of 25/25
SKRIPSI FAUTINU HUSNUNIYAH UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH MUDA DAN AKAR PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013

SKRIPSI - eprints.umm.ac.ideprints.umm.ac.id/28144/1/jiptummpp-gdl-fautinuhus-33650-1-pendahul-n.pdfmembantu jalannya ujian skripsi sehingga kami bisa melaksanakan ujian skripsi dengan

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SKRIPSI -...

  • SKRIPSI

    FAUTINU HUSNUNIYAH

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK

    ETANOL BUAH MUDA DAN AKAR PEPAYA

    (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN

    BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    PROGRAM STUDI FARMASI

    FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2013

  • ii

    Lembar Pengesahan

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL

    BUAH MUDA DAN AKAR PEPAYA (Carica pepaya L.)

    TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI

    Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    SKRIPSI

    Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada

    Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

    Universitas Muhammadiyah Malang

    2013

    Oleh:

    FAUTINU HUSNUNIYAH

    NIM : 09040094

    Disetujui Oleh:

    Pembimbing I Pembimbing II

    Drs. Herra Studiawan, M.S., Apt. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si.,M.P.

    NIP. 195703101986011001 NIP. UMM 11309070469

  • iii

    Lembar Pengujian

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL

    BUAH MUDA DAN AKAR PEPAYA (Carica pepaya L.)

    TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI

    Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    SKRIPSI

    Telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji

    pada tanggal 17 Juli 2013

    Oleh:

    FAUTINU HUSNUNIYAH

    NIM : 09040094

    Tim Penguji:

    Penguji I Penguji II

    Drs. Herra Studiawan, M.S., Apt. Ahmad Shobrun Jamil S.Si.,M.P.

    NIP. 195703101986011001 NIP. UMM 11309070469

    Penguji III Penguji IV

    Drs. H. Achmad Inoni, Apt. Annisa F.M., S.Farm.,M.Sc.,Apt.

    NIP. 0020124205 NIDN. 0707098603

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas

    segala rahmat, hidayah serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

    penulisan skripsi yang berjudul “Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol

    Buah Muda Dan Akar Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan

    Salmonella thypi Secara In Vitro” untuk memenuhi salah satu persyaratan

    akademik dalam menyelesaikan Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

    Universitas Muhammadiyah Malang.

    Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari berbagai

    hambatan dan kesulitan. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai

    pihak, penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Untuk itu penulis ingin

    mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

    1. Allah SWT, Tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, nikmat dan

    hidayah-Nya kepada kita semua; Rosulullah SAW, yang sudah menuntun kita

    menuju jalan yang lurus.

    2. Ibu Tri Lestari Handayani, M.Kep., Sp.Mat. selaku Dekan Fakultas Ilmu

    Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan

    penulis kesempatan belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

    Muhammadiyah Malang.

    3. Ibu Dra. Uswatun Chasanah, M. Kes., Apt. selaku Ketua Program Studi

    Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang

    telah memberi motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi

    Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

    4. Bapak Drs. Herra Studiawan, M.S., Apt. dan Bapak Ahmad Shobrun Jamil,

    S.Si., M.P. selaku dosen pembimbing yang penuh kesabaran berkenan

    membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan penulisan

    skripsi ini.

    5. Bapak Drs. H. Achmad Inoni, Apt. dan Ibu Annisa Farida Muti, S.Farm.,

    M.Sc., Apt. selaku dosen penguji atas kritik dan saran yang diberikan kepada

    penulis untuk menjadikan skripsi ini lebih baik.

  • v

    6. Ibu Sovia Aprina Basuki S.Farm., M.Si., Apt. selaku kepala Laboratorium

    Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah

    memberikan izin kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan

    penelitian dengan lancar.

    7. Ibu Siti Rofida, S.Si., M.Farm., Apt. selaku dosen wali saya, terimaksih atas

    bimbingannya selama ini serta bantuan dan dukungannya.

    8. Untuk semua Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah

    memberikan waktunya untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat

    bermanfaat, terutama Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm.,Apt. yang telah

    membantu jalannya ujian skripsi sehingga kami bisa melaksanakan ujian

    skripsi dengan baik.

    9. Para laboran Laboratorium Program Studi Farmasi dan Laboratorium

    Biomedik Mas Ferdi, Mbak Susi, Mbak Fat, Pak Joko serta para staf TU atas

    segala bantuan selama penelitian.

    10. Kedua orang tuaku tercinta. Bapak H. A. Sugianto dan Ibu Hj. Masfufah yang

    tidak terkira jasanya dalam mendidik penulis dari kecil hingga dewasa dengan

    penuh kasih sayang, doa yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan anak-

    anaknya, serta dukungan dan semangat yang tidak pernah berhenti diberikan

    kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studinya dengan baik.

    11. Ananda Fariham Masula yang senantiasa mendukung, membantu dan

    mendoakan penulis dalam penyusunan skripsi ini.

    12. Sahabat, teman seperjuanganku Desta, Lis, Lela, Hendra, Cece, Tami, Rere,

    Dewi, Iva, Devi terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama ini.

    Terima kasih untuk hari – hari yang menyenangkan dan kerja samanya

    sehingga skripsi ini dapat terwujud.

