Preskes Pedsos Speech Delay

Embed Size (px)

Text of Preskes Pedsos Speech Delay

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    1/32

    Presentasi Kasus Pediatri Sosial

    ANAK LAKI-LAKI USIA 2 TAHUN 3 BULAN DENGAN

    SPEECH DELAYED DEVELOMPMENT

    Oleh :

    Dwi Prasetyo Nugroho G99112057/G-18-13

    Syamsudduha G99112026/G-23-13

    Pembimbing:

    dr. Hari Wahyu Nugroho, Sp.An, M.Kes

    KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU KESEHATAN ANAK

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI

    SURAKARTA

    2013

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    2/32

    BAB I

    STATUS PENDERITA

    I. IDENTITAS PENDERITA

    Nama : An. R

    Umur : 2 tahun 3 bulan

    Jenis Kelamin : Laki-laki

    Agama : Islam

    Nama Ayah : Bp. M

    Pekerjaan Ayah : Swasta

    Nama Ibu : Ny. S

    Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga

    Alamat : Sukoharjo

    Tanggal Pemeriksaan : 16-7-2013

    II. ANAMNESIS

    Alloanamnesis diperoleh dari orangtua pasien pada tanggal 16 Juli 2013.

    A. Keluhan Utama

    Belum bisa berbicara seperti anak seusianya.

    B. Riwayat Penyakit Sekarang

    Pasien merupakan rujukan dari bagian THT yang akan menjalani tes

    BERA. Orang tua pasien mengeluh anak belum bisa berbicara seperti anak

    seusianya. Sampai saat ini, anak tersebut baru bisa mengatakan emoh, pa dan

    ma dan hanya bisa menangis jika menginginkan sesuatu.Sedangkan menurut

    ibu pasien teman seusianya sudah bisa berbicara banyak kata dan bisa

    menyatakan keinginannya tanpa menangis. Ibu pasien merasa anak tersebut

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    3/32

    selama ini selalu sehat, tidak pernah sakit. Juga suka bermain dengan teman

    temannya, aktif bergerak. Tetapi hanya bicara nya yang agak tertinggal. Di

    keluargapun tidak terdapat yang mengalami keluhan serupa. Pasