of 53 /53
DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUMAS DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN 2012

Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Citation preview

Page 1: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUMASDIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KEMENTERIAN KEUANGAN 2012

Page 2: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

2

SIKLUS PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN DANA APBN/APBD

APBN/APBDAPBN/APBD

KEMENTERIAN/LEMBAGA NEGARA

KEMENTERIAN/LEMBAGA NEGARA

KEGIATAN OPERASIONAL

KEGIATAN OPERASIONAL

PAJAKPAJAK

Page 3: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

KEWAJIBAN UMUM PERPAJAKAN

Page 4: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Kas negara

Pajak Pusat

UANG PAJAK DI SETOR KE KAS NEGARA MELALUIBANK-BANK ATAU KANTOR POS

Page 5: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

LAPORLAPOR Kantor Pelayanan Pajak

Page 6: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

SANKSI TERLAMBAT SETOR

• Menurut Pasal 9 ayat (2a) UU No. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007, pembayaran atau penyetoran pajak yang dilakukan setelah tanggal jatuh tempo penyetoran dikenakan sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran s.d. tanggal pembayaran.

Page 7: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

SANKSI TIDAK ATAU TERLAMBAT MELAPOR

• Menurut Pasal 7 UU No. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. 16 Tahun 2009, apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu sebagaimana telah ditentukan, dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya, dan sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan serta sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi.

Page 8: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

AGENDA SOSIALISASI

PPh Pasal 21/26PAJAK

PENGHASILAN

PPh Pasal 23/26

PPh Pasal 22

PPh Pasal 4 (2)

PAJAK PERTAMBAHAN

NILAI

Barang

Jasa

Page 9: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

DIKELOLADIKELOLA

INSTANSI PEMERINTAH PUSATINSTANSI PEMERINTAH PUSAT INSTANSI PEMERINTAHINSTANSI PEMERINTAH DAERAHDAERAH

LEMBAGA NEGARALEMBAGA NEGARA

MELALUI MELALUI SUATUSUATU

KEGIATANKEGIATAN

BENDAHARA /PEMEGANG KASBENDAHARA /PEMEGANG KASWAJIB MELAKUKANWAJIB MELAKUKANPEMOTONGAN DANPEMOTONGAN DAN

PEMUNGUTAN PAJAK PUSATPEMUNGUTAN PAJAK PUSAT

APBN/APBDAPBN/APBD

Page 10: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

10

Dasar Hukum Penunjukan Bendahara Pemerintah / Badansebagai

PEMUNGUT/PEMOTONG PAJAK

UUUU

PPPP

- UU No. 6 Th 1983 stdtd UU No. 16 Th 2009 (KUP)- UU No. 7 Th 1983 stdtd UU No. 36 Th 2008 (PPh)- UU No. 8 Th 1983 stdtd UU No. 42 Th 2009 (PPN)

- UU No. 6 Th 1983 stdtd UU No. 16 Th 2009 (KUP)- UU No. 7 Th 1983 stdtd UU No. 36 Th 2008 (PPh)- UU No. 8 Th 1983 stdtd UU No. 42 Th 2009 (PPN)

-PP No. 80 Th 2007 (Peraturan Pelaksanaan UU KUP)-PP No.132 Th 2000 (PPh atas hadiah Undian)-PP No.51 Th.2008 jo PP 40/2009 (Jasa Konstruksi) -PP No.71 Th.2008 (PPh Pengalihan Hak Tanah/Bngnan)-PP No.15 Th.2009 (PPh atas Bunga Koperasi)-PP No.143 Th 2000 jo PP 24/2002 (Pelaksanaan UU PPN)-PP No.146 Th 2000 jo PP 38/2003 (PPN dibebaskan)-PP No.21 Th 2001 jo PP 31 Tahun 2007 (PPN Brg Strategis)

-PP No. 80 Th 2007 (Peraturan Pelaksanaan UU KUP)-PP No.132 Th 2000 (PPh atas hadiah Undian)-PP No.51 Th.2008 jo PP 40/2009 (Jasa Konstruksi) -PP No.71 Th.2008 (PPh Pengalihan Hak Tanah/Bngnan)-PP No.15 Th.2009 (PPh atas Bunga Koperasi)-PP No.143 Th 2000 jo PP 24/2002 (Pelaksanaan UU PPN)-PP No.146 Th 2000 jo PP 38/2003 (PPN dibebaskan)-PP No.21 Th 2001 jo PP 31 Tahun 2007 (PPN Brg Strategis)

Page 11: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

11

Dasar Hukum Penunjukan Bendahara Pemerintah / Badan sebagai PEMUNGUT/PEMOTONG PAJAK

PERMENKEU

PERMENKEU

-PMK No. 181/2007 jo. No. 152/2009 (Bentuk dan Isi SPT)-PMK No. 184/2007 jo. No.80/2010 (Tgl jatuh tempo pembayaran,pelaporan)-PMK No.186/2007 (Dikecualikan dari pengenaan sanksi)-PMK No.190/2007 (Pengembalian pjk yg seharusnya tdk terutang)-PMK No.252/2008 (Petunjuk pemotongan PPh Pasal 21)-PMK No.246/2008 jo. No. 154/2009(Beasiswa dikecualikan dari Objek PPh)-PMK No.250/2008 (Biaya jabatan dan Biaya Pensiun)-PMK No.254/2008 (PTKP untuk Pegawai Harian dan Mingguan)-PMK No.244/2008 (Jenis Jasa Objek Pemotongan PPh Pasal 23)-PMK No.154/2010(Pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang Dan Kegiatan Di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha Di Bidang Lain)

-PMK No. 181/2007 jo. No. 152/2009 (Bentuk dan Isi SPT)-PMK No. 184/2007 jo. No.80/2010 (Tgl jatuh tempo pembayaran,pelaporan)-PMK No.186/2007 (Dikecualikan dari pengenaan sanksi)-PMK No.190/2007 (Pengembalian pjk yg seharusnya tdk terutang)-PMK No.252/2008 (Petunjuk pemotongan PPh Pasal 21)-PMK No.246/2008 jo. No. 154/2009(Beasiswa dikecualikan dari Objek PPh)-PMK No.250/2008 (Biaya jabatan dan Biaya Pensiun)-PMK No.254/2008 (PTKP untuk Pegawai Harian dan Mingguan)-PMK No.244/2008 (Jenis Jasa Objek Pemotongan PPh Pasal 23)-PMK No.154/2010(Pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang Dan Kegiatan Di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha Di Bidang Lain)

Page 12: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

12

Dasar Hukum Penunjukan Bendahara Pemerintah / Badansebagai

PEMUNGUT/PEMOTONG PAJAK

PERDIRJENPAJAK

PERDIRJENPAJAK

-Per No. 38/2009 (Bentuk Formulir SSP)-Per No. 31/2009 jo. No.57/2009 (Tata Cara Pemotongan&Penyetoran PPh 21)-Per No.32/2009 (Bentuk Formulir SPT Masa PPh Pasal 21)-Per No.30/2009 (Tata Cara Pengclian Pembyran PPh Pengalihan Hak Tnh&Bgn)-Per No.13/2010 jo. No. 65/2010(Faktur Pajak)-Per No.14/2010 jo. No. 44/2010(Bentuk, Isi dan Tata cara Pengisian SPT Masa PPN)

-Per No. 38/2009 (Bentuk Formulir SSP)-Per No. 31/2009 jo. No.57/2009 (Tata Cara Pemotongan&Penyetoran PPh 21)-Per No.32/2009 (Bentuk Formulir SPT Masa PPh Pasal 21)-Per No.30/2009 (Tata Cara Pengclian Pembyran PPh Pengalihan Hak Tnh&Bgn)-Per No.13/2010 jo. No. 65/2010(Faktur Pajak)-Per No.14/2010 jo. No. 44/2010(Bentuk, Isi dan Tata cara Pengisian SPT Masa PPN)

Page 13: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

- Pemerintah Pusat- Pemerintah Daerah- Instansi atau Lembaga Pemerintah- Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan- Kedutaan Besar RI di Luar Negeri

- Pemerintah Pusat- Pemerintah Daerah- Instansi atau Lembaga Pemerintah- Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan- Kedutaan Besar RI di Luar Negeri

DI:KPP PRATAMA/KP2KPLOKASI

DI:KPP PRATAMA/KP2KPLOKASI

Wajib NPWP

MENGISI FORMULIRPENDAFTARAN

MENGISI FORMULIRPENDAFTARAN

SESUAI DENGAN TANDA PENGENAL (KTP/SIM)

Bendahara Pemerintah ditunjuk sebagai Pemungut PPN/PPn BM berdasarkan

KMK No.563/2003

Bendahara Pemerintah ditunjuk sebagai Pemungut PPN/PPn BM berdasarkan

KMK No.563/2003

Page 14: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

- Pemerintah Pusat- Pemerintah Daerah- Instansi atau Lembaga Pemerintah- Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan- Kedutaan Besar RI di Luar Negeri

- Pemerintah Pusat- Pemerintah Daerah- Instansi atau Lembaga Pemerintah- Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan- Kedutaan Besar RI di Luar Negeri

DI:KPP/KPP PRATAMA/KP2KPLOKASI

DI:KPP/KPP PRATAMA/KP2KPLOKASI

Wajib NPWP

MENGISI FORMULIRPENDAFTARAN

MENGISI FORMULIRPENDAFTARAN

SESUAI DENGAN TANDA PENGENAL (KTP/SIM)

Bendahara Pemerintah ditunjuk sebagai Pemungut dan Pemotong Pajak Pusat

Bendahara Pemerintah ditunjuk sebagai Pemungut dan Pemotong Pajak Pusat

Page 15: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Kewajiban Mendaftarkan DiriPasal 2 ayat (1) UU KUP

Bendaharayang Mengelola APBN/APBD

Bendaharayang Mengelola APBN/APBD

WajibMendaftarkan Diri

WajibMendaftarkan Diri

Untuk Mendapatkan NPWPUntuk Mendapatkan NPWP

Page 16: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Tempat Mendaftarkan DiriTempat Mendaftarkan DiriPer. Dirjen No. PER-Per. Dirjen No. PER-6262/PJ./20/PJ./201010

Tempat PendaftaranTempat Pendaftaran

KPP/KP2KP di mana

BendaharaBerkedudukan

KPP/KP2KP di mana

BendaharaBerkedudukan

Page 17: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012
Page 18: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Objek Penjelasan

PPh Pasal 21 Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan jabatan, jasa & kegiatan

PPh Pasal 4 ayat (2) Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan jasa tertentu & sumber tertentu (jasa konstruksi, sewa tanah/bangunan,pengalihan hak atas tanah/bangunan, hadiah undian dan lainnya)

PPh Pasal 22 Pemungutan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan dengan pembelian barang

PPh Pasal 23 Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hadiah, bunga, deviden, sewa, royalty dan jasa-jasa lainnya selain Objek PPh Psl 21

PPh Pasal 26 Pembayaran atas penghasilan kepada Wajib Pajak Luar Negeri.

PPN dan PPnBM Pemungutan atas pajak konsumsi yg dibayar sendiri sehubungan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak

Bea Materai Pembayaran atas pemanfaatan dokumen2 tertentu (kuitansi, kontrak)

BENDAHARA PEMERINTAH

MELAKSANAKAN KEWAJIBAN PEMOTONGAN & PEMOTONGAN PAJAK PUSAT ATAS

DANA YG BERASAL DARI APBN/APBD

WAJIB

Page 19: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

PEMOTONGAN / PEMUNGUTANPEMOTONGAN / PEMUNGUTAN

PAJAK PENGHASILANPAJAK PENGHASILANOLEH BENDAHARAOLEH BENDAHARA

PPh Ps.21/26

Dibayarkan kepada

ORANG PRIBADI

sehubungan dgn: Pekerjaan Jabatan Jasa Kegiatan

Penghasilan

Dibayarkan atas

PEMBELIANBARANG

Dibayarkan atas

Hadiah (selain obj.21)BungaDevidenRoyaltiSewaJasa (selain obj.21)