    13. Teman-teman Farmasi angkatan 2009 atas motivasi dan semangat yang

    diberikan pada penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

    14. Teman-teman seperjuanganku (Dewi, Cunis, Inge, Yuli, Rina, Vera), adek-

    adekku Nunung dan Nabila, mbak-mbakku (mbak Mega, mbak Eva, mbak

    Anggis) di Kos Fajar Ilmu. Terima kasih atas bantuan, dukungan dan rasa

    kekeluargaan yang terjalin selama ini.

  • vi

    15. Sahabat, teman dan keluargaku R. Anggia Listyaningrum yang selama ini

    selalu memberi semangat dan juga dukungan kepada penulis.

    16. Serta semua pihak baik dari dalam maupun luar yang telah membantu

    sehingga terselesaikannya skripsi ini, penulis mohon maaf dan terimakasih

    sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tidak luput dari bantuan dan doa

    yang telah kalian semua berikan.

    Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penyusunan

    tugas akhir ini, sehingga penulis sangat mengharapkan masukan dari berbagai

    pihak. Semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan

    pembaca, berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta dapat bermanfaat

    bagi semua pihak.

    Malang, Juli 2013

    Fautinu Husnuniyah

  • vii

    RINGKASAN

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH MUDA

    DAN AKAR PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN

    BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    Infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar termasuk di

    Indonesia. Demam tifoid adalah salah satu infeksi sistemik yang sering

    ditimbulkan oleh bakteri Salmonella typhi. Insiden demam tifoid sebanyak 80%

    ditemukan di negara-negara Asia Tenggara salah satunya adalah di Indonesia

    (Alam, 2011). Menurut hasil penelitian terdahulu buah muda dan akar pepaya

    juga memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan menghambat pertumbuhan

    beberapa bakteri gram positif dan negatif. Buah muda dan akar pepaya

    mengandung beberapa senyawa kimia diantaranya alkaloid, terpenoid, tanin,

    saponin, flavonoid, fenol (Srivastava et al, 2010; Doughari et al, 2007).

    Berdasarkan hal di atas, maka pada penelitian ini dilakukan uji efek antibakteri

    dengan membandingkan konsentrasi hambat antara ekstrak etanol buah muda dan

    akar pepaya (C. papaya L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella

    typhi secara in vitro. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan

    metode difusi cakram dan dilusi tabung. Serta dilakukan skrining fitokimia untuk

    mengetahui senyawa kimia yang terkandung dalam akar dan buah muda yang

    berkhasiat sebagai antibakteri. Dalam penelitian ini terdiri dari 5 kelompok

    perlakuan pada metode difusi cakram dengan konsentrasi 1000 mg/ml; 750

    mg/ml; 500 mg/ml; 250 mg/ml; 125 mg/ml dengan kontrol positif kloramfenikol

    30 µg. Sedangkan pada metode dilusi tabung dengan konsentrasi 750 mg/ml; 500

    mg/ml; 250 mg/ml; 125 mg/ml; 62,5 mg/ml dan 2 kelompok kontrol.

    Analisis data dilakukan dengan uji non parametrik Kruskal Wallis yang

    dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U untuk mengetahui konsentrasi ekstrak

    etanol buah muda dan akar yang memiliki perbedaan secara signifikan dalam

    menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Hasil uji Kruskal Wallis

    menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah koloni pada pemberian beberapa

    konsentrasi ekstrak etanol akar dan buah muda pepaya p = 0,000 ( p < 0,05). Pada

    Uji Mann Whitney U menunjukkan adanya perbedaan dalam menghambat

    pertumbuhan Salmonella typhi pada ekstrak etanol buah muda dan akar pepaya

    dengan konsentrasi 125 mg/ml dan 62,5 mg/ml p= 0,05. Sedangkan pada

    konsentrasi 500 mg/ml dan 750 mg/ml diperoleh p = 0,099 (p > 0,05) yang berarti

    tidak terdapat perbedaan antara ekstrak etanol akar dan buah muda pepaya

    (Carica papaya L.) dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi.

    Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol akar dan buah muda pepaya

    (Carica papaya L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri

    Salmonella typhi secara in vitro, dengan KHM diperoleh pada konsentrasi 62,5

    mg/ml dan KBM pada konsentrasi 500 mg/ml. Ekstrak etanol buah muda dan akar

    pepaya memiliki aktivitas yang sama dalam menghambat pertumbuhan bakteri

    Salmonella typhi.

  • viii

    ABSTRAK

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH MUDA

    DAN AKAR PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN

    BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO

    Infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang sering

    menyerang penduduk termasuk di Indonesia. Salmonella typhi merupakan salah

    satu bakteri yang dapat menimbulkan infeksi, khususnya demam tifoid. Pepaya

    (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang populer di masyarakat, hampir

    semua bagian dari tanaman pepaya sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai

    obat termasuk bagian akar dan buah muda. Penelitian ini bertujuan untuk

    mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah muda dan akar pepaya

    (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi secara in

    vitro. Metode yang digunakan adalah difusi cakram untuk mengetahui kadar

    hambat minimal (KHM), kemudian dilanjutkan dengan uji dilusi tabung dengan

    penghitungan jumlah sel bakteri untuk mengetahui nilai kadar bunuh minimal

    (KBM) dari ekstrak etanol buah muda dan akar pepaya. Pada ekstrak etanol buah

    muda dan akar pepaya menunjukkan adanya KHM pada konsentrasi 62,5 mg/ml

    karena terjadi penurunan jumlah kloni dari tiap konsentrasi dan KBM pada

    konsentrasi 500 mg/ml karena jumlah koloni yang tumbuh < 0,1% jumlak

    inokulum asal. Analisis data dilakukan dengan uji non parametrik Kruskal Wallis

    dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U. Berdasarkan analisis data yang

    dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah muda dan akar pepaya

    memiliki aktivitas yang sama dalam menghambat pertumbuhan bakteri

    Salmonella typhi.

    Kata Kunci: Aktivitas antibakteri, ekstrak etanol buah muda dan akar pepaya,

    Salmonella typhi, in vitro

  • ix

    ABSTRACT

    ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST ETHANOL EXTRACT OF

    UNRIPED FRUIT AND ROOTS OF PAPAYA (Carica papaya L) AGAINST

    Salmonella typhi BACTERIA GROWTH IN VITRO

    Infection is one of the biggest health problems that often attack people,

    including in Indonesia. Salmonella typhi is one of the bacteria that can cause

    infection diseases, especially typhoid fever. Papaya (Carica papaya L.) is a plant

    which is popular in the community, almost all parts of the papaya plant is often

    used by people as a drug, including the roots and unriped fruit. This study aims to

    know antibacterial activity ethanol extract of unriped fruit and roots of papaya

    (Carica papaya L.) against inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria in

    vitro. The method used is a disc diffusion to determine of MIC, continue by

    dilution test tube with counting the number of bacterial cells to determine MBC

    of ethanol extract of unriped fruit and roots of papaya. In the ethanol extract of

    unriped fruit and papaya roots showed MIC at concentrations of 62.5 mg / ml

    due to a decline in the number of colonies of each concentration and MBC at a

    concentration of 500 mg / ml as the number of colonies that grew

  • x

    DAFTAR ISI Halaman

    JUDUL .............................................................................................................. i

    LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................. ii

    LEMBAR PENGUJIAN ................................................................................... iii

    KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv

    RINGKASAN ................................................................................................... vii

    ABSTRAK ........................................................................................................ viii

    DAFTAR ISI .................................................................................................... x

    DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv

    DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi

    DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii

    DAFTAR SINGKATAN ................................................................................. xix

    BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................. 1

    1.1. Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1

    1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................... 4

    1.3. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 4

    1.4. Hipotesis ..................................................................................................... 4

    1.5. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 5

    BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 6

    2.1. Tinjauan Pepaya (Carica papaya L.) .......................................................... 6

    2.1.1. Klasifikasi ......................................................................................... 6

    2.1.2. Morfologi .......................................................................................... 7

    2.1.3. Manfaat ............................................................................................. 7

    2.1.4. Kandungan Kimia Buah Muda dan Akar Pepaya ............................. 8

    2.2. Tinjauan Tentang Salmonella typhi ............................................................ 16

    2.2.1. Klasifikasi ........................................................................................ 16

    2.2.2. Morfologi ......................................................................................... 16

    2.2.3. Metode Isolasi Salmonella typhi ...................................................... 17

    2.2.3.1. Kultur Medium Selektif ...................................................... 18

  • xi

    2.2.3.2. Kultur Medium Enrichement ......................................................... 18

    2.2.4. Demam Tifoid .................................................................................. 18

    2.2.5. Epidemiologi dan Gambaran Klinik ................................................. 19

    2.2.6. Terapi ................................................................................................ 20

    2.3. Antimikroba ................................................................................................ 21

    2.4. Tinjauan Ekstrak dan Ekstraksi ................................................................... 22

    2.4.1. Pengertian ......................................................................................... 22

    2.4.2. Metode Ekstraksi .............................................................................. 23

    2.4.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekstraksi ................................... 24

    2.5. Tinjauan Maserasi ....................................................................................... 25

    2.6. Tinjauan Uji Kepekaan Antimikroba Secara in vitro ................................. 25

    2.6.1. Metode Difusi ................................................................................... 25

    2.6.2. Metode Dilusi .................................................................................... 26

    2.7. Tinjauan Kromatografi Lapis Tipis ............................................................. 27

    2.7.1. Fase Diam ......................................................................................... 27

    2.7.2. Fase Gerak ........................................................................................ 28

    2.7.3. Deteksi .............................................................................................. 28

    2.8. Tinjauan Tentang Spektrofotometri .......................................................... 28

    2.8.1. Kromatografi Visible (Sinar Tampak) ............................................ 29

    2.8.2. Kromatografi UV-Vis (Ultraviolet Visible) .................................... 29

    BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL .............................................................. 30

    BAB 4 METODE PENELITIAN ...................................................................... 33

    4.1. Jenis Penelitian ............................................................................................ 33

    4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ...................................................................... 33

    4.2.1. Lokasi Penelitian ................................................................................ 33

    4.2.2. Waktu Penelitian ................................................................................ 33

    4.3. Instrumen Penelitian ................................................................................... 33

    4.3.1. Ekstrak Buah Muda dan Akar Pepaya (Carica papaya L.) .............. 34

    4.3.2. Mikroba Uji ....................................................................................... 34

    4.4. Variabel Penelitian ...................................................................................... 36

  • xii

    4.4.1. Variabel Bebas .................................................................................. 36

    4.4.2. Variabel Tergantung ......................................................................... 36

    4.5. Definisi Operasional ................................................................................... 36

    4.6. Prosedur Penelitian ..................................................................................... 37

    4.6.1. Sterilisasi Alat .................................................................................. 37

    4.6.1.1. Sterilisasi Basah .................................................................... 37

    4.6.1.2. Sterilisasi Kering .................................................................. 37

    4.6.2. Persiapan Mikroba Uji ...................................................................... 38

    4.6.2.1. Pembuatan Standar McFarland ............................................. 38

    4.6.2.2. Preparasi Bakteri Uji ............................................................ 38

    4.6.3. Penyiapan media ............................................................................... 39

    4.6.3.1. Pembuatan Media Nutrient Broth ......................................... 39

    4.6.3.2. Pembuatan Media SS (Salmonella-Shigella) ......................... 39

    4.6.4. Pembuatan Ekstrak Etanol Akar dan Buah Muda Pepaya (Carica

    papaya L.)........................................................................................... 39

