Perencanaan Pelabuhan

  • View
    651

  • Download
    30

Embed Size (px)

DESCRIPTION

metode perencanaan pelabuhan

Transcript

T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 1 David Tindas03 0211 5 147 TUGAS A Merencanakanpelabuhanlautbaru,lokasipelabuhansesuaidenganpetatugas yaitu: Pelabuhan Laut KALONGAN yang terletak di Pantai Barat Salebabu. Pembangunanpelabuhanmemerlukanbiayayangsangatbesar.Karenaitu diperlukanperhitungandanpertimbanganyangmasakuntukmemutuskan pembangunan suatu pelabuhan. Keputusanpembangunansuatupelabuhanbiasanyadidasarkanpada pertimbangan: Pertimbangan ekonomi. Pertimbangan politik. Pertimbangan teknis. Ketigadasaritusalingberkaitan,tetapiyangpalingmenentukanadalah Pertimbangan ekonomi. Pembangunan pelabuhan secara ekonomis harus layak, artinya: penghasilan yang diperolehpelabuhanharusbisamenutupbiayainvestasidanoperasional,maupun biaya pemeliharaan pelabuhan untuk jangka waktu tertentu; serta untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa Iaktor yang perlu diperhatikan di dalam pembangunan suatu pelabuhan adalah: Kebutuhan akan pelabuhan dan pertimbangan ekonomi. 'olume perdagangan melalui laut. Adanyahubungandengandaerahpedalamanbaikmelaluidaratmaupun air. Kebutuhan akan pelabuhan timbul untuk memenuhi beberapa hal berikut: a. Pembangunanpelabuhanyangdidasarkanpadapertimbanganpolitik. Sebagaicontohadalahpelabuhanmiliteryangdiperlukanuntuk mendukung keamanan suatu negara. Pelabuhan sebagai pangkalanmiliter angkatan laut, misalnya pelabuhan Ujung di Surabaya. Demikian juga dengan pelabuhan perintis yang dibangun untuk membuka hubungan ekonomi dan sosial daerah yang terpencil. b. Pembangunansuatupelabuhandiperlukanuntukmelayaniatau meningkatkankegiatanekonomidaerahdibelakangnyadanuntuk menunjangkelancaranperdaganganantarpulaumaupunnegara(eksport danimport).Pelabuhaninibanyakmendukungperkembangankotadi dekatnya dan daerah belakang. T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 2 David Tindas03 0211 5 147 c. Pelabuhandibangununtukmendukungkelancaranproduksisuatu perusahaan/pabrik.Pelabuhaninimelayanipemasaran/pengirimanhasil produksi ataupun mendatangkan bahan baku pabrik tersebut. Contohnya: PelabuhanKualaTanjungmilikPTInalum(IndonesiaAsahan Aluminium)diSumateraUtara,sebagaiprasaranauntukmengimporbiji bauksitdanpemasaran/pengirimanaluminiumhasilproduksiperusahaan tersebut. Pelabuhan LNG Arun di Lhokseumawe Aceh. Pelabuhan Pupuk Iskandar Muda dan ASEAN di Lhokseumawe Aceh. MengingatsiIatnyasebagaipendukungdariproyekutama,maka pertimbangan ekonomis tidak seketat seperti dalam pelabuhan umum. Sebelummemulaipembangunanpelabuhanumumharusdilakukansurveidan studiuntukmengetahuivolumeperdaganganbaikpadasaatpembangunanmaupun di masa mendatang yang dapat diantisipasi dari daerah sekitar. 'olumeperdaganganinipentinguntukmenentukanlayaktidaknyapelabuhan tersebut dibangun, disamping juga untuk menentukan ukuran pelabuhan. Pada pelabuhan khusus, produksi dari suatu perusahaan biasanya telah diketahui, sehinga pelabuhan dapat direncanakan untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ketersediaanhubungandengandaerahpedalamanmerupakanpendukung utama di dalam menentukan lokasi pelabuhan. Kemajuan pelabuhan tersebut akan didukungolehadanyajalanrayayangbaik,jalankeretaapi,maupunjalanairyang menujukotapedalaman.Tanpaprasaranatersebutkeberadaanpelabuhantidakakan