Dibayarkan atas

OBYEK-OBYEKPPh Final

PPh Ps.22 PPh Ps.23/26 PPh Final

Dapat Dikreditkan Dalam SPT Tahunan

Page 20: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

PEMOTONGAN / PEMUNGUTANPEMOTONGAN / PEMUNGUTAN

PAJAK PERTAMBAHAN NILAIPAJAK PERTAMBAHAN NILAIOLEH BENDAHARAOLEH BENDAHARA

PENYERAHAN

BARANG KENA PAJAK JASA KENA PAJAK

DIPUNGUT PPN

Page 21: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PPh

PPh PASAL 21

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada orang pribadi

sehubungan dengan pekerjaan jabatan jasa & kegiatan

Page 22: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Penerima Penghasilan Yang Dipotong PPh Pasal 21/26

Page 23: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012
Page 24: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Status PTKP

WP Tidak Kawin

Kode

Jumlah

0 Tanggungan TK/0 15.840.000

1 Tanggungan TK/1 17.160.000

2 Tanggungan TK/2 18.480.000

3 Tanggungan TK/3 19.800.000

WP Kawin Kode Jumlah

0 Tanggungan K/0 17.160.000

1 Tanggungan K/1 18.480.000

2 Tanggungan K/2 19.800.000

3 Tanggungan K/3 21.120.000

WP Kawin + Penghasilan Istri Digabung

Kode

Jumlah

0 Tanggungan K/I/0 33.000.000

1 Tanggungan K/I/1 34.320.000

2 Tanggungan K/I/2 35.640.000

3 Tanggungan K/I/3 36.960.000

24

Page 25: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

PTKP UTK KARYAWATIPTKP UTK KARYAWATI

HANYA UTK DIRISENDIRI

HANYA UTK DIRISENDIRI

STATUS KAWINSTATUS KAWINSTATUS TDK

KAWIN

- UTK DIRI SENDIRI SEBAGAI WP- TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG

SYARAT:MENUNJUKKAN KET. TERTULIS DARI

PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN

BAHWA SUAMI TIDAK MENERIMA/MEMPEROLEH PENGHASILAN

SYARAT:MENUNJUKKAN KET. TERTULIS DARI

PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN

BAHWA SUAMI TIDAK MENERIMA/MEMPEROLEH PENGHASILAN

STATUS KAWINSUAMI

TDK MENERIMA/MEMPEROLEHPENGHASILAN

- UTK DIRI SENDIRI SEBAGAI WP- STATUS KAWIN- TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG

Page 26: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

BIAYA JABATAN & BIAYA PENSIUNBIAYA JABATAN & BIAYA PENSIUN

(MAKSIMAL)SETAHUNSETAHUN

(MAKSIMAL)SEBULANSEBULAN

BIAYA JABATAN

BIAYA PENSIUN

5 % x 5 % x PENGHASILAN BRUTOPENGHASILAN BRUTO

(GAJI)(GAJI)

5 % x 5 % x PENGHASILAN BRUTOPENGHASILAN BRUTO

(PENSIUN)(PENSIUN)

6.000.0006.000.000

2.400.0002.400.000

500.000500.000

200.000200.000

Page 27: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

27

TARIF BERDASARKAN PASAL 17 AYAT (1) A UU NO.36/2008 ( UU PPh)

NONO Lapisan PenghasilanLapisan Penghasilan TarifTarif

1.1. S.d. Rp 50.000.000S.d. Rp 50.000.000 5%5%

2.2. Di atas Rp50.000.000 - s.d. Rp 250.000.000Di atas Rp50.000.000 - s.d. Rp 250.000.000 15%15%

3.3. Di atas Rp250.000.000 - s.d.Rp500.000.000-Di atas Rp250.000.000 - s.d.Rp500.000.000- 25%25%

4.4. Di atas Rp500.000.000Di atas Rp500.000.000 30%30%

KETENTUAN BARU (Mulai tahun pajak 2009):

Page 28: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

28

TIDAK TERMASUK PENGHASILANYANG DIPOTONG PPh PASAL 21

PENGHASILAN

PEMBAYARAN MANFAAT ATAU SANTUNAN ASURANSI DARI PERUSAHAANSEHUBUNGAN DGN ASURANSI KESEHATAN, ASURANSI KECELAKAAN, ASURANSI JIWA, ASURANSI DWIGUNA, DAN ASURANSI BEASISWA

PENERIMAN DLM BENTUK NATURA DAN/ATAU /KENIKMATAN DLM BENTUKAPAPUN YG DIBERIKAN OLEH WAJIB PAJAK ATAU PEMERINTAH (Contoh PPh 21 yg ditanggung Pemberi Kerja atau yg ditanggung Pemerintah)

IURAN PENSIUN YANG DIBAYARKAN KEPADA DANA PENSIUN YG PENDIRIANNYA TLH DISAHKAN MENKEU,IURAN TUNJANGAN HARI TUA ATAU IURAN JAMINAN HARI TUA KEPADA BADAN PENYELENGGARATUNJANGAN HARI TUA/JAMSOSTEK YANG DIBAYAR OLEH PEMBERI KERJA

ZAKAT YG DITERIMA OLEH ORANG PRIBADI YG BERHAK DARI BADAN/LEMBAGA AMIL ZAKAT YG DIBENTUK ATAU DISAHKAN PEMERINTAH, ATAUSUMBANGAN KEAGAMAAN YG SIFATNYA WAJIB BAGI PEMELUK AGAMA YGDIAKUI DI INDONESIA YG DITERIMA OLEH ORANG PRIBADI YG BERHAK DARILEMBAGA KEAGAMAAN YG DIBENTUK ATAU DISAHKAN PEMERINTAH

BEASISWA YG DITERIMA WNI DLM RANGKA MENGIKUTI PENDIDIKAN FORMAL/NON FORMAL (TERSTRUKTUR DAN BERJENJANG) DI DLM NEGERI DAN/ATAU DI LUAR NEGERI DGN SYARAT PEMBERI DGN PENERIMA BEASISWA TDK MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Page 29: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

OLEH BENDAHARAOLEH BENDAHARA

- GAJI/PENSIUN- TUNJANGAN TERKAIT

PENGHASILAN SEHUBUNGAN PEKERJAAN, JABATAN,JASA, KEGIATAN YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH

HONORARIUM IMBALAN LAIN DGN NAMA APAPUN

PEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI/POLRI/

PENSIUNANNYA

BUKAN PEJABAT NEG/PNS/ANGGOTA TNI/ANGGOTAPOLRI/PENSIUNANNYA

DIBAYARKAN KEPADA

TARIF PS.17X

PENGHASILANKENA PAJAK

DITANGGUNGPEMERINTAH

0% (Gol. I & II), 5% (Gol. III) atau

15% (Gol. IV)X Ph Bruto(PPh Final)

