pelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi semua warganegara bertujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik,masyarakat dan bangsa. Struktur kelompok mata pelajaran wajib dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mandiraja Teknik Pemesinan adalah sebagai berikut:MATA PELAJARANKELAS

XXI

1212

Kelompok A (Wajib)

1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti3333

2Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan2222

3Bahasa Indonesia4444

4Matematika4444

5Sejarah Indonesia2222

6Bahasa Inggris2222

Kelompok B (Wajib)

7Seni Budaya2222

8Prakarya dan Kewirausahaan2222

9Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan3333

b. Kelompok Mata pelajaran PeminatanKelompok mata pelajaran peminatan bertujuan: (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi.(2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau ketrampilan tertentu.

Mata pelajaran Peminatan dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mandiraja Teknik Pemesinan:MATA PELAJARANKELAS

XXI

1212

Kelompok C (Kejuruan)

C1. Dasar Bidang Keahlian

10Fisika2222

11Kimia2222

12Gambar Teknik2222

C2. Dasar Program Keahlian

13Teknologi Mekanik66--

14Kelistrikan Mesin dan Konversi Energi66--

15Mekanika Teknik dan Elemen Mesin66--

C3. Paket Keahlian

Teknik Pemesinan--1818

16Teknik Gambar Manufaktur --33

17Teknik Pemesinan Bubut --99

18Teknik Pemesinan Frais --66

19Teknik Pemesinan Gerinda ----

20Teknik Pemesinan CNC ----

TOTAL48484848

Keterangan: Matapelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Satu jam pelajaran tatap muka 45 menit per minggu dan mata pelajaran yang memiliki alokasi waktu belajar 2 jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 2 X 45 menit per minggu; mata pelajaran yang memilikia lokasi waktu belajar 3jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 3 X 45 menit per minggu; dan seterusnya Muatan Lokal dapat memuat Bahasa Jawa. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu dari yang telah ditetapkan dalam struktur di atas. Kegiatan ekstra kurikulum terdiri atas Pramuka (wajib), Bolavoli, Pencak Silat, PMR, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing satuan. Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.c. Pilihan Kelompok Peminatan dan Pilihan Mata Pelajaran Lintas Kelompok PeminatanKurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mandiraja Teknik Pemesinan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan dan pilihan Mata pelajaran antar Kelompok Peminatan.Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik terdiri atas kelompok Paket Keahlian C3 di tingkat XI.Pemilihan Kelompok Peminatan berdasarkan nilai rapor tingkat X semester 1 dan 2, rekomendasi guru bimbingan dan konseling, hasil tes penempatan (placement test), dan tes bakat minat oleh psikokog. 2. Muatan Kurikulum 2006Struktur Kurikulum Tingkat XII Teknik Pemesinan:1) Mata Pelajaran Kelas XII terdiri atas: - Normatif, terdiri dari 4 mata pelajaran,- Adaptif , terdiri dari 6 mata pelajaran,- Program pengembangan diri. 2) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

