of 28/28

Adab berpakaian, pakaian dan aurat bagi

  • View
    9.738

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Adab berpakaian, pakaian dan aurat bagi

  • 1. 1.2.3.4.Mengapa banyak kaum muslimah yang belum menutup aurat sesuai dengan syariat Islam? Apa hubungannya antara memakai jilbab dalam mencegah perzinahan ? Apakah manfaat berjilbab dalam mencegah pergaulan bebas? Faktor-faktor apakah yang menghalangi muslimah berjilbab ?

2. BERPAKAIAN SESUAI DENGAN SYARIAT ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 3. PENUTUP AURAT PERHIASAN PELINDUNG 4. 1. 2.3. 4. 5. 6. 7.MEMBACA DOA MEMULAI DENGAN ANGGOTA BADAN YANG SEBELAH KANAN MENUTUP AURAT TIDAK TIPIS TIDAK SEMPIT TIDAK SOMBONG TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAWAN JENIS 5. Allahumma innii asaluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahu, wa auudzubika min syarrohi wa syarro maa huwa lahuWahai Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya. (HR. Ibnu Sunni) 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.Menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya. Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih bisa dilihat. Tidak menyerupai pakaian laki-laki Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang Tidak menyerupai pakaian wanita kafir Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya. 7. Siapa saja yang meniru-niru perbuatan suatu kaum, berarti dia telah menjadi pengikutnya.(HR. Abu Dawud dan Ahmad) 8. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (HR. Abu dawud dan NasaI) 9. Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri. (HR. Abu Dawud dan Aisyah) 10. Qs. An-Nuur ayat 31.Qs. Al-Ahzab ayat 59. 11. Artinya : Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecualikepada : 12. 1. Suami mereka, 2. ayah mereka atau 3. ayah suami mereka atau 4. putera-putera mereka, atau 5. putera-putera suami mereka atau 6. saudara laki-laki mereka atau 7. puteraputera saudara laki-laki mereka atau 8. puteraputera saudara perempuan mereka atau 9. wanita-wanita Islam atau 10. budak-budak yang mereka miliki atau 11. pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap) wanita atau 12. anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. 13. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. (Qs. An-Nur ayat 31) 14. 1.2.3.LAKI-LAKI DILARANG MEMAKAI EMAS DAN SUTRA LAKI-LAKI DIMAKRUHKAN MEMPERPANJANG CELANA ATAU PAKAIANNYA HINGGA MENUTUP MATA KAKI DISUNNAHKAN MEMAKAI PAKAIAN YANG BERWARNA PUTIH. 15. Artinya : Kalian jangan mengenakan sutra, karena barangsiapa yang mengenakannya di dunia, ia tidak mengenakannya di akhirat. (H.R. Muttafaqun Alaih). 16. Artinya : Diharamkan penggunaan sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanita-wanita. (H.R. Abu Dawud dan Nasai) 17. Artinya : Memanjangkan hingga di bawah kedua tumit pada kain, gamis dan sorban. Barangsiapa menyeret salah satu dari padanya dengan sombong, Allah Subhanahu wa Taala tidak melihat kepadanya pada hari kiamat. (H.R. an-Nasai) 18. Artinya : kenakanlah pakaian yang berwarna putih karena warna putih adalah yang paling suci dan paling baik. Kafanilah mayat kalian dengan kain berwarna putih. (H.R. an-Nasai). 19. Wajib memanjangkan pakaiannya hingga menutupi kedua kakinya dan memanjangkan kerudung di kepalanya hingga menutupi leher dan dadanya. 20. Maroji : 1. Kepada Ukhti Muslimah, Kelompok Studi Islam Al-Ummah, Jakarta 2. Majalah al-Izzah, Kolom Nisaa, April 2001 3. Haya binti Mubarok Al-Barik, Ensiklopedi Wanita Muslimah, Darul Falah