PUSTAKA TAKSONOMI TUMBUHAN

  • View
    194

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teks

Text of PUSTAKA TAKSONOMI TUMBUHAN

PUSTAKA TAKSONOMI TUMBUHAN

Dari peninggalan-peninggalan sejarah telah diketahui, bahwa sejak ribuan tahun yang lalu manusia telah menunjukkan kegiatan-kegiatan yang dapat dikualifikasikan sebagai lingkup taksonomi tumbuhan, yaitu identifikasi dan klasifikasi. Seperti telah disebutkan terdahulu, bangsa Cina di Asia Timur, bangsa Mesir di lembah Sungai Nil di Afrika, bangsa Asiria di lembah Sungai Efrat dan Tigris di Asia Depan, dan bangsa Indian di Amerika, telah mengenal berbagai jenis tumbuhan yang telah mereka klasifikasikan pula menurut kegunaannya sebagai tumbuhan penghasil bahan pangan, penghasil bahan sandang, penghasil bahan obat, dan seterusnya.Walaupun demikian, bukti-bukti kegiatan dalam bidang taksonomi tumbuhan yang berupa karya tulis, yang dapat dikualifikasikan sebagai Pustaka Takonomi Tumbuhan, baru diketahui kira-kira sejak abad ke-4 sebelum Masehi, yaitu dari karya Theophrastes, yang berjudul Historia Plantarum. Sejalan dengan perkembangan waktu dan sejarah serta kemajuan bangsa-bangsa, terutama bangsa-bangsa yang mendiami daerah-daerah sekitar Laut Tengah, seperti bangsa-bangsa Yunani, Romawi, Arab, dan bangsa-bangsa Eropa, lahirlah kemudian berbagai karya tulis dalam bidang taksonomi tumbuhan, baik murni maupun terapan, terutama untuk mendampingi derap kemajuan dalam ilmu pengobatan. Dalam abad-abad permulaan setelah Masehi banyak tulisan-tulisan tentang tumbuhan yang ditekankan pada manfaatnya sebagai penghasil bahan obat.Sejak Theophrastes hingga sekarang, grafik perkembangan pustaka taksonomi tumbuhan tidak menunjukkan garis menanjak yang bersifat proporsional. Abad-abad dari permulaan setelah Masehi sampai menjelang abad pertengahan tidak banyak melahirkan penerbitan karya-karya tulis dalam bidang ini. Baru setelah abad pertengahan tampak adanya peningkatan dalam penulisan dan penerbitan karya-karya di bidang taksonomi, namun rasanya sulit untuk mengatakan bagaimana presisnya-garnbaran perkembangan itu, apakah terus menanjak, tetap, atau menurun, karena mengenai hal itu tidak mudah untuk menentukan apakah yang harus dijadilkan tolok ukurnya. Yang jelas adalah bahwa penerbitan karya-karya tulis di bidang taksonomi tidak lagi menjadi monorpoli orang-orang Barat, tetapi di negara-negara yang sedang berkembang pun ada lembaga-lembaga yang stafnya khusus menangani masalah-masalah taksonomi tumbuhan, dan mempunyai pula organ atau penerbitan untuk menyalurkan hasil-hasil karya tulis taksonomi tumbuhan yang digeluti stafnya untuk diserahkan kepada khalayak ramai, sekurang-kurangnya bagi masyarakat ilmiah. Sejak zaman penjajahan oleh Belanda, di Indonesia telah ada Herbarium Bogor, yang menerbitkan Bulletin du Jardin Botanique yang kemudian nama organ itu diubah menjadi Bulletin of the Botanic Garden dan selanjutnya diberi nama Reinwardtia (diambil dari nama Prof. Dr. C.G.C. Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor) sampai sekarang. Organ inilah yang menjadi penyalur hasil.hasil karya tulis ilmiah dalam bidang taksonomi, yang di Indonesia kegiatan itu berpusat di Bogor, kendati adanya perubahan status yang harus dialami oleh lembaga yang bersangkutan.Dilihat dari segi materi yang dimuat dalam karya-karya tulis dalam bidang taksonomi tumbuhan, pustaka taksonomi tumbuhan dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu:I. flora,II. monografi,III. lain-lain (indeks, berkala, dan seterusnya).

I. FLORAKata flora berasal dari bahasa latin flos yang berarti bunga. Dalam ilmu tumbuhan kata flora mengalami pergeseran arti dan pada waktu sekarang ini kata flora dapat digunakan untuk mengungkap tidak kurang dari tiga makna, yaitu:1. Kekayaan berupa jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di suatu tempat atau wilayah, dari lingkungan yang kecil sampai sangat luas, sehingga orang dapat berbicara tentang flora halaman sekolah, flora daerah pantai, flora daerah pegunungan, flora sebuah pulau, flora dalam suatu Negara, benua, sampai flora dibumi ini. Jadi,dapat disimpulkan bahwa flora memiliki arti jenis-jenis tumbuhan apa saja yang terdapat disuatu tempat. Dalam menyebut flora suatu tempat, seringkali terdapat batasan dalam arti bahwa yang dimaksud hanyalah jenis-jenis tumbuhan dari golongan taksonomi tertentu, Contohnya flora lumut disekitar bogor dan flora paku-pakuan di p.jawa. ini berarti bahwa dari kedua tempat itu tidak disebut seluruh jenis tumbuhan yang ada, tetapi dibatasi pada jenis-jenis tumbuhan yang tergolong dalam lumut (Bryophyta) dan paku-pakuan (Pteridophyta) saja. Pembatasan itu dapat pula dilakukan terhadap jenis-jenis tumbuhan kategori tertentu, contohnya flora gulma dipersawahan di Indonesia dan flora gulma di lahan tebu. Di sini kekayaan jenis tumbuhan yang diungkapkan dari masing0masing tempat atau lingkungan hanyalah jenis-jenis tumbuhan yang memenuhi kualifikasi sebagai gulma. Untuk menunjukkan adanya pembatasan-pembatasan yang lain, kata flora sering pula ditambahkan dengan kata yang lain, contohnya flora untuk sekolah-sekolah diindonesia dan flora saku untuk daerah pertanian dijawa. Dalam contoh-contoh yang disebut kata untuk sekolah dan kata saku menunjukkan pembatasan dalam materi dan format flora yang dibahas dan diuraikan.2. Buku (karya tulis, publikasi dalam bentuk apapun) yang memuat uraian berisi informasi tentang segala hal yang telah diketahui mengenai semua jenis tumbuhan yang terdapat di suatu tempata atau wilayah. Selain candra atau deskribsi botanic yang m erupakan bagian utama isi flora, dari masing-masing Janis tumbuhan yang termuat dalam suatu flora terdapat pula data taksonomi (nama ilmiah dan klasifikasi) serta berbagai data lain yang telah diketahui dari jenis itu, antara lain data fitogeografi dan ekologi, misalnya distribusi, habitat, cara tumbuh, bentuk pertumbuhan, musim berbunga, dan seterusnya.3. Flora mikro. Flora kadang-kadang dipakai pula untuk microflorayaitu jenis-jenis mikroba yang terdapat dalam suatu organ pada tubuh hewan atau manusia, misalnya flora dalam mulut, lambung, usus, dan seterusnyaKarya-karya tulis dalam bidang taksonomi yang berupa flora lazimnya disertai dengan kunci identifikasi yang memungkinkan para pembaca atau pemakai flora itu untuk mengidentifikasi tumbuh-tumbuhan yang dimuat atau diuraikan dalam karya tulis itu.Berikut diberikan contoh-contoh berbagai karya tulis yang dapat dikualifikasikan sebagai flora.Flora yang terbit sebelum permulaan tanggal berlakunya tatanama tumbuhan yang diakui, yaitu sebelum 1 Mei 1753.Semua karya tulis dalam bidang taksonomi yang terbit sebelum 1 Mei 1753 pada umumnya ditulis dalam bahasa kuno, biasanya dalam bahasa Latin. Bagi para ahli taksonomi masa sekarang karya-karya itu terutama penting dilihat dari segi sejarah. Untuk.memperoleh