Struktur Kurikulum Teknik Pemesinan Kelas XII

NOMATA PELAJARAN /STANDAR KOMPETENSISEMESTER

56

A.NORMATIF

1Pendidikan Agama22

2PKn 22

3Bahasa Indonesia44

4Pendidikan Jasmani dan Kesehatan22

5Seni Budaya22

B.ADAPTIF

1Matematika44

2Bahasa Inggris44

3Fisika22

4Kimia22

5IPS22

6Kewirausahaan22

7IPA22

C.DASAR KOMPETENSI KEJURUAN

D.KOMPETENSI KEJURUAN

1Menggunakan mesin bubut (kompleks)33

2Memfrais (kompleks) 33

3Menggerinda pahat dan alat potong22

4 Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar) 2

5Memprogram mesin NC/CNC (dasar)22

6Sistim Hydrolik33

7Menggambar model 3 Dimensi dengan system CAD33

8Mengoperasikan mesin NC/CNC (Dasar)2

JUMLAH JAM4848

C. MUATAN LOKALMuatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya.Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikanPengembangan muatan lokal di SMK Negeri 1 Mandiraja Teknik Pemesinan memperhatikan beberapa prinsip pengembangan sebagai berikut.1. Utuh : Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan pendidikan berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.2. Kontekstual : Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan budaya, potensi, dan masalah daerah.3. Terpadu : Pendidikan muatan lokal dipadukan dengan lingkungan satuan pendidikan, termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.4. Apresiatif : Hasil-hasil pendidikan muatan lokal dirayakan (dalam bentuk pertunjukkan, lomba-lomba, pemberian penghargaan) di level satuan pendidikan dan daerah.5. Fleksibel : Jenis muatan lokal yang dipilih oleh satuan pendidikan dan pengaturan waktunya bersifat fleksibel sesuai dengan kondisidan karakteristik satuan pendidikanPotensi geografis SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Teknik Pemesinan yang berada di wilayah Banjarnegara sebagaian besar terdiri atas daerah pertanian, peternakan dan industri kecil dan menengah akan banyak memberi warna terhadap proses pembelajaran. Strategi implementasi muatan lokal adalah terintegrasi dalam mata pelajaran Kelompok B (wajib) untuk kelas X, dan XI, yang dipilih adalah yang berkaitan dengan kondisi di Wilayah Kabupaten Banjarnegara yaitu Bahasa Jawa.

D. KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRIPengembangan diri dilakukan dengan mengembangkan karakter peserta didik sebagai pribadi, anggota masyarakat di mana Peserta didik berada, dan sebagai masyarakat global yang memiliki daya saing.Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui:1. Pelayanan Bimbingan Konseling, yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier peserta didik. Pengembangan diri bagi peserta didik SMK Negeri 1 Mandiraja terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Pada kegiatan ini peserta didik juga diwajibkan untuk mengikuti tes minat atau bakat atau tes kemampuan akademik (tes IQ)2. Kegiatan Ekstrakurikuler, adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan adalah:a. Ekstrakurikuler Wajib yaitu Pramuka : merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.b. Ekstrakurikuler Pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing yang teridiri dari:

No.KelompokJenis EkstrakurikulerTujuan

1.Bela Negaraa. Pramukab. PMRc. Paskibra1. Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam berbangsa dan bernegara;2. Meningkatkan kesadaran dan wawasan kebangsaan, jiwa patriotisme, dan bela negara.

2.Olahragaa. Badmintonb. Renangc. Volley balld. Sepak BolaMeningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.

3.Seni, Budaya, dan Beladiria. English Convertationb. Seni musikc. Pencak silatMenigkatkan sensitifitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan harmoni baik dalam kehidupan individual maupun kehidupan bermasyarakat

4.Keagamaan dan Kerohaniana. Baca Tulis Al-Quran

Meningkatkan nilai-nilai estetika, spritual, intelektual, dan kesadaran sebagai makhluk Tuhan dan sosial yang memiliki mental kuat yang didasari nilai-nilai agama

3. Program Pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan.RUTINSPONTANKETELADANAN

UpacaraMembiasakan menghargai orang lain dan menghargai waktuberpakaian rapi dan disiplin

Sabtu Bersih dan sehatMembiasakan kebersihan lingkungan dan kesehatan diriBersih dan sehat adalah jiwa yang kuat

sholat berjamaahMenghargai waktu, membiasakan untuk melaksanakan sholat beremaah.Menigkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Membaca doa sebelum dan sesudah belajarMensyukuri nikmat TuhanHafal alquran dan JuzAmma

E. PENGATURAN BEBAN BELAJAR Beban belajar yang diatur di SMK Negeri 1 Mandiraja Sistem Paket yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku di SMK Negeri 1 Mandiraja. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran (jp). Satu jam pembelajaran berlangsung selama 45 menit, dan minggu efektif dalam satu tahun (dua semester) adalah 35 minggu.Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Jumlah jam tatap muka yang tercantum dalam struktur kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja adalah sebagai berikut:NOKelasJumlah Jam Pembelajaran Per Minggu

1X48 Jp

2XI48 Jp

3XII48 Jp

Jumlah jam pembelajaran di SMK Negeri 1 Mandiraja sudah sesuai dengan yang dialokasikan pada Permendikbud nomor 81A. Penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan untuk kegiatan mandiri tidak terstruktur waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. Pemanfaatan 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu, untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mata pelajaran. Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah.KelasSatu jam tatap muka (menit)Jumlah jam pembela-jaran Per mingguMinggu Efektif per tahun ajaranJumlah jam pembelajaran per tahun

