Click here to load reader

Laporan Taksonomi Tumbuhan Koleksi Dan Identifikasi Tumbuhan

  • View
    970

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Laporan Taksonomi Tumbuhan Koleksi Dan Identifikasi Tumbuhan

BAB I PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANGDalam mempelajari keanekaragaman tumbuhan diperlukan obyek studi yang berupa material tumbuhan yang biasa disebut dengan specimen. Specimen tumbuhan dapat berupa tumbuhan hidup atau tumbuhan yang telah diawetkan atau disebut dengan herbarium. Untuk mendapatkan koleksi specimen gtersebutbiasanya dilakukan koleksi tumbuhan dilapangan. Meskipun identifikasi tumbuhan bias langsung dilakukan saat dilapangan, namun untuk pengamatan lebih lanjut tetap diperlukan material tumbuhan yang diawetka. Identifikasi tumbuhan merupakan suatu tahapan yang tidak dapat dilewatkan untuk bias mempelajari tumbuhan.

II. TUJUAN1.1 Untuk mengidentifikasi tanaman semak dan herba yang ada di Gonoharjo.

III. TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Identifikasi dan Koleksi TumbuhanIdentifikasi berasal dari kata identik yang artinya sama atau serupa dengan, dan untuk ini dapat terlepas dari nama latin. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan nama yang benar dan tempatnya yang tepat dalam klasifikasi. Tumbuhan yang akan diidentifikasi, mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengehtahuan. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti semua aturan yang ada dalam KITT. Untuk mengidentifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengehtahuaan, memerlukan sarana antara lain bantuan dari orang lain, spesimen, herbarium, buku-buku flora, dan monografi kunci identifikasi serta lembar identifikasi jenis.Melakukan identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas suatu tumbuhan, yang dalam hal ini tidak lain daripada menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Tumbuhan yang ada di bumi ini beraneka ragam dan besar jumlahnya itu, tentu ada yang telah dikenal dan ada pula yang tidak dikenal. Orang yang akan mengidentifikasikan suatu tumbuhan selalu menghadapi dua kemungkinan:a. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan itu belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, jadi belum ada nama ilmiahnya, juga belum ditentukan tumbuhan itu berturu-turut dimasukkan kedalam kategori yang sama. b. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan itu sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, sudah ditentukan nama dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Identifikasi tumbuhan selalu didasarkan atas spesimen yang riil, baik spesimen yang masih hidup maupun yang telah diawetkan, biasanya dengan cara dikeringkan atau dalam bejana yang berisi cairan pengawet, misalnya alkohol atau formalin. Oleh pelaku identifikasi spesimen yang belum dikenal itu melalui studi yang saksama kemudian dibuatkan deskripsinya disamping gambar-gambar terinci mengenai bagian-bagian tumbuhan yang memuat ciri-ciri diagnostiknya. Identifikasi tumbuhan yang tidak kita kenal,tetapi telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan,pada waktu ini tersedia beberapa sarana, antara lain :1. Menanyakan identitas tumbuhan yang tidak kita kenal kepada seorang yang kita anggap ahli.1. Mencocokkan dengan spesimen herbarium yang telah diidentifikasikan.1. Mencocokkan dengan candra dan gambar-gambar yang ada dalam buku-buku flora.1. Menggunakan kunci identifikasi dalam identifikasi tumbuhan.1. Menggunakan lembar Identifikasi Jenis.Kunci determinasi digunakan untuk mencari nama tumbuhan atau hewan yang belum diketahui. Kunci determinasi yang baik adalah kunci yang dapat digunakan dengan mudah, cepat serta hasil yang diperoleh tepat. Pada umumnya kunci disusun secara menggarpu (dikotom). Untuk identifikasi tumbuhan yang tidak kita kenal tetapi telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, dapat dilakukan dengan cara :1. Menanyakan identitas tumbuhan tersebut kepada seseorang yang kita anggap ahli dan kita perkirakan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan kita.1. Mencocokkan dengan spesimen herbarium yang telah diidentifikasikan.1. Mencocokkan dengan candra dan gambar-gambar yang ada dalam buku-buku flora atau monografi.1. Menggunakan kunci identifikasi dalam identifikasi tumbuhan.1. Menggunakan Lembar Identufikasi Jenis (Species Identification Sheet).memperbandingkan atau mempersamakan ciri-ciri tumbuhan tadi dengan dengan ciri-ciri tumbuhan yang lain yang sudah dikenal identitasnya. Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan jalan :1) IngatanApabila kita sudah banyak mengenal tumbuh-tumbuhan, dan kita mendapatkan tumbuhan atau ingin mendeterminasikan, kita tinggal mengingat kembali identitas tumbuhan tersebut.2) Bantuan orangPendeterminasian tumbuhan dapat dilaksanakan dengan meminta bantuan ahli-ahli botani sistematika, atau siapa saja yang bisa memberikan pertolongan.3) Spesimen acuanPendeterminasian suatu jenis tumbuhan dilakukan dengan membandingkan secara langsung dengan spesimen acuan yang biasanya diberi etiket bertuliskan namanya. Spesimen tadi dapat berupa tumbuhan hidup misalnya koleksi tumbuhan yang ditanam dikebun botani, kebun raya. Akan tetapi spesimen acuan yang biasa dipakai dalam mendeterminiasi ialah koleksi kering atau herbarium.4) PustakaCara lain untuk mengadakan pendeterminasian ialah dengan membandingkan atau mencocokkan ciri-ciri tumbuhan yang akan dideterminasi itu dengan pertelaan-pertelaan serta gambat-gambar yang ada dalam pustaka. pertelaan-pertelaan-pertelaan serta gambar-gambar yang ada5)Komputer atau kunci determinasiKomputer atau kunci determinasi dapat membantu kita dalam pendeterminasian tumbuhan,dengan catatan kita menguasai morfologi tumbuhan.1. Kunci DeterminasiPenggunaan kunci determinasi merupakan jalan yang paling sering dipakai orang dalam medeterminasi tumbuhan terutama oleh mereka yang tidak mempunyai spesimen acuan yang cukup. Pendeterminasian dengan bantuan kunci harus dilakukan secara bertahap, sebabsetiap kunci determinasi itu mempunyai batas kemampuan sendiri-sendiri. Ada kunci yang hanya sampai ordo saja, sampai suku, sampai family,atau sampai jenis dan seterusnya.3 Macam kunci determinasi:1. Kunci perbandinganDalam kunci perbandingan maka semua takson tumbuhan yang dicakup dan segala ciri utamanya dicantumkan.dan yang termasuk kunci perbandingan antara lain:1. Table1. Kartu berlubang1. Kunci leenhouts1. Kunci analisisBentuk ini merupakan yang paling umum dipakai dalam pustaka.kunci analisis sering disebut kunci dikotomi.Berdasarkan cara penempatan bait-bait kunci analisi dibedakan dalam dua bentuk:1. Bentuk kunci bertakik1. Bentuk kunci paralelPada kunci bertakik maka penuntun-penuntun yang sebait ditakikkan pada tempat tertentu dari pinggir,tetapi letaknya berjauhan. Diantara kedua penuntun itu ditempatkan bait-bait takson tumbuhan dengan ditakikkan lebih ketengah lagi dari pinggir-pinggir yang mempunyai ciri penuntun pertama, jauh dengan penuntun-penuntun yang dipisahkan berjauhan. Dengan demikian maka unsur-unsur takson yang mempunyai ciri yang sama jadi bersatu sehingga bisa terlihat sekaligus.Penuntun-penuntun kunci paralel yang sebait ditempatkan secara berurutan dan semua baitnya disusun seperti gurindam atau sajak. Diakhiri seetiap penuntun diberikan nomor bait yang harus diikuti dan demikian seterusnya sehingga akhirnya diperoleh nama takson tumbuhan yang dicari.