    4.6.5. Pembuatan Sediaan Uji Ekstrak Etanol Akar dan Buah Muda Pepaya

    (Carica papaya L.) ........................................................................... 40

    4.6.5.1. Metode Difusi Cakram ........................................................ 40

    4.6.5.2. Metode Dilusi Tabung ........................................................ 40

    4.7. Pengujian Antibakteri ................................................................................. 41

    4.7.1. Pengujian Dengan Metode Difusi Cakram ....................................... 41

    4.7.2. Pengujian Dengan Metode Dilusi Tabung ........................................ 42

    4.8. Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak ....................................................... 42

    4.8.1. Identifikasi Alkaloid ......................................................................... 42

    4.8.1.1. Uji Kromatografi Lapis Tipis .............................................. 42

    4.8.2. Identifikasi Glikosida Saponin ......................................................... 43

    4.8.2.1. Uji Buih ............................................................................... 43

    4.8.3. Identifikasi Polifenol dan Tanin ....................................................... 43

    4.8.3.1. Preparasi Sampel ................................................................. 43

    4.8.3.2. Uji Gelatin ........................................................................... 43

  • xiii

    4.8.3.3. Uji Ferri Klorida .................................................................. 43

    4.8.3.4. Uji Kromatografi Lapis Tipis .............................................. 44

    4.8.4. Identifikasi Flavonoid ....................................................................... 44

    4.8.4.1. Uji Kromatografi Lapis Tipis .............................................. 44

    4.8.5. Identifikasi Terpenoid/Steroid .......................................................... 44

    4.8.5.1. Uji Kromatografi Lapis Tipis ............................................... 44

    4.9. Bagan Alur Penelitian ................................................................................. 45

    4.9.1. Prosedur Pembuatan Ekstrak Etanol Akar dan Buah Muda

    Pepaya (Carica papaya L.) ................................................................ 45

    4.9.2. Preparasi Bakteri Uji ......................................................................... 46

    4.9.3. Prosedur Pembuatan Sediaan Uji Ekstrak Etanol Akar dan Buah Muda

    Pepaya Dengan Metode Difusi Cakram ............................................ 46

    4.9.3. Prosedur Pengujian Antibakteri Dengan Metode Difusi Cakram ..... 47

    4.9.4. Prosedur Pengujian Antibakteri Dengan Metode Dilusi Tabung ..... 48

    4.9.5. Prosedur Alternatif Pengujian Antibakteri Dengan Metode

    Dilusi Tabung .................................................................................... 49

    4.10. Pengumpulan Data .................................................................................... 50

    4.11. Analisis Data ............................................................................................. 50

    BAB 5 HASIL PENELITIAN ........................................................................... 52

    5.1. Hasil Ekstraksi Buah Muda dan Akar Pepaya (Carica papaya L.) ............ 52

    5.2. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Muda dan Akar Pepaya

    (Carica papaya L.) Dengan Metode Difusi Cakram .................................. 53

    5.2.1. Hasil Pengukuran Zona Hambat Ekstrak Etanol Buah Muda Pepaya

    (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi ................... 53

    5.2.2. Hasil Pengukuran Zona Hambat Ekstrak Etanol Akar Pepaya

    (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi .................... 54

    5.3. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Muda dan Akar Pepaya

    (Carica papaya L.) Dengan Metode Dilusi Tabung ................................... 55

    5.3.1. Konsentrasi Hambat Minimal Ekstrak Etanol Buah Muda dan Akar

    Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi ....... 55

  • xiv

    5.3.2. Konsentrasi Bunuh Minimal Ekstrak Etanol Buah Muda dan Akar

    Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi ........ 56

    5.4. Hasil Pengamatan Uji Kandungan Senyawa Kimia Ekstrak ...................... 58

    5.4.1. Hasil Uji Senyawa Alkaloid ............................................................. 58

    5.4.2. Hasil Uji Senyawa Glikosida Saponin ............................................. 58

    5.4.3. Hasil Uji Senyawa Polifenol dan Tanin ........................................... 59

    5.4.4. Hasil Uji Senyawa Flavonoid ........................................................... 60

    5.4.5. Hasil Uji Senyawa Terpenoid ........................................................... 61

    5.5. Analisis Data ............................................................................................... 62

    BAB 6 PEMBAHASAN .................................................................................... 65

    BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 71

    DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 72

    LAMPIRAN ....................................................................................................... 78

  • xv

    DAFTAR TABEL

    Tabel Halaman

    II.1. Komposisi Enzim dalam Getah Pepaya ..................................................... 8

    II.2. Komposisi Asam Amino Papain ................................................................ 10

    V.1. Hasil Maserasi Akar dan Buah Muda Pepaya (Carica papaya L.) ............. 52

