of 102/102
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT NOMOR 54 TAHUN 2014

Pedum Raskin 2015

  • View
    63

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pedum raskin adalah tahapan-tahapan yang harus di lakukan berdasarkan aturan yang sudah di buat pemerintah agar tidak mengangkangi hukum yang ada.dfggfdgfgfgfgfgfgfgfgfgfgfgfgegesgfsg

Text of Pedum Raskin 2015

  • KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

    REPUBLIK INDONESIA

    KEPUTUSANMENTERIKOORDINATOR

    BIDANGKESEJAHTERAANRAKYAT

    NOMOR54TAHUN2014

  • K A T A P E N G A N T A RMENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

    Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (Program Raskin)adalah Program Nasional lintas sektoral baik horizontal maupun vertikal, untuk membantumencukupi kebutuhan pangan beras masyarakat yang berpendapatan rendah. Secarahorizontal semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang terkait memberikan kontribusi sesuaidengan tugas pokok dan fungsinya. Pemerintah Pusat berperan dalam membuat kebijakanprogram, sedangkan pelaksanaannya sangat tergantung kepada Pemerintah Daerah. Olehkarena itu, peran Pemerintah Daerah sangat penting dalampeningkatan efektifitas Program Raskin.

    Program ini dimulai pada waktu terjadi krisis pangan pada tahun 1998. Untukmengatasi krisis tersebut, Pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan subsidipangan bagi masyarakat melalui Operasi Pasar Khusus (OPK). Pada tahun 2002program tersebut dilakukan lebih selektif dengan menerapkan sistem targeting, yaitumembatasi sasaran hanya membantu kebutuhan pangan bagi Rumah Tangga Miskin(RTM). Sejak itu Program ini menjadi populer dengan sebutan Program Raskin, yaitusubsidi beras bagi masyarakat miskin. Pada tahun 2008 Program ini berubah menjadiProgram Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah. Dengan demikianrumah tangga sasaran Program ini tidak hanya Rumah Tangga Miskin, tetapi meliputiRumah Tangga Rentan atau Hampir Miskin.

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | iii

  • Dalam pelaksanaannya selama 16 (enam belas) tahun, Pemerintah telah mengambilberbagai kebijakan untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi yang berkembang,misalnya penyesuaian jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS), durasi penyaluran,alokasi jumlah beras untuk setiap RTS (kuantum Raskin) dan penyesuaian HargaTebus Raskin di Titik Distribusi (TD) dari Rp 1.000,-/kg menjadi Rp 1.600,-/kg.Kebijakan lain yang telah diambil pemerintah pada beberapa tahun terakhir adalahpenyaluran Raskin untuk mengatasi kenaikan harga akibat musim paceklik danmeningkatnya permintaan beras pada hari-hari besar. Untuk keperluan ini pemerintahtelah menyalurkan Raskin lebih dari 12 kali dalam satu tahun. Bahkan pada tahun 2013pemerintah telah menyalurkan Raskin sampai Raskin ke-15, sebagai kompensasikenaikan harga BBM. Pada awal tahun 2014 dilakukan percepatan penyaluran Raskinbulan Nopember Desember ke bulan Februari Maret dampak benacan alam yangmelanda hampir di sejumlah wilayah Indonesia pada awal tahun 2014.

    Keberhasilan Program Raskin ditentukan mulai dari perencanaan, penganggaran,penyediaan, penyaluran, monitoring dan evaluasi, pengawasan dan penangananpengaduan oleh K/L terkait yang tergabung dalam Tim Koordinasi Raskin Pusat.Pelaksanaan penyaluran Raskin oleh Perum BULOG sampai Titik Distribusi (TD) diseluruh Indonesia. Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat strategis dalampenyaluran Raskin dari TD sampai kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Dukunganyang diperlukan dari pemerintah daerah minimal pengalokasian APBD untuk angkutanberas dari TD sampai ke RTS. Tetapi bagi pemerintah daerah yang mampu dapatmengambil kebijakan untuk melakukan pengembangan Program Raskin yang meliputiRaskin Daerah untuk menambah jumlah RTS, subsidi Harga Tebus Raskin (HTR),pemberdayaan masyarakat melalui Padat Karya Raskin (PKR) atau Raskin for Work,penyaluran Raskin melalui Warung Desa dan Pokmaskin. Demikian pula penyertaanperguruan tinggi dan LSM untuk kajian dan pemantauan pelaksanaan Raskin telahmembuka ruang penilaian yang lebih independen. Saran dan kritik terhadappelaksanaan Program Raskin merupakan tantangan untuk perbaikan selanjutnya.

    iv | Pedoman Raskin2015

  • Pada awal tahun 2014, KPK menyampaikan hasil kajiannya terhadap program Raskindan memberikan sejumlah rekomendasi agar pelaksanaan penyaluran Raskin ini dapatmemenuhi target 6T (Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Tumlah, Tepat Mutu, TepatWaktu dan Tepat Administrasi). Salah satu rekomendasinya adalah penyempurnaanterhadap Pedum Raskin dan Juklak dan Juknis raskin 2015.

    Tindak lanjut dari rekomendasi KPK, maka, pemutakhiran Basis Data Terpadu oleh TimNasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merupakan upayapenajaman sasaran program. Kita menyadari bahwa ketepatan sasaran adalah faktorkunci keberhasilan program penanggulangan kemiskinan. Keyakinan ini memerlukanitikad dan dukungan seluruh pelaksana di pusat dan daerah dari mulai penetapan datasasaran dan pengawasan pada saat penyaluran. Sejalan dengan upaya penajamansasaran, Pedoman Umum (Pedum) Raskin ini hendaknya menjadi acuan dalampelaksanaan penyaluran Raskin tahun 2015.

    Akhirnya, penghargaan dan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh anggotaTim Koordinasi Raskin Pusat, Tim Koordinasi Raskin Provinsi, Kabupaten/Kota, danTNP2K yang telah menyempurnakan Pedum ini berdasarkan hasil pemantauan sertaevaluasi selama tahun 2014. Terima kasih kami sampaikan pula kepada pemerintahprovinsi dan kabupaten/kota sebagai penanggung jawab pelaksanaan Program Raskindi daerah. Semoga upaya dan niat baik kita semua untuk meningkatkan kesejahteraanrakyat terutama masyarakat berpendapatan rendah mendapat ridho-Nya, Aamiin.

    Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan RakyatSelaku

    Penanggung Jawab Program Raskin,

    H. R. AGUNG LAKSONOKementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | v

  • D A F T A R I S I

    KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYATREPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2014TENTANG PEDOMAN UMUM RASKIN TAHUN 2015 1

    LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATORBIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIANOMOR 54 TAHUN 2014 5

    PENDAHULUAN 6

    A. Latar Belakang6

    B. Dasar Hukum .8

    C. Pengertian . 9

    TUJUAN, SASARAN DAN MANFAAT 13

    A. Tujuan 13

    B. Sasaran 13

    C. Manfaat 13

    PENGELOLAAN DAN PENGORGANISASIAN 14

    A. Tim Koordinasi Raskin Pusat . 14

    B. Tim Koordinasi Raskin Provinsi 17

    C. Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/ Kota 18

    D. Tim Koordinasi Raskin Kecamatan 20

    E. Pelaksana Distribusi Raskin di desa/ kelurahan/ pemerintahan setingkat 21

    PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN 23

  • A. Perencanaan 23

    B. Kebijakan Penganggaran . 24vi | Pedoman Raskin2015

  • MEKANISME PELAKSANAAN 26A. Pembuatan Panduan Pelaksanaan Program Raskin 26B. Penetapan Pagu Raskin 28C. Perubahan Daftar Penerima Manfaat (DPM) 30D. Peluncuran dan Sosialisasi Program Raskin . 32E. Monitoring dan Evaluasi32F. Pelaksanaan Penyaluran Raskin Sampai Titik Distribusi (TD)33G. Pelaksanaan Penyaluran Raskin dari TD ke TB 34H. Penyaluran Beras Raskin dari TB ke RTS-PM 34I. Pembayaran Harga Tebus Beras Raskin (HTR) . 35J. Pembiayaan 35

    PENGENDALIAN 36A. Pengawasan 36B. Pelaporan . 36

    PENGADUAN 38LAIN - LAIN 40PENUTUP 41

    LAMPIRAN PEDUM RASKIN 2015 `42 DAFTAR PENERIMA MANFAAT PROGRAM RASKIN TAHUN 2015 MODEL DPM -1 43 DAFTAR REALISASI PENJUALAN BERAS RASKIN TAHUN 2015 MODEL DPM -2 44 BERITA ACARA MUSYAWARAH DESA/ KELURAHAN 45 BERITA ACARA MUSYAWARAH KECAMATAN 46 FORMULIR REKAPITULASI PENGGANTI (FRP) 2015

    RUMAH TANGGA SASARAN PENERIMA MANFAAT (RTS-PM) 47 CONTOH KARTU RASKIN 48 BERITA ACARA SERAH TERIMA BERAS RASKIN MODEL BAST 49 REKAPITULASI BERITA ACARA PELAKSANAAN PENYALURAN BERAS RASKIN MODEL MBA-0 50 REKAPITULASI BERITA ACARA SERAH TERIMA PELAKSANAAN PENYALURAN RASKIN MODEL MBA-1

    51

  • BERITA ACARA PENGECEKAN BERAS RASKIN 52 LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN MODEL LT 0 53 LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN MODEL LT 1 54 LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN MODEL LT 2 55 STRATEGI KOMUNIKASI 56

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | vii

  • KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

    REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 54 TAHUN 2014

    TENTANG

    PEDOMAN UMUM RASKIN TAHUN 2015

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT

    REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang : a. bahwa Program Raskin merupakan implementasi dari InstruksiPresiden tentang kebijakan perberasan nasional;

    b. bahwa pemerintah menyediakan dan menyalurkan berasbersubsidi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah,dan rawan pangan yang penyediaannya mengutamakanpengadaan gabah/beras dari petani dalam negeri.

    c. bahwa penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakatberpendapatan rendah (raskin) bertujuan untuk mengurangibeban pengeluaran para RTS-PM dalam memenuhi kebutuhanpangan;

    1 | Pedoman Raskin2015

  • d. bahwa sehubungan dengan hal sebagaimana dimaksud padahuruf a, huruf b, dan huruf c, pada tahun 2015 perlu menetapkanPedoman Umum Raskin Tahun 2015;

    e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksudpada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkanPeraturan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tentangPedoman Umum Raskin Tahun 2015;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, tentang Badan UsahaMilik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4297);

    2. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang PemerintahDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 125) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua AtasUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 59);

    3. Undang-Undang Nomor. 18 Tahun 2012 tentang Pangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 227,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5360);

    4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang AnggaranPendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 182,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5462);

    5. Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 2002 tentang KetahananPangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4254);

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 2

  • 6. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 TentangPembentukan dan Organisasi Kementerian Negara,sebagaimana telah diubah dengan Peraturan PresidenNomor 80 tahun 2014 tentang Perubahan Keenam AtasPeraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 TentangPembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;

    7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara Serta SusunanOrganisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negarasebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 13Tahun 2014 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan PresidenRepublik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara Serta SusunanOrganisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

    8. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentangPercepatan Penanggulangan Kemiskinan;

    9. Peraturan Presiden tentang Rencana Kerja PemerintahTahun 2015;

    10. Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas PeraturanMenteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

    11. Menteri Dalam Negeri Nomor 42 tahun 2010 tentang TimKoordinasi Penanggulangan Kemiskinan ProvinsiKabupaten/ Kota;

    12. Peraturan Menteri Sosial Nomor 24 Tahun 2013 tentangTenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan;

    3 | Pedoman Raskin 2015

  • MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAANRAKYAT TENTANG PEDOMAN UMUM RASKIN TAHUN 2015.

    KESATU: Menetapkan Pedoman Umum Raskin Tahun 2015 sebagaimanatersebut dalam Lampiran keputusan ini, sebagai bagian yang tidakterpisahkan dari keputusan ini.

    KEDUA : Pedoman Umum Raskin Tahun 2015 sebagaimana dimaksud dalamDiktum KESATU keputusan ini merupakan acuan bagi pemerintahpusat, pemerintah daerah dan pihak terkait dalam Program Raskin.

    KETIGA: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2015.

    Ditetapkan di Jakartapada tanggal 17 Oktober 2014

    MENTERI KOORDINATORBIDANG KESEJAHTERAAN RAKYATREPUBLIK INDONESIA,

    ttd.

    AGUNG LAKSONO

    Salinan sesuai dengan aslinyaSekretaris Kementerian KoordinatorBidang Kesejahteraan Rakyat

    ttd.

    Sugihartatmo

    Kementerian Koordinator Bidang

  • Kesejahteraan Rakyat | 4

  • LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATORBIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK

    INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2014

    PEDOMAN UMUMRASKIN

    20155 | Pedoman Raskin2015

  • 1PendahuluanA. Latar Belakang

    Panganadalah salahsatu hak azasimanusia dansebagaikomoditistrategis yangdilindungi olehUndang-Undang DasarNegaraRepublikIndonesiatahun 1945.PemerintahIndonesiamemberikanprioritas yangbesar

    terhadapkebijakanketahananpangannasional.Indonesiaturutmenandatanganikesepakataninternasionalterkait denganpangan, yaitu:UniversalDeclaration ofHuman Right(1948), RomeDeclarationon WorldFood Securityand WorldFood Summit1996, sertaMillennium

    DevelopmentGoals(MDGs).DalamkesepakatanMDGs, duniainternasionaltelahmentargetkanbahwa padatahun 2015setiap NegaratermasukIndonesiatelah sepakatmenurunkankemiskinandankelaparansampaiseparuhnya.

  • Indonesia,95% darijumlahpenduduknyamengkonsumsi berassebagaipanganutama,dengan rata-rata konsumsiberassebesar 102kg/jiwa/tahun(BPS, 2013).Tingkatkonsumsitersebut jauhdi atas rata-rata konsumsidunia yanghanyasebesar 60kg/

    kapita/tahun.DengandemikianIndonesiamenjadinegarakonsumenberasterbesar didunia. Berasmenjadikomoditasnasionalyang sangatstrategis.Instabilitasperberasannasionaldapatmengakibatkan gejolakdalamberbagaiaspekkehidupan

    baik sosial,politikmaupunekonomi.

    Peranankomoditimakananterhadapgariskemiskinanjauh lebihbesardibandingkandengankomoditibukanmakanansepertiperumahan,sandang,pendidikandankesehatan.Sumbanganmakananterhadap

    Kementerian

    Koordinator Bidang

    KesejahteraanRakyat | 6

    garis kemiskinanpada bulan Maret2013 tercatatsebesar 73,52%.Kondisi ini tidakjauh berbeda

    dengan kondisiSeptember 2012yang sebesar73,50%. Komoditimakanan yangberpengaruh besarterhadap nilai gariskemiskinan antara

  • lain beras, rokok,telur ayam ras, mieinstan, gula pasir,tempe dan bawangmerah.

    Tantangan yangdihadapi Indonesiadalam memerangikemiskinan dankelaparan antara lainmelambatnyapenurunan angkakemiskinan yaiturata-rata per tahunhanya sebesar0,37%, pertumbuhanyang belum optimalmelibatkanmasyarakat danmemberikan dampaksignifikan bagimasyarakat miskin,serta masih banyakdaerah terisolasi dandaerah tertinggalyang terbataspemenuhankebutuhan dasarnya.Pada bulan Maret2013 angkakemiskinan diIndonesia tercatatsebesar 11,37% atausebanyak 28,07 jutajiwa. Selain itu,tingkat

    pengangguran masihcukup tinggi,meskipun telahberhasil diturunkandari 11,24% padatahun 2005 menjadi6,32% pada bulanFebruari 2012.

    Program Raskinmerupakanimplementasi dariInstruksi Presidententang kebijakanperberasan nasional.Presidenmenginstruksikankepada Menteri danKepala LembagaPemerintah nonKementerian tertentu,serta Gubernur danBupati/Walikota

  • di seluruh Indonesiauntuk melakukanupaya peningkatanpendapatan petani,ketahanan pangan,pengembanganekonomi perdesaandan stabilitasekonomi nasional.Secara khususkepada PerumBULOGdiinstruksikan untukmenyediakan danmenyalurkan berasbersubsidi bagikelompokmasyarakatberpendapatanrendah, dan rawanpangan yangpenyediaannyamengutamakanpengadaangabah/beras daripetani dalam negeri.Penyaluran berasbersubsidi bagikelompokmasyarakatberpendapatanrendah bertujuanuntuk mengurangi

    beban pengeluaranpara RTS-PM dalammemenuhi kebutuhanpangan. Selain itujuga untukmeningkatkan aksesmasyarakatberpendapatanrendah dalampemenuhankebutuhan panganpokok, sebagai salahsatu hak dasarnya.

    Berbagai aspekstrategis ProgramRaskin, tahapanpelaksanaanpenyaluran Raskin,serta pihak manayang bertanggungjawab diformulasikandalam suatu panduanyang disebutPedoman UmumRaskin 2015 (PedumRaskin 2015).Pedoman inimerupakan acuanmakro dalampelaksanaanProgram Raskinsecara nasional.

    7 | Pedoman Raskin 2015

  • B. Dasar Hukum

    Peraturanperundang-undangan yangmenjadi landasanpelaksanaanProgram Raskinadalah sebagaiberikut:

    1. Undang-Undang No. 19Tahun 2003,tentang BadanUsaha MilikNegara(BUMN).

    2. Undang-Undang No. 32Tahun 2004,tentangPemerintahanDaerah.

    3. Undang-Undang No. 18Tahun 2012,tentangPangan.

    4. Undang-Undang

    AnggaranPendapatandan BelanjaNegara(APBN) TahunAnggaran2015.

    5. PeraturanPemerintahNo. 68 Tahun2002, tentangKetahananPangan.

    6. PeraturanPemerintahNo. 7 Tahun2003, tentangPendirianPerusahaanUmumBULOG.

    7. PeraturanPemerintah No.58 Tahun 2005,tentangPengelolaanKeuanganDaerah.

    8. PeraturanPemerintah No.38 Tahun 2007,tentang

  • PembagianUrusanPemerintahanAntaraPemerintah,PemerintahanDaerahProvinsi, danPemerintahanDaerahKabupaten/kota.

    9. PeraturanPemerintahNo. 60 Tahun2008 tentangSistemPengendalianInternPemerintah(SPIP).

    10. PeraturanPresiden RINo. 15 Tahun2010, tentangPercepatanPenanggulanganKemiskinan.

    11. PeraturanPresiden RItentangRencana KerjaPemerintahTahun 2015.

    12. Inpres No. 3Tahun 2012tentangKebijakanPengadaanGabah/Berasdan PenyaluranBeras olehPemerintah.

  • 13. PermendagriNo. 21 Tahun2011 tentangPerubahanatas PeraturanMenteri DalamNegeri No. 13Tahun 2006tentangPedomanPengelolaanKeuanganDaerah.

    14. PermendagriNo. 42 tahun2010 tentangTim KoordinasiPenanggulangan KemiskinanProvinsiKabupaten/Kota

    15. PermenkeutentangPenunjukanKementerianSosial sebagaiKuasaPenggunaAnggaran(KPA) ProgramRaskin;

    16. Permensos No.24 Tahun 2013tentang TenagaKesejahteraanSosialKecamatan.

    17. KepmenkoKesra No. 29Tahun 2014tentang TimKoordinasiRaskin Pusat;

    Kementerian Koordinator Bidang KesejahteraanRakyat | 8

  • 18. Instruksi Mendagri No.:SJ tahun 2013 tentang PelaksanaanPembagian Kartu Perlindungan Sosial(KPS) dan PenangananMasyarakat;

    yang digantidan RTS-PMpengganti hasilperubahan dataRTS-PM Raskinmelaluimusyawarahdesa/kelurahan/pemerintahansetingkat.

  • 19. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri5. HTR adalah Harga Tebus Beras Raskin di

    Titik Distribusi (TD).No.: 900/2634/SJ tahun 2013 tentangPengalokasian Biaya Penyaluran Raskin 6. Kelompok Kerja (Pokja) adalahdari Titik Distribusi ke Titik Bagi. sekelompok masyarakat yang terdiri dari

    aparat desa/kelurahan dan beberapaorang yang ditunjuk dan ditetapkan oleh

    C. Pengertian Kepala Desa/Lurah sebagai Pelaksana

    1. BAST adalah Berita Acara Serah TerimaDistribusi Raskin.

    Beras Raskin berdasarkan SPA dari 7. Kelompok Masyarakat (Pokmas) adalahBupati/Walikota atau Pejabat yang lembaga masyarakat dan/atau kelompokditunjuk, yang ditandatangani Satker masyarakat di desa/ kelurahan yangRaskin dan Pelaksana Distribusi. ditetapkan oleh Kepala Desa/Lurah

    sebagai Pelaksana Distribusi Raskin.2. DPM-1 adalah Model Daftar

    Penerima Manfaat Raskin di desa/kelurahan 8. Kemasan Beras Raskin adalah kemasansetelah dilakukan pemutakhiran data yang berlogo BULOG dengan kuantumRTS-PM yang bersumber dari Basis Data 15 kg/karung dan/atau 50 kg/karung.Terpadu untuk Program Raskin 2014 9. Kualitas Beras Raskin adalahmelalui mekanisme Mudes/Muskel. medium hasil pengadaan Perum

    3. DPM-2 adalah Model Daftar Penyaluran BULOG sesuai dengan Inpres KebijakanPerberasan yang berlaku.Raskin di desa/kelurahan

    4. Formulir Rekapitulasi Pengganti (FRP) 10. Musyawarah Desa (Mudes)/MusyawarahKelurahan (Muskel) adalahadalah Formulir pencatatan RTS-PM

    9 | Pedoman Raskin 2015

    pertemuanmusyawarah didesa/ kelurahanyang melibatkanaparat desa/

    kelurahan,kelompokmasyarakatdesa/ kelurahan,TKSK danperwakilan RTS-PM Raskin dari

  • setiap SatuanLingkunganSetempat (SLS)setingkatDusun/RWuntukmemutakhirkandaftar RTS-PM.

    11. MusyawarahKecamatan(Muscam)adalah forumpertemuanmusyawarah dikecamatanyangmelibatkancamat, kepaladesa/lurah danaparat terkaitlainnya untukmelakukankoordinasipenyesuaianpagu dengantidakmengubahjumlah pagukecamatan.

    12. Pagu Raskinadalah alokasijumlah RumahTangga

    SasaranPenerimaManfaatRaskin (RTS-PM) ataujumlah berasyangdialokasikanbagi RTS-PMRaskin untuktingkatnasional,provinsi ataukabupaten/kota padatahun tertentu.

    13. Padat KaryaRaskin adalahsistempenyaluranRaskin kepadaRTS-PM yangdikaitkandenganpemberdayaanmasyarakatdimana paraRTS-PMdiwajibkanbekerja untukmeningkatkanproduktivitasdaerah dengan

  • diberikankompensasipembayaranHarga Tebus

    Raskin (HTR)olehpemerintahdaerah melaluiAnggaranPendapatandan BelanjaDaerah(APBD).

    14. PelaksanaDistribusiRaskin adalahKelompokKerja (Pokja)di TitikDistribusi atauWarung Desaatau KelompokMasyarakat(Pokmas) yangditetapkanoleh KepalaDesa/Lurah.

    15. PerubahanDaftarPenerimaManfaat adalahkegiatanvalidasi RTS-PM yangdidasarkanpada BasisData Terpadu

  • olehmusyawarahdesa/kelurahan/ pemerintahansetingkat untukmenghasilkanRTS-PMRaskin yangtepat dandituangkandalam DPM-1.

    16. PetunjukPelaksanaan(Juklak) adalahpanduanpelaksanaanProgramRaskin ditingkat provinsiyang disusunsesuai dengansituasi dankondisi

    setempatsebagaipenajaman dariPedomanUmum Raskin.

    17. Petunjuk Teknis(Juknis) adalahpanduanpelaksanaanProgramRaskin ditingkatkabupaten/kota yangdisusun sesuaidengan situasidan kondisisetempatsebagaipenajaman dariPedum Raskindan JuklakRaskin.

    Kementerian Koordinator Bidang

    Kesejahteraan Rakyat | 10

  • 18. PPLS 2011 adalah Pendataan Program 20. Satker Raskin adalah satuan kerjaPerlindungan Sosial tahun 2011 yang pelaksana distribusi Raskin yangdilakukan oleh Badan Pusat Statistik dibentuk dan ditetapkan oleh Perum(BPS) yang menjadi sumber Basis Data BULOG.Terpadu yang dikelola oleh TNP2K. 21. Surat Keterangan Rumah Tangga

    19. Rumah Tangga Sasaran Penerima Miskin (SKRTM) 2014 adalah suratManfaat Program Raskin (RTS- yang diberikan kepada Rumah TanggaPM Raskin) adalah Rumah Tangga Pengganti hasil Mudes/Muskel tahunyang berhak menerima beras dari 2014 sebagai penanda kepesertaan padaProgram Raskin 2015 sesuai data yang Program Raskin.diterbitkan dari Basis Data Terpadu yangdikelola oleh Tim Nasional Percepatan 22. SPA adalah Surat Permintaan AlokasiPenanggulangan Kemiskinan (TNP2K), yang dibuat oleh Bupati/Walikota atauyang telah dimutakhirkan berdasarkan Pejabat yang ditunjuk kepada Perumpelaporan hasil musyawarah desa/ BULOG berdasarkan alokasi pagu Raskin.musyawarah kelurahan (mudes/ 23.

    SuratPerintah Penyerahan Barang

    muskel) tahun 2014 yang tertuang didalam Formulir Rekapitulasi Pengganti (SPPB)/ Delivery Order (DO) adalah(FRP) 2014 dan telah dilaporkan ke perintah tertulis yang diterbitkan olehSekretariat TNP2K sesuai tenggat yang Perum BULOG untuk mengeluarkan dantelah ditetapkandisahkan oleh Kemenko menyerahkan beras Raskin.Kesra RI dan Data Rumah Tangga hasil

    24. Titik Bagi (TB) adalah fasilitas publik dipemutakhiran daftar penerima manfaatdesa/kelurahan yang ditetapkan sebagai

    (DPM) oleh musyawarah desa/kelurahan/ tempat atau lokasi penyerahan beraspemerintah setingkat. KepesertaanRTS-PM dalam Program Raskin ditandai Raskin dari Pelaksana Distribusi Raskindengan kepemilikan Kartu Raskin kepada RTS-PM, termasuk Warung Desayang diterbitkan pemerintah daerah (Wardes). Fasilitas publik termasukkabupaten/kota. dan tidak terbatas pada : Kantor Desa/

    11 | Pedoman Raskin2015

  • Lurah, Koperasi, Koramil, Sekolah dantempat-tempat lain yang disepakati olehmasyarakat.

    25. Titik Distribusi (TD) adalah fasilitaspublik sebagai tempat atau lokasipenyerahan beras Raskin dari PerumBULOG kepada Pelaksana DistribusiRaskin di desa/kelurahan, atau lokasilain yang disepakati secara tertulis olehPemerintah kabupaten/kota denganPerum BULOG.

    26. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK) adalah seseorang yang diberi tugas,fungsi, dan kewenangan oleh KementerianSosial dan/atau dinas/ instansi sosialprovinsi, dinas/instansi sosialkabupaten/kota selama jangka waktutertentu untuk melaksanakan dan/ataumembantu penyelenggaraan kesejahteraansosial sesuai dengan wilayah penugasan dikecamatan.

    27. Tim Koordinasi PenanggulanganKemiskinan (TKPK) adalah wadah lintassektor dan lintas pemangku kepentingan

    dalam mengkoordinasikandan mengendalikan programpenanggulangan kemiskinan didaerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). TKPK diketuai oleh WakilKepala Daerah (Wakil Gubernur,Wakil Bupati/Walikota) dan sekretarisTKPK adalah Kepala Bappeda diProvinsi atau Kabupaten/Kota.

    28. Warung Desa (Wardes) adalah lembagaekonomi di Desa/kelurahan, baik milikmasyarakat, koperasi maupunpemerintah Desa/kelurahan yangmemiliki fasilitas bangunan/ tempatpenjualan bahan pangan dan baranglainnya yang ditetapkan oleh TimKoordinasi Raskin Kabupaten/ Kotadan/atau Kecamatan sebagai tempatpenyerahan beras Raskin dari PerumBULOG.

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 12

  • 2Tujuan, Sasaran dan ManfaatA. Tujuan

    Tujuan Program Raskinadalah mengurangi bebanpengeluaran Rumah TanggaSasaran melalui pemenuhansebagian kebutuhan panganberas.

    B. Sasaran

    Sasaran Program Raskin Tahun2015 adalah berkurangnya bebanpengeluaran 15.530.897 RTSdalam mencukupi kebutuhanpangan beras melalui penyaluranberas bersubsidi dengan alokasisebanyak 15 kg/ RTS/bulan.

    C. Manfaat

    Manfaat Program Raskinadalah sebagai berikut:

    1.

    Peningkatanketahananpanganditingkatrumah

  • tanggasasaran,sekaligusmekanismeperlindungansosialdanpenanggulangankemiskinan

    2. Peningkatan aksespangan baik secara fisik (beras tersedia diekonomi (harga jual yangkepada RTS.

    3.Sebagai pasar bagi hasil padi.

    4.Stabilisasi harga beras d

    5.Pengendalian inflasi melaPemerintah dengan menetapk

    an harga beras bersubsidi sebes

    ar Rp.1.600,-/kg, dan menjaga stok pang

    6. Membantupertumbuhanekonomidaerah.

    13 | Pedoman Raskin 2015

  • 3Pengelolaan Dan Pengorganisasian

    Dalam rangka pelaksanaan ProgramRaskin perlu diciptakan harmonisasidan sinergitas antar K/L terkait dalampelaksanaan program sertapertanggungjawabannya sehinggadapat dicapai hasil yang efektif. Sebagaiimplementasinya maka dibentuk TimKoordinasi Raskin di pusat, provinsi,kabupaten/ kota, kecamatan danPelaksana Distribusi Raskin di desa/kelurahan/ pemerintahan setingkat.

    A. Tim Koordinasi Raskin Pusat

    Menteri Koordinator BidangKesejahteraan Rakyat bertanggungjawab atas pelaksanaan ProgramRaskin Nasional dan membentuk TimKoordinasi Raskin Pusat.

    1. Tugas

    Melakukankoordinasi,sinkronisasi,harmonisasidanpengendaliandalamperumusankebijakan,perencanaan,penganggaran,sosialisasi,penanga-nanpengaduan,sertamonitoring danevaluasi.

    2. Fungsi

    Dalam

    melaksanakantugas tersebut,Tim KoordinasiRaskin Pusatmempunyaifungsi:

    1. Koordinasiperencanaan danpenganggaranProgramRaskin.

    2. PenetapanPaguRaskin.

    3. Penyusunan PedomanUmumPenyaluranRaskin.

  • Kementerian Koordinator

    Bidang Kesejahteraan Rakyat | 14

    4. Fasilitasi lintas pelaku dansosialisasi Program Raskin.

    5. Pembinaan terhadap pelak-sanaan tugas dan fungsi TimKoordinasi Raskin Provinsi.

    6. Monitoring dan evaluasipelaksanaan Program Raskindi provinsi dankabupaten/kota.

    3. Struktur dan Keanggotaan TimKoordinasi Raskin Pusat

    Berdasarkan Surat Keputusan MenteriKoordinator Bidang KesejahteraanRakyat (Kepmenko Kesra) No. 29Tahun 2014, Tim Koordinasi RaskinPusat terdiri dari Pengarah, Pelaksanadan Sekretariat. Pengarah terdiri atas:Ketua dari unsur KementerianKoordinator Bidang KesejahteraanRakyat dan Anggota terdiri dari unsurKementerian Koordinator BidangPerekonomian, Kementerian DalamNegeri, Kementerian Pertanian,Kementerian Keuangan, KementerianSosial, Kementerian PerencanaanPembangunan Nasional/BadanPerencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas), Badan Pusat Statistik

    (BPS) dan Perum BULOG.

  • Pelaksana terdiri dari: Ketua, Wakil Ketuadan Anggota. Ketua Pelaksana adalahDeputi Bidang Koordinasi PerlindunganSosial dan Perumahan RakyatKementerian Koordinator BidangKesejahteraan Rakyat; Wakil Ketua I/Bidang Kebijakan Perencanaan adalahDirektur Pangan dan Pertanian Bappenas;Wakil Ketua II/Bidang Kebijakan Anggaranadalah Direktur Anggaran III, DitjenAnggaran Kementerian Keuangan; WakilKetua III/Bidang Pelaksanaan danDistribusi adalah Direktur PelayananPublik Perum BULOG; Wakil KetuaIV/Bidang Fasilitasi, Monitoring dan

    Evaluasi, dan Pengaduan adalahDirektur Usaha Ekonomi MasyarakatDitjen PMD Kementerian DalamNegeri.

    Anggota Tim terdiri dari unsur-unsurKementerian Koordinator BidangKesejahteraan Rakyat, KementerianKoordinator Bidang Perekonomian,Kementerian PerencanaanPembangunan Nasional/ BadanPerencanaan Pembangunan Nasional,Kementerian Keuangan, KementerianDalam Negeri, Kementerian Sosial,Kementerian Pertanian, BPS, danPerum BULOG.

    15 | Pedoman Raskin 2015

    Adapun tugas dan fungsi masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L)anggota Tim Koordinasi Raskin Pusatadalah sebagai berikut:

    Kementerian KoordinatorBidang Kesejahteraan Rakyat(Kemenko Kesra) bertanggung-jawab untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasidi bidang perencanaan,penganggaran, penetapanpagu, penyusunan pedumRaskin, pengawasan, monitoring,sosialisasi dan evaluasi pelaksanaanProgram Raskin.

    Kementerian KoordinatorBidang Perekonomian(Kemenko Perekonomian)bertanggungjawabmelakukan koordinasi dan sinkronisasidi bidang perencanaan,penganggaran, monitoringdan evaluasi ProgramRaskin.

    Kementerian PerencanaanPembangunan Nasional/Badan PerencanaanPembangunan Nasional(Kemen PPN/ Bappenas)bertanggung jawab di bidang

  • perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi Program Raskin.

    Kementerian Keuangan(Kemenkeu) bertanggung jawabmelakukan, penganggaran,monitoring dan evaluasi sertasebagai Pengguna AnggaranProgram Raskin.

    Kementerian Sosial (Kemensos)bertanggung jawab melaku-kanpengganggaran, pendam-pingan,sosialisasi, monitoring danevaluasi serta sebagai KuasaPengguna Anggaran ProgramRaskin.

    Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) bertanggung-jawabmelakukan koordinasi di bidangpengaduan, monitoring danevaluasi, pengawasan sertapembinaan Tim Koordinasi RaskinProvinsi dan Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota.

    Kementerian Pertanian(Kementan) bertanggungjawabmelakukan perencanaan jumlahdan sebaran produksi berasdalam negeri, ketersediaan dan

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 16

    kebutuhan beras nasional,serta pembinaan terhadappetani dalam peningkatanproduksi dan kualitas berasdalam negeri.

    Badan Pusat Statistik (BPS)bertanggung jawabmengumpulkan, menyiapkan dan mengevaluasidata jumlah dan sebaran RTSsecara berkala.

    Perum BULOG bertanggungjawab dalam menyediakan,menyimpan, dan menyalurkanberas Raskin.

    2. Tim Koordinasi RaskinProvinsi

    Gubernur bertanggung jawab ataspelaksanaan Program Raskin diwilayahnya dan membentuk TimKoordinasi Raskin Provinsi sebagaiberikut:

    1. Kedudukan

    Tim Koordinasi Raskin Provinsiadalah pelaksana Program Raskindi Provinsi, yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawabkepada Gubernur.

    2. Tugas Tim Koordinasi Raskin Provinsimempunyai tugas melakukankoordinasi perencanaan, anggaran,sosialisasi,

  • pelaksanaan distribusi, monitoringdan evaluasi, menerima danmenangani pengaduan darimasyarakat serta melaporkanhasilnya kepada Tim KoordinasiRaskin Pusat.

    3. Fungsi

    Dalam melaksanakan tugastersebut, Tim Koordinasi RaskinProvinsi mempunyai fungsi:

    1. Koordinasi perencanaan danpenyediaan APBD untukmendukung pelaksanaanProgram Raskin di provinsi.

    2. Penetapan Pagu Raskin

    Kabupaten/ Kota.

    3. Penyusunan PetunjukPelaksanaan (Juklak) ProgramSubsidi Beras Bagi MasyarakatBerpendapatan Rendah 2015(Raskin).

    4. Fasilitasi lintas pelaku dansosialisasi Program Raskin.

    5. Monitoring dan evaluasipelaksanaan Program Raskin dikabupaten/kota.

    6. Penanganan Pengaduan diProvinsi.

    17 | Pedoman Raskin 2015

    7. Pembinaan terhadappelaksanaan tugas dan fungsiTim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota.

    8. Pelaporan pelaksanaan Raskinkepada Tim Koordinasi RaskinPusat.

    4. Struktur Tim Koordinasi RaskinProvinsi

    Tim Koordinasi Raskin Provinsiterdiri dari penanggungjawab, ketua,sekretaris, dan beberapa bidang

    antara lain: perencanaan, sosialisasi,pelaksanaan penyaluran, monitoringdan evaluasi, serta pengaduan, yangditetapkan dengan keputusanGubernur.

    5. Keanggotaan Tim KoordinasiRaskin Provinsi

  • Perum BULOG, dan lembaga lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

    3. Tim Koordinasi RaskinKabupaten / Kota

    Bupati/Walikota bertanggung jawab ataspelaksanaan Program Raskin diwilayahnya dan membentuk TimKoordinasi Raskin Kabupaten/Kotasebagai berikut:

    1. Kedudukan

    Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota adalah pelaksanaProgram Raskin di Kabupaten/Kota,yang berkedudukan di bawah danbertanggung jawab kepadaBupati/Walikota.

    2. Tugas

  • Tim KoordinasiRaskin Provinsiberanggotakanunsur-unsur SKPDterkait di Provinsiantara lain:Sekretariat Provinsi,Badan PerencanaanPembangunanDaerah (Bappeda),Badan/Dinas/Lembaga yangberwewenang dalampemberdayaanmasyarakat, Dinas

    Sosial, unsurpengawasan diprovinsi, sertabeberapa instansivertikal, seperti: BPSProvinsi,Badan/Dinas/Kantoryang berwewenangdalam ketahananpangan,

    Tim KoordinasiRaskinKabupaten/Kotamempunyai tugasmelakukankoordinasiperencanaan,anggaran,sosialisasi,pelaksanaanpenyaluran,monitoring danevaluasi,penangananpengaduan,memilih dan

    menentukan salahsatu dari empatalternatif polapenyaluranRaskin(PenyaluranRaskin Reguler,Warung Desa,KelompokMasyarakat,Padat KaryaRaskin), sertamelaporkanhasilnya kepadaTim KoordinasiRaskin Provinsi.

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 18

  • 3. Fungsi

    Dalam melaksanakan tugastersebut, Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota mempunyaifungsi:

    1. Koordinasi perencanaan danpenyediaan APBD untukmendukung pelaksanaanProgram Raskin diKabupaten/Kota.

    2. Penetapan Pagu RaskinKecamatan.

    3. Pelaksanaan validasi danpemutakhiran daftar RTS-PM.

    4. Penyusunan Petunjuk Teknis(Juknis) Pelaksanaan ProgramRaskin di Kabupaten/Kota.

    5. Sosialisasi Program Raskin diwilayah Kabupaten/Kota.

    6. Perencanaan penyaluranRaskin.

    7. Penyelesaian HTR danadministrasi.

    8. Monitoring dan evaluasipelaksanaan Program Raskin diKecamatan, desa/ kelurahan/

    pemerintahan setingkat.

    9. Penanganan pengaduan.

    10. Pembinaan terhadappelaksanaan

  • tugas dan fungsi Tim KoordinasiRaskin Kecamatan danPelaksana Distribusi Raskin didesa/ kelurahan/ pemerintahansetingkat.

    11. Pelaporan pelaksanaanRaskin kepada Tim KoordinasiRaskin Provinsi.

    4. Struktur Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota

    Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota terdiri dari penanggungjawab,ketua, sekretaris, dan beberapabidang antara lain: perencanaan,sosialisasi, pelaksanaanpenyaluran, monitoring dan

    evaluasi, serta pengaduan, yangditetapkan dengan keputusanBupati/ Walikota.

    5. Keanggotaan Tim KoordinasiRaskin Kabupaten/Kota

    Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota beranggotakan unsur-unsurSKPD terkait di Kabupaten/Kotaantara lain: SekretariatKabupaten/Kota, BadanPerencanaan PembangunanDaerah (Bappeda),Badan/Dinas/Lembaga yangberwewenang dalam pemberdayaanmasyarakat, Dinas/Instansi Sosial,serta

    19 | Pedoman Raskin 2015

  • beberapa instansi vertikal, seperti:BPS Kabupaten/ Kota,Badan/Dinas/Kantor yangberwewenang dalam ketahananpangan, Perum BULOG, dan lembagalain sesuai dengan kondisi dankebutuhan.

    D. Tim Koordinasi Raskin Kecamatan

    Camat bertanggungjawab ataspelaksanaan Program Raskin diwilayahnya dan membentuk TimKoordinasi Raskin Kecamatan, sebagaiberikut:

    1. Kedudukan

    Tim Koordinasi Raskin Kecamatanadalah pelaksana Program Raskin diKecamatan, yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepadaCamat.

    2. Tugas

    Tim Koordinasi Raskin Kecamatanmempunyai tugas merencanakan,me-laksanakan, mengendalikan,sosialisasi, monitoring dan evaluasiProgram Raskin di tingkatkecamatan serta melaporkanhasilnya kepada Tim KoordinasiRaskin Kabupaten/Kota.

    Tim Koordinasi Raskin Kecamatandibantu oleh TKSK dalampendampingan pelaksanaan programRaskin di kecamatan dandesa/kelurahan.

  • 3. Fungsi

    Dalam melaksanakan tugastersebut, Tim Koordinasi RaskinKecamatan mempunyai fungsi:

    1. Perencanaan penyaluranRaskin di kecamatan.

    2. Sosialisasi Raskin di wilayahkecamatan.

    3. Pendistribusian Raskin.

    4. Penyelesaian HTR danadministrasi.

    5. Monitoring dan evaluasi

    pelaksanaan Raskin di desa/kelurahan/ pemerintahansetingkat.

    6. Pembinaan terhadap PelaksanaDistribusi Raskin di desa/kelurahan/ pemerintahansetingkat.

    7. Pelaporan pelaksanaan Raskinkepada Tim Koordinasi RaskinKabupaten/kota, termasukpelaporan hasil pemutakhirandata dari tingkatdesa/kelurahan dan pelaporanrealisasi penyaluran Raskindari Pelaksana DistribusiRaskin kepada RTS-PM.

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat| 20

  • 4. Struktur dan Keanggotaan TimKoordinasi Raskin Kecamatan

    Tim Koordinasi Raskin Kecamatanterdiri dari penanggungjawab,ketua, sekretaris, dan beberapabidang antara lain: perencanaan,sosialisasi, pelaksanaanpenyaluran, monitoring danevaluasi, serta pengaduan, yangditetapkan dengan keputusanCamat.

    Keanggotaan Tim KoordinasiRaskin Kecamatan terdiri dariunsur-unsur instansi terkait ditingkat Kecamatan antara lainSekretariat Kecamatan, SeksiKesejahteraan Sosial, KepalaSeksi PMD dan KoordinatorStatistik Kecamatan (KSK).

    5. Pelaksana Distribusi Raskin di desa/ kelurahan/pemerintahan setingkat.

    Kepala Desa/Lurah/Kepalapemerintahan setingkat bertanggungjawab atas pelaksanaan ProgramRaskin di wilayahnya, dan membentukPelaksana Distribusi Raskin diwilayahnya, sebagai berikut:

    1. Kedudukan Pelaksana Distribusi Raskinberkedudukan di bawah danbertanggung jawab kepada

  • Kepala Desa/Lurah/ Pemerintahansetingkat.

    2. Tugas

    Pelaksana Distribusi Raskinmempunyai tugas memeriksa,menerima dan menyerahkanberas, menerima uangpembayaran HTR, danmenyelesaikan administrasi

    3. Fungsi

    Pelaksana Distribusi mempunyaifungsi:

    1. Pemeriksaan dan penerimaan/penolakan Raskin dari PerumBULOG di TD. Untuk desa/

    kelurahan/ pemerintahan setingkatyang TD-nya tidak berada didesa/kelurahan/ pemerintahansetingkat, maka petugas yangmemeriksa danmenerima/menolak Raskin diaturdalam Petunjuk Teknis (Juknis).

    2. Pendistribusian dan penyerahanRaskin kepada RTS-PM yangterdapat dalam DPM-1 di TitikBagi (TB).

    3. Penerimaan HTR Raskin dariRTS-PM secara tunai untukdisetorkan ke rekening Bank yangditunjuk oleh Perum BULOG.Apabila tidak tersedia

    21 | Pedoman Raskin 2015

  • fasilitas perbankan maka dapatdisetor langsung secara tunaikepada Perum BULOG.

    4. Penyelesaian administrasipenyaluran Raskin yaitupenanda tanganan Berita AcaraSerah Terima (BAST) beras diTD.

    5. Membuat Daftar Realisasi PenjualanBeras sesuai Model DPM-2 danmelaporkan ke Tim KoordinasiRaskin Kabupaten/Kota melalui TimKoordinasi Raskin Kecamatan.

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 22

  • 4Perencanaan dan PenganggaranPerencanaan dan penganggaranProgram Raskin tahun 2015mengacu pada Undang-undang Anggaran PendapatanBelanja Negara (APBN) Tahun 2015. Prosesperencanaan dan penganggarannyadiatur lebih lanjut dalam PeraturanMenteri Keuangan (PMK) tentangTata Cara Penyediaan,Penghitungan, Pembayaran danPertanggungjawaban SubsidiBeras Bagi MasyarakatBerpendapatan Rendah.

    A. Perencanaan

    Kegiatan perencanaan yangdiatur di dalam Pedum inimeliputi Penetapan RTS-PM,TD, dan TB.

    1. Kebijakan Penetapan RTS-PM

    1. RTS-PMyangberhakmen-dapatkan RaskinadalahRumahTangga

    yang terdapatdalam daftarnama danalamat untukProgramRaskin 2015,yangditerbitkandari BasisData Terpaduyang dikelolaoleh TNP2Kyang telahdimutakhirkanberdasarkanpelaporanhasilmusyawarahdesa/musyawarahkelurahan(mudes/muskel) tahun

  • 2014 yang tertuang di dalamFormulir Rekapitulasi Pengganti(FRP) 2014 dan telah dilaporkan keSekretariat TNP2K sesuai tenggatyang telah ditetapkan, dan disahkanoleh Kemenko Kesra sesuai dengankemampuan anggaran pemerintah

    sebanyak15.530.897 RTS-PM, serta rumahtangga hasilpemutakhiranDPM olehmusyawarah

    desa/kelurahan/pemerintahsetingkatpada tahun2015.

    23 | Pedoman Raskin 2015

    2. Pagu Raskin nasionalsebesar 15.530.897 RTS-PM telah mencakuprumah tangga miskin danrumah tangga rentanmiskin.

    3. Dalam rangkamengakomodasi adanyaperubahan karakteristik RTS-PM setelah penetapan PaguRaskin oleh MenteriKoordinator BidangKesejahteraan Rakyat,Gubernur, danBupati/Walikota, makadimungkinkan untukdilakukan validasi danpemutakhiran daftar RTS-PMmelalui Mudes/ Muskel danatau Muscam. Hasil validasidan perubahan data RTS-PMmelalui Mudes/Muskeldilaporkan kepada TimKoordinasi Raskin Kab/Kotamelalui Tikor Raskin

    Kecamatan untuk disahkanoleh Bupati/ Walikota.

    4. RTS-PM Raskin 2015ditandai dengankepemilikan Kartu Raskinyang diterbitkan olehpemerintah daerahkabupaten/kota setempatsesuai dengan jumlahRTS-PM yang telahditetapkan.

    2. Penetapan Titik Distribusi(TD)

    TD ditetapkan di desa/kelurahanatau di tempat lain ataskesepakatan tertulis

  • antara pemerintah kabupaten/kota dengan PerumBULOG setempat.

    3. Penetapan Titik Bagi (TB)

    TB ditetapkan berdasarkanhasil kesepakatan antarapemerintah desa/ kelurahan(Pelaksana Distribusi) denganRTS-PM setempat.

    B. Kebijakan Penganggaran

    Program Raskin merupakan salahsatu Program Perlindungan Sosial.Berdasarkan Undang-UndangAnggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (APBN) Tahun Anggaran

    2015, Pemerintah mengalokasikanDana Subsidi Pangan dengankebijakan penganggaran sebagaiberikut :

    1. Anggaran subsidi Raskin 2015disediakan dalam APBN Tahun2015, DIPA KementerianKeuangan. Kebijakan PemerintahPusat dalam PenganggaranProgram Raskin hanya untukpengadaan beras danpenyalurannya sampai TD.

