Click here to load reader

ASKEP KANKER

  • View
    451

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of ASKEP KANKER

ASKEP KANKERA. pengertian Kanker adalah penyakit yang menyerang proses dasar kehidupan sel, mengubah genom sel (komplemen genetik total sel) dan menyebabkan penyebaran liar dan pertumbuhan sel-sel. Kanker adalah istilah umum untuk petumbuhan sel tidak normal(yaitu, tumbuh sangat cepat, tidak terkontrol, dan tidak berirama) yang dapat menyusup ke jaringan tubuh normal sehingga mempengaruhi fungsi tubuh. Kanker bukan merupakan penyakit kaker.2008) Kanker merupakan penyakit atau kelainanpada tubuh sebagai akibat dari sel sel tubuh yang tumbuh dan berkembang 2007) B. Jenis jenis kanker Beberapa jenis kanker yang telah dikenal sampai saat ini : 1) Karsinoma Merupakan jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan epitel seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mukus, sel melanin, abnormal, di luar batas dan sangat liar.(kanker,pengenalan, pencegahan dan pengobatannya, menular. (mengenal seluk beluk

payudara, leher rahim, kolon, rektum, lambung, pankreas, dan esofagus. 2) Limfoma Merupakan kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lakteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa) 3) Leukimia Leukimia tidak membentuk massa tumor, tetapi memnuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal. 4) Sarkoma Merupakan kanker jaringan penunjang yang berada di bawah permukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel sel yang ditemukan diotot dan tulang. 5) Glioma Merupakan kanker susunan saraf, misalnya sel sel glia (jaringan penunjang) disusunan saraf pusat 6) Karsinoma insitu Ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif (kalian/luka yang belum menyebur).

(kanker,pengenalan, pencegahan dan pengobatannya, 2007) C. Lokasi kanker 1) Kanker kolorektal Tanda dan gejala kanker kolon pada lansia dapat meliputi perdarahan rektal, darah merah atau hitam dalam feces, perubahan kebiasaan BAB (konstipasi atau diare, feses yang mengecil). Tumor dalam kolon kanan dapat menjadi besar dan dapat menyebabkan nyeri tumpul yang samar samar dan rasa tidak nyaman pada abdomen. Tumor dalam kolon kiri cenderung lebih kecil dan lebih berinfiltrasi, dengan perdarahan dan kemungkinan obstruksi usus. 2) Kanker paru Resiko kanker paru 10 kali lebih tinggi pada perokok dari pada orang yang tidak merokok. Tingginya mortalitas akibat kanker paru sebagian disebabkan karena diagnosis yang terlambat, biologis tumor yang agresif, seringnya metastasis ke otak dan organ organ vital yang lain, dan tidak efektifnya pengobatan konvensional. Tidak seperti kanker payudara, deteksi dini kanker paru tidak menjamin kesempatan yang baik untuk penyembuhan. Gejala batuk yang menetap, batu dengan sputum berdarah, atau kesulitan bernapas dapat mengindikasikan kanker

paru. Keletihan dan kehilangan berat badan secara tiba tiba sering merupakan gejala dari penyakit yang lebih lanjut. 3) Kanker payudara Selain adanya massa, tanda tanda kanker yang lain adalah retraksi kulit atau adanya lubang kecil pada kulit dan adanya perubahan kontur payudara dari yang biasanya. Sekresi serosanguinosa dari puting susu (jarang) pada wanita yang berusia lebih dari 50 tahun sering dikaitkan dengan kanker payudara. dilakukan Pemeriksaan jika tambahan yang perlu jika ditemukan benjolan atau

mamogram mecurigakan atau kedua duanya dapat meliputi aspirasi cairan dari kista, ultrasonografipada area tersebut, dan biopsi lesi. 4) Kanker ginekologik Kanker ovarium sebagai kanker ginekologi yang paling sering meningkat dengan bertambahnya usia. Faktor resiko yang berhubungan dengan kanker ini termasuk riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan infertilitas. Pembesaran pinggul dan rasa tidak nyaman pada abdomen adalah gejala yang mungkin terjadi pada kanker ovarium. 5) Kanker prostat