berarti bagi perkembangan daerah. Setelah beberapa studi di atas dilakukan, selanjutnya ditetapkan lokasi pelabuhan secara umum,Iungsi utama pelabuhan, danjenisserta volumebarangyang dilayani. Langkah berikutnya adalah membuat studi pendahuluan dan layout pelabuhan dalam persiapanuntukmembuatpenyelidikanlapanganyanglebihlengkapguna mengumpulkansemuainIormasiyangdiperlukandidalampembuatanperencanaan akhir pelabuhan. Beberapapenyelidikanyangperludilakukanadalah:surveihidrograIidan topograIi;penyelidikantanahdirencanalokasipemecahgelombang,dermaga,dan bangunan-bangunan pelabuhan lainnya; angin, arus, pasang surut dan gelombang.1 1 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal25-27. T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 3 David Tindas03 0211 5 147 1. Pemilihan Lokasi Pelabuhan Pemilihan lokasi untuk membangun pelabuhan meliputi daerah pantai dan daratan. Pemilihan lokasi tergantung pada beberapa Iaktor seperti: Kondisi tanah dan geologi. KeadaantopograIidaratandanbawahlautharusmemungkinkan untukmembangunsuatupelabuhandankemungkinanuntuk pengembangan di masa mendatang. Daerah daratan harus cukup luas untuk membangun suatu Iasilitas sepertidermaga,jalan,gudangdanjugadaerahindustri.Apabila daerahdaratansempitmakapantaiharuscukupluasdandangkal untukmemungkinkanperluasandaratandenganmelakukan penimbunan/reklamasi pantai tersebut. Daerahyangdigunakanuntukperairanpelabuhanharus mempunyaikedalamanyangcukupsehinggakapal-kapalbisa masuk ke pelabuhan. Kondisigeologijugaperluditelitimengenaisulittidaknya melakukanpengerukandaerahperairandankemunkinan menggunakanhasilpengerukantersebutuntukmenimbuntempat lain. Kedalaman dan luas daerah perairan. Tinjauandaerahperairanmenyangkutluasperairanyang diperlukanuntukalurpelayaran,kolamputar(turningbasin), penambatandantempatberlabuh,dankemungkinan pengembangan pelabuhan di masa mendatang. Perlindunganpelabuhanterhadapgelombang,arusdan sedimentasi. Daerahdaratanyangcukupluasuntukmenampungbarangyang akan dibongkar muat. alan-jalan untuk transportasi. Daerah industri yang ada di belakangnya. TetapibiasanyaIaktor-Iaktortersebuttidakbisasemuanyaterpenuhi, sehingga diperlukan suatu kompromi untuk mendapatkan hasil optimal. Selain Iaktor di atas penentuan lokasi pelabuhan juga dipengaruhi oleh: 1) Biayapembangunandanperawatanbangunan-bangunanpelabuhan, termasuk pengerukan pertama yang harus dilakukan. T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 4 David Tindas03 0211 5 147 2) Biaya operasi dan pemeliharaan, terutama pengerukan endapan di alur dan kolam pelabuhan.2 Pengerukan untuk mendapatkan kedalamanyang cukup bagi pelayaran di daerahperairanpelabuhanmemerlukanbiayayangcukupbesar.Pengerukan selama perawatan harus sesedikit mungkin. Karena itu pelabuhan harus dibuat sedemikian rupa sehingga sedimentasi yang terjadi harus sedikit mungkin dan kalau bisa tidak ada sedimentasi.3 Pelabuhanyangdibangunharusmudahdilaluikapal-kapalyangakan menggunakannya. KapalyangberlayardipengaruhiolehIaktor-Iaktoralamsepertiangin, gelombang dan arus yang dapat menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada badankapal.Faktortersebutsemakinbesarapabilapelabuhanterletakdi pantaiyangterbukakelaut,sebaliknyapengaruhnyaberkurangpada pelabuhan yang terletak di daerah yang terlindung secara alam. Padaumumnyaangindanarusmempunyaiarahyangdominan. Diharapkanbahwakapal-kapalyangsedangmemasukipelabuhantidak mengalamidoronganaruspadaarahtegaklurussisikapal.Demikianjuga, sedapatmungkinkapal-kapalharusmemasukipelabuhanpadaarahsejajar dengan arah angin dominan Perhitunganpasangsurutpentingdalammenentukandimensi bangunansepertipemecahgelombang,dermaga,pelampungpenambat, kedalaman alur pelayaran dan perairan pelabuhan dan sebagainya. Elevasi puncak bangunandidasarkan pada elevasi muka air pasang. Kedalaman alur dan perairan pelabuhan berdasar pada muka air surut. Elevasimukaairrencanaditetapkanberdasarpengukuranpasangsurut dalam periode waktu yang panjang. Gelombangyangmenyerangbangunanpantaiakanmenimbulkangaya-gayayangbekerjapadabangunantersebut.Selainitugelombangjugaakan berpengaruh pada ketenangan di perairan pelabuhan.4 2 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal30. 3 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal32-33. 4 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal43. T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 5 David Tindas03 0211 5 147 1.1.Perhitungan Angin Anginadalahsirkulasiudarayangkuranglebihsejajardengan permukaan bumi. Gerakan udara inidisebabkan oleh perubahan temperatur atmosIer.Padawaktuudaradipanasi,rapatmassanyaberkurang,yang berakibatnaiknyaudaratersebutyangkemudiandigantiolehudarayang lebih dingin disekitarnya. PerubahantemperaturdiatmosIerdisebabkanolehperbedaan penyerapan panas oleh tanah dan air, atau perbedaan panas di gunung dan lembah,atauperbedaanyangdisebabkanolehsiangdanmalam,atau perbedaan suhu pada belahan bumi bagian utara dan slatan karena adanya perbedaan musim dingin dan panas. Daratanlebihcepatmenerimapanasdaripadaair(laut)dan sebaliknyadaratanlebihcepatmelepaskanpanas.Olehkarenaitupada waktusiangharidaratanlebihpanasdaripadalaut.Udaradiatasdaratan akannaikdandigantiolehudaradarilaut,sehinggaterjadianginlaut. Sebaliknya,padamalamharidaratanlebihdingindaripadalaut,udaradi atas laut akan diganti oleh udara dari daratan sehingga terjadi angin darat. Indonesiamengalamianginmusim,yaituanginyangberhembus secaramantapdalamsatuarahdalamperiodedalamsatutahun.Pada periodeyanglainanginberlawanandengananginpadaperiode sebelumnya.5 Sepertiyangkitaketahuibahwaperencanaanpelabuhanharus memperhatikanberbagaiIaktoryangakanberpengaruhpadabangunan-bangunanpelabuhandankapal-kapalyangberlabuh.TigaIaktoryang harus diperhitungkan yaitu angin, pasang surut dan gelombang. Pengetahuantentanganginsangatpentingkarenaangin menimbulkan arus dan gelombang; dan angin menimbulkan tekanan pada kapal dan bangunan pelabuhan.6 Kecepatan angin di ukur dengan anemometer. Apabilatidaktersediaanemometer,kecepatanangindapat diperkirakanberdasarkeadaanlingkungandenganmenggunakkanskala BeauIort.7 5 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal44. 6 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal43. 7 Bambang Triatmodjo. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta: Beta OIIset. Hal46. T u g a s P e r e n c a n a a n P e l a b u h a n, 6 David Tindas03 0211 5 147 Tabel 1.1 Skala Beaufort Kecepatan angin biasanya dinyatakan dalam knot. 1 knot adalah panjang 1 menit garis bujur melalui khatulistiwa yang ditempuh dalam 1 jam. 1 knot 1,825 km/jam.8 Arah angin diukur terhadap arah utara (0o)9 Didalamperamalangelombangdiperlukankecepatanangin dan durasinya.10 Dalamtugasinidataangintidakdiberikan,sehinggauntuk mempermudahperhitungan-