    2. Sesuai dengan Undang-UndangNo. 18 tahun 2012 tentangPangan (Pasal 18 dan 58) danSurat Edaran Menteri DalamNegeri No.: 900/2634/SJ tanggal27 Mei

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 24

    2013, maka pemerintah daerah(provinsi dan kabupaten/ kota)mengalokasikan AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah(APBD) untuk penyaluran Raskindari TD sampai dengan RTS-PM.Penyediaan anggaran tersebutmencakup antara lain untuk: biayaoperasional Raskin, biaya angkutRaskin dari TD ke TB hingga keRTS-PM, subsidi harga tebusRaskin, dana talangan Raskin,

    tambahan alokasi Raskin kepada

  • RTS-PM di luar pagu yangditetapkan maupun tambahanalokasi Raskin untuk RTS-PMdi dalam pagu yangditetapkan.

    Selain pembiayaan dari APBNdan APBD, masyarakat dapatberpartisipasi secara sukarelauntuk membantu pembiayaandistribusi Raskin dari TD keRTS-PM, yang diatur di dalamJuknis di masing-masingdaerah.

  • 25 | Pedoman Raskin 2015

  • 5Mekanisme Pelaksanaan1. Pembuatan

    PanduanPelak-sanaanProgramRaskin

    Dalam pelaksanaanProgram Raskindiperlukan panduanpelaksanaan kegiatanyang sistematis yangakan dijadikanpedoman berbagaipihak baik pemerintahpusat, provinsi,kabupaten/kota,kecamatan dan desa/kelurahan maupunpihak lain yang terkaitdalam pelaksanaanProgram Raskin.Panduan pelaksanaan

    ProgramRaskin terdiridari PedomanUmumProgramRaskin (PedumRaskin),PedomanKhususProgramRaskin,PetunjukPelaksanaanRaskin (JuklakRaskin), danPetunjuk TeknisRaskin (JuknisRaskin).

    1. PembuatanPedomanUmumRaskin

    (PedumRaskin)

    a.PedomanUmumProgramRaskin(PedumRaskin)sebagaipanduan

  • pelaksanaan Raskinuntuktingkatnasionalyangdiformulasikan darimasukanberbagaiKementerian/Lembaga(K/L) baikdi tingkatpusat,provinsimaupunkabupaten/kota.Pedum inididalamnyaberisikankebijakanumumyangmengaturpelaksanaanProgramRaskinyangberlakusecara

    nasional.

    2. PedumRaskindibuatoleh TimKoordinasiRaskinPusatdansetiaptahunakanditinjauulanguntukdisesuaikandengansituasidankondisiyangberkembang.

    3. PedumRaskinakandikirimdalambentukbuku dandapatdiunduh

  • pada websiteKemenko Kesra(www.menkokesra.go.id)

    danwebsitePerumBULOG

    (www.BULOG.co.id).

    Kementerian

    Koordinator Bidang

    Kesejahteraan Rakyat | 26

  • 2. Pembuatan Pedoman Khusus Raskin panduan pelaksanaan yang sesuai

    a. Untuk pelaksanaan kegiatandengan situasi dan kondisi setempatsebagai penajaman dari Pedoman

    sektoral dalam Program Raskin Umum Raskin, yang disebutmaka K/L terkait menyusun

    ProgramPedoman Khusus Raskin sebagai Petunjuk PelaksanaanRaskin (Juklak Raskin).panduan pelaksanaan kegiatanyang sesuai dengan tugas bersifat spesifik

    b. Juklak Raskin

    pokok dan fungsinya, serta tetapmengacu pada Pedoman Umum

    untuk setiap provinsi di dalamnyaberisikan kebijakan masing-masing

    Raskin. pemerintah provinsi , dukungan

    b. Pedoman khusus Raskin faktor sosial budaya setempat,kearifan lokal yang ada di masing-berisikan kebijakan sektoraldalam Program masing provinsi, upaya untukRaskin yangmemandu pelaksanaan salah satu mengatasi berbagai masalah dan

    hambatan spesifik provinsi dalamaspek kegiatan Program Raskin pelaksanaan program Raskin sepertiyang menjadi tanggungjawab

    prasaranaK/L tertentu sesuai dengan tugas kurangnya sarana danpokok dan fungsinya.

    angkutan dan faktor alam yaitu

    c. Pedoman Khusus Raskin dibuatgeografi, iklim dan lain-lain.

    c. Juklak Raskin dibuat oleh Timoleh K/L tertentu yang terkaitdalam Program Raskin dan setiap Koordinasi Raskin Provinsi dan

    setiap tahun akan ditinjau ulangtahun akan ditinjau ulang untuk

    disesuaikan dengan situasi dan untuk disesuaikan dengan situasidan kondisi yang berkembang.

    kondisi yang berkembang.3. Pembuatan Petunjuk Pelaksanaan

    Program Raskin (Juklak Raskin)

    1. Untuk pelaksanaan Program Raskindi tingkat provinsi diperlukan

    4. Juklak Raskindisampaikankepada TikorRaskin Pusat.

    27 | Pedoman Raskin 2015

  • 4. Pembuatan Petunjuk TeknisProgram Raskin (Juknis Raskin)

    a. Untuk pelaksanaan ProgramRaskin di tingkat kabupaten/kotadiperlukan panduan pelaksanaanyang sesuai dengan situasidan kondisi setempat sebagaipenajaman dari Pedum Raskin danJuklak Raskin yang disebut PetunjukTeknis Program Raskin (JuknisRaskin).

    2. Juknis Raskin bersifat spesifik untuksetiap kabupaten/kota di dalamnyaberisikan kebijakan masing-masingpemerintah kabupaten/kota,dukungan faktor sosial budayasetempat, kearifan lokal yang ada dimasing-masing kabupaten/kota,upaya untuk mengatasi berbagaimasalah dan hambatan spesifikkabupaten/kota dalam pelaksanaanprogram Raskin seperti kurangnyasarana dan prasarana angkutan,faktor alam yaitu geografi, iklim danlain-lain.

    3. Juknis Raskin dibuat oleh TimKoordinasi Raskin Kabupaten/Kotadan setiap tahun akan ditinjau ulanguntuk disesuaikan dengan situasi dankondisi yang berkembang.

    d. Juknis Raskin disampaikan dandilaporkan kepada Tikor RaskinProvinsi.

    B. Penetapan Pagu Raskin

    1. Penetapan Pagu Raskin Nasional

    1. Pagu Raskin Nasional tahun 2015merupakan besaran jumlah RumahTangga Sasaran yang menerimaRaskin pada tahun 2015 ataujumlah beras yang dialokasikanuntuk RTS-PM Raskin secaranasional pada tahun 2015.

    2. Pagu Raskin nasional merupakanhasil kesepakatan pembahasanantara pemerintah dan DPR yangdituangkan dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatandan Belanja Negara (APBN)Tahun Anggaran 2015.

    3. Besaran Pagu Raskin Nasionaltahun 2015 yaitu 2,79 juta ton berasselama 12 bulan untuk 15.530.897RTS-PM atau sebanyak 15 kg/RTS/bulan atau 180 kg/RTS/tahun.

    4. Dalam situasi dan kondisi tertentuPemerintah atas persetujuan DPR

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 28

    RI dapat menambah alokasi pagu Raskin Nasional pada tahun 2015.

    5. Apabila pagu Raskin di suatu wilayahbaik provinsi maupun kabupaten/ kotatidak dapat diserap sampai dengantanggal 31 Desember 2015 maka sisapagu tersebut tidak dapatdidistribusikan pada tahun 2016

    f. Daftar wilayah administrasipropinsi dan kabupaten/kota yangdigunakan untuk penetapan paguRaskin 2015 mengacu pada MFD(Master File Desa) semester ITahun 2014 dari BPS.

    2. Penetapan Pagu Raskin Provinsi

    1. Pagu Raskin Provinsi tahun 2015merupakan besaran jumlah RumahTangga Sasaran yang menerimaRaskin pada tahun 2015 di setiapprovinsi atau jumlah beras yangdialokasikan untuk RTS-PM Raskindi setiap provinsi pada tahun 2015.Pagu Raskin untuk setiap provinsiditetapkan oleh Menteri KoordinatorBidang Kesejahteraan Rakyat.

    2. Pemerintah provinsi dapat membuatkebijakan untuk menambah paguRaskin bagi rumah tangga yang

  • dianggap miskin dan tidak termasukdalam data RTS-PM untuk ProgramRaskin 2015 dari Basis DataTerpadu yang dikelola oleh TNP2K.Kebijakan ini didanai oleh APBDsesuai dengan kemampuan.

    3. Penetapan Pagu RaskinKabupaten/ Kota

    1. Pagu Raskin Kabupaten/Kota tahun2015 merupakan besaran jumlahRumah Tangga Sasaran yangmenerima Raskin pada tahun 2015di setiap kabupaten/kota ataujumlah beras yang dialokasikan

    untuk RTS-PM Raskin di setiapkabupaten/kota pada tahun 2015.

    2. Pagu Raskin untuk setiap kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur denganmengacu pada pagu Raskinkabupaten/kota yang disampaikanoleh Menko Kesra pada waktupenetapan pagu provinsi.

    c. Pemerintah kabupaten/kotadapat membuat kebijakan untukmenambah pagu Raskin bagi rumahtangga yang dianggap miskin dan tidaktermasuk dalam data RTS-PM untukProgram Raskin 2015 dari Basis

    29 | Pedoman Raskin 2015

  • Data Terpadu yang dikelola oleh c. Pagu Raskin di suatu desa/TNP2K. Kebijakan ini didanai oleh kelurahan/ pemerintah setingkatAPBD sesuai dengan kemampuan. pada prinsipnya tidak dapat

    4. Penetapan Pagu Raskin Kecamatandirelokasi ke desa/kelurahan/pemerintah setingkat, kecuali

    dan Desa/Kelurahan melalui Muscam yang dilakukan atas

    a. Pagu Raskin Kecamatan dan desa/ permintaan 2 (dua) desa/ kelurahan/pemerintah setingkat atau lebihkelurahan/ pemerintahan setingkatsebagai tindak lanjut Mudes/Muskeltahun 2015 merupakan besaranyang memerlukan penyesuaianjumlah Rumah Tangga Sasaranpagu Raskin di masing-masing desa/yang menerima Raskin pada tahunkelurahan/ pemerintah setingkat.2015 di setiap kecamatan dan desa/

    kelurahan/pemerintahan setingkatatau jumlah beras yang dialokasikan

    C. Perubahan Daftar Penerimauntuk RTS-PM Raskin di setiapkecamatan dan desa/kelurahan/ Manfaat (DPM)pemerintahan setingkat pada tahun

    Dalam rangka mengakomodasi adanya2015 berdasarkan DPM 2015 yang perubahan karakteristik RTS-PM diberasal dari Basis Data Terpadu

    desa/kelurahan/pemerintah setingkat,untuk Program Perlindungan Sosialdimungkinkan pelaksanaan Mudes/Muskelyang bersumber dari PPLS 2011 hasiluntuk memperbaharui DPM, yaitu:pendataan BPS yang dikelola oleh

    TNP2K yang telah dimutakhirkan 1. Mudes/Muskel melakukan perubahanmelalui pelaporan FRP 2014 ke DPM Raskin2015 dengan menetapkanSekretariat TNP2K sesuai tenggat RumahTangga yang akan diganti danyang telah ditetapkan. menetapkan Rumah Tangga Pengganti.

    b. Pagu Raskin untuk setiap kecamatan 2. RTS-PM Raskin yang Kepala Rumahdan desa/ kelurahan/pemerintahan Tangganya meninggal makaRumahsetingkat ditetapkan oleh Bupati/ Tangga tersebut tetap memperolehWalikota.

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 30

  • haknya. Raskin diberikankepadaPasangan Kepala Rumah Tangga (PKRT)atau Anggota Rumah Tangga (ART) tanpamengubah nama dalam DPM.

    3. Bagi RTS-PM Raskin Tunggal yangsudah meninggal, pindah alamat ke luardesa/ kelurahan/pemerintah setingkatatau yang dinilai tidak layak sebagaipenerima Raskin, maka digantikan olehRumah Tangga lainnya yang dinilailayak melalui proses Mudes/Muskel.