Kanker prostat adalah penyebab kedua kanker pada pria lansia dan merupakan penyebab ketiga kematian akibat kanker pada pria yang berusia 65 tahun atau lebih. Gejala gejala tidak terjadi sampai kanker telah menyerang daerah sekitarnya atau telah menyebar dan pada umumnya termasuk kesulitan dalam berkemih, hematuria, dan nyeri punggung atau tulang, 6) Kanker kulit Pemeriksaan kulit seseorang secara mandiri dapat berguna untuk deteksi dini lesi kulit yang mencurigakan yang mungkin merupakan kanker atau premalignan. Adanya perubahan pada kulit dan tahi lalat harus dikaji. Kaker kulit yang paling serius melanoma maligna, lebih mematikan pada lansia dan telah meningkat secara dramatis pada orang yang berusia 65 tahun dan lebih dalam waktu 20 tahun terakir ini. 7) Kanker gastrointerstinal Berbagai macam tumor GI adalah penyebab morbiditas dan mortalitas yang penting pada populasi lansia. a) Kanker lambung Gejalagejalanya biasanya terjadi setelah penyakit berada pada tahap lanjut

dan termasuk nyeri epigastrik, penurunan berat badan , rasa penuh pada lambung setelah makan sejumlah kecil makanan dan hematemesis. Intervensi pembedahan pada umumnya lambung. b) Kanker pancreas Penggunaan tembakau dan pankreatitis kronis adalah faktor resiko yang penting. Penapisan rutin tidak dianjurkan dan gejala gejala mungkin tidak spesifik. Pembedahan mungkin dapat menyembuhkan, tetapi kemoterapi dan radiasi lebih sering diguakan untuk upaya paliatif. c) Kanker esophagus Kesulitan menelan dan nyeri epigastrik adalah gejala potensial yang dari kanker esophagus. Kanker berhubungan merupakan satu satunya kemungkinan untuk penyembuhan kanker

dengan tembakau ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 60-an dan 70-an. Intervensi pembedahan mungkin dapat menyembuhkan tetapi sebagian besar pasien mendapatkan kemoterapi atau terapi radiasi untuk upaya paliatif.

8) Kanker kandung kemih Hematuria, sering berkemih, dan kesulitan dalam berkemih yang merupakan gejala umum infeksi kandung kemih, juga dapat menjadi gejala gejala kanker kandung kemih. Pasien yang bergejala termasuk memerlukan suatu pemeriksaan

1) Pembengkakan pada organ tubuh yang terkena ( misal ada benjolan di payudara, diperut, dll) 2) Terjadi perubahan warna (misal perubahan warna tahi lalat) 3) Demam kronis 4) Terjadinya batuk kronis (terutama kanker paru) atau perubahan suara (pada kanker leher). 5) Terjadinya perubahan pada sistem pencernaan/ kandung kemih (misal perubahan pola BAB, BAB berdarah,dsb) 6) Penurunan nafsu makan dan berat badan 7) Keluarnya cairan atau darah tidak normal (misal keluar cairan abnormal dari puting payudara). Sedangkan dilihat dari penyebabnya, komplikasi akibat kanker dibagi menjadi 3 yaitu : 1) Akibat langsung kanker (misalnya, sumbatan saluran cerna pada kanker usus, patah tulah pada kanker tulang, dst) 2) Akibat tidak langsung (misalnya, demam, penuruna berat badan, anemia, penurunan kekebalan tubuh, dsb) 3) Akibat pengobatan (misalnya, pembengkakan akiba sumbatan kelenjar getah bening pada radiasi kanker payudara, gangguan saraf tepi, penurunan kadar sel darah, kebotakan pada kemoterapi)