pengerahuan mengenai kekayaan jenis-jenis tumbuhan menurut kenyataan sekarang, praktis buku-buku flora itu dapat dikatakan tidak bernilai lagi.Contoh-contoh flora dari masa sebelum 1 Mei 1753 itu antara lain adalah:Theophrastos (abad ke-4-3 sebelum Masehi). Historia plantarum. Buku ini hanya memuat kira-kira 480 jenis tumbuhan yang dikenal sampai waktu itu, tentu saja adalah tumbuh-tumbuhan yang terdapat di wilayah Yunani.Dioscorides (abad pertama setelah Masehi). Peri hules intrikes logol hex (Enarn buku tentang obat-obatan). Buku ini tidak murni memuat data flora suatu tempat atau wilayah, tetapi lebih banyak berisi data mengenai penggunaan tumbuhan bagi kepentingan pengobatan. Namun demikian dalam karya itu Dioscorides telah menekankan betapa pentingnya candra untuk keperluan pengenalan (identifikasi).Caesalpino, A. (1582). De plantis libri. Oleh Caesalpino dibedakan dalam pohon-pohonan dan terna yang selanjumya dikelompokkan lagi atas dasar susunan buah dan bijinya.Bauhin, C. (1623). Pinax Theari Botanici. Karya ini memuat sekitar 6.000 jenis tumbuhan dengan nama-nama dan sinonimnya.Ray, J. (1703). Methodus plantarum. Karya Ray ini memuat sekitar 18.000 jenis tumbuhan yang diktasifikasikan menurut habitus, struktur, buah, dan selanjutnya sifat-sifat bunga dari daun.Dalam periode sampai menjelang l Mei 1753 sesungguhnya telah banyak karya-karya dalam bidang taksonomi tumbuhan yang diterbitkan, namun sebagian, bila bukan sebagian besar, lebih banyak berisi informasi mengenai kegunaan tumbuhan atau hal-hal lain yang bersifat terapan. selain itu tidak mudah untuk membedakan yang mana yang benar-benar dapat diklasifikasikan sebagai suatu flora, dan bukan karya lain.Contoh-contoh flora dari periode sejak 1 Mei 1753 hingga sekarang antara lain adalah:A. Yang dapat dikualifikasikan sebagai flora dunia.Linnaeus, C. (1753). Species Plantarum. Dalam karya ini untuk nama tumbuhan telah diterapkan secara konsisten sistem tatanama untuk takson jenis, yang kita kenal sebagai sistem nama biner atau binomial.Adanson, M. (1763). Familles des Plantes, dua jilid. Karya ini memuat deskripsi golongan-golongan tumbuhan di seluruh dunia yang sekarang dapat dianggap ekivalen dengan bangsa (ordo) dan suku (familia).de Jussieu, A.L. (1789). Genera Plantarum. Dalam karya ini terutama ditekankan pada penggolongan tumbuhan bunga dalam lima kelas. Kelas yang masing-masing dibagi dalam seratus bangsa (yang menurut klasifikasi modern banyak di antaranya disamakan suku menurut konsep sekarang), namun yang pada waktu itu oleh de Jussieu masing-masing, telah diberi nama dan candra yang jelas.Baillon, H. (1867-1895). Histoire des Plantes. Karya yang terdiri atas 13 jilid ini ditulis dalam bahasa Perancis dan merupakan karya yang komprehensif, memuat semua suku dan marga semua tumbuhan vascular (Vasophyta = tumbuhan yang mempunyai berkas pengangkutan). Untuk 8 jilid yang pertama terdapat terjemahannya dalam bahasa Inggris.de Candolle, A.P., A. de Candolle, C. de Candolle (1824-1878). Prodromus Sistematis Naturalis Regni Vegetabilis. 17 jilid. Sebuah karya monumental dalam bahasa Latin, yang ditulis oleh tiga generasi de Candolle (ayah, anak, dan crrcu), yang memuat semua jenis tumbuhan biji dari seluruh dunia. Tanpa kunci identifikasi.Bentham, G. & J.D. Hooker (1862-1883). Genera Plantar

Search related