Pedum Jut 2010 Jan

Embed Size (px)

Text of Pedum Jut 2010 Jan

PT.PLA.B.3.4.2010

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN JALAN USAHATANI TA. 2010

DIREKTORAT PENGELOLAAN LAHANDIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR KEMENTERIAN PERTANIAN JAKARTA, 2010

KATA PENGANTAR

Pembuatan pedoman teknis ini dimaksudkan untuk memberikan acuan umum bagi para petugas Dinas Lingkup Pertanian (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan) baik Propinsi, Kabupaten/Kota maupun petugas lapangan dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan Jalan Usahatani yang dananya bersumber dari APBN TA 2010. Para petugas terkait diharapkan dapat mempelajari dan mencermati pedoman ini dengan saksama, karena ada perbedaan atau perubahan antara Pedoman Teknis 2010 ini dengan Pedoman Teknis 2009. Disamping itu dengan memahami Pedoman Teknis ini, diharapkan tidak akan terjadi keragu-raguan dalam implementasi kegiatan dilapangan serta kendala / hambatan yang ada akan dapat diatasi sehingga kinerja yang diperoleh dapat tercapai secara optimal. Muatan pedoman teknis ini bersifat umum karena berlaku secara nasional, sehingga diharapkan pihak Dinas Lingkup Pertanian Propinsi perlu menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota perlu menerbitkan Petunjuk Teknis yang menjabarkan secara lebih rinci Pedoman Teknis ini sesuai dengan kondisi spesifik daerah masingmasing.

iPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

Untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap pedoman teknis ini, sangat diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada (misalnya Acara Sosialisasi, Rapat Koordinasi, Rapat Teknis, Supervisi dsbnya) Pedoman Teknis ini dapat didiskusikan bersama secara intensif. Dengan demikian diharapkan semua pihak terkait di Pusat dan Daerah dapat memiliki kesamaan pandangan, gerak dan langkah dalam melaksanakan kegiatan ini. Akhirnya, sangat diharapkan komitmen berbagai pihak untuk dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaikbaiknya dalam bingkai waktu yang telah ditentukan, agar hasil pembangunan melalui kegiatan ini benarbenar dapat dinikmati manfaatnya bagi sebesarbesarnya kesejahteraan petani di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pengelolaan Lahan,

Ir. Amier Hartono, Dipl.HE NIP. 195403071982111001

iiPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR................................................ i DAFTAR ISI ...........................................................iii DAFTAR LAMPIRAN.............................................. v I. PENDAHULUAN ........................................... 1 A. Latar Belakang........................................ 1 B. Tujuan .................................................. 3 C. Sasaran................................................... 4 D. Pengertian .............................................. 5 RUANG LINGKUP KEGIATAN....................... 7 A. Persiapan................................................ 7 B. Pelaksanaan............................................ 8

II.

III.

SPESIFIKASI TEKNIS.................................... 9 A. Norma ................................................... 9 B. Standar Teknis........................................ 9 C. Kriteria...... ............................................. 11 PELAKSANAAN KEGIATAN ........................ 12 A. Cara Pelaksanaan .................................. 12 B. Tahapan Pelaksanaan ........................... 12 C. Jadual Kegiatan ..................................... 20

IV.

iiiPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

D.

Pendanaan.............................................. 21

V.

PEMBINAAN, MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN................................................... 23 A. B. C. D. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Propinsi.................................................. 23 Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Kabupaten/ Kota..................................... 24 Format laporan....................................... 25 Alur Laporan........................................... 25

VI.

INDIKATOR KINERJA PENGEMBANGAN JALAN USAHATANI...................................... 28 A. Indikator Keluaran (Outputs) ................. 28 B. Indikator Hasil (Outcomes) ..................... 28 C. Indikator Manfaat (Benefits) ................... 29 D. Indikator Dampak (Impacts) .................. 29

VII. PENUTUP.......................................................... 31

ivPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lokasi Kegiatan Pengembangan Jalan Usahatani Tahun 2010 ...........

32

Lampiran 2. Contoh Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) Kegiatan Pengembangan JUT Tahun 2010 ............... Lampiran 3. Jadwal Kegiatan Pengembangan Jalan Usahatani Tahun 2010 .........

36

37

Lampiran 4. Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen. PLA TA. 2010 (form PLA. 01).. 38 Lampiran 4 (lanjutan) Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen. PLA (Form PLA. 03)............................. Lampiran 5. Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen. PLA TA. 2010 (form PLA. 02)........ Lampiran 5 (lanjutan) Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen. PLA (form PLA. 04)..............................