    V.2. Hasil Pengamatan Zona Hambat Ekstrak Etanol Buah Muda pepaya

    (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi ............................ 53

    V.3. Hasil Pengamatan Zona Hambat Ekstrak Etanol Akar pepaya (Carica

    papaya L.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi ......................................... 54

    V.4. Skor Tingkat Kekeruhan Pada Media Nutrient Broth Oleh Koloni

    Salmonella typhi Dalam Beberapa Konsentrasi Ekstrak Etanol Buah Muda

    pepaya (Carica papaya L.) .................................................................... 56

    V.5. Skor Tingkat Kekeruhan Pada Media Nutrient Broth Oleh Koloni

    Salmonella typhi Dalam Beberapa Konsentrasi Ekstrak Etanol Akar pepaya

    (Carica papaya L.) ................................................................................... 56

    V.6. Jumlah Koloni Salmonella typhi Dalam Beberapa Konsentrasi Ekstrak

    Etanol Buah Muda Pepaya (Carica papaya L.) Pada Dilusi Tabung ......... 57

    V.7. Jumlah Koloni Salmonella typhi Dalam Beberapa Konsentrasi Ekstrak

    Etanol Akar Pepaya (Carica papaya L.) Pada Dilusi Tabung ................... 57

    V.8. Hasil Uji Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Buah Muda dan Akar Pepaya

    (Carica papaya L.) ..................................................................................... 62

  • xvi

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar

    Halaman

    2.1. Carica papaya L ....................................................................................... 6

    2.2. Buah Pepaya Muda .................................................................................. 9

    2.3. Akar Pepaya .............................................................................................. 9

    2.4. Struktur Papain .......................................................................................... 10

    2.5. Struktur Asam Laktat ................................................................................ 11

    2.6. Struktur Alkaloid ...................................................................................... 12

    2.7. Struktur Saponin ....................................................................................... 13

    2.8. Struktur Flavonoid .................................................................................... 14

    2.9. Struktur Tanin ........................................................................................... 14

    2.10. Struktur Isopren ........................................................................................ 15

    2.11. Salmonella typhi ........................................................................................ 16

    2.12. Struktur Kloramfenikol ............................................................................. 21

    2.13. Metode Dilusi ............................................................................................ 27

    3.1. Skema Kerangka Konseptual .................................................................... 30

    4.1. Bagan Prosedur Pembuatan Ekstrak Akar dan Buah Muda Pepaya ......... 45

    4.2. Bagan Preparasi Bakteri Uji ...................................................................... 46

    4.3. Bagan Prosedur Pembuatan Konsentrasi Ekstrak Akar Pepaya Untuk

    Metode Difusi Cakram ............................................................................ 46

    4.4. Bagan Prosedur Pengujian Antibakteri Dengan Metode Difusi

    Cakram .................................................................................................... 47

    4.5. Bagan Prosedur Pengujian Antibakteri Dengan Metode Dilusi

    Tabung ..................................................................................................... 48

    4.6. Bagan Prosedur Alternatif Pengujian Antibakteri Dengan Metode Dilusi

    Tabung Menggunakan Spektrofotometer ................................................ 49

    5.1. Uji Difusi Cakram Ekstrak Etanol Buah Muda Pepaya (Carica papaya L.)

    Terhadap Bakteri Salmonella typhi ........................................................... 53

  • xvii

    5.2. Uji Difusi Cakram Ekstrak Etanol Akar Pepaya (Carica papaya L.)

    Terhadap Bakteri Salmonella typhi ........................................................... 54

    5.3. Grafik Rerata Nilai Zona Hambat Ekstrak Etanol Buah Muda dan

    Akar Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri

    Salmonella typhi ........................................................................................ 55

    5.4. Grafik Rerata Jumlah Koloni CFU/ml Ekstrak Etanol Buah Muda dan

    Akar Pepaya (Carica papaya L.) ............................................................... 57

    5.5. Uji Kromatografi Lapis Tipis Senyawa Alkaloid Ekstrak Etanol Buah

    Muda (BM) dan Akar (A) Pepaya (Carica papaya L.) ............................. 58

    5.6. Uji Buih Ekstrak Etanol Buah Muda (BM) dan Akar (A) Pepaya

    (Carica papaya L.) ................................................................................... 59

    5.7. Uji Ferri Klorida dan Gelatin Pada Ekstrak Etanol Buah Muda (BM)

    dan Akar (A) Pepaya (Carica papaya L.) ................................................. 59

    5.8. Uji Kromatografi Lapis Tipis Senyawa Polifenol Ekstrak Etanol Buah

    Muda (BM) dan Akar (A) Pepaya (Carica papaya L.) ............................. 60

    5.9. Uji Kromatografi Lapis Tipis Senyawa Flavonoid Ekstrak Etanol Buah

    Muda (BM) dan Akar (A) Pepaya (Carica papaya L.) ............................. 61

    5.10. Uji Kromatografi Lapis Tipis Senyawa Terpenoid Ekstrak Etanol Buah

    Muda (BM) dan Akar (A) Pepaya (Carica papaya L.) ............................. 61

