Metode BCS

  • View
    12

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Method of BCS

Text of Metode BCS

  • BCS System - 1

    DAFTAR ISI

    PENDAHULUAN

    BAB I INFORMASI PROYEK

    BAB II STRUKTUR ORGANISASI

    BAB III SPESIFIKASI TEKNIS

    BAB IV TOLERANSI PRODUK

    BAB V SCHEDULE PELAKSANAAN

    BAB VI METODE PRODUKSI

    BAB VII METODE PENGIRIMAN

    BAB VIII METODE PEMASANGAN

    BAB IX DESIAN PERHITUNGAN

  • BCS System - 2

    PENDAHULUAN

    Produk Quality Plan ini disusun untuk digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan produksi dan pemasangan (install) :

    Produk : BEAM COLUMN SLAB (BCS) Proyek : FLAT TNI KODAM IV DIPONEGORO SEMARANG

    Dengan maksud agar dalam pelaksanaannya dapat dihindari terjadinya ketidaksesuaian baik dari segi mutu maupun waktu, sehingga dapat dihasilkan suatu produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Produk Quality Plan ini merupakan bagian yang saling melengkapi dari berbagai dokumen yang disiapkan dalam pelaksanaan suatu proyek, khususnya dengan dokumen yang berhubungan dengan system pengendalian biaya dan pengendalian waktu. Produk Quality Plan proyek ini akan selalu dimutakhirkan setiap saat bila dirasakan perlu diadakan perubahan, kecuali untuk nama-nama personil yang disebutkan dalam struktur organisasi (perubahan dengan diikuti oleh pengesahan struktur organisasi baru oleh pihak manajemen). Produk Quality Plan proyek ini bersifat mengikat terhadap pelaksanaan pekerjaan dan dilengkapi dengan instruksi kerja.

  • BCS System - 3

    BAB I INFORMASI PROYEK

    1. Nama Proyek : FLAT TNI KODAM IV DIPONEGORO SEMARANG 2. Owner : Kementerian Negara Perumahan rakyat 3. Main Kontraktor : 4. Lokasi Proyek : Semarang 5. No. Kontrak/ SPK : 6. Jenis Produk : Beam Column Slab (BCS) 7. Lingkup Pekerjaan :

    a. Produksi produk BCS b. Pengiriman produk BCS c. Pemasangan produk BCS

    8. Waktu Pelaksanaan : 9. Referensi Proyek :

    Beberapa proyek Beam Column Slab (BCS) yang pernah ditangani antara lain sebagai berikut:

    a. Hotel Istana Bogor b. Dermaga IPB Bogor c. Administrasi Bogor d. Mabes TNI AU e. East Park f. SD Ar RAhman

  • BCS System - 4

    BAB II STRUKTUR ORGANISASI

    Di dalam suatu proyek perlu adanya struktur organisasi dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan diketahui siapa yang betanggung jawab dalam kelancaran pelaksanaan proyek. Struktur organisasi pada proyek BCS Flat TNI Kodam IV Diponegor Semarang ini sebagai berikut:

  • BCS System - 5

    BAB III SPESIFIKASI TEKNIS

    1. DEFINISI BCS System (Beam Column Slab) adalah Suatu sistem struktur precast untuk bangunan gedung yang terdiri dari balok, kolom dan slab precast yang dirangkai dalam sistem sambungan tertentu sehingga terbentuk suatu sistem struktur portal terbuka (open frame).

    2. SPESIFIKASI TEKNIS a. Mutu beton yang dipakai Balok dan Kolom : K-350 Slab : K-450

    b. Mutu baja tulangan : - Diameter > 13 mm dipakai U-39 - Diameter < 13 mm dipakai U-24

    c. Dimensi balok dan kolom sesuai dengan perhitungan struktur d. Dimensi preslab sesuai dengan perhitungan struktur

    3. SPESIFIKASI MATERIAL

    No Material Referensi Diskripsi Spesifikasi 1 Agregate ASTM C33 Standard Spesification

    for Concrete Agregate

    2 Semen SNI 15 2049 - 2004

    Portland Cement Standar produk type I

    3 Admixture ASTM C494 - 1985

    Standard Specification for Chemical Admixture for Concrete

    Type F

    4. SISTEM SAMBUNGAN

    Sistem sambungan yang dipakai pada produk BCS adalah a. Balok

    Sambungan pada balok menggunaka panjang penyaluran dengan system hook (kait)

    b. Kolom Sambungan pada kolom menggunakan system splice sleeve

    c. Slab Sambungan pada slab menggunakan panjang penyaluran PC Wire L =125 mm

  • BCS System - 6

    BAB IV TOLERANSI PRODUK

    TOLERANSI DALAM UKURAN Dimensi Tie beam dan Balok

    Panjang = 3/4 in Lebar = 1/4 in Tebal = 1/4 in

    Kolom Panjang = 1/2 in Lebar = 1/4 in Tebal = 1/4 in

    Preslab Panjang = 1/2 in Lebar = 1/4 in Tebal = 1/4 in

  • BCS System - 7

    BAB V SCHEDULE PELAKSANAAN

    Schedule pelakasanaan dibuat sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan dan untuk mengetahui progres pekerjaan serta sebagai kontrol agar pelaksanaan sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh owner. Schedule pelaksanaan pada proyek Flat POLRI SMA Taruna Nusantara Magelang adalah terlampir:

    BAB VI

  • BCS System - 8

    METODE PRODUKSI A. BALOK

    1. PEKERJAAN PERSIAPAN a. Bahan dan Alat :

    Mould balok Separator Minyak bekisting

    b. Metode Pelaksanaan : Fabrikasi cetakan/ mould sesuai dengan shop drawing Cetakan/ mould dibersihkan kemudian melapisi cetakan dengan minyak

    begesting

    2. PEKERJAAN FABRIKASI DAN SETTING TULANGAN a. Bahan dan Alat :

    Besi tulangan Bar bender Bar cutter

    b. Metode Pelaksanaan : Pemotongan besi tulangan dengan menggunakan bar cutter Pembengkokan besi tulangan dengan menggunakan bar bender Perakitan besi tulangan yang telah dipotong dan dibengkok dengan kawat

    beton sesuai dengan shop drawing Setting rakitan tulangan di cetakan yang telah diberi decking HDPC (Heavy

    Duty Plastic Chair)

    3. PEKERJAAN PENGECORAN a. Bahan dan Alat :

    Beton segar Batching Plant Truck Mixer Vibrator internal

    b. Metode Pelaksanaan :

    Sebelum dilakukan pengecoran harus ada inspeksi dari Quality Control dan pengendali mutu, hingga benar benar dapat disahkan untuk dilakukan pengecoran. Inspeksi yang dilakukan adalah pengecekan terhadap kebersihan cetakan, pemasangan tulangan, pemasangan beton decking, kelurusan cetakan dan dimensi tulangan

    Sebelum dilakukan penuangan beton dicetakan harus diuji terlebih dahulu slump betonnya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan

    Pengambilan sample untuk keperluan pengujian

  • BCS System - 9

    Setelah dilakukan inspeksi dan pengambilan sample kemudian dilakukan pengecoran ke cetakan dengan menggunakan truck mixer

    Selama pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan vibrator internal Pengecoran dilakukan sampai semua cetakan dicor Setelah pekerjaan pengecoran selesai dilakukan perawatan (curing) dengan

    menggunakan terpal/ karung yang dibasahi agar tidak terjadi retak

    4. PEKERJAAN DEMOULDING a. Bahan dan Alat :

    Gantry Crane/ mobile crane b. Metode Pelaksanaan :

    Setelah dilakukan curing, sample benda uji dites untuk mengetahui umur beton sudah tercapai untuk dilakukan demoulding

    Apabila umur beton telah mencapai 150 kg/cm2 maka produk bisa diangkatdari cetakan menggunakan gantry crane

    5. PEKERJAAN STORAGE DAN LABELLING a. Bahan dan Alat :

    Kayu kasau 5/7 Alat bantu angkat : mobile crane/gantry crane, forklift Slink baja 1/4 Alat angkut : truck loss bak

    b. Metode Pelaksanaan : Produk yang telah diangkat dari cetakan dilakukan stripping ke stock yard

    dengan menggunakan forklift untuk produk yang memiliki berat kurang dari 50 kg dan menggunakan mobile crane untuk produk dengan berat lebih dari 50 kg

    Di lokasi stock yard produk yang ditumpuk diberi pengganjal kayu di posisi 0.21L dari kedua ujung produk. Posisi pengganjal kayu harus lurus dari atas ke bawah

    Lahan stock yard harus mampu menahan beban tumpukan produk (agar tidak terjadi settlemen pada posisi pengganjal)

    Produk juga harus dilakukan labelling dengan memberikan kode tanggal produksi, type balok untuk memudahkan pada waktu install di lapangan

  • Dasar harus kuat menahan beban tumpukan Balok

    Gambar Penumpukan Balok

    B. KOLOM

    1. PEKERJAAN PERSIAPAN a. Bahan dan Alat :

    Mould kolom Separator Minyak bekisting

    b. Metode Pelaksanaan : Fabrikasi cetakan/ mould sesuai dengan shop drawing Cetakan/ mould dibersihkan kemudian melapisi cetakan dengan minyak

    begesting

    2. PEKERJAAN FABRIKASI DAN SETTING TULANGAN a. Bahan dan Alat :

    Besi tulangan Bar bender Bar cutter

    b. Metode Pelaksanaan : Pemotongan besi tulangan dengan menggunakan bar cutter Pembengkokan besi tulangan dengan menggunakan bar bender Perakitan besi tulangan yang telah dipotong dan dibengkok dengan kawat

    beton sesuai dengan shop drawing Setting rakitan tulangan di cetakan yang telah diberi decking HDPC (Heavy

    Duty Plastic Chair) 3. PEKERJAAN PENGECORAN

    a. Bahan dan Alat : BCS System - 10

  • BCS System - 11

    Beton segar Splice Sleeve Batching Plant Truck Mixer Vibrator internal

    b. Metode Pelaksanaan :

    Sebelum dilakukan pengecoran pada rakitan tulangan dipasang splice sleeve terlebih dahulu. Ukuran splice sleeve harus sesuai dengan shop drawing

    Pengecoran harus ada inspeksi dari Quality Control dan pengendali mutu, hingga benar benar dapat disahkan untuk dilakukan pengecoran. Inspeksi yang dilakukan adalah pengecekan terhadap kebersihan cetakan, pemasangan tulangan, pemasangan beton decking, kelurusan cetakan dan dimensi tulangan

    Sebelum dilakukan penuangan beton dicetakan harus diuji terlebih dahulu slump betonnya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan

    Pengambilan sample untuk keperluan pengujian Setelah dilakukan inspeksi dan pengambilan sample kemudian dilakukan

    pengecoran ke cetakan dengan menggunakan truck mixer Selama pengecoran dilakukan pemadatan menggunakan vibrator internal Pengecoran dilakukan sampai semua cetakan dicor Setelah pekerjaan pengecoran selesai dilakukan perawatan (curing) dengan

    menggunakan terpal/ karung yang dibasahi agar tidak terjadi retak 4. PEKERJAAN DEMOULDING

    a. Bahan dan Alat : Gantry Crane

    b. Metode Pelaksanaan : Setelah dilakukan curing, sample