    4. Rumah Tangga yang dinilai layak untukmenggantikan RTS-PM pada butir 3(tiga) di atas adalah diprioritaskankepada Rumah Tangga miskin yangmemiliki anggota Rumah Tangga lebihbesar terdiri dari: balita dan anak usiasekolah, kepala Rumah Tangganyaperempuan, kondisi fisik rumahnya tidaklayak huni, berpendapatan palingrendah dan tidak tetap.

    5. Mudes/Muskel dilaksanakan satu kalipada awal tahun segera setelah DPM2015 diterima oleh pemerintah desa/kelurahan.

    6. Daftar akhir RTS-PM Raskin yang telahmelalui perubahan oleh Mudes/Muskeldituangkan ke dalam DPM-1.

    7. PelaksanaanMudes/Muskel harusdituangkan dalam Berita Acara (BA). Pemutakhiran data RTS-PM Raskinhasil Mudes/Muskel dimasukkan kedalam Formulir Rekapitulasi Pengganti(FRP) 2015. BA Mudes/Muskel danFRP2015 dibuat rangkap 3 (tiga), yangpertama ditujukan untuk kelengkapanadministrasi Tikor Raskin Kab/Kota, yangkedua untuk kelengkapan administrasiTikor Raskin Kecamatan, dan yang ketigauntuk kelengkapan administrasi ditingkat desa/kelurahan

    8. Setelah pelaksanaan Mudes/Muskeldan pencatatan Berita Acara dan FRP,penyaluran Beras Raskin dapatlangsung dilakukan.

    9. Mudes/Muskel dan FRP 2015 dilaporkansecara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan kepada Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota melalui Tim KoordinasiRaskin Kecamatan dengan pemeriksaankelengkapan BA dan FRP pada setiaptingkatan. Jika Muscam dilaksanakanmaka perlu dilengkapi dengan BA Muscamdan FRP.

    10. BA Mudes/Muskel, Muscam (jika ada)dan FRP 2015 diterima oleh TimKoordinasi Raskin Kabupaten/Kotapaling lambat 28 Februari 2015

  • 31 | Pedoman Raskin 2015

    11. Bupati/Walikota mengesahkan DPMakhir Raskin (DPM-1) untuk wilayahkabupaten/kota paling lambat 31Maret 2015.

    12. Bagi RTS-PM Raskin di dalam DPM-1diterbitkan Kartu Raskin olehpemerintah daerah setempat.

    13. Hal-hal yang lebih spesifik terkaitperubahan DPM Raskin diatur didalam Juknis.

    4. Peluncuran dan SosialisasiProgram Raskin

    1. Menteri Koordinator BidangKesejahteraan Rakyat melakukanpeluncuran Program Raskin untuk tahunberjalan yang dihadiri oleh para pejabatterkait tingkat pusat dan daerah.

    2. Peluncuran Program Raskin nasionaldapat diikuti peluncuran ProgramRaskin di provinsi oleh Gubernur.

    3. Sosialisasi Pedum dan Pagu Raskindapat dilaksanakan pada saat acarapeluncuran, yang dilakukan oleh TimKoordinasi Raskin secara berjenjang.

    4. Sosialisasi Program Raskin secara

    umum dilakukan dengan mengacu pada

  • Strategi Komunikasi yang terdapat pada Lampiran

    E. Monitoring dan Evaluasi

    1. Dalam rangka meningkatkan efektifitaspenyaluran Raskin kepada RTS-PMRaskin di berbagai daerah maka TimKoordinasi Raskin melakukan monitoringdan evaluasi (monev) penyaluran Raskin.

    2. Dalam kegiatan monitoring akandievaluasi realisasi penyaluran Raskindan identifikasi permasalahan yangmenghambat pelaksanaanpenyaluran. Kemudian akan dilakukanupaya untuk meningkatkanpenyaluran Raskin dan mencarikansolusi untuk memecahkan masalah.

    3. Monev dilakukan secara berjenjang.Tim Koordinasi Raskin melakukanmonev ke jenjang yang lebih rendahatau ke RTS-PM bila diperlukan.

    4. Kegiatan Monev oleh Tim KoordinasiRaskin Provinsi dapat dikoordinasikandengan TKPK Provinsi. Kegiatan monevoleh Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota dapat dikoordinasikan denganTKPK Kabupaten/Kota

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 32

  • 5. Waktu pelaksanaan monitoring danevaluasi Program Raskin dilakukansecara periodik atau sesuai dengankebutuhan/ tematik.

    6. Monitoring dan evaluasi evaluasidilaksanakan dengan metodekunjungan lapangan (supervisi atau ujipetik), rapat koordinasi, pemantauanmedia dan pelaporan.

    6. Pelaksanaan Penyaluran Ras-kin Sampai Titik Distribusi (TD)

    1. Pelaksanaan penyaluran Raskinsampai TD menjadi tugas dantanggung jawab Perum BULOG.

    2. Penyediaan beras untuk RTS-PMRaskin dilakukan oleh Perum BULOGdalam kemasan berlogo PerumBULOG dengan kuantum 15kg/karung dan atau 50 kg/ karung.

    3. Rencana Penyaluran

    Untuk menjamin kelancaran prosespenyaluran Raskin, Perum BULOGbersama Tim Koordinasi Raskinmenyusun rencana penyaluranbulanan yang dituangkan dalam SPA.

    4. Mekanisme Penyaluran

    1. Berdasarkan Pagu Raskin, Bupati/Walikota/ Ketua Tim KoordinasiRaskin Kabupaten/ Kota atauPejabat yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota menerbitkan SPA kepadaPerum BULOG.

    2. Berdasarkan SPA, Perum BULOGmenerbitkan SPPB/DO beras untukmasing-masing kecamatan ataudesa/kelurahan dengan atau tanpamenunggu peluncuran resmipenyaluran Raskin pada awal tahun.

    3. Sesuai dengan SPPB/DO makaPerum BULOG menyalurkanberas sampai ke TD.

    4. Sebelum Penyaluran, dapat dilakukanpengecekan kualitas beras oleh TimKoordinasi Raskin/PelaksanaDistribusi di Gudang Perum BULOG,yang ditandatangani oleh PerumBULOG dan Tim Koordinasi Raskin Ka b u p a t e n / K o t a / K e c a m a t an / Pelaksana Distribusi.

  • 33 | Pedoman Raskin 2015

    e. Di TD dilakukan serah terimaberas antara Satker Raskindengan Tim Koordinasi Raskin/Pelaksana Distribusi dan dibuatBAST yang ditandatangani olehkedua belah pihak.

    f. Pada prinsipnya penyaluranRaskin dilakukan setiap bulan. Jikaterdapat kebijakan daerah dan ataukendala antara lain musim panen,kondisi geografis, iklim/cuaca, danhambatan transportasi, sehinggapenyaluran Raskin tidak mungkindilakukan secara rutin setiap bulandi suatu wilayah, maka penyaluranRaskin dapat diatur lebih lanjut didalam Juklak/Juknis olehpemerintah daerah setempat.

    7. Pelaksanaan PenyaluranRaskin dari TD ke TB

    1. Penyaluran Raskin dari TD ke TBsampai RTS-PM menjadi tanggungjawab pemerintah daerah (provinsidan kabupaten/kota).

    2. Tim Koordinasi Raskin/PelaksanaDistribusi Raskin harus melakukan

    pengecekan kualitas dan kuantitas beras yang diserahkan oleh Satker Raskin di TD.

    3. Apabila kuantitas dan kualitas Raskintidak sesuai, maka Tim KoordinasiRaskin/ Pelaksana Distribusi haruslangsung mengembalikan kepadaPerum BULOG dan Perum BULOGdalam waktu selambat-lambatnya 2 x24 jam, harus menggantinya dengankualitas dan kuantitas yang sesuai.

    4. Penyaluran Raskin dari TD ke TB danRTS-PM dapat dilakukan secarareguler oleh Kelompok Kerja (Pokja)atau Pelaksana Distribusi, ataumelalui Warung Desa, KelompokMasyarakat dan Padat Karya Raskin.

    8. Penyaluran Beras Raskin dariTB ke RTS-PM

    1. Untuk meminimalkan biayatransportasi penyaluran Raskin dariTB ke RTS-PM maka TB ditetapkan dilokasi yang strategis dan mudahdijangkau oleh RTS-PM.

    2. Pelaksanaan penyaluran Raskin dari TBkepada RTS-PM dilakukan oleh PelaksanaDistribusi Raskin dengan menyerahkan

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 34

    Raskin kepada RTS-PM sebanyak 15 kg/RTS/bulan, selama 12 kali dalam setahun,dicatat dalam DPM-2, selanjutnya dilaporkankepada Tim Koordinasi RaskinKabupaten/Kota melalui Tim KoordinasiRaskin Kecamatan.

    sebesar Rp.1.600,-/kg. Apabila ada biayatambahan dalam penyaluran dari TD ke TByang kurang atau tidak dialokasikan dalamAPBD dapat dibantu oleh masyarakat secarasukarela dan diatur lebih lanjut di dalamJuklak/Juknis.

  • 9. Pembayaran HargaTebusBerasRaskin(HTR)

    1. Harga TebusRaskin (HTR)sebesarRp1.600,00/kg di TD.

    2. PembayaranHTR dari RTS-PM kepadaPelaksanaDistribusiRaskin padaprinsipnyadilakukansecara tunai.PelaksanaDistribusiRaskinlangsungmenyetorkan

    uang HTRtersebut kerekeningPerum BULOGmelalui banksetempat ataudisetorkanlangsungkepada PerumBULOGsetempat.Pelaksanaannya diatur lebihlanjut dalamJuklak/Juknissesuai dengansituasi dankondisisetempat.

    3. Padaprinsipnyaharga yangdibayarkanoleh RTS-PMsesuai denganHTR

    J. Pembiayaan

    1. Sesuai denganPeraturan MenteriKeuangan (PMK)tentang Tata CaraPenyediaan,Penghitungan,Pembayaran danPertanggungjawaban SubsidiBeras BagiMasyarakatBerpendapatanRendah, KuasaPenggunaAnggaran (KPA)mengaturmekanismepembayaransubsidi Raskin dantata caraverifikasinya.

    2. Biayapenyelenggaraan danpelaksanaan

    Program Raskin,seperti: biayadistribusi,sosialisasi,koordinasi,pemantauan danevaluasi, danpengaduandialokasikanpada BiayaOperasional/Safeguarding dariAPBN dan APBDdan/atau PerumBULOG.

    35 | Pedoman Raskin2015

  • 6Pengendalian

    A. Pengawasan

    PengawasanpelaksanaanpenyaluranRaskindilaksa

    nakanolehBadanPengawasanKeuangandanPembangunan(BPKP),InspektoratK/Ldandaer

    ah,sesuaidenganperaturanperundang-undanganyangberlaku.

    2. Pelapor

  • an

    1. Pelaksana Distribusi Raskin melap

    orkan pelaksanaan Program Raskin ke

    pada Tim Koordinasi Raskin Kecamata

  • n secara periodik setiap bulan.

    2. Ti

    m KoordinasiRaskinKecamatanmelapor

    kan pelaksanaan Program Raskin kep

  • ada Tim Koordinasi Raskin

    Kabupaten/kota secara periodiksetiap bulan.

    3. TimKoordinasiRaskinKabupaten/kotamelaporkanpelaksanaanProgram

    RaskinkepadaTimKoordinasiRaskinProvinsisecaraperiodiksetiaptriwulan,dengantembusankepadasekert

  • arisTKPKdiKabupaten/Kotasetempat.

    4. TimKoordinasiRaskinProvinsimelaporkanpelaksanaan

    ProgramRaskinkepadaTimKoordinasiRaskinPusatdengantembusankepadasekretarisTKPKProvinsisetempat

    danseluruhwakilketuapelaksanaTimKoordinasiRaskinPusatsecaraperiodiksetiapSemester.

    Keme

    nterian Koordi

    natorBidang

    Kesejahteraan Rakyat| 36

    5. LaporanAkhir

  • PelaksanaanProgramRaskindibuatoleh TimKoordinasi RaskinPusat,Provinsi,danKabupaten/kotapadaakhirtahun.

    6. PerumBULOGmelaporkanpelaksanaanpendistribusianRaskinkepadaKetuaTimKoordinasiRaskinPusatdanKuasa

    PenggunaAnggaran (KPA)setiapbulan.

  • 7. LokasiTD/TBdanpemutakhirannyadilaporkan olehTimKoordinasiRaskinKabupaten/Kota

    kepadaTimKoordinasiRaskinPusat,dengantembusankepadaTimKoordinasiRaskinProvinsi.