  • xviii

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran Halaman

    1 Daftar Riwayat Hidup .............................................................................. 78

    2 Surat Pernyataan ...................................................................................... 79

    3 Surat Determinasi Tanaman ..................................................................... 80

    4 Surat Identifikasi Bakteri ......................................................................... 81

    5 Hasil Analisis Data SPSS (Uji Difusi Cakram) ....................................... 82

    6 Hasil Analisis Data SPSS (Uji Dilusi Tabung) ........................................ 86

    7 Gambar Hasil Uji Difusi Cakram ............................................................. 90

    8 Gambar Hasil Uji Dilusi Tabung ............................................................. 91

    9 Gambar Pertumbuhan Salmonella typhi pada SS agar ............................. 93

    10 Gambar Alat-alat penelitian .................................................................... 95

  • xix

    DAFTAR SINGKATAN

    ASI : Air Susu Ibu

    CFU : Colony Forming Units

    DNA : Deoxyribonucleic Acid

    DMSO : Dimetil Sulfoksida

    EMB : Eosin Methylene Blue

    KBM : Kadar Bunuh Minimum

    KHM : Kadar Hambat Minimum

    KLT : Kromatografi Lapis Tipis

    LPS : Lipopolisakarida

    NCCLS : National Commite for Clinical Laboratory Standard

    OD : Optical Density

    Rf : Retardation Factor

    SS : Salmonella-Shigella

    TSI : Triple Sugar Iron

    WHO : World Health Organitation

  • xx

    DAFTAR PUSTAKA

    Akiyama, Hisanori., Fujii, Kazuyasu., Yamasaki, Osamu., Oono, Takashi., dan

    Iwatsuki, Keiji. 2001. Antibacterial Action of Several Tannins Againts

    Staphylococcus aureus. Journal of Antimicroial Chemotherapy, 48 (487-

    491).

    Alam, Anggraini. 2011. Pola Resistensi Salmonella Enteritica Serotipe Typhi

    Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSHS Tahun 2006-2010. Sari Pediatri,

    Vol. 12 No. 5 (296-300).

    Andriani., Darmono., dan Kurniawati, Widya. 2007. Pengaruh Asam Asetat dan

    Asam Laktat Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Salmonella sp. Yang

    Diisolasi Dari Karkas Ayam. Jakarta: Seminar Nasional Teknologi

    Peternakan dan Veteriner. Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.

    Anthonia, Oluduro dan Olumide, Omoboye. 2010. In Vitro Antibacterial

    Potentials and Synergistic Effect of South-Western Nigerian Plant Parts

    Used in Folklore Remedy for Salmonella typhi Infection. Nature and

    Sience, 8 (9): 52-59.

    Bano, Sameena. 2007. Chemistry of Natural Products: Terpenoids. New Delhi:

    Departement of Chemistry Faculty of Science Jamia Hamdard.

    Bintang, Maria. 2011. Biokimia-Teknik Penelitian. Jakarta: Penerbit Erlangga.

    Cowan, Marjorie Murphy. 1999. Plant Products as Antimicrobial Agents. Clinical

    Microbiology Reviews, 12 (4): 564-582.

    Darmawati, S. 2009. Keanekaragaman Genetik Salmonella typhi. Jurnal

    Kesehatan, 2 (1): 28-32.

    Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia edisi

    IV. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

    Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standard Umum

    Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat

    dan Makanan.

    Doughari, J. H., Elmahmood, A. M., dan Manzara, S. 2007. Studies on The

    Antibacterial Activity of Root Extracts of Carica papaya L. African

    Journal of Microbiology Research, 037-041.

  • xxi

    Dzen, Sjoekoer M., Roekistiningsih, Santoso, Sanarto., Winarsih, Sri. 2003.

    Bakteriologi Medik. Malang: Banyumedia.

    Fatimah, Nur. 2011. Uji Kuantitatif DNA. ditjenbun.deptan.go.id

    /kuantitatif.dna.pdf, Diakses pada tanggal 1 Februari 2013.

    Grzonka, Zbigniew., Jankwoska, Elzbieta., Kasprzykowski, Franciszek.,

    Kasprzykowska, Regina., Lankiewicz, Leszek., Wiczk, Wieslaw.,

    Wieczerzak, Ewa., Ciarkowski, Jerzy., Drabik, Piotr., janowski, Robert.,

    Kozak, maciej., Jaskólski, Mariusz., dan grubb, Anders. 2001. Structural

    Studies of Cysteine Proteases And Their Inhibitors. Acta biochimica

    Polonica, Vol. 48 No. 1 (1-20).

    Gunawan, I. W. A. 2009. Potensi Buah Pare (Momordica Charantia L) Sebagai

    Antibakteri Salmonella typhimurium.. Denpasar: Skripsi Program Studi

    Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Mahasaraswati.

    Handayani, Lestari. 2003. Tanaman Obat Untuk Kehamilan & Pasca-

    Melahirkan. Tangerang: PT Agromedia Pustaka.

    Herawati, Maria Holly dan Ghani, Lannywati. 2009. Hubungan Faktor

    Determinan Dengan Kejadian Tifoid di Indonesia Tahun 2007. Media

    Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, XIX (4): 166-171.

    Hertanti, Senja Ristya. 2012. Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Pepaya

    (Carica papaya L) Terhadap Shigella dysenteriae Secara In Vitro Dengan

    Metode Dilusi Tabung dan Difusi Agar. Malang: Karya Tulis Akhir

    Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

    Hismiogullari, S. E., Hismiogullari, A. A., Sahin, F, Oner, E. Toksoy, Yenice, S.,

    dan Karasartova, D. 2008. Investigation of Antibacterial and Cytotoxic

    Effects of Organic Acids Including Ascorbic Acid, Lactic Acid, and Acetic

    Acid on Mammalian Cells. Journal of Animal and Veterinary Advances,

    7 (6): 681-684.

    Indriyani, Ni Luh Putu., Affandi., dan Sunarwati, Diah. 2008. Pengelolaan

    Kebun Pepaya Sehat. Solok: Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika.

    Irawan, Imang., Abdullah, Said., dan Mangating, Daniel. 2005. Tanaman Lalap

    Berkhasiat Obat. Jakarta: Penebar Swadaya.

    Iskandar, Y., D. Rusmiati, dan R.R. Dewi. 2005. Uji Aktivitas Antibakteri

    Ekstrak Etanol Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Terhadap Bakteri

    Escherichia coli Dan Bacillus cereus. Universitas Padjadjaran Jatinangor,

    Sumedang.

  • xxii

    Jawetz E, Melnick J.L, & Adelberg E.A, 2004, Mikrobiologi Kedokteran

    (Medical Microbiology) edisi 20, Jakarta: EGC.

    Kadarsih, Retno., Ikaningsih., Kiranasari, Ariyani., Karyniawati, Anis., W,

    Mardiastuti H. 2007. Emerging Resistance Oathogen: Situasi Terkini di

    Asia, Eropa, Amerika Serikat, Timur tengah dan Indonesia. Majalah

    Kedokteran, 57 (3): 75-79.

    Kalie, Moehd. Baga. 2008. Bertanam Pepaya. Jakarta: Penebar Swadaya.

    Karou, Daintoti., Savadogo, Aly., canini, Antonella., Yameogo, Saydou.,

    Montesano, Carla., Simpore, Jacques., Colizzi, Vittorio., dan Traore, Alfred

    S. 2006. Antibacterial Activity of Alkaloids From Sida acuta. African

    Journal of Biotechnology, Vol. 5 No. 2 (195-200).

    Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Pedoman

    Pengendalian Demam Tifoid. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik

    Indonesia.

    Kurniawan, Albert. 2009. Belajar Mudah SPSS Untuk Pemula. Yogyakarta:

    Mediakom.

    Lukitasari, Dian. 2004. Studi Produksi Papain Enam Genotipe Pepaya. Bogor:

    Skripsi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

    Mangan, Yellia. 2003. Sehat Dengan Ramuan Tradisional: Cara Bijak

    Menaklukkan Kanker. Jakarta: Agromedia.

    Mulyana. 2002. Ekstraksi Senyawa Aktif Alkaloid, Kuinon, Dan Saponin Dari

    Tumbuhan Kecubung Sebagai Larvasida Dan Infektisida Terhadap

    Nyamuk. Bogor: Skripsi Jurusan Kimia. Fakultas Matematika Dan

    Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

    Musnelina, Lili., Afdhal, A Fuad., Gani, Ascobat., dan Andayani, Pratiwi. 2004.

    Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Demam Tifoid Anak Menggunakan

    Kloramfenikol Dan Seftriakson Di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Tahun

    2001-2002. Makara, Kesehatan Vol. 8 No. 2 (59-64).

    Nitiema, Leon W., Savadogo, Aly., Simpore, Jacques., Dianou, Dayeri., dan

    Traore, Alfred S. 2012. In vitro Antimicrobial Activity of Some Phenolic

    Compunda (Coumarin and Quercetin) Againts Gastroenteritis Bacterial

    Strains. International Journal of Microbiological Research, 3 (3) : 183-

    187.

    Noorhamdani, A.S., Santosaningsih, D. 2003. Bakteriologi Medik. Malang:

    Bayumedia.

  • xxiii

    Pelczar, M.J and Chan, E.C.S. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI

    Press.

    Pudjaatmaka, A. Hadyana. 2002. Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka

    R, Jasmine., BN, Selvakumar., dan P, Daisy. 2011. Investigating The Mechanism

    of Action of Terpenoids and The Effect of Interfering Substances on an

    Indian Medicinal Plant Extract Demonstrating Antibacterial. International

    Journal of Pharmaceutical Studies and Research, Vol II (19-24).

    R, Seenivasan., L, Roopa., dan S, Geetha. 2010. Investigations on Purification,

    Characterization and Antimicrobial Activity of Enzyme Papain from

    Carica papaya Linn. Journal of Pharmacy Research, 3 (5): 1092-1095.

    Rasmilah.2001. Thypus. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3745/1/

    fkm-rasmaliah5.pdf, Diakses pada tanggal 7 Desember 2012.

    Reddy, Chindala Laxman., Kuppast, I. J., Veerashekar, T., dan Kanagarla, N. S.

    S.A Valli. 2013. A Review On Pharmacological Activities of Carica

    Papaya. International Journal Of Universal Pharmacy And Bio

    Sciences, 2 (1).

    Redha, Abdi. 2010. Flavonoid: Struktur, Sifat Antioksidatif dan Peranannya

    Dalam Sistem Biologis. Jurnal Belian, Vol. 9 No. 2 (196-202).

    Renner, Lars.D dan Weibel, Douglas B. 2011. Physicochemical Regulation of

    Biofilm Formation. Materials Research Society Bulletin, Vol 36.

    Rinawati, Nanin Dwi. 2011. Daya Antibakteri Tumbuhan Majapahit (Crescentia

    cujete L.) Terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus. Surabaya: Skripsi

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

    Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB

    Press.

    Rohman, A. 2009. Kromatografi untuk Analisis Obat. Edisi Pertama.

    Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Ross. 2006. Enteric Demonstrations Medical Microbiology.

    www.spiceisle.com /zross/Enteric%20Demo.html. Diakses pada tanggal 21

    Januari 2013.

    Rowe, Raymond C., Sheskey, Paul J., dan Owen, Siân C. 2006. Handbook of

    Pharmaceutical Exipients 5th

    . London: Pharmaceutical Press. p: 381.

    S, Thomas. A. N. 2011. Tanaman Obat Tradisional 1. Yogyakarta: Kanisius.

    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3745/1/%20fkm-rasmaliah5.pdfhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3745/1/%20fkm-rasmaliah5.pdf

  • xxiv

    Saleem, Mohammad., Nazir, Mamona., Ali, Muhammad Shaiq., Hussain,

    Hidayat., Yong Sup Lee., Riaz, Naheed., dan Jabbar, Abdul. 2009.

    Antimicrobial Natural Products: An Update on Future Antibiotic drug

    Candidate. Natural Product Report, 27 (238-254).

    Santoso, Singgih. 2010. Statistik Parametrik. Jakarta: PT Elex Media

    Komputindo.

    Saputra, Yoky Edy. 2009. Spektrofotometri. http://www.chem-is-try.com,

    Diakses pada tanggal 31 Januari 2013

    Sari, Lusia Oktora Ruma Kumala. 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan

    Pertimbangan Manfaat Dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian,

    Vol. III No. 1 (1-7).

    Setiabudy, Rianto. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. (Gunawan, Sulistia

    Gan., Setiabudy, Rianto., Nafrialdi., Elysabeth., Eds). Jakarta: Balai

    Penerbit FKUI.

    Sidabutar, Sondang dan Satari, Hindra Irawan. 2010. Pilihan Terapi Empiris

    Demam Tifoid Pada Anak: Kloramfenikol atau Seftriakson?. Sari Pediatri,

    Vol. 11, No. 6 (434-439).

    Singh, I.P., S.B. Bharate. 2005. Anti-HIV Natural Products. Journal Current

    Science, Vol. 89, No. 2, ( 269-290).

    Soeharsono. 2002. Zoonoosis: Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia.

    Yogyakarta: Kanisius.

    Soekardjo, Bambang. 2000. Kimia Medisinal 2. (Siswandono, Ed). Surabaya:

    Airlangga University Press.

    Srivastava, Nidhi., Bhagyawant, Sameer S., dan Sharma, Vinay. 2010.

    Phytocemical Investigation and Antimicrobial Activity of The Endocarp of

    Unripe Fruit of Carica papaya. Journal of Pharmacy Research, 3 (12):

    3132-3134.

    Sudarman, Acep. 2012. Uji Kinerja Spektrofotometer Ultra Violet-Tampak

    Berkas Ganda Terhadap Pengukuran Ambroksol HCl Pada Tablet

    Ekspektoran. Bogor: Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu

    Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

    Suharni, T.T., S.J. Nastiti, A.E.S. Soetarto. 2008. Mikrobiologi Umum.

    Universitas Atma Jaya Yogyakarta press, Yogyakarta.

    http://www.chem-is-try.com/

  • xxv

    Sumardjo, Damin. 2009. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa

    Kedokteran Dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. (Hanif,

    Amallia., Manurung, Juli., dan Simanjuntak, jojor., Eds). Jakarta:

    Kedokteran EGC.

    Suprapti, M. Lies. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan Aneka Olahan Pepaya

    Mentah dan Mengkal.Yogyakarta: Kanisius.

    Susanti, A. 2008. Daya antibakteri ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica

    less) terhadap Escherichia coli secara in vitro. Jurnal universitas

    airlangga, Vol. 1 No. 1.

    Sweetman, Sean C. 2009. Martindale: The Complete Drug Reference Thirty-

    sixth edition. London: Pharmaceutical Press.

    Taofik, M., Yulianti, E., Barizi, A., dan Hayati, EK. 2010. Isolasi Identifikasi

    Senyawa Aktif Ekstrak Air Daun Paitan (Thitonia Diversifolia) Sebagai

    Bahan Insektisida Botani Untuk Pengendalian Hama Tungau Eriophyidae.

    Alchemy, Vol. 2 No. 1 (104-157).

    Todar, K. 2008. Salmonella and Salmonellosis. http://www.sodiycxacun.web.id

    /2010/05/salmonella-sp.html, Diakses pada tanggal 21 Januari 2013.

    Victor, L. 1980. Antibiotics in LaboratoryTest. The Williams and Wilkins

    Company, USA.

    Waghorn, G. C. dan W. C, McNabb. 2003. Cosequences of Plant Phenolic

    Compounds for Productivity and Health of ruminants. Proc. Nutr. Soc, 62:

    383-392.

    Warisno. 2003. Budidaya Pepaya. Yogyakarta: Kanisius.

    Watson, D.G. 2009. Analisis Farmasi. Penterjemah: Syarief, W.R. Jakarta:

    Penerbit Buku Kedokteran EGC.

    Westendarp, H. 2006. Effects of Tannins in animal nutrition. Tierarztl.

    Wochenschr, 113: 264-268.

    Yulianto, Dede. 2009. Inhibisi Xantin Oksidase Secara In vitro Oleh Ekstrak

    Rosela (Hibiscus sabdariffa) dan Ciplukan (Physalis angulata). Bogor:

    Skripsi Departemen Kimia. Fakultas Matematika Dan Ilmu

    Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.