Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

Embed Size (px)

Text of Manifestasi Klinis INFARK MIOKARD

Manifestasi Klinis yang akan timbul pada penderita selain yang ada pada kasus:Anamnesis (riwayat penyakit)Timbulnya syok kardiogenik dalam hubungan dengan infark miokard dapat dikategorikan dalam:1. Timbul tiba-tiba dalam waktu 4-6 jam setelah infark akibat gangguan miokard masif atau ruptur dinding bebas ventrikel kiri.2. Timbul secara perlahan dalam beberapa hari sebagai akibat infark berulang.3. Timbul tiba-tiba 2 hingga 10 hari setelah infark disertai timbulnya bising sistolik, ruptur septum atau disosiasi elektromekanik. Episode ini dapat disertai atau tanpa nyeri dada, tapi sering disertai dengan sesak napas akut.Keluhan nyeri dada pada IMA biasanya di daerah substernal, rasa seperti ditekan, diperas, seperti diikat, rasa cekik dan disertai rasa takut.

Rasa nyeri menjalar ke leher, rahang, lengan, punggung. Nyeri biasanya hebat berlangsung lebih dari jam, tidak menghilang dengan obat-obatan nitrat. Syok kardiogenik yang berasal dari penyakit jantung lainnya, keluhan sesuai dengan penyakit dasarnya.Pemeriksaan fisikPenampakan umum penderita/manifestasi yang sering timbul Diaforesis (kulit basah) Pernapasan cepat (takipnea) dan dalam Denyut cepat (kecuali dijumpai blok A-V) Ronki akibat bendungan paru Buunyi jantung lemah, dengan bunyi jantung 3 (S3) Prekordium diskinetik Bising jantung bila syok berasal dari disfungsi vasvular (aorta atau bising mitral) Pulsus paradoksus pada infark miokard atau tamponade jantung Catatan:Diaforesis adalahmekanisme tubuh untuk mengurangi cairan yang terinfeksi dala tubuh dengan cara berkeringat. (Dongoes Marlyn, 2000)

Sumber: Bakta, I Made. I Ketut Suastika. 1999. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Jakarta : EGC.

Manifestasi Klinis(1)Keluhan khas ialah nyeri dada retrosternal seperti diremas-remas, ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dada serupa dengan angina, tetapi lebih intensif dan menetap (> 30 menit). Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Nyeri dapat disertai perasaan mual-muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pektoris biasa dan tidak responsif terhadap nitrogliserin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan muka pucat, takikardi, dan bunyi jantung III (jika disertai gagal jantung kongestif). Distensi vena jugularis umumnya terdapat pada infark ventrikel kanan.

GAMBARAN KLINIK AWAL INFARK MIOKARD AKUT PADA USIA LANJUT

Author :Abdul Wasid, dr. Jaja Suharja, dr. Mamat Suramat, dr. Dede, dr. Murhaedi, dr. cahyadi, dr. Burman

Senin, 06 Agustus 2007 00:00:00

Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK

Telah diteliti secara prospektif mengenai perbandingan gambaran klinik awal IMA dan beberapa hubungan diantaranya pada 9 grup pasien IMA waktu masuk RSJHK dan RSCM Jakarta pada periode tertentu, tahun 1986. Grup I terdiri dari 30 pasien IMA usia lebih dari 60 tahun (usia rata-rata 67,4+/-6,9 tahun) yang selanjutnya disebut grup studi, dengan 45 pasien IMA usia kurang dari 60 tahun (usia rata-rata 49,6+/-7,6 tahun) yang selanjutnya disebut grup kelola. Hasilnya menunjukkan bahwa keluhan sakit dada tidak khas lebih banyak terdapat terdapat pada grup I daripada grup II dengan perbedaan yang bermakna yaitu 83,3% berbanding 2,2% (p