UPAH HARIAN/MINGGUAN/BORONGAN

HONOR, U.SAKUHADIAH, KOMISI,BEASISWA, PEM-BAYARAN LAINSEHUBUNGAN DGN PEKERJAANJASA KEGIATAN

5% X(BRUTO-Rp.150RB)

PER HARI

bila>Rp.1,32jt dlm 1 bl:5 % X (bruto-PTKPharian sebenarnya)(-) pot sebelumnya

Bila dibayar bulanan:(bruto-ptkp)disetahunkan

X tarif ps.17, Dibagi 12

TARIF PS.17X

PH. BRUTO

TENAGA AHLI :PENGACARAAKUNTANARSITEKDOKTERKONSULTANNOTARISPENILAIAKTUARIS

TARIF PS.17X

DASAR PEMOTONGANDAN PEMUNGUTAN

Page 30: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

30

PENGHASILAN YANG DITERIMA PENGHASILAN YANG DITERIMA PEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI & POLRI/PENSIUNANPEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI & POLRI/PENSIUNAN

Penghasilan Yang Diterima

PNSANGGOTA

TNI & POLRIPENSIUNAN*)

YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH

GAJI, GAJI KEHORMATAN, UANG PENSIUN, DAN TUNJANGAN LAINNYA

HONORARIUM, UANG SIDANG, UANG HADIR, UANG LEMBUR, IMBALAN

PRESTASI KERJA, DAN IMBALAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN

PEJABATNEGARA

*) TERMASUK JANDA/DUDA, DAN / ATAU ANAK-ANAKNYA

PPh Ps. 21 DITANGGUNGPEMERINTAH

PENGHASILAN TIDAK TERATURPENGHASILAN TERATUR

DIPOTONG PPh Ps.21

Page 31: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

31

Penghitungan PPh Pasal 21

PENGHASILAN BRUTO

- GAJI KEHORMATAN- GAJI - TUNJANGAN YG

TERKAIT

DIKURANGI:- BIAYA JABATAN, 5% DARI

PENGH. BRUTO MAKS Rp 6.000.000,-/ THN ATAU Rp 500.000,-/BLN- IURAN YG TERIKAT DGN PENGH. TETAP

DIKURANGI:BIAYA PENSIUN, 5% DARI PENGH.BRUTO (UANG PENSIUN) MAKS Rp 2.400.000,00/THN ATAURp 200.000,00

PENGHASILAN NETO

PENGHASILAN KENA PAJAK

- UANG PENSIUN- TUNJANGAN YG

TERKAIT

PTKP

TARIF PS.17 UU PPh

DIKURANGI

PAJAK TERUTANGDITANGGUNG OLEH PEMERINTAH

JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA

TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI

PENGHASILAN TERATUR DARI APBN/APBD

Page 32: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

1.2.

NOMOR URUT :

:

:

:

NAMA PEGAWAI / PENSIUNAN :

NIP / NRP :

NPWP PEGAWAI / PENSIUNAN :

ALAMAT PEGAWAI / PENSIUNAN :

:

PANGKAT / GOLONGAN :

JABATAN :

STATUS DAN JENIS KELAMIN : KAWIN TIDAK KAWIN LAKI-LAKI

JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP : K / TK/ HB/

MASA PEROLEHAN PENGHASILAN : S.DRI

A.

16. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 16

14. JUMLAH PENGHASILAN NETO (10 - 13) 14

15. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) 15

13. JUMLAH PENGURANGAN (11 + 12) 13

PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :

11. BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN 11

12. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 12

10. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO ( 4 S.D. 9) 10

PENGURANGAN

8. TUNJANGAN KHUSUS 8

9. TUNJANGAN LAIN-LAIN 9

6. TUNJANGAN STRUKTURAL / FUNGSIONAL 6

7. TUNJANGAN BERAS 7

4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA ( 1+2+3 ) 4

5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN 5

2. TUNJANGAN ISTERI 2

3. TUNJANGAN ANAK 3

RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 SEBAGAI BERIKUT : RUPIAH

PENGHASILAN BRUTO :

1. GAJI POKOK / PENSIUN 1

NAMA INSTANSI / BADAN LAIN

NPWP BENDAHARA

NAMA BENDAHARA

BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL, ANGGOTA TENTARA NASIONAL

INDONESIA/POLISI REPUBLIK INDONESIA, PEJABAT NEGARA DAN PENSIUNANNYA

FO

RM

UL

IR 1721 - A2DEPARTEMEN KEUANGAN RI

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

TA

HU

N K

AL

EN

DE

R

PEREMPUAN

Lembar 1 untuk P egawaiLembar 2 untuk P emotong P ajak

2 0

Page 33: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

33

PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PENERIMA PENGHASILAN SELAIN PEJABAT NEGARA, PNS, ANGGOTA TNI DAN

PARA PENSIUNAN YG DIBEBANKAN KEPADA APBN/APBD

UPAH HARIANUPAH MINGGUANUPAH SATUANUANG SAKU HARIANUPAH BORONGAN

HONORARIUM, UANG SAKU,HADIAH, PENGHARGAAN, KOMISI, FEE, DAN PEMBAYARAN LAIN SBG IMBALAN SEHUBUNGANDGN PEKERJAAN, JASA, DAN KEGIATAN

DIPOTONG PPh Psl 21/26 DARI PENGHASILAN BRUTO

Penghasilan teratur dan tidak teratur

Page 34: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

34

Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Upah Harian/mingguanPenghitungan PPh Pasal 21 Untuk Upah Harian/mingguan

ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN,MINGGUAN, SATUAN, BORONGAN, DAN