3.2 HerbariumHerbarium berasal dari kata hortus dan botanicus, artinya kebun botani yang dikeringkan. Secara sederhana yang dimaksud herbarium adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun berdasarkan sistim klasifikasi.Herbarium merupakan karya referensi tiga dimensi, herbarium bukan hanya untuk mendefinisikan suatu pohon, namun segala sesuatu dari pohon. Mereka memegang bagian yang sebenarnya dari bagian mereka itu. Nama latin untuk koleksi ini ataupun Herbarium adalah Siccus Hortus, yang secara harfiah berarti taman kering, dan setiap specimen menekan yang terpasang pada selembar kertas yang diulisi dengan apa tanaman yang dikumpulkan itu, kapan dan dimana ditemukannya.Menurut jenisnya, herbarium dibedakan menjadi :1. Herbarium BasahSetelah material herbarium diberi label gantung dan dirapikan, kemudian dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Satu lipatan kertas koran untuk satu specimen (contoh). Tidak benar digabungkan beberapa specimen di dalam satu lipatan kertas. Selanjutnya, lipatan kertas koran berisi material herbarium tersebut ditumpuk satu diatas lainnya. Tebal tumpukan disesuaikan dengan dengan daya muat kantong plastik (40 60) yang akan digunakan. Tumpukkan tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik dan disiram alcohol 70 % atau spiritus hingga seluruh bagian tumbukan tersiram secara merata, kemudian kantong plastic ditutup rapat dengan isolatip atau hekter supaya alcohol atau spiritus tidak menguap keluar dari kantong plastic.1. Herbarium KeringCara kering menggunakan dua macam proses yaitu:1. Pengeringan langsung, yakni tumpukan material herbarium yang tidak terlalu tebal di pres di dalam sasak, kemudian dikeringkan diatas tungku pengeringan dengan panas yang diatur di dalam oven. Pengeringan harus segera dilakukan karena jika terlambat akan mengakibatkan material herbarium rontok daunnya dan cepat menjadi busuk.

1. Pengeringan bertahap, yakni material herbarium dicelup terlebih dahulu di dalam air mendidih selama 3 menit, kemudian dirapikan lalu dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Selanjutnya, ditempuk dan dipres, dijemur atau dikeringkan di atas tungku pengeringan. Selama proses pengeringan material herbarium itu harus sering diperiksa dan diupayakan agar pengeringan nya merata. Setelah kering, material herbarium dirapikan kembali dan kertas koran bekas pengeringan tadi diganti dengan kertas baru. Kemudian material herbarium dapat dikemas untuk diidentifikasi.

a) Cara MengoleksiCara koleksi tumbuhan-tumbuhan yang memiliki perawakan kecil seperti herba atau semak dapat dikoleksi secara menyeluh. Sedangkan cara mengoleksi pohon-pohon yang tinggi, liana dan epifit yakni dengan mengumpulkan apa saja yang dimiliki oleh tanaman tersebut yang diseleksi tanpa merusak tanaman tersebut. Pada pengoleksian idealnya harus berisi semua bagian tanaman seperti akar, batang, daun, buah, biji dan sebagainya.Dalam peng

Search related