Tes Objektif

  • View
    239

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dalam evaluasi pendidikan digunakan teknik2 penilaian salah satunya dengan penilaian lembar tes mengunakan bentuk soal tes objektif

Text of Tes Objektif

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN BIOLOGIPengembangan Tes Bentuk Objektif

Disusun Oleh : Mutiara Gusnita (A1D010005)Ayu Shinka (A1D010036)Igga Paramitha (A1D010044)Leztia Juliani (A1D010031)Edo Septiawan (A1D010033)

Dosen Pengampuh MatakuliahDrs. Irdam Idrus, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS BENGKULU2012/2013DAFTAR ISI

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN BIOLOGI0DAFTAR ISI1Kata Pengantar2 BAB I Pendahuluan31.1Latar Belakang31.2 Rumusan masalah31.2Tujuan4BAB II Pembahasan5Pengembangan Tes Bentuk Objektif52.1 Bentuk Soal Benar Salah5a. Karakteristik5b. Kemampuan yang Diukur6c. Kaidah penulisan6d. Jenis-jenis soal benar salah7e. Kelebihan dan kelemahan82.2 Menjodohkan (Matching)9a. Karakteristik9b. Kaidah penulisan9c. Contoh soal menjodohhkan10d. Kelebihan dan kelemahan112.2 Pilihan ganda( multiple-choice )11a. Karakteristik11b. Kaidah penulisan12c.Jenis-jenis soal pilihan ganda14d. Kelebihan dan kelemahan21 BAB III Penutup223.1Kesimpulan223.2Saran22DAFTAR PUSTAKA23

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas mata kuliah evaluasi pembelaran biologi.Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi, agar lebih sempurna untuk tugas tugas yang akan datang..Tak lupa ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing atas bimbingan, dorongan dan ilmu yang telah diberikan kepada kami. Sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dan insyaAllah sesuai dengan yang kami harapkanPada dasarnya makalah yang kami sajikan ini khusus mengupas tentang pengembangan tes bentuk objektif ( mulai dari jenis tes formatif : bentuk soal benar-salah / true-false, bentuk soal menjodohkan dan bentuk soal pilihan ganda, serta contoh soal dari masing-masing jenisnya). Untuk lebih jelas simak pembahasannya dalam makalah ini.Mudah-mudahan makalah ini bisa memberikan sumbang pemikiran sekaligus pengetahuan bagi kita semuanya.

Bengkulu, 25 September 2012 Penyusun

Bab IPendahuluan

1.1 Latar Belakang

Tugas seorang guru adalah melakukan proses pembelajaran untuk menyampaikan ilmu kepada siswanya. Dalam melakukan proses pembelajaran guru juga harus melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran tersebut, salah satu bentuk dari evaluasi adalah dengan melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswanya. Sehingga sebagai seorang calon guru, maka salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi tentang melakukan evaluasi pembelajaran termasuk didalamnya melakukan penilaian hasil belajar.Proses penilaian dalam pembelajaran umumnya menggunakan instrumen evaluasi jenis tes. Tes yang biasanya sering digunakan pada sekolah untuk mengevaluasi hasil dari proses pembelajaran berupa tes tertulis. Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian). Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai tes tertulis bentuk objektif. Dimana dalam proses pembuatan soal tes bentuk objektif ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti kriteria soal bahasa penulisan, bentuk pertanyaan dan syarat syarat soal bermutu. Dalam suatu proses pengukuran sangat diperlukan tes yang bermutu baik, karena baik-buruknya mutu tes akan menentukan mutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan menentukan mutu hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan keputusan dan kebijakan yang akan diambil untuk proses pembelajaran selanjutnya yang lebih baik.1.2 Rumusan masalahAdapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu :1. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis objektif bentuk benar salah ( true - false)?2. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis objektif bentuk menjodohkan ( matching) ?3. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis objektif bentuk pilihan - ganda( multiple-choice)?4. Bagaimanakah contoh soal objektif bentuk : benar-salah (True-false), menjodohkan (Macthing) dan pilihan ganda (Multiple-choice)?1.2 Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :1. mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis bentuk benar-salah (True-false)2. mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis bentuk menjodohkan ( matching)3. mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan soal tertulis bentuk pilihan - ganda( multiple-choice)4. Memberikan contoh soal menjodohkan dan objektif atau pilihan ganda.