UANG SAKU HARIAN

TIDAK LEBIH DARIRp 150.000,-

TIDAK DIPOTONGPPh Ps.21

DIBAYAR HARIAN

LEBIH DARIRp 150.000,-

DIKURANGIRp 150.000,-

DIPOTONG PPhTARIF 5%

PADA SAAT TELAH MELEBIHI Rp 1.320.000 DALAM SATU BULAN KALENDER

PKP

JIKA PENGHASILAN KUMULATIF DLM1 BLN < Rp 6.000.000

DIPERHITUNGKAN PPh Ps.21YANG TELAH DIPOTONG

JIKA WP TDK

MEMILIKI NPWP MAKA

TARIFNYA 20% LEBIH

TINGGI

Tdk termasuk Honorarium atau

Komisi yg diterima Penjaja barang &

Petugas dinas luar

JIKA PENGHASILAN KUMULATIF DLM1 BLN > Rp 6.000.000

TARIF Psl 17Iuran Jaminan Hari Tua/Iuran Tunjangan Hari Tua

yg dibayarkan ke Jamsostek, bila diwajibkan

DIKURANGIPTKP HARIAN SEBENARNYA +

TARIF 5%

Page 35: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

35

Penghitungan PPh Pasal 21

ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN, MINGGUAN,SATUAN, BORONGAN, DAN UANG SAKU HARIAN

PKP SEBULAN

PPh SETAHUN

DIBAYAR BULANAN

DIKURANGI PTKP SEBULAN

PKP DISETAHUNKANX

TARIF PPh Ps.17

PPh SEBULANPPh SEBULAN

JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA

TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI

Page 36: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

36

UANG SAKU, UANGREPRESENTASI, UANG RAPAT, HONORARIUM,

HADIAH DAN PENGHARGAAN

PESERTA KEGIATAN

1. PESERTA PERLOMBAAN DALAM SEGALA BIDANG;2. PESERTA RAPAT, KONFERENSI,SIDANG,PERTEMUAN

DAN KUNJUNGAN KERJA;3. PESERTA/ANGGOTA DALAM SUATU KEPANITIAAN;4. PESERTA PENDIDIKAN,PELATIHAN & MAGANG;5. PESERTA KEGIATAN LAINNYA

SELAIN

PNS/T

NI/POLR

I/

PEJABAT

NEGARA/P

ENSIU

NAN

MENERIMA IMBALAN :

DIPOTONG PPH PS.21 DGN TARIFPASAL 17 AYAT (1) HURUF a DARI JUMLAH

PENGHASILAN BRUTO UTK SETIAP KALIPEMBAYARAN YG BERSIFAT UTUH & TDK

DIPECAH

Page 37: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

37

BUKAN PEGAWAI

DIPOTONG PPH PS.21 DGN TARIFPASAL 17 AYAT (1) HURUF a DARI DASAR

PENGENAAN & PEMOTONGAN PPh PASAL 21

HONORARIUM, KOMISI, FEE, DAN IMBALAN SEJENISNYA DGN NAMA & DALAM BENTUK

APAPUN YG DIBAYARKAN SECARA TDKBERKESINAMBUNGAN

MENERIMA IMBALAN BERUPA

JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP

MAKATARIFNYA 20% LEBIH TINGGI

* SYARATNYA BUKAN PEGAWAI HARUS MEMILIKI NPWP & TDK MENERIMA SUMBER PENGHASILAN LAINNYA

MENERIMA IMBALAN BERUPA

DASAR PENGENAAN &PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADALAH 50% DARI

JUMLAH PENGHASILAN BRUTO

HONORARIUM, KOMISI, FEE, DAN IMBALAN SEJENISNYA DGN NAMA & DALAM BENTUK

APAPUN YG DIBAYARKAN BERKESINAMBUNGAN

PTKP*

DIKURANGI

DASAR PENGENAAN & PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADALAH 50% DARI

JUMLAH PENGHASILAN BRUTO

TENAGA AHLI (PENGACARA, AKUNTAN, ARSITEK, DOKTER, KONSULTAN, NOTARIS, PENILAI DAN AKTUARIS PEMAIN MUSIK, PEMBAWA ACARA, PENYANYI, PELAWAK, BINTANG FILM, BINTANG SINETRON, BINTANG IKLAN, SUTRADARA, KRU FILM, FOTO MODEL, PERAGAWAN/TI, PEMAIN DRAMA, PENARI, PEMAHAT, PELUKIS & SENIMAN LAINNYA OLAHRAGAWAN; PENASEHAT, PENGAJAR, PELATIH, PENCERAMAH, PENYULUH & MODERATOR PENGARANG, PENELITI, DAN PENERJEMAH; AGEN IKLAN;

PEMBERI JASA DLM SEGALA BDG TERMASUK TEKNIK, KOMPUTER DAN SISTEM APLIKASINYA

TELEKOMUNIKASI, ELEKTRONIKA, FOTOGRAPHI, EKONOMI DAN SOSIAL SERTA PEMBERIAN JASA

KPD SUATU PANITIA PENGAWAS, PENGELOLA PROYEK; PEMBAWA PESANAN/PENEMU LANGGANAN ATAU

YG MENJADI PERANTARA PENJAJA BARANG DAGANGAN PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI; DISTRIBUTOR PERUSAHAAN MULTILEVEL

MARKETING ATAU DIRECT SELLING & KEGIATAN SEJENIS LAINNYA

SELAIN

PNS/T

NI/POLR

I/

PEJABAT

NEGARA/P

ENSIU

NAN

Page 38: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Tarif Tarif Final Final Penghasilan Atas Honorarium Penghasilan Atas Honorarium

Yang Bersumber dari APBN/APBDYang Bersumber dari APBN/APBDMulai 1 Januari 2011Mulai 1 Januari 2011 (PP 80/2010) (PP 80/2010)

NO.NO. PENERIMA PENGHASILANPENERIMA PENGHASILAN TARIF Ket

1.1.

PNS Golongan I dan IIPNS Golongan I dan IIAnggota TNI dan Anggota POLRI Golongan

Pangkat Tamtama dan Bintara, dan Pensiunannya

0%0% Dibuat BuktiDibuat BuktiPemotonganPemotongan

2.2.

PNS Golongan IIIPNS Golongan IIIAnggota TNI dan Anggota POLRI Golongan

Pangkat Perwira Pertama, dan pensiunannya

5%5%Dibuat BuktiDibuat BuktiPemotonganPemotongan

3.3.