X XI XII454545484848353532168016801536

F. KETUNTASAN BELAJARProsedur PenetapanKetuntasan belajar setiap standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pada setiap mata pelajaran berkisar antara 0 100 %. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator adalah 75 %.SMK Negeri 1 Mandiraja menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik/Intake Siswa, Kompleksitas Indikator (Kesulitan & Kerumitan, serta daya dukung dalam penyelenggaraan pembelajaran (Sarana/prasarana, kemampuan guru, lingkungan, dan biaya)Menafsirkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dilakukan dengan memberikan point atau nilai pada setiap kriteria, yaitu :1. Dengan memberikan pointKompleksitas :Tinggi = 1Sedang = 2Rendah = 3

Daya Dukung :Tinggi = 3Sedang= 2Rendah = 1Intake :Tinggi =3Sedang = 2Rendah= 12. Dengan menggunakan rentang nilai :Kompleksitas :Tinggi = 50 64Sedang = 65 - 80Rendah = 81 100

Daya Dukung :Tinggi = 81 100Sedang= 65 80Rendah = 50 64

Intake :Tinggi= 81 100Sedang = 65 80Rendah= 50 64Kriteria ketuntasan minimal SMK Negeri 1 Mandiraja dilakukan dengan memperhatikan hasil kegiatan MGMP sekolah tiap mata pelajaran, yaitu sebagai berikut :Kelas X Kelompok WajibMATA PELAJARANKKM

PKS

Kelompok A (Wajib)

1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti3.003.00B

2Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan3.003.00B

3Bahasa Indonesia3.003.00B

4Matematika3.003.00B

5Sejarah Indonesia3.003.00B

6Bahasa Inggris3.003.00B

Kelompok B (Wajib)

7Seni Budaya3.003.00B

8Prakarya dan Kewirausahaan3.003.00B

9Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan3.003.00B

Kelas X dan XI Kelompok C (Kejuruan)MATA PELAJARANKKM

PKS

Kelompok C (Kejuruan)

C1. Dasar Bidang Keahlian

10Fisika3.003.00B

11Kimia3.003.00B

12Gambar Teknik3.003.00B

C2. Dasar Program Keahlian

13Teknologi Mekanik3.003.00B

14Kelistrikan Mesin dan Konversi Energi3.003.00B

15Mekanika Teknik dan Elemen Mesin3.003.00B

16

C3. Paket Keahlian

Teknik Pemesinan

16Teknik Gambar Manufaktur 3.003.00B

17Teknik Pemesinan Bubut 3.003.00B

18Teknik Pemesinan Frais 3.003.00B

Kelas XIINOMATA PELAJARAN /STANDAR KOMPETENSIKKM

PS

A.NORMATIF

1Pendidikan Agama7.50B

2PKn 7.50B

3Bahasa Indonesia7.50B

4Pendidikan Jasmani dan Kesehatan7.50B

B.ADAPTIF

1Matematika7.50B

2Bahasa Inggris7.50B

3Fisika7.50B

4Kimia7.50B

5IPS7.50B

6Kewirausahaan7.50B

C.DASAR KOMPETENSI KEJURUAN

D.KOMPETENSI KEJURUAN

1Menggunakan mesin bubut (kompleks)7.50B

2Memfrais (kompleks) 7.50B

3Menggerinda pahat dan alat potong7.50B

4 Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar) 7.50B

5Memprogram mesin NC/CNC (dasar)7.50B

6Sistim Hydrolik7.50B

7Menggambar Model 3 dimensi dengan system CAD7.50B

8Mengoperasikan mesin NC/CNC (Dasar)7.50B

Pengembangan Diri7.50B

G. KRITERIA KENAIKAN KELAS1. Kriteria Kenaikan kelas di SMK Negeri 1 Mandiraja mengacu kepada standar penilaian yang dikembangkan oleh BSNP dan Permendikbud nomor 66 tentang Standar Penilaian Pendidikan.a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir semester genap ( semester 2)b. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada semester genap ( semester 2)c. Peserta didik dinyatakan NAIK KELAS, apabila yang bersangkutan memiliki : Tidak lebih dari 2 mata pelajaran, pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas Kehadiran mengikuti peroses pembelajaran minimal 90%. Untuk peminatan Paket Keahlian, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas Paket Keahlian mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM).2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut.a. Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.b.Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.c. Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacupada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema tersebut.d. Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.e. Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:1)nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.2) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.f. Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan.g. Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru kelas.3. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Satuan PendidikanPenilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan peserta didik yang meliputi kegiatan sebagai berikut:a. menentukan kriteria minimal pencapaian Tingkat Kompetensi dengan mengacu pada indikator Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;b. mengoordinasikan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulang anakhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian tingkat kompetensi, dan ujian akhir sekolah/madrasah;c. menentukan kriteria kenaikan kelas;d. melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;e. melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepadadinas pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait;f. melaporkan hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan dinas pendidikan.4. Konversi PenilaianANGKAPREDIKATNILAI KOMPETENSI