Bab IIPembahasanPengembangan Tes Bentuk ObjektifTes objektif sering juga disebut tes dikotom ( dichotomously scored item) karena jawabanya antara benar atau salah dan skornya antara 1 atau 0. Disebut tes objektif karena penilainnya objektif. Siapa pun yang mengoreksi jawabanya sudah jelas dan pasti. Tes objektif menuntut peserta didik untuk memilih jawaban benar di antara kemungkinan jawaban yang disediakan, memberikan jawaban singkat, dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat cocok untuk menilai kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi, seperti mengingat, mengenal, pengertian, dan penerapan prinsip-prinsip. Tes objektif terdiri atas bebarapa bentuk yaitu benar-salah ( true-false ), menjodohkan (maching) pilihan-ganda (multiple-choice) dan lain-lain.2.1 Bentuk Soal Benar Salaha. KarakteristikBentuk soal benar-salah adalah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban, yaitu benar atau salah. Peserta didik diminta untuk menentukan pilihannya mengenai pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan dengan cara seperti yang diminta dalam petunjuk mengerjakan soal. Salah satu fungsi bentuk soal benar salah adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membedakan antara fakta dengan pendapat. Agar soal dapat berfungsi dengan baik, maka materi yang ditanyakan hendaknya homogen dari segi isi. Bentuk soal seperti ini lebih banyak digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Soal benar salah terdiri dari dua bagian yaitu bagiam pertama adalah alternatif jawaban benar salah(B S) yang harus dipilih oleh peserta didik, dan bagian ke dua adalah pernyataan yang harus direspon oleh peserta didik.Jika pernyataan benar menurut peserta didik maka siswa akan memilih jawaban benar (B), dan jika menurut peserta didik pernyataan itu salah maka siswa akan memilih jawaban salah (S).Jumlah alternatif jawaban (B S) harus sama dengan jumlah pernyataan. Ciri khusus bentuk benar salah adalah terbatas pada mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Bentuk soar benar salah dapat juga menggunakan gambar, tabel, dan diagram.b. Kemampuan yang DiukurBentuk soal benar salah sangat baik untuk mengukur kemampuan peserta didik yang sangat sederhana, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi kebenaran fakta yang disajikan dalam soak Jika fakta yang disajikan benar menurut peserta didik maka ia akan memilih jawaban benar (B), sebaliknya jika fakta yang disajikan salah menurut peseta didik maka ia akan memilih jawaban salah (S).c. Kaidah penulisanAgar dapat menghasilkan soal benar salah yang relatif baik maka ada beberapa kaidah penulisan soal yang harus diikuti yaitu:1. Hindari penyataan yang sangat umum, seperti penggunaan kata selalu, umumnya, seringkali, kadang-kadang,tidak pernah, semua, dan tidak ada.2. Hindari pernyataan yangberlebihan, seperti penulisan soal yang berliku-liku, panjang lebar, atau soal cerita. Soal benar salah harus dirumuskan dengan singkat, jelas dan tegas.3. Hindari pernyataan negatif, sepeti bukan, tidak, kecuali, tak, dan lain sebagainya.4. Soal hendaknya tidak menjurus kejawaban tertentu, seperti kadang-kadang, pasti, selalu, dan tidak satupun.5. Jumlah soal yang benar sama sama dengan jumlah soal yang salah.6. Hindari pengambilan kalimat langsung dari buku pelajaran7. Hindari pernyataan yang merupakan pendapat yang masih bisa diperdebatkan kebenaranya8. Hindari penggunaan pernyataan negatif ganda9. Hindari agar kalimat untuk setiap soal tidak terlalu panjang10. Gunakan kalimat perintah yang jelas agar mudah dimengerti oleh siswad. Jenis-jenis soal benar salah 1. Jenis soal benar salah dengan memilih lambang, tanda (+) menunjukkan pernyataan benar dan tanda (0) untuk menunjukkan bahwa pernyataan tersebut salah. Contoh : Dari pernyataan dibawah ini, tentukan mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan yang salah. Jika benar beri tanda (+) dan jika salah beri tanda (0) di depan nomor masing-masing pernyataan!+(1) Neuron sensorik yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke saraf pusat0(2) Neuron sensorik bagian ujungnya berakhir dengan serabut halus yang bercabang- cabang0(4) virus memiliki ekor yang berfungsi sebagai penginjeksi+(3) virus memilki kapsid yang tersusun atas asam lemak2. Jenis soal benar salah dengan memilih jawaban BENAR dengan lambang (B) dan SALAH dengan lambang (S). Dimana bentuk jawaban sudah disediakan peserta didik tinggal memilih dengan memberi tanda silang (X)Contoh : Dari pernyataan dibawah ini, tentukan mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan yang salah. Jika benar silang tanda (B) dan jika salah silang tanda (S) di depan masing-masing pernyataan!B S: Virus merupakan makluk hidup peralihan antara benda mati ke benda hidupB S: Asam lemak jenuh dapat disint