Golongan IVGolongan IVAnggota TNI dan Anggota POLRI Golongan

Pangkat Perwira Menengah dan Perwira Tinggi, dan Pensiunannya

15%15%Dibuat BuktiDibuat BuktiPemotonganPemotongan

38

Page 39: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemotongan PPh Pasal 21Dalam Pemotongan PPh Pasal 21

(PP 80/2010)(PP 80/2010)

∙ Dalam hal Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, dan Pensiunannya tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, atas penghasilan tetap dan teratur setiap bulan yang dibebankan pada APBN atau  APBD dikenai tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 lebih tinggi sebesar 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, dan Pensiunannya yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan dipotong dari penghasilan yang diterima Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, dan Pensiunannya pada saat penghasilan tetap dan teratur setiap bulan dibayarkan.

∙ Dalam hal PNS, Anggota TNI, Anggota POLRI, dan Pensiunannya diangkat sebagai pimpinan dan/atau anggota pada lembaga yang tidak termasuk sebagai Pejabat Negara, atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD terkait dengan kedudukannya sebagai pimpinan dan/atau anggota pada lembaga tersebut dikenai pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan dan tidak ditanggung oleh Pemerintah.

Page 40: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

69

MENGAMBIL SENDIRI FORMULIR YG SUDAH DITETAPKAN DALAM PERDIRJEN PAJAK

MEMBUAT & MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PADA SAAT DILAKUKANPEMOTONGAN PAJAK

DALAM HAL TERJADI KELEBIHAN PENYETORAN PPh PSL 21 DAN/PPh PAL 26 YG TERUTANG PADA SUATU BULAN,KELEBIHAN TSB DAPAT DIPERHITUNGKAN DGN PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PASAL 26 YG TERUTANG PADA BLN BERIKUTNYA MELALUI SPT MASA PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PSL 26

MEMBUAT CATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN PPh PSL 21 UTK MASING2PENERIMA PENGHASILAN, YG MENJADI DASAR PELAPORAN PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PSL 26 YG TERUTANG UTK SETIAPMASA PAJAK DAN WAJIB MENYIMPANCATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN TSB

MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWP

MENGHITUNG, MEMOTONG, MENYETOR DAN MELAPOR PPh YANG TERUTANG SETIAP BULAN KALENDER TERMASUK LAPORAN PENGHITUNGAN PPh YG NIHIL

KEWAJIBAN BENDAHARAPEMOTONG PPh PASAL 21

Page 41: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

70

MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA PADA AWAL TAHUN KALENDER ATAU PADA SAAT MULAI MENJADI SUBJEK PAJAK DLM NEGERI SBG DASAR PENENTU PTKP PADA SAAT MULAI BEKERJA ATAU MULAI PENSIUN

KEWAJIBAN PENERIMAPENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21

APABILA TERJADI PERUBAHAN TANGGUNGAN KELUARGA,PENERIMA PENGHASILAN MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA YG BARU DAN MENYERAHKANNYA KE PEMOTONG PPh PSL 21 DAN/PPh PSL 26 PALING LAMA SEBELUMULAI TAHUN KALENDER BERIKUTNYA

Page 42: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

71

TATA CARA PENYETORANTATA CARA PENYETORANPPh PASAL 21PPh PASAL 21

TDK DITANGGUNG PEMERINTAH

DITANGGUNG PEMERINTAH

DGN SSP KE :- BANK PERSEPSI, ATAU- KANTOR POS GIRO

PALING LAMBATTGL 10 BLN BERIKUTNYA

BILA JATUH PD HARI LIBUR PENYETORAN

PADA HARI KERJA BERIKUTNYA

TDK ADAPENYETORAN

Page 43: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

72

TATA CARA PELAPORANPPh PASAL 21

MELAPORKANPENGHITUNGAN

PPh PSL 21DLM DAFTAR GAJI

KPPN

PLG LAMBAT TGL 20 BULAN TAKWIM

BERIKUTNYA

JIKA JATUH PD HARI LIBUR

PD HARI KERJABERIKUTNYA

TDK DITANGGUNG PEMERINTAH

DITANGGUNG PEMERINTAH

DGN SPT MASA PPhPASAL 21

KE KPP/K2KP

Page 44: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Jenis-Jenis SPT PPh Orang Pribadidan Penggunaannya

1770

1770 S

1770 SS

73

Page 45: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Contoh Kasus

1. Nama ADI SAPUTRO

2. Alamat Jl. Sakti No. 18

3. JabatanKabag Keuangan, Kementerian BUMN

4. Status/Tanggungan Kawin/2 Anak

5. Pangkat/Golongan Pembina (IV/a)

6. NPWP 48.999.666.3.011.000

7. Masa Kerja Januari – Desember 2011

Page 46: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Data Wajib Pajak Data Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 201Orang Pribadi Tahun 20111

A. PERINCIAN PENGHASILAN TAHUN 2011 (Formulir 1721-A2):

:

:

:

: (+)

: *)

: **)

= (-)

=

Rp 2,845,320

Rp 1,138,128

Rp 11,760,000

Rp 2,786,400

Rp -

= Rp 46,983,048

Rp 2,349,152

Penghasilan Bruto

1,540,741Rp

Rp 3,889,893

Pengurangan :

Tunjangan struktural/ fungsional

Tunjangan istri/ suami

Tunjangan anak

Tunjangan lain-lain

Gaji pokok Rp 28,453,200

- Biaya Jabatan 5% x46.983.048

- Iuran Pensiun

Penghasilan Neto Rp 43,093,155

Tunjangan beras

BIAYA JABATAN =

5% x Penghasilan

Bruto (Maksimal : 6.0006.000.000/Th, .000/Th, 500500.000/Bln.000/Bln

BIAYA JABATAN =

5% x Penghasilan

Bruto (Maksimal : 6.0006.000.000/Th, .000/Th, 500500.000/Bln.000/Bln

IURAN PENSIUN =

4.75% x (Gaji Pokok+Tunjanga

n Keluarga) =4.75% 4.75%

xx32.436.64832.436.648

IURAN PENSIUN =

4.75% x (Gaji Pokok+Tunjanga

n Keluarga) =4.75% 4.75%

xx32.436.64832.436.648

Page 47: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Data Wajib Pajak Data Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 201Orang Pribadi Tahun 20111

=

:

:

:

(+)= (-)

=

=

= (-)

*)

**)

N I H I L

Biaya jabatan yaitu biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memeliharapenghasilan sebesar 5 % dari penghasilan bruto dengan jumlah maksimumsebesar Rp 6.000.000,- setahun atau Rp 500.000,- sebulan.