39

41

42

Lampiran 6. Outline Laporan Akhir Kegiatan Pengembangan JUT TA. 2010......

43

vPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

I. PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Komoditas hortikultura,

pertanian perkebunan

(tanaman dan

pangan,

peternakan)

merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, ketersediaan teknologi serta potensi serapan pasar di dalam negeri dan pasar internasional yang terus meningkat. Usahatani pertanian (tanaman pangan,

hortikultura, perkebunan dan peternakan) masih mempunyai kendala keterbatasan penggunaan sarana produksi, alat dan mesin pertanian yang antara lain disebabkan kurang memadainya sarana jalan usahatani. Disamping itu jalan usahatani mutlak diperlukan dalam

pengangkutan hasil pertanian yang mempunyai sifat perishable (mudah rusak) yang harus ditangani secara baik dan benar serta berhatihati, sehingga penurunan mutu dan kehilanganPedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

1

hasil dapat dihindari. Oleh karena itu perlu adanya penyediaan prasarana jalan usahatani yang memadai pada daerah sentra produksi pertanian (tanaman pangan, hortikultura,

perkebunan dan peternakan). Didalam Undang-Undang 38 tahun 2004

tentang Jalan terdapat klausul jalan khusus yaitu jalan yang pembangunan dan

pembinaannya merupakan tanggung jawab Departemen terkait. Sehubungan dengan itu maka jalan usahatani dikategorikan jalan khusus sehingga

pembinaannya merupakan tanggung jawab Depatemen Pertanian. Pada umumnya jalan usahatani masih belum memadai sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh jalan karena usahatani pembangunan itu perlu dengan baru,

pengembangan pengertian

sebagai

peningkatan kapasitas atau rehabilitasi jalan usahatani agar memenuhi standar teknis untuk dilalui kendaraan untuk mengangkut hasil

Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

2

pertanian dan alat mesin pertanian yang diperlukan.

B.

Tujuan 1. Tujuan Pedoman Teknis Pengembangan

Jalan Usahatani adalah memberikan acuan umum daerah secara dalam teknis kepada petugas kegiatan

melakukan

pengembangan jalan usahatani. 2. Tujuan kegiatan pengembangan jalan

usahatani ini adalah :

a.

Membangun jalan usahatani baru, meningkatkan kapasitas atau

merehabilitasi jalan usahatani.

b.

Memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, dan pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian.

c.

Memperlancar

pengangkutan

hasil

produk pertanian dari lahan menuju ke tempat pengumpulan sementara.

Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

3

C.

Sasaran Sasaran kegiatan pengembangan jalan

usahatani adalah : 1. Sentra produksi tanaman pangan,

hortikultura, perkebunan dan peternakan. 2. Diintegrasikan pembangunan pengembangan Intensification (pencetakan hortikultura), dll. 3. Pada Tahun 2010 Jalan 483 kegiatan Usahatani km yang dengan pertanian System (SRI), kegiatan antara of lain Rice areal

perluasan

sawah,

perluasan

pengembangan dilakukan sepanjang

terdapat pada kawasan tanaman pangan 435 km, hortikultura 12 km, perkebunan 21 km dan peternakan 15 km tersebar di 30 Propinsi, 109 Kabupaten/Kota. Adapun alokasi kegiatan dapat dilihat pada lampiran 1.

Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

4

D.

Pengertian Dalam usaha pelaksanaan tani pengembangan terdapat untuk dipahami jalan

pengertianbersama,

pengertian/istilah sebagai berikut : 1. Jalan

usahatani pada

adalah kawasan

prasarana pertanian

transpotasi

untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju ke tempat pengumpulan sementara. 2. Pengembangan jalan usahatani adalah pembuatan baru, peningkatan kapasitas dan rehabilitasi. a. Pembuatan baru adalah membuat jalan baru sesuai kebutuhan. b. Peningkatan kapasitas jalan

usahatani adalah jalan usahatani yang sudah ada ditingkatkan tonase / kapasitasnya sehingga bisa dilalui oleh kendaraan yang lebih berat.Pedoman Teknis Pengembangan Jalan Usahatani TA. 2010

5

c.

Rehabilitasi jalan usahatani adalah memperbaiki kualitas jalan

usahatan