    37 | Pedoman Raskin 2015

  • 7Pengaduan

    SistemPengelolaanPengaduanProgramRaskinmenggunakanaplikasiberbasisweb,yang

    mulaidiujicobakanpadaawaltahun2015dansecarabertahap akanditerapkansecaranasional.PengaduanpelaksanaanProgramRaskindapatdisampa

    ikanbaikolehmasyarakatmaupunolehpelaksanaProgramRaskin.Materipengaduan dapatmengenaiindikatorkinerjaProgramRaskinataupunhal-hallain,yang

  • ditanganisecaraberjenjangolehTikorRaskin ditingkatdaerahhinggaKementerian/Lembaga(K/L)ditingkatpusatsesuaidengantugas,fungsi dankewe

    nanganmasing-masing.

    1. UnitPengaduanmerupakanbagiandariTimKoordinasiRaskinPusat dibawahkoordinasiKementerianDalamNegeri

    (Kemendagri).

  • 2. UnitPengaduanbertanggungjawabmeng

    elolasistempengaduanRaskin

    3. KemendagrimenyusunPedomanKhususuntukpenangananPengaduan.

    4. UnitPen

    gaduandiprovinsidankabupaten/kotaberadadibawahkoordinasiBadan/Kantor/Dinas(SKPD)yangmembidangipemb

  • erdayaanmasyarakat.

    5. Pengaduantentang

    pelaksanaanProgramRaskinditanganisecaraberjenjanguntukdiselesaikanmulaidaritingkatKabupaten/Kota,Provinsidan

    Pusatsesuaidenganmateripengaduandanwewenangyangdimilikinya.Ditetapkanbataswaktutertentu(diaturdalampedoma

  • nkh

    ususKe

    mendagri)

    Kem

    enterian Koordinator

    Bidang Kesejahtera

    an Rakyat | 38

  • untuk menyelesaikan setiap langkah 8. Unit Pengaduan di tingkat kab/kota,dalam proses penanganan pengaduan. provinsi, dan pusat membuat laporan

    6. Setiap aduan akan diketahui olehsecara berkala tentang pengaduan yangditerima, tindak lanjut dan rekomendasi

    segenap anggota Tikor Raskin dan untuk perbaikan Program Raskin.terdistribusi ke K/L/I atau SKPD yang Laporan tersebut menjadi bagian daribertanggung jawab untuk mengatasinya pelaporan yang diatur dalam Bab VI.

    7. Pengaduan terhadap Raskindiklasifikasi dan didisposisi kepadainstansi/ kelembagaan yang berwenanguntuk menindaklanjuti aduan.

    39 | Pedoman Raskin 2015

  • 8Lain - Lain

    Pedum Raskin 2015 mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2015. Dengan diterbitkannyaPedum Raskin 2015 maka Pedum Raskin Tahun 2014 dinyatakan tidak berlaku.

    Segala sesuatu yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur kemudian, danapabila terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan seperlunya. Untuk hal-hal yangbersifat spesifik lokasi yang sesuai dengan kondisi objektif masing-masing daerahdituangkan dalam Juklak Raskin Provinsi dan Juknis Raskin Kabupaten/ Kota.

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 40

  • 9Penutup

    Raskin adalah hak masyarakat berpendapatan rendah yang diberikan dan ditetapkan olehpemerintah dalam rangka membantu mencukupi sebagian kebutuhan pangan pokok dalambentuk beras. Apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya, sehingga masyarakatberpendapatan rendah yang berhak (RTS-PM Raskin) tidak mendapatkan haknya, makadiselesaikan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

    41 | Pedoman Raskin 2015

  • LAMPIRANPEDUM

    RASKIN

    2015

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 42

    MODEL DPM -1

    DAFTAR PENERIMA MANFAATPROGRAM RASKIN TAHUN 2015

    PROVINSI : ..

  • KABUPATEN/KOTA : ..KECAMATAN : ..KELURAHAN/DESA : ..

    Nama Nama NamaNo. Anggota LainKepala Rumah Tangga Pasangan KRT Rumah Tangga

    1 2 3 4

    123456789

    101112131415161718192021Dst

    JUMLAH

    ..............................

    Mengetahui/DisahkanCamat,

    (Tanda Tangan dan Stempel)

    Nama Jelas

    DAFTAR

    PENERIMA

    MANFAAT

    PROGRAM

    RASKIN

    TAHUN 2015

    MODEL DPM

    -1

    43 | Pedoman Raskin 2015

    DAFTAR REALISASI PENJUALAN BERAS RASKIN TAHUN

  • 2015

    MODEL

    DPM -2

    MODEL DPM -2

    DAFTAR REALISASI PENYALURAN BERAS RASKIN TAHUN 2015

    (BULAN: TAHUN 2015)

    PROVINSI : ..KABUPATEN/KOTA : ..KECAMATAN : ..KELURAHAN/DESA : ..RT/RW : ..

    No. Nama Alamat Lengkap Jumlah (Kg) Harga (Rp)Tanda Tangan RTS-

    PM

    1 2 3 4 5 6123456789101112131415161718192021Dst

    JUMLAH

    .............................. , .............................. 2014

    Mengetahui/Disahkan Titik DistribusiKepala Desa/Lurah, Ketua Pelaksana Distribusi,

    (Tanda Tangan dan Stempel) (Tanda Tangan dan Stempel)

    ( Nama Jelas ) ( Nama Jelas )

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 44

    CONTOH BERITA ACARA MUDES/MUSKEL

    BERITA ACARA MUSYAWARAH DESA/KELURAHAN

    Desa/Kelurahan : ____________________ Kabupaten/Kota

    Kecamatan : ____________________ Provinsi

    Berdasarkan Surat Bupati/Walikota .... Nomor .... tanggal .... 2015, tentang Penetapan Pagu Raskintahun 2015, maka masyarakat Desa/Kelurahan ....., Kecamatan.., Provinsi .......... menyelenggarakan Musyawarah Desa/Kelurahan

    Hari : ................Tanggal : ................

    Dengan peserta sebagai berikut:

    1. Aparat Desa . Orang2. Perwakilan Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat . Orang3. Perwakilan RTS-PM Raskin 2015 . Orang

    Dengan kesepakatan sebagai berikut:Menyatakan terjadi perubahan DPM dengan rincian sebagai berikut ini:

    1. Jumlah RTS-PM dalam DPM Rumah Tangga

    2. Jumlah RTS-PM yang diganti karenaa. Pindah (keluar dari desa/kelurahan) Rumah Tanggab. Seluruh anggota rumah tangga meninggal (tanpa ahli waris) Rumah Tanggac. Rumah tangga tercatat dua kali dalam DPM awal Rumah Tanggad. Rumah tangga dianggap sudah mampu Rumah Tangga

    3. Jumlah Rumah Tangga pengganti (2a+2b+2c+2d) adalah Rumah Tangga

    dan menyatakan bahwa jumlah Rumah Tangga yang diganti adalah sama dengan jumlah Rumah Tangga pengganti.

    Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

    .,.2015(Tempat)

    Kepala Desa/Lurah Ketua BPD/Dekel

    Tanda Tangan & Stempel Tanda Tangan & Stempel

    () ()Nama Jelas Nama Jelas

    Perwakilan RTS-PM Perwakilan RTS-PM

    Tanda Tangan Tanda Tangan

    () ()Nama Jelas Nama Jelas

    CONTOH BERITA ACARA MUSCAM

  • BERITA

    ACARA

    MUSYAWA

    RAH DESA/

    KELURAHA

    N

    45 | Pedoman Raskin 2015

    BERIT

    A

    ACAR

    A

    MUSY

    AWAR

    AH

    KECA

    MATA

    N

    BERITA ACARA MUSYAWARAH KECAMATAN ..

    Berdasarkan Surat Bupati/Walikota .., Nomor: ..,tanggal .. 2015, tentang Penetapan Pagu Raskin tahun 2015, makapada hari ini: .., tanggal .., bulan .., tahun duaribu .., kami para Kepala Desa/Lurah di Kecamatan Kabupaten/Kota .., Provinsi .., telah mengadakanMusyawarah dengan kesepakatan sebagai berikut:

    No Nama Desa/Kelurahan RTS PM KeteranganAwal Hasil Muscam

    1

    2

    3

    dst.

    Jumlah

    Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    ....., . 2015

    Kepala Desa/Lurah Kepala Desa/Lurah

    (Tanda Tangan dan Stempel) (Tanda Tangan dan Stempel)

    (Nama Jelas) (Nama Jelas)

    Kepala Desa/Lurah Kepala Desa/Lurah

    (Tanda Tangan dan Stempel) (Tanda Tangan dan Stempel)

    ( Nama Jelas ) ( Nama Jelas )

  • Kementerian Koordinator Bidang

    Kesejahteraan Rakyat | 46

  • Formulir Rekapitulasi Pengganti (FRP) 2015Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM)

    Formulir Rekapitulasi Pengganti (FRP) 2015Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM)

    Provinsi : ________________________________________ Kecamatan : ________________________________________Kab/Kota : ________________________________________ Kelurahan/Desa : ________________________________________

    NO. KODERUMAH TANGGA YANG DIGANTI (SESUAI DPM 2015) RUMAH TANGGA PENGGANTI

    ALASAN DIKELUARKAN

    RUMAHNAMA NAMA PASANGAN

    (BERI TANDA DI SALAH SATU KOTAK) KEPALA RUMAH TANGGA PASANGAN KEPALA RUMAH TANGGA ANGGOTA RUMAH TANGGA LAIN ALAMATTANGGA/

    KELUARGAKEPALA RUMAH KEPALA RUMAH SEMUA

    BULAN/TAHUN BULAN/TAHUN BULAN/TAHUNTANGGA TANGGA RT ANGGOTA DUPLIKAS RT NAMA NOMOR KTP NAMA NAMAPINDAH RT SUDAH I RT KAYA LAHIR LAHIR LAHIR

    WAFAT1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

    / / / / / / / / / / / / / / /

    ....................., tanggal ................................ 2015

    Mengetahui/Disahkan oleh Ditetapkan oleh

    Camat Kepala Desa/Lurah(tandatangan & stempel) (tandatangan & stempel).................................................... ) ( .................................................... )

    *Formulir ini dapat diperbanyak

    47 | Pedoman Raskin 2015

  • 1; CONTOH KARTU RASKIN

    CONTOHKARTU RASKIN

    Kementerian Koordinator Bidang

  • Kesejahteraan Rakyat | 48

    BERITA ACARA

    SERAH TERIMA

    BERAS RASKIN

    MODEL BAST

    MODEL BAST

    BERITA ACARA SERAH TERIMA BERAS RASKINNOMOR: .

    Berdasarkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) Bupati/Walikota ..... No.: ........,tanggal ....,dan SPPB/DO No.: ... pada hari ini: ...., tanggal ....,bulan ...., tahun ., kamiyang bertandatangan di bawah ini:

    1. Nama : Jabatan : Satker Raskin Perum BULOG

    Divre/Subdivre/Kansilog.

    Selanjutnya disebut PIHAK I.

    2. Nama : Jabatan : Pelaksana Distribusi Raskin *)

    Desa/Kelurahan/...............................................

    Selanjutnya disebut PIHAK II.

    PIHAK I telah menyerahkan Beras Raskin di TD untuk alokasi bulan...,sebanyak ..... Kg., untuk .......RTS-PM, dan PIHAK II telah menerima beras Raskin di TD sesuai ketentuan yang berlaku, sebanyak tersebut di atasdengan pembayaran tunai.

    Penyerahan beras sampai kepada RTS-PM menjadi tanggung jawab PIHAK II.

    Demikian Berita Acara Serah Terima Raskin dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    PIHAK II, PIHAK I,

    (TandaTangan) (TandaTangan)

    ( NamaJelas ) ( NamaJelas )

    Catatan:*) = sesuai surat penunjukan/penetapan dari Kepala Desa/Lurah/Kepala Pemerintahan setingkat.