Rp 23,293,155

PPh Telah Dipotong

PPh yang kurang atau lebih dibayar

Penghasilan Neto Rp 43,093,155

Rp 1,164,650

Rp 1,164,650

- Anak 2 orang @ Rp 1.320.000

Penghasilan Kena Pajak

Iuran pensiun sebesar 4,75 % x (gaji pokok+tunjangan keluarga)

PTKP ( K/ 3 )

- Wajib Pajak

- Status Kawin

Rp 19,800,000 Total Penghasilan Tidak Kena Pajak

Rp 15,840,000

Rp 1,320,000

Rp 23,293,155

Rp 2,640,000

PPh Terutang 5 % x Rp 23.293.000 = 1.164.650

Pembulatan Penghasilan Kena Pajak

adalah Ribuan Ribuan

Penuh (000)Penuh (000)

Pembulatan Penghasilan Kena Pajak

adalah Ribuan Ribuan

Penuh (000)Penuh (000)

Page 48: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

1721

-a2

1.2.3.

NOMOR URUT : 0 2

: K E M E N T E R I A N X Y Z

: 0 0 0 1 1 8 8 8 9 0 1 1 0 0 0

: B E N D A H A R A K E M E N T E R I A N X Y Z

ALAMAT BENDAHARA : J L . M E R D E K A B A R A T N O 1 2 3

NAMA PEGAWAI / PENSIUNAN : A D I S A P U T R O

NIP / NRP : 1 9 5 9 0 6 1 5 1 9 8 0 1 2 1 0 0 1

NPWP PEGAWAI / PENSIUNAN : 2 7 8 8 4 6 6 6 4 0 1 5 0 0 0

: J L . S A K T I N O . 2 5

PANGKAT / GOLONGAN : I V / A

JABATAN : K E P A L A B A G I A N K E U A N G A N

STATUS DAN JENIS KELAMIN : x KAWIN TIDAK KAWIN LAKI-LAKI

JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP : K / 2 TK/ HB/

MASA PEROLEHAN PENGHASILAN : 0 1 S.D 1 2RI

A.

LAMPIRAN I - B

TA

HU

N T

AK

WIM

Lembar 1 untuk KP P

FO

RM

UL

IR1721 - A2

Lembar 2 untuk P emotong P ajakLembar 3 untuk P egawai

SPT TAHUNAN PPh PASAL 21

2 0 1 1PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 PEGAWAI NEGERI SIPIL , ANGGOTA TNI / POLRI, PEJABAT NEGARA DAN PENSIUNANNYA

DEPARTEMEN KEUANGAN RI

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

NAMA INSTANSI / BADAN LAIN

NPWP BENDAHARA

NAMA BENDAHARA

ALAMAT PEGAWAI / PENSIUNAN

PEREMP

RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 SEBAGAI BERIKUT : RUPIAH

PENGHASILAN BRUTO :

1. GAJI POKOK / PENSIUN 1

2. TUNJANGAN ISTERI 2

3. TUNJANGAN ANAK 3

4. JUMLAH GAJI DAN TUNJANGAN KELUARGA ( 1+2+3 ) 4

5. TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN 5

6. TUNJANGAN STRUKTURAL / FUNGSIONAL 6

7. TUNJANGAN BERAS 7

8. TUNJANGAN KHUSUS 8

9. TUNJANGAN LAIN-LAIN 9

10. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO ( 4 S.D. 9) 10

PENGURANGAN

11. BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN 11

12. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 12

13. JUMLAH PENGURANGAN (11 + 12) 13

PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :

14. JUMLAH PENGHASILAN NETO (10 - 13) 14

28,453,200

2,845,320

1,138,128

32,436,648

11,760,000

2,786,400

46,983,048

2,349,152

1,540,741

3,889,893

43,093,155

Page 49: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

1721

-a2

20.

a.

b.

B. • : DIPINDAHKAN PINDAHAN BARU PENSIUN

C. TANDA TANGAN BENDAHARA 3 0 1 2 2 0 1 1

K E M E N T E R I A N X Y Z

NAMA : W A R S I T O

NIP/NRP : 1 3 3 2 3 3 5 3 3

D.1.1.32.49

9. TUNJANGAN LAIN-LAIN 9

10. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO ( 4 S.D. 9) 10

PENGURANGAN

11. BIAYA JABATAN / BIAYA PENSIUN 11

12. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT 12

13. JUMLAH PENGURANGAN (11 + 12) 13

PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :

14. JUMLAH PENGHASILAN NETO (10 - 13) 14

15. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) 15

16. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 16

YANG KURANG DIPOTONG (18 - 19)20

YANG LEBIH DIPOTONG (19 - 18)

PEGAWAI TERSEBUT

(Tempat) TGL BLN

17. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN / DISETAHUNKAN (15 - 16) 17

18. PPh PASAL 21 TERUTANG 18

19. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG 19

1,164,650

THN

Tanda Tangan dan Cap

BENDAHARA

WARSI TOJ IKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI

46,983,048

2,349,152

1,540,741

1,164,650

N I H I L

3,889,893

43,093,155

19,800,000

23,293,155

JUMLAH PPh PASAL 21 :

Page 50: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Data Penghasilan Wajib Pajak Data Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2011Orang Pribadi Tahun 2011

HonorariumHonorarium Instansi Instansi Pemotong Pajak/ NPWPPemotong Pajak/ NPWP

Penghasilan Penghasilan BrutoBruto

PPh 21 PPh 21 FINAL + NON FINAL + NON

FINALFINAL

Nomor & TanggalNomor & Tanggal Bukti PotongBukti Potong

Juni 2011 Kemenhub ( 00.094.420.1.061.00) Rp 2.000.000 Rp 300.000 BP21-02/VI/2011 ( 15/06/2011)

Oktober 2011 Kemenkop&UKM ( 00.047.280.7.021.000) Rp 4.000.000 Rp 600.000 BP21-10/IX/2011 ( 10/09/2011)

Oktober 2011 Media Keuangan (01.090.209.1.014.000) Rp 5.000.000 Rp 125.000 BP21-05/RT/X/2011 ( 29/10/2011)