pemeriksaan sistoskopi kandung kemih, termasuk biopsy. Penggunaan temabakau juga merupakan faktor resiko untuk kanker ini. 9) Kanker kepala dan leher Kanker ini sering terjadi pada lansia terutama pada pria lansia. Konsumsi alkohol dan penggunaan tembakau merupakan faktor resiko yang penting. Pengkajian rongga mulut sangat penting. Kesulitan menelan, suara serak, massa pada leher, atau terjadinya lesi baru dalam daerah mulut harus dikaji lebih lanjut. Pembedahan dan terapi radiasi mungkin menyembuhkan tetapi dapat mengakibatkan morbiditas dan distsres psikologis yang signifikan. (Buku Ajar Keperawatan Gerontik,2006) D. Gejal umum, komplikasi, diagnosis, dan stadium kanker Gejala umum kanker biasanya tergantung pada jenis, tempat dan stadium kanker. Dari sini kemudian, gejala umum kanker adalah sebgai berikut :

Sedangkan

diagnosa

umum

untuk

kanker

ini

disebut juga lokal lanjut atau stadium IV disebut juga stadium lanjut atau telah kanker,2008) E. faktor resiko 1) riwayat keluarga orang orang dewasa dengan riwayat kanker keluarga yang kuat harus dipantau secara hati hati melalui program penapisan. Penemuan baru baru ini mengungkapkan gen gen yang terkait dengan kanker payudara dan kanker lainnya memiliki implikasi yang penting untuk penapisan dan penanganan kanker. Namun jenis jenis tumor dengan predis posisi genetic seperti kanker payudara dan kanker kolon sering terjadi pada orang dewasa muda. Sebagian besar kanker payudara dan kolon terjadi pada orang orang tanpa adanya kaitan genetic yang diketahui. 2) merokok dan penggunaan tembakau merokok dihubungkan dengan satu pertiga kematian akibat kanker terutama kanker paru, kepala dan leher, kendung dan kemih, ginjal, saat ini, esophagus, merokok bermetastase.(mengenal seluk beluk

didasarkan pada hal hal sebagai berikut : 1) Gejala yang dirasakan pasien 2) Temuan pada pemeriksaan fisik 3) Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap petanda tumor 4) Pemeriksaan radiology: roentgen, CT-Scan, MRI, USG 5) Diagnosis pasti adalah melalui pemeriksaan patologi anatomi. Sedangkan penentuan stadium kanker biasanya diklasifikasikan dulu menurut sistem TNM ( tumor, node, metastase) sebagai berikut : 1) Tumor : besar atau luas tumor asal (Tis = tumor belum menyebar ke jaringan sekitar; T1-4 =ukuran tumor) 2) Node: penyebaran kanker ke kelenjar getah bening ( N0=tidak menyebar ke kelenjar getah bening; N1-3= derajat penyebaran) 3) Metastase: ada atau tidaknya penyebaran ke organ jauh (M0=tidak ada/M1=ada) Tujuan klasifikasi TNM adalah untuk perencanaan pengobatan, menentukan prognosis, evaluasi hasil pengobatan, dan juga untuk pertukaran informasi antar pusat pengobatan kanker. Sehingga terdapat stadium kanker I,II,III,IV, stadium I dan II di sebut juga stadium dini, sedangkan stadium III,IV

pancreas,

serviks. Pada

dihubungkan dengan 45% dari senua kemtian akibat kanker pada pria dan 21,5 % kematian akibat kanker pada wanita. 3) diet, berat badan dan latihan

diet dikaitkan dengan satu pertiga dai seluruh kematian akibat kanker. Diet makanan seumur hidup yang tinggi lemak hewani dan rendah serat telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker kolon, payudara dan prostat. Makanan yang tinggi nitrat telah dikaitkan dengan peningkatana resiko kanker kolon dan lambung. Obesitas dan diet tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker payudara dan kolon. Kurangnya olahraga juga dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker kolon. Penggunaan alkohol berat dihubungkan dengan kanker pada daerah kepala dan leher dan kanker hepar. 4) pajanan sinar matahari kanker kulit yang paling mematikan, melanoma maligna meningkat dengan kecepatan terbesar dari semua kanker. Pencegahan primer meliputi meminimalkan pajanan terhadap sinar ultraviolet dengan menggunakan tabir surya, memakai pakaian yang dapat melindungi, dan membatasi aktivitas diluar rumah sampai waktu waktu matahari tidak berada di puncak. 5) bahaya bahaya lingkungan pajanan sebelumnya terhadap karsinogen karsinogen di tempat kerja seperti asbestos sangat penting di kaji pada lansia. Bahan kimia dan zat zat

lain di tempat kerja yang telah dikaitkan denga peningkatan insidensi kanker termasuk kromium dan asbestos. Untuk banyak karsinogen ini pajanan yang dikombinasikan dengan merokok secara signifikan telah meningkatkan resiko kanker. 6) pengeruh hormonal resiko kanker payudara meningkat secara dramatis dengan penuaan. Menapouse setelah usia 55 tahun dikaitkan dengan dua kali resiko kanker payudara dibandingkan dengan menapouse sebelum usia 45 tahun. Penggunaan kontrasepsi oral secara kurang meyakinkan resiko telah kanker dikaitkan payudara, dengan tetapi peningktan

penggunaannya telah menunjukkan dapat mengurangi resiko kanker endometrium. 7) riwayat kanker adanya riwayat kanker pada seseorang telah menempatkan orang tersebut pada resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya jenis jenis kanker primer lain.Perilaku pencegahan sangat penting bagi jutaan orang amerika yang saat ini hidup dengan suatu riwayat kanker. 8) masalah pengobatan dan penanganan lain. Kanker dapat dihubungkan dengan adanya atau kadang kadang penanganan kondisi kondisi

medis yang lain. Resiko kanker lambung contohnya meningkat dengan adanya penyakit lambung yang lain seperti gastritis, aklorhidria, dan ulkus lambung. Diabetes dan hipertensi telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker endometrium. (Buku Ajar Keperawatan Gerontik,2006) F. Penaganan kanker 1) Kemoterapi Penggunaan obat anti kanker yang bertujuan mematikan sel kanker Indikasi dan prinsip : a) Sebanyak mungkin mematikan sel kanker seminimal mungkin mengganggu sel normal b) Dapat digunakan untuk : pengobatan, pengendalian, paliatif c) Jangan diberikan jika bahaya/komplikasinya lebih besar dari manfaatnya d) Obat kemotherapi umumnya sangat toksik, teliti/cermat evaluasi kondisi pasien Kompilaksinya : 1) Efek samping :y nausea, vomiting y alopecia y rasa (pengecap) menurun y mucositis

2) Toksik :y hematologik : depresi sumsum tulang,

anemiay ginjal,

hepar.(http://nursingbegin.com/asuhankeperawatan-kanker/) 2) Radiotherapy a) Menggunakan radiopharmaceuticals (radionuclides).(http://nursingbegin.com/asu han-keperawatan-kanker/) b) Terapi radiaisi eksternal yaitu pengobatan noninvasive dan mungkin lebih sering disarankan untuk lansia lemah yang tidak mampu menjalani pembedahan. (Buku Ajar Keperawatan Gerontik,2006) 3) Pembedahan Pembedahan dapat digunakan sebagai upaya kuratif atau digunakan untuk meingkatkan kualitas hidup. Pembedahan kurang menimbulkan debilitasi dari pada kemoterapi atau terapi radiasi untuk pasien yang cukup sehat utnuk menjalani anastesi dan hanya merupakan satu satunya terapi untuk banyak lansia dengan kanker. (Buku Ajar Keperawatan Gerontik,2006) X-ray atau

4) Immunoterapi Immunoterapi yang disebut juga terapi biologis merupakan jenis pengobatan kanker yang relative baru. Sekalipun demikian diperkirakan akan segera maju pesat dan menjadi andalan para dokter dalam upaya penyembuhan kanker secara total. Tidak beda dengan imunisasi pada umumnya, immunoterapi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan sel sel kanker. Ada tiga macam immunoterapi, yaitu aktif (vaksin kanker), pasif, dan terapi adjuvant. 5) Terapi gen Terapi gen dilakukan dengan beberapa cara:1) mengganti gen yang rusak atau hilang, 2) menghentikan kerja gen yang bertanggung jawab terhadap pembentukan sel kanker , 3) menambahkan gen yang membuat sel kanker lebih mudah dideteksi dan di hancurkan oleh system kekebalan tubuh, kemoterapi, maupun radioterapi, 4) menghentikan kerja gen yang memicu pembuatan pembuluh darah baru di jaringan kanker sehingga sel sel kankernya mati. G. peran perawat Promotif sampai dengan rehabilitatif 1) Memberi dukungan klien terhadap prosedur diagnostic