PengetahuanKetrampilanSikap

95 100A44SB

90 94A-3,663,66

85 89B+3,333,33B

80 84B33

75 79B-2,662,66

70 74C+2,332,33C

65 69C22

60 64C-1,661,66

55 59D+1,331,33K

0 54D11

5. Remedial dan Pengayaan Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar harus mengikuti perbaikan atau pembelajaran remedial, sedangkan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu yang disediakan dapat mengikuti kegiatan atau pembelajaran pengayaanSeorang peserta didik diketahui membutuhkan pembelajaran remedial atau tidak dari hasil ulangan harian yang dilaksanakan sejak awal tahun pelajaran. Apabila nilai ulangan harian peserta didik lebih kecil dari kriteria ketuntasan belajar maka peserta didik tersebut perlu mengikuti program remedial. Oleh karena itu, ulangan harian perlu dilakukan setelah selesai satu atau dua kompetensi dasar (KD), sehingga seorang guru dengan cepat mengetahui peserta didiknya yang perlu mendapat bimbingan lebih intensif.Pembelajaran remedial dilakukan di dalam atau di luar kelas dengan berbagai cara, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda dari yang awal dan bervariasi 2. Peserta didik belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus 3. Guru memberikan tugas/latihan bagi peserta didik secara individual atau kelompok kecil 4. Peserta didik belajar dalam kelompok kecil dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya Semua cara di atas harus diakhiri dengan penilaian untuk mengetahui apakah peserta didik bersangkutan sudah mengalami kemajuan belajar.Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal.Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai npeserta didik pada mata pelajaran bersangkutanPembelajaran/kegiatan pengayaan dapat dilaksanakan dalam bentuk seperti berikut 1.belajar kelompok (sekelompok pesertsa didik yang memiliki minat tertentu diberikan pelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang sedang mengikuti pembelajaran remedial) 2. belajar mandiri (secara mandiri peserta didik belajar tentang sesuatau yang diminati) 3. Pemadatan kurikulum (pemberian pelajaran hanya untuk kompetensi materi yang belum diketahui peserta didik) 4. Memberikan tugas membaca secara mandiri 5. Menugaskan sebagai tutor sebaya

H. KRITERIA KELULUSANKelulusan peserta didik dari SMK Negeri 1 Mandiraja ditentukan oleh sekolah berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan criteria sebagaiberikut:1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran;2) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh matapelajaran;3) lulus Ujian Sekolah (US)4) lulus Ujian Kompetensi Kejuruan teori dan Praktek baik Internal maupun Eksternal5) lulus Ujian Nasional Mengacu pada SOP dan Juknis (UN)