  • 49 | Pedoman Raskin2015

    MODEL MBA-0

    REKAPITULASI BERITA ACARA PELAKSANAANPENYALURAN BERAS RASKIN

    KABUPATEN/KOTA : ..KECAMATAN : ..ALOKASI BULAN : ... 2015DISALURKAN BULAN : ... 2015

    Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Beras Raskin di Titik Distribusi/Warung Desa, telah disalurkan beras sebanyak .... kg kepada ... RTS-PM dengan rincian sebagai berikut:

    No.Kelurahan/Desa Jumlah Kuantum Nilai BAST

    Keterangan/Kecamatan RTS-PM (Kg) (Rp.1.600/kg) Nomor

    Jumlah

    SATKER RASKIN

    CAMAT,1) DIVRE/SUBDIVRE/KANSILOG (Tanda Tangan dan Stempel) (Tanda Tangan)

    (Nama Terang) (Nama Terang)

    Catatan:1) atau pejabat yang mewakili/ditunjuk

    REKAPITULASI BERITA

    ACARA

    PELAKSANAAN

    PENYALURAN BERAS

    RASKIN

    MODEL MBA-0

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 50

    REKAPITULASI

    BERITA ACARA

    SERAH TERIMA

    PELAKSANAAN

    PENYALURAN

    RASKIN MODEL

    MBA-1

    MODEL

    MBA-1REKAPITULASI BERITA ACARA SERAH TERIMA

    PELAKSANAAN PENYALURAN RASKIN

    KABUPATEN/KOTA : ALOKASI BULAN : DISALURKAN BULAN : . 2015

    Berdasarkan Rekapitulasi Berita Acara Serah Terima Pelaksanaan Penyaluran Raskin di Kecamatan untuk alokasi bulan. 2015, telah disalurkan beras sebanyak ... Kg.,untuk ... RTS-PM, dengan rinciansebagai berikut:

    No. Kecamatan Jumlah Jumlah Jumlah Kuantum Nilai KeteranganKel/Desa TD RTS-PM (Kg) (Rp)

    1 2 3 4 5 6 7 8

    123456789

    10..

    J u m l a h .

    , 2015

    BUPATI/WALIKOTA *) DIVRE/SUBDIVRE/KANSILOG .KEPALA,

    (Tanda Tangan & Stempel) ( Tanda Tangan & Stempel)

    ( Nama Jelas ) ( Nama Jelas )

    Catatan:*) = atau pejabat yang mewakili atau ditunjuk.

  • 51 | Pedoman Raskin2015

    BERITA ACARAPENGECEKAN BERAS RASKIN

    Pada hari ini., tanggal. Berdasarkan Surat Permintaan Alokasi Bupati/Walikota

    .. No. .., kami yang bertandatangan di bawah ini :

    1 Nama : .. Jabatan :

    1) selanjutnya

    disebut PIHAK I,

    2 Nama : .. Jabatan :

    ..2) selanjutnya

    disebut PIHAK II,

    3 Nama : .. Jabatan :

    Kagud.. selanjutnya

    disebut PIHAK III.

    Dengan ini secara bersama-sama telah melaksanakan pengecekan kualitas dan kuantitas

    beras raskin secara visual untuk alokasi bulan .. tahun .. Kabupaten/Kota

    .. di Gudang Perum BULOG, dengan kondisi baik. Demikian Berita Acara ini dibuat

    untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    . , ..... 20.PIHAK III, PIHAK II, PIHAK I,

    (Tanda Tangan) (Tanda Tangan) (Tanda Tangan)

    (Nama Terang) (Nama Terang) (Nama Terang)

    Ket :1)Perwakilan Tim Koordinasi (Tikor) Raskin Kabupaten/Kota.

    2) Satker Raskin Perum BULOG.

    BERITA ACARA

    PENGECEKAN

    BERAS RASKIN

  • Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 52

    LAPORAN

    PELAKSANAAN

    PROGRAM RASKIN

    MODEL LT 0

    MODEL LT 0

    Nomor :

    Lampiran :

    Perihal : Laporan Pelaksanaan Program RaskinBulan . Tahun 2015

    Kepada Yth.:Ketua Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota ..di..

    Dengan ini disampaikan Laporan Pelaksanaan Program Raskin, bulan: ............., Tahun 2015, sebagai berikut:

    01. Sosialisasi : ....... (isinya laporan tentang pelaksanaansosialisasi Program Raskin yang meliputi wilayah, peserta,materi, dan permasalahan yang dijumpai di lapangan, sertapemecahannya)

    02. Penyaluran Beras :

    No. Desa/Kel

    Rencana Alokasi Realisasi

    s/dbln ini

    s/d s/dbln ini

    s/dbln lalu bln ini bln lalu bln ini

    1 2 3 4 5 6 7 8

    1234

    dstJ u m l a h

    03. Hasil Monev : Permasalahan dan Saran ...

    4. Hasil Pengelolaan/Penanganan Pengaduan :

    Demikian disampaikan mohon maklum dan terima kasih.

    , .. 2015

    Tim Koordinasi Raskin Kecamatan(Tanda tangan & Stempel)

    ( .. )

  • 53 | Pedoman Raskin 2015

    MODEL LT 1

    Nomor :

    Lampiran :

    Perihal : Laporan Pelaksanaan Program RaskinBulan . Tahun 2015

    Kepada Yth.:Ketua Tim Koordinasi Raskin Provinsi ..di..

    Dengan ini disampaikan Laporan Pelaksanaan Program Raskin, bulan: ............., Tahun 2015, sebagai berikut:

    01. Sosialisasi : ....... (isinya laporan tentang pelaksanaansosialisasi Program Raskin yang meliputi wilayah, peserta,materi, dan permasalahan yang dijumpai di lapangan, sertapemecahannya)

    02. Penyaluran Beras :

    No. Kecamatan

    Rencana Alokasi Realisasi

    sdbln ini

    sd sdbln ini

    sdbln lalu bln ini bln lalu bln ini

    1 2 3 4 5 6 7 81234

    dstJ u m l a h

    03. Hasil Monev : Permasalahan dan Saran ...

    4. Hasil Pengelolaan/Penanganan Pengaduan :

    , .. 2015 Tim Koordinasi Raskin Kab/Kota

    (Tanda tangan & Stempel)

    ( .. )

  • LAPORAN

    PELAKSANAAN

    PROGRAM RASKIN

    MODEL LT 1

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 54

    LAPORAN

    PELAKSANAAN

    PROGRAM RASKIN

    MODEL LT 2

    MODEL LT 2

    Nomor :

    Lampiran :

    Perihal : Laporan Pelaksanaan Program RaskinBulan . Tahun 2015

    Kepada Yth.:Ketua Tim Koordinasi Raskin Pusatdi..

    Dengan ini disampaikan Laporan Pelaksanaan Program Raskin, bulan: ............., Tahun 2015, sebagai berikut:

    01. Sosialisasi : ..... (isinya laporan tentang pelaksanaansosialisasi Program Raskin yang meliputi wilayah, peserta,materi, dan permasalahan yang dijumpai di lapangan, serta

    :pemecahannya)

    02. Penyaluran Beras

    Rencana Alokasi Realisasi

    No. Kabupaten/Kota s/dbln ini

    s/d s/dbln ini

    s/dbln lalu bln ini bln lalu bln ini

    1 2 3 4 5 6 7 8

    1234

    dstJ u m l a h

    03. Hasil Monev : Permasalahan dan Saran .

    04...

    Hasil Pengelolaan/Penanganan Pengaduan :

  • Demikian disampaikan mohon maklum dan terima kasih.

    , .. 2015

    Tim Koordinasi Raskin Provinsi(Tanda tangan & Stempel)

    ( .. )

    55 | Pedoman Raskin 2015

    STRATEGI KOMUNIKASI

    Strategi komunikasi adalah pendekatan secara keseluruhan yang diterapkan dalam menyosialisasikan Program Raskinkepada berbagai khalayak sasaran terkait. Komunikasi dan sosialisasi Program Raskin dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Raskinsecara berjenjang dan memerlukan perencanaan bersama antara K/L dan SKPD anggota Tim Koordinasi Raskin sertakerjasama dalam pelaksanaannya, sehingga dapat berjalan dengan efektif dan bersinergi

    1. Tujuan

    1. Menyebarluaskan informasi tentang kebijakan Program Raskin secara utuh dan komprehensif 2. Membangun kesadaran dan pemahaman para pemangku kepentingan bahwa Program Raskin merupakan

    program bersama yang menghendaki kepedulian, komitmen dan keterlibatan berbagai pihak.

    3. Membangun keberpihakan dan komitmen para pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaanProgram Raskin agar dapat mencapai tujuannya.

    2. Sasaran Sasaran strategi Komunikasi Program Raskin meliputi pemangku kepentingan yang bervariasi yang secara umum terdiridari masyarakat umum, penerima manfaat program (RTS-PM), instansi/ lembaga terkait pelaksanaan program (K/ L ditingkat pusat, atau SKPD di tingkat daerah yang terlibat dalam Tim Koordinasi Raskin), kelompok pendukung sertapemangku kepentingan lainnya (TKPK, DPRD, Lembaga Donor, TKSK, LSM dll).

    3. Metode

    1. Penyebaran informasi, merupakan penyampaian informasi secara masif dan intensif kepada seluruhkhalayak sasaran dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah membangunpemahaman yang tepat oleh khalayak sasaran tentang prinsip dasar, kebijakan dan mekanisme Program Raskin secarakeseluruhan, sehingga masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk berpartisipasi secara aktifmengawal pelaksanaan Program Raskin.

    2. Persuasi, pada prinsipnya terkait erat dengan tindakan penyebaran informasi sebagaimana diuraikan padabutir 1 di atas. Bedanya dalam kegiatan persuasi tujuan utama yang ingin dicapai adalah untuk membangunkeberpihakan, dukungan khalayak sasaran terhadap Program Raskin.

    3. Advokasi, dilakukan dengan tujuan membangun kepedulian dan komitmen para pemangku kebijakan

    ProgramRaskin.Dengandemikian,parapengambilkeputusan akanlebihmemahamipentingnyaProgramRaskindanmempunyaikomitmenuntukmemberikandukunganpenuhdalampelaksanaan danpengawasanProgramRaskin.

    4. Materi/Pesan Materi/pesanyangdisampaikanpadakomunikasidansosialisasiProgramRaskinadalahsebagaiberikut:

    1. SejarahProgram

  • Raskin

    2. Tujuan, manfaat dan sasaran Program Raskin 3. Pagu Raskin dan Kepesertaan Program Raskin 4. Aspek kelembagaan Program Raskin, terkait pembagian peran dan tanggung jawab antar lembaga di dalam

    Tim Koordinasi Raskin dsan di berbagai tingkatan (pusat dan daerah).

    5. Aspek perencanaan dan penganggaran Program Raskin

    STRATEGI

    KOMUNIKASI

    Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat | 56

    STRATEGI

    KOMUNIKASI

    6. Mekanisme pelaksanaan Program Raskin, termasuk di dalamnya mekanisme penyaluran beras Raskin 7. Indikator kinerja Program Raskin 8. Mekanisme pengaduan Program Raskin 9. Ajakan untuk ikut serta mendukung pelaksanaan Program Raskin

    E. Saluran /Media

    No. Saluran/ Media Komunikasi

    1 Komunikasi personal/kelompok (ceramah, diskusi di balai desa, khotbah di tempat ibadah,kunjungan pada tokoh masyarakat, sosialisasi oleh TKSK dan fasilitator program penanggulangankemiskinan lainnya).

    2 Pertemuan/rapat koordinasi, seminar, lokakarya 3 Materi cetak (leaflet, buklet, flyer, buku pedoman umum/juklak/juknis, ddvertorial di majalah,

    tabloid, koran)

    4 Media tradisional (pertunjukan wayang, lenong, atau bentuk kesenian lainnya sesuai kekhasandaerah masing-masing)

    5 Media penyiaran, berupa iklan layanan masyarakat , running text atau talkshow/dialog (televisi,radio nasional maupun radio komunitas)

  • 6 Medialuarruang(spanduk,baliho,poster)

    7 Mediabaru(mediainternet,situswebk/ldanpemda,mediasosial(facebook,twitter, dll)

    Monitoring/pemantauan perlu dilakukan setelah pelaksanaan sosialisasi untuk mengetahui apakah adapeningkatan kesadaran, pengetahuan dan pemahaman dari khalayak sasaran terhadap Program Raskin. Hasilpemantauan dapat menjadi masukan bagi penyusunan strategi sosialisasi selanjutnya.

    Dukungan pembiayaan sosialisasi Program Raskin dapat berasal dari APBN, APBD, lembaga donor dan daripartisipasi dunia usaha sebagai CSR. Pola pertanggungjawaban penggunaan anggaran mengacu pada peraturan danperundangan yang berlaku.

    57 | Pedoman Raskin 2015