2) Mengenali kebutuhan psiko sosial dan spiritual 3) Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi klien 4) Memberi bantuan bagi klien yang mendapat pengobatan anti kanker/terhadap keganasan 5) Membantu klien fase penyembuhan/rehabiltasi 6) Membantu klien untuk tindak lanjut pengobatan 7) Berpartisipasi dalam koleksi data penelitian/registrasi kanker. H. asuhan keperawatan 1) identitas kanker sering didiagnosis pada orang orang yang berusia 65 tahun atau lebih. Kejadian kanker sering di derita pada wanita di bandingkan pria. 2) keluhan utama keluhan biasanya disesuaikan dengan jenis dan lokasi kanker yang dialami oleh klien. 3) riwayat penyakit sekarang gejala umumnya kanker adalah yang dialami klien pada sebagai berikut :Demam (http://nursingbegin.com/asuhankeperawatan-kanker/)

kronis,Terjadinya batuk kronis (terutama kanker paru) atau perubahan suara (pada kanker leher).Terjadinya perubahan pada sistem pencernaan/ kandung kemih, Penurunan nafsu makan dan berat badan, Keluarnya cairan atau darah tidak normal.

4) riwayat penyakit dahulu untuk mengetahui apakah klien pernah menderita kanker sebelumnya atau pernah melakukan program terapi / pengobatan kanker 5) riwayat penyakit keluarga untuk mengetahui apakah dalam keluarganyaada yang menderita kanker seperti yang dialami klien saat ini. Karena bila ada keluarga ada yang menderita kanker, resiko tinggi untuk keturunannya. 6) pemeriksaan fisik a) sistem integumenty Perhatikan : nyeri, bengkak, flebitis, ulkus y Inspeksi kemerahan & gatal, eritema y Perhatikan pigmentasi kulit y Kondisi gusi, gigi, mukosa & lidah

y Kaji : jaundice, nyeri abdomen kuadran atas

kanan c) system hematopoetik 1. Kaji Netropeniay Kaji tanda infeksi y Auskultasi paru y Perhatikan batuk produktif & nafas

dispnoey Kaji suhu

2. Kaji Trombositopenia : 3. Kaji Anemiay Warna kulit, capilarry refill y Dispnoe, lemah, palpitasi, vertigo

d) Sistem Respiratorik & Kardiovaskulary Kaji terhadap fibrosis paru yang ditandai

: Dispnoe, kering, batuk non produktif - terutama bleomisiny Kaji tanda CHF y Lakukan pemeriksaan EKG

b) system gastrointerstinaly Kaji frekwensi, mulai, durasi, berat ringannya

mual

&

muntah

setelah

pemberian

kemotherapiy Observasi perubahan keseimbangan cairan &

e) Sistem Neuromuskulary Perhatikan adanya perubahan aktifitas

elektrolity Kaji diare & konstipasi y Kaji anoreksia

motoriky Perhatikan adanya parestesia y Evaluasi refleks y Kaji ataksia, lemah, menyeret kaki

y Kaji gangguan pendengaran y Diskusikan ADL

d) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh sekunder dan sistem imun (efek kemotherapi/radiasi), malnutrisi, prosedur invasive e) Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek radiasi dan kemotherapi, deficit imunologik, penurunan intake nutrisi dan anemia f) Cemas / takut berhubungan dengan situasi krisis (kanker), perubahan kesehatan, sosio ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluarga 8) Rencana asuhan keperawatan a) Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kerusakan jaringan syaraf, infiltrasi sistem suplay syaraf, obstruksi jalur syaraf, inflamasi), efek samping therapi kanker ditandai dengan klien mngatakan nyeri, klien sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan.y Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan

f) Sistem Genitourinariy Kaji frekwensi BAK y Perhatikan bau, warna, kekeruhan urine y Kaji : hematuria, oliguria, anuria y Monitor BUN, kreatinin

7) Diagnosa keperawatan a) Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit (penekanan/kerusakan jaringan syaraf, infiltrasi sistem suplay syaraf, obstruksi jalur syaraf, inflamasi), efek samping therapi kanker ditandai dengan klien mngatakan nyeri, klien sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan. b) Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan berhubungan khemotherapi, emotional dengan dengan radiasi, hipermetabolik kanker, pembedahan fatigue, yang konsekwensi (anoreksia,

iritasi lambung, kurangnya rasa kecap, nausea), distress, ketidakmampuan mengontrol nyeri c) Resiko tinggi kurangnya volume cairan berhubungan dengan output yang tidak normal (vomiting, diare), hipermetabolik, kurangnya intake

224 jam nyeri berkurangy Kriteria hasil :

Klien mampu mengontrol rasa melalui aktivitas. Melaporkan program nyeri dialaminya. Mengikuti

nyeri yang

pengobatan.

Mendemontrasikan mungkin.y Intervensi :

tehnik

relaksasi

dan

Untuk mengetahui efektifitas penanganan nyeri, tingkat nyeri dan sampai sejauhmana klien mampu menahannya serta untuk mengetahui kebutuhan klien akan obat-obatan anti nyeri. 6) Diskusikan penanganan nyeri dengan dokter dan juga dengan klien Agar terapi yang diberikan tepat sasaran 7) Berikan analgetik sesuai indikasi seperti morfin, methadone, narkotik dll Untuk mengatasi nyeri. b) Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan berhubungan dengan dengan hipermetabolik kanker, yang konsekwensi

pengalihan rasa nyeri melalui aktivitas yang

1) Tentukan riwayat nyeri, lokasi, durasi dan intensitas Memberikan informasi yang diperlukan untuk merencanakan asuhan 2) Evaluasi therapi: pembedahan, radiasi, khemotherapi, biotherapi, ajarkan klien dan keluarga tentang cara menghadapinya Untuk mengetahui terapi yang dilakukan sesuai atau tidak, atau malah menyebabkan komplikasi. 3) Berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik atau nonton TV Untuk meningkatkan kenyamanan dengan mengalihkan perhatian klien dari rasa nyeri. 4) Menganjurkan tehnik penanganan stress (tehnik relaksasi, visualisasi, bimbingan), gembira, dan berikan sentuhan therapeutik. Meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menurunkan stress dan ansietas. 5) Evaluasi nyeri, berikan pengobatan bila perlu.

khemotherapi, radiasi, pembedahan (anoreksia, iritasi lambung, kurangnya rasa kecap, nausea), emotional distress, fatigue, ketidakmampuan mengontrol nyeriy Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan

224 jam kebutuhan nutrisi terpenuhiy Kriteria hasil:

Klien menunjukkan berat badan yang stabil, hasil lab normal dan tidak ada tanda malnutrisi. terhadap Menyatakan perlunya intake pengertiannya yang adekuat.

Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diet yang berhubungan dengan penyakitnya.y Intervensi :

makan serta mengurangi stimulus berbahaya yang dapat meningkatkan ansietas. 6) Ciptakan suasana makan yang menyenangkan misalnya makan bersama teman atau keluarga Agar klien merasa seperti berada dirumah sendiri. 7) Anjurkan tehnik relaksasi, visualisasi, latihan moderate sebelum makan. Untuk menimbulkan perasaan ingin makan/membangkitkan selera makan 8) Anjurkan komunikasi terbuka tentang problem anoreksia yang dialami klien. Agar dapat diatasi secara bersama-sama (dengan ahli gizi, perawat dan klien). 9) Amati studi laboratorium seperti total limposit, serum transferin dan albumin Untuk mengetahui/menegakkan terjadinya gangguan nutrisi sebagi akibat perjalanan penyakit, pengobatan dan perawatan terhadap klien. 10) Berikan pengobatan sesuai indikasiPhenotiazine,antidopaminergic, corticosteroids, vitamins khususnya A,D,E dan B6, antacid

1) Monitor intake makanan setiap hari, apakah klien makan sesuai dengan kebutuhannya. Memberikan informasi tentang status gizi klien. 2) Timbang dan ukur berat badan, ukuran triceps serta amati penurunan berat badan. Memberikan informasi tentang penambahan dan penurunan berat badan klien. 3) Kaji pucat, penyembuhan luka yang lambat dan pembesaran kelenjar parotis. Menunjukkan keadaan gizi klien sangat buruk. 4) Anjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori dengan intake cairan yang adekuat. Anjurkan pula makanan kecil untuk klien. Kalori merupakan sumber energi. 5) Kontrol faktor lingkungan seperti bau busuk atau bising. Hindarkan makanan yang terlalu manis, berlemak dan pedas. Mencegah mual muntah, distensi berlebihan, dispepsia yang menyebabkan penurunan nafsu

Membantu menghilangkan gejala penyakit, efek samping dan meningkatkan status kesehatan klien. 11) Pasang pipa nasogastrik untuk memberikan makanan secara enteral, imbangi dengan infus. Mempermudah intake makanan dan minuman dengan hasil yang maksimal dan tepat sesuai kebutuhan. c) Resiko tinggi kurangnya volume cairan berhubungan dengan output yang tidak normal (vomiting, intakey Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan

Pemasukan oral yang tidak adekuat dapat menyebabkan hipovolemia. 2) Timbang berat badan jika diperlukan. Dengan memonitor berat badan dapat diketahui bila ada ketidakseimbangan cairan. 3) Monitor vital signs. Evaluasi pulse peripheral, capilarry refil. Tanda-tanda hipovolemia segera diketahui dengan adanya takikardi, hipotensi dan suhu tubuh yang meningkat berhubungan dengandehidrasi. 4) Kaji turgor kulit dan keadaan membran mukosa. Catat keadaan kehausan pada klien. Dengan mengetahui tanda-tanda dehidrasi dapat mencegah terjadinya hipovolemia. 5) Anjurkan intake cairan samapi 3000 ml per hari sesuai kebutuhan individu. Memenuhi kebutuhan cairan yang kurang. 6) Observasi kemungkinan perdarahan seperti perlukaan pada membran mukosa, luka bedah, adanya ekimosis dan pethekie Segera diketahui adanya perubahan keseimbangan volume cairan. 7) Hindarkan trauma dan tekanan yang berlebihan pada luka bedah.

diare),

hipermetabolik,

kurangnya

124 jam kebutuhan cairan terpenuhi.y Kriteria hasil:

Klien

menunjukkan

keseimbangan

cairan dengan tanda vital normal, membran mukosa normal, turgor kulit bagus, capilarry ferill normal, urine output normal.y Intervensi :

1) Monitor intake dan output termasuk keluaran yang tidak normal seperti emesis, diare, drainase luka. Hitung keseimbangan selama 24 jam.

Mencegah terjadinya perdarahan. 8) Kolaboratif berikan cairan IV bila diperlukan. Memenuhi kebutuhan cairan yang kurang. 9) Berikan therapy antiemetik. Mencegah/menghilangkan mual muntah. d) Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh sekunder dan sistem imun (efek kemotherapi/radiasi), malnutrisi, prosedur invasivey Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan

3) Monitor temperatur. Peningkatan suhu merupakan tanda terjadinya infeksi 4) Kaji semua sistem untuk melihat tanda-tanda infeksi Mencegah/mengurangi infeksi 5) Hindarkan/batasi prosedur invasif dan jaga aseptik prosedur. Mencegah terjadinya infeksi. 6) Monitor CBC, WBC, granulosit, platelets Segera dapat diketahui apabila terjadi infeksi 7) Berikan antibiotik bila diindikasikan Adanya indikasi yang jelas sehingga antibiotik yang diberikan dapat mengatasi organisme penyebab infeksi. e) Resiko tinggi kerusakan dengan efek integritas radiasi kulit dan berhubungan terjadinya resiko

selama 224 jam resiko infeksi berkurangy Kriteria hasil :

Klien mampu mengidentifikasi dan berpartisipasi infeksi. normaly Intervensi :

dalam

tindakan

pecegahan tanda-tanda

Tidak

menunjukkan

infeksi dan penyembuhan luka berlangsung

1) Cuci tangan sebelum melakukan tindakan. Pengunjung juga dianjurkan melakukan hal yang sama. Mencegah terjadinya infeksi silang. 2) Jaga personal hygine klien dengan baik. Menurunkan/mengurangi adanya organisme hidup.

kemotherapi, deficit imunologik, penurunan intake nutrisi dan anemiay Tujuan

:

sdetelah selama

dilakukan 124

tiindakan resiko

keperawatany Kriteria hasil :

jam

kerusakan integritas kulit berkurang

Klien dapat mengidentifikasi intervensi yang berhubungan dengan kondisi spesifik. Berpartisipasi dalam pencegahan komplikasi dan percepatan penyembuhan.y Intervensi :

peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluargay Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan

selama 124 jam cemas yang dirasakan klien berkurangy Kriteria hasil :

1) Kaji integritas kulit untuk melihat adanya efek samping therapi kanker, amati penyembuhan luka. Memberikan informasi untuk perencanaan asuhan dan mengembangkan identifikasi awal terhadap perubahan integritas kulit. 2) Anjurkan klien untuk tidak menggaruk bagian yang gatal. Menghindari perlukaan yang dapat menimbulkan infeksi. 3) Ubah posisi klien secara teratur. Menghindari penekanan yang terus menerus pada suatu daerah tertentu. 4) Berikan advise pada klien untuk menghindari pemakaian cream kulit, minyak, bedak tanpa rekomendasi dokter. Mencegah trauma berlanjut pada kulit dan produk yang kontra indikatif f) Cemas / takut berhubungan dengan situasi krisis (kanker), perubahan kesehatan, sosio ekonomi,

Klien

dapat

mengurangi

rasa

cemasnya. Rileks dan dapat melihat dirinya secara obyektif. Menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi dalam pengobatan.y Intervensi :

1) Tentukan Data-data

pengalaman mengenai dan

klien

sebelumnya klien adanya

terhadap penyakit yang dideritanya. pengalaman sebelumnya akan memberikan dasar untuk penyuluhan duplikasi 2) Berikan informasi tentang prognosis secara akurat. Pemberian informasi dapat membantu klien dalam memahami proses penyakitnya. 3) Beri kesempatan pada rasa klien marah, untuk takut, mengekspresikan menghindari

konfrontasi. Beri informasi dengan wajar dan ekspresi yang sesuai. Dapat menurunkan kecemasan klien

emosi Carpenito, Lynda

DAFTAR PUSTAKA Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa

4) Jelaskan pengobatan, tujuan dan efek samping. Bantu klien mempersiapkan diri dalam pengobatan. Membantu klien dalam memahami kebutuhan untuk pengobatan dan efek sampingnya. 5) Catat koping yang tidak efektif seperti kurang interaksi sosial, ketidak berdayaan dll. Mengetahui dan menggali pola koping klien serta mengatasinya/memberikan solusi dalam upaya 6) Anjurkan meningkatkan untuk kekuatan dalam interaksi mengatasi kecemasan. mengembangkan dengan support system. Agar klien memperoleh dukungan dari orang yang terdekat/keluarga. 7) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. Memberikan kesempatan pada klien untuk berpikir/merenung/istirahat. 8) Pertahankan kontak dengan klien, bicara dan sentuhlah dengan wajar. Klien mendapatkan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa dia benar-benar ditolong.

Keperawatan. Jakarta : EGC Junaidi, iskandar.2007. Kanker, Pengenalan,Pencegahan, dan

Pengobatannya.Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer Diananda, rama.2008. Mengenal Seluk Beluk Kanker. Jogjakarta : Katahati Stanley, mickey. 2006. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC www.medicastore.com/kanker kandung kemih