I. PEMINATAN DAN LINTAS MINATa. Pengertian Peminatan di SMK Negeri 1 MandirajaIstilah penjurusan peserta didik tidak tertuang dalam Kurikulum 2013, istilah yang muncul adalah peminatan peserta didik. Peminatan peserta didik dapat diartikan (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik pada kelompok mata pelajaran atau bidang kompetensi keahlian yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan kelompok mata pelajaran, mata pelajaran, bidang keahlian atau kompetensi keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang diselenggarakan pada satuan pendidikan; (4) dan suatu proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.Peminatan peserta didik sebagaimana tertuang dalam Kurikulum 2013 bagi peserta didik SMK Negeri 1 Mandiraja adalah peminatan akademik terdiri dari: Peminatan Teknik Pemesinan sejumlah 18 JP yang meliputi mata Pelajaran Teknik Gambar Manufaktur, Teknik Pemesinan Bubut, Teknik Pemesinan Frais, Teknik Pemesinan Gerinda, dan Teknik Pemesinan CNC.b. Peminatan di SMK Negeri 1 Mandiraja Setiap peserta didik SMK Negeri 1 Mandiraja dalam pembelajaran wajib melakukan aktivitas sebagai berikut :a. Menempuh kelompok mata pelajaran A dan B sebagaimana kurikulum yang diberlakukan.b.Memilih dan menempuh pembelajaran peminatan kelompok mata pelajaran C yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.Teknik memperoleh data untuk peminatan peserta didik tersebut dapat digunakan teknik non tes, meliputi teknik-teknik sebagai berikut :1.Dokumentasi, sebagai teknik untuk memperoleh data prestasi belajar berdasarkan buku raport peserta didik kelas VII, VIII, dan IX serta nilai ujian nasional di SMP/MTs. Data ini dapat digunakan untuk analisis perkembangan belajar peserta didik yang merupakan cerminan kesungguhan belajar, kecerdasan umum dan kecerdasan khusus yang dimaknakan dari mata pelajaran yang ditempuh relevansinya dengan bidang keahlian atau jenis peminatan peserta didik.2.Angket, sebagai teknik untuk memperoleh data tentang minat belajar peserta didik dan perhatian orang tua. Isian minat belajar peserta didik dapat dipergunakan untuk penetapan peminatan sebab isian minat merupakan pernyataan pikiran dan perasaan serta kemauan peserta didik.Isian perhatian orang tua merupakan bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran data tersebut.3.Wawancara, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk mengklarifikasi isian angket dan hal lain yang diperlukan.4.Observasi, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh data kondisi fisik dan perilaku yang nampak sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan peminatan peserta didik.Rambu-rambu kriteria penetapan peminatan peserta didik sebagai berikut : Peminatan Peserta Didik SMKTeknologi dan Rekayasa1) Diutamakan bagi yang memilih peminatan Kelompok Teknologi dan Rekayasa sebagai pilihan pertama2) Hasil tes fisik dan kesehatan = normal (menyesuaikan kebutuhan sekolah)3) Memiliki Nilai rata-rata matapelajaran Matematika dan Bahasa Inggris pada semester 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan UN lebih tinggi4) Diutamakan memiliki Prestasi Non Akademik yang relevan dengan bidang Teknologi dan Rekayasa5) Memiliki data perhatian orang tua6) Memiliki rekomendasi dari Guru BK/Konselor SMP/MTs. pada peminatan Teknologi dan Rekayasa.

J. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUPKurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional. Pendidikan kecakapan hidup merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus. Oleh karena itu. Perangkat pembelajaran untuk semua jenis baik mata pelajaran maupun muatan lokaldan pengembangan diri harus mengintegrasikan juga kecakapan hidup pagi peserta didik di SMK Negeri 1 Mandiraja Jenis-jenis kecakapan Hidup adalah :1. Kecakapan hidup yang dilatihkan : Kesadaran sebagai mahluk Tuhan Keasadaran akan eksistensi diri Keasadaran akan potensi diri Kecakapan menggali informasi Kecakapan mengambil keputusan Kecakapan memecahkan masalah Kecakapan komunikasi lisan Kecakapan komunikasi tulisan Kecakapan kerjasama Kecakapan identifikasi variabel Kecakapan merumuskan hipotesis Kecakapan melaksanakan penelitian Kecakapan kejuruan2. Nilai Pribadi/Living Values Kedamaian/peace Kehormatan/respect Kerjasama/cooperation Kebebasan/freedom Kebahagiaan/happiness Kejujuran/honesty Kerendahan hati/humility Kecintaan/love Tanggungjawab/responsibility Kesederhanaan/simplicity Toleransi/tolerance Kesatuan/unity3. Karakteristik Kompetensi Masyarakat Global Membaca Menulis Berhitung Belajar sepanjang hayat Mengelola informasi Mengelola sumber daya Mengelola hubungan sosial Mengelola diri Bersikap fleksibel Memecahkan masalah Mengambil keputusan Beradaptasi Berfikir kreatif Memotivasi diri Menyusun pertimbangan Berkomunikasi lintas budaya Bekerja dalam tim Melakukan negoisasi Memecahkan konflik Kesadaran perbedaan nilai Kesadaran perbedaan norma sosial Kemampuan berbahasa asing

K. PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL1. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.2. Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dalam bentuk penguasaan bahasa dan teknologi informasi3. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang telah menggunakan Teknologi Informasi terkini.

BAB IVKALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama stau tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik di SMK Negeri 1 Mandiraja selama satu tahun pembelajaran mengikuti / menggunakan Petunjuk Pelaksanaan kalender pendidikan propinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara.

A. PERMULAAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014-2015Pada hari-hari pertama masuk sekolah tanggal 14 s/d 16 Juli 2014 diisi dengan kegiatan-kegiatan :1. Peserta didik baru Kelas X kegiatan Masa Bimbingan Studi Peserta Didik yang diantaranya berisi :a. Wawasan Wiyata Mandalab. Tata Krama peserta didikc. Program dan Cara Belajar Kurikulum 2013d. Pengenalan Lingkungan Sekolahe. Tata tertib Sekolahf. Pengenalan Kegiatan Ekstra Kurikuler.g. Perkenalan dengan teman sesama peserta didik, dengan Guru, Tata Usaha, Komite Sekolah dan Pelaksana Sekolahh. Kegiatan Olah Ragai. Kegiatan Ramadhan2. Untuk peserta didik kelas XI dan XII melaksanakan kegiatan :a. Pembenahan 5 Rb. Bakti Sosialc. Penyegaran Mata Pelajarand. Diskusi Kelompoke. Pemantapan Disiplin Sekolahf. Kegiatan Ramadhan

B. JUMLAH MINGGU EFEKTIFJumlah minggu efektif tahun pembelajaran 2014-2015 SMK Negeri 1 Mandiraja adalah 35 minggu dan hari efektif sebanyak 212 hari.Secara detail adalah sebagai berikut:1. Semester 1a. Jumlah minggu efektif dalam semester 1.No. BulanJumlah Minggu

1Juli5

2Agustus4

3September4

4Oktober5

5November4

6Desember5

Jumlah27

b. Jumlah minggu efektif dalam semester 2No. BulanJumlah Minggu

1Libur Semester Genap 2013/20142

2Kegiatan MOPDB1

3Libur sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1345 H2

4Kegiatan Ulangan Tengah Semester 12

5Kegiatan Ulangan Akhir Semester 12

6Libur Akhir Semester 12

Jumlah11

c. Jumlah minggu efektif dalam semesterJumlah minggu efektif dalam semester 1 Jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1Jumlah minggu efektif = 27 11 = 16 mingguJumlah jam pelajaran = 16 minggu X 6 jam = 69 JP2. Semester 2a. Jumlah minggu efektif dalam semester 2.No. BulanJumlah Minggu

1Januari 20154

2Pebruari4

3Maret4

4April5

5Mei4

6Juni4

Jumlah25

b. Jumlah minggu efektif dalam semester 2.No. BulanJumlah Minggu

1Kegiatan Ujian Sekolah2

2Kegiatan Ulangan Tengah Semester 22

3Kegiatan Ujian Nasional 2014/20151

4Kegiatan Ulangan Akhir Semester 22

5Libur Akhir Semester 23

Jumlah9

c. Jumlah minggu efektif dalam semester

Jumlah minggu efektif dalam semester 2 Jumlah minggu tidak efektif dalam semester 2Jumlah minggu efektif = 25 9 = 16 mingguJumlah jam pelajaran = 16 minggu X 2 jam = 69 JP

BAB VPENUTUP

Dengan telah selesainya penyusunan Dokumen I Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan pada awal tahun pembelajaran 2014-2015 maka salah satu pedoman dan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di SMK Negeri 1 Mandiraja telah tersedia Sangat besarharapan kami,semoga Dokumen I Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan ini dapat digunakan dan mengoptimalkan kegiatan-kegiatan dalam proses penyelenggaraan pendidikan.Kami juga sangat mengharap dukungan dari semua pihak, khususnya guru, karyawan, maupun para Peserta didik serta masyarakat yang peduli terhadap pendidikan agar dapat bekerja sama mendukung keterlaksanaan kurikulum ini. Banyak bantuan yang sudah diberikan kepada kami dari berbagai pihak, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kepada pemerintah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, yang memberi dukungan dan bimbingan kepada kami dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Semoga Dokumen I Kurikulum SMK Negeri 1 Mandiraja Paket Keahlian Teknik Pemesinan ini mampu menjadi sarana bagi sekolah untuk ikut mencerdaskan generasi muda harapan bangsa.Amiiin

Mandiraja, 14 Juli 2014Kepala Sekolah

Imam Tejo Marwoto, MM.NIP. 19660309199521 1 002

Dokumen 1 Kurikulum SMK Negeri 1 MandirajaPaket Keahlian Teknik Pemesinan 44