Jumlah Total Rp 11.000.000 Rp 1.025.000

Pak Adi Saputro juga mendapatkan honorarium sebagai Tim Penyusun Materi Pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah di Kemenhub sebesar Rp 2.000.000,- dan bendahara telah melakukan pemotongan PPh Final sesuai

ketentuan yaitu 15%. ( Bukti Pemotongan PPh Nomor : BP21-02/VI/2011 Tanggal 15/06/2011)Pak Adi Saputro juga mendapatkan honorarium sebagai Pembicara Ahli Acara Bimbingan Teknis Keuangan di Kemenkop dan UKM sebesar Rp 4.000.000,- dan bendahara telah melakukan pemotongan PPh Final sesuai

ketentuan yaitu 15%. ( ( Bukti Pemotongan PPh 21 Final Nomor : BP21-10/IX/2011 Tgl10/09/2011)

3

1

Pak Adi Saputro juga mendapatkan honorarium sebagai Narasumber Seminar yang diselenggarakan oleh salah satu media sebesar Rp 5.000.000,- dan telah melakukan pemotongan PPh 21 sesuai ketentuan Pasal 17. ( Bukti

Pemotongan PPh 21 Non Final Nomor : BP21-05/RT/X/2011 Tanggal 29/10/2011)

2

Page 51: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Bukti Potong PPh 21 finalLembar ke-1 untuk : Wajib PajakLembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak

N P W P : 4 8 - 9 9 9 - 6 6 6 - 3 - 0 1 1 - 0 0 0 (3)

Nama Wajib Pajak : A D I S A P U T R O

Alamat : J l . S a k t i N o . 1 8 1 8

Uang Pesangon, Uang Tebusan Pensiun, Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus. Honor & Imbalan lain yang dibebankan kepada APBN atau APBD yang diterima oleh PNS, Anggota TNI/ POLRI dan Pensiunan.

Terbilang :

*) Lihat petunjuk pengisian

Pemotong Pajak (5)

N P W P : 1 7 - 0 9 4 - 4 2 0 1 - 0 6 1 - 0 0 0

N a m a : B E N D A H A R A K E M E N H U B

Perhatian : 1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang Tanda tangan, nama dan cap

dipotong di atas bukan merupakan kreditpajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT)Tahunan PPh Orang Pribadi.

2. Bukti Pemotongan ini dianggap sahapabila diisi dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.02

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK……………………………………...…………. (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21(FINAL)

NOMOR : BP21-02/VI/2011………

No. Jenis Penghasilan Jumlah Penghasilan Bruto Tarif PPh yang dipotong

1.

(1) (2) (3) (4) (5)

300,000

2.

2,000,000 15%

JUMLAH 300,000

Tiga Ratus Ribu Rupiah

Jakarta , 15 Juni 2011 (4)

SOEDIBYO

Lembar ke-1 untuk : Wajib PajakLembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak

N P W P : 4 8 - 9 9 9 - 6 6 6 - 3 - 0 1 1 - 0 0 0 (3)

Nama Wajib Pajak : A D I S A P U T R O

Alamat : J l . S a k t i N o . 1 8

Uang Pesangon, Uang Tebusan Pensiun, Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus. Honor & Imbalan lain yang dibebankan kepada APBN atau APBD yang diterima oleh PNS, Anggota TNI/ POLRI dan Pensiunan.

Terbilang :

*) Lihat petunjuk pengisian

Pemotong Pajak (5)

N P W P : 1 8 - 0 4 7 - 2 8 0 - 7 - 0 2 1 - 0 0 0

N a m a : B E N D A H A R A K E M E N K O P &

U K M

Perhatian : 1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang Tanda tangan, nama dan cap

dipotong di atas bukan merupakan kreditpajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT)Tahunan PPh Orang Pribadi.

2. Bukti Pemotongan ini dianggap sahapabila diisi dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.02

JUMLAH 600,000

Enam Ratus Ribu Rupiah

Jakarta, 4 Juni 2011

KURNIADI

600,000

2.

4,000,000 15%

(1) (2) (3) (4) (5)

1.

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21(FINAL)

NOMOR : BP21-10/IX/2011

No. Jenis Penghasilan Jumlah Penghasilan Bruto Tarif PPh yang dipotong

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK……………………………………...…………. (1)

Page 52: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Bukti Potong PPh 21 Non Final Lembar ke-1 untuk : Wajib PajakLembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak

N P W P : 4 8 - 9 9 9 - 6 6 6 - 3 - 0 1 1 - 0 0 0 (3)

Nama Wajib Pajak : A D I S A P U T R O

Alamat : J l . S a k t i N o . 1 8

Upah Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga

Kerja Lepas

Imbalan Distributor MLM

Imbalan Petugas Dinas Luar Asuransi

Imbalan kepada Penjaja Barang Dagangan

Imbalan Kepada Tenaga Ahli

Honorarium atau Imbalan kepada Anggota

Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas yang

tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap

Jasa Produksi, Tantiem, Bonus atau Imbalan

Lain kepada Mantan Pegawai

Penarikan Dana Pensiun oleh Pegawai

Imbalan kepada Peserta Kegiatan

Imbalan kepada Bukan Pegawai yang

bersifat berkesinambungan

Imbalan kepada Bukan Pegawai yang

tidak bersifat berkesinambungan

Penghasilan kepada Pegawai atau Pemberi

Jasa sebagai Wajib Pajak Luar Negeri

Jumlah

Terbilang :

*) Lihat petunjuk pengisian

Perhatian :

1.

N P W P : 1 9 - 0 9 0 - 2 0 9 - 1 - 0 1 4 - 0 0 0

Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 21 yang

dipotong di atas merupakan Angsuran atas

Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun

pajak yang bersangkutan. Simpanlah bukti

pemotongan ini baik-baik untuk

diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh

Orang Pribadi.

Pemotong Pajak (5)

125,000 5,000,000

Seratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah

12.

11.5,000,000 2.5% 125,000

8.

9.

10.

7.

3.

4.

5.

6.

1.

PPh yang Terutang (Rp)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jakarta,29 Oktober 2011

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PAJAKKANTOR PELAYANAN PAJAK

……………………………………...…………. (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26

NOMOR : BP21-25/RT/X/2011

No. Jenis PenghasilanJumlah Penghasilan Bruto

(Rp)

Tarif lebih tinggi 20%

(Tidak Ber-

NPWP)

Tarif

2.

Page 53: Materi sosialisasi bendahara pemerintah 2012

Bangga BayarPajak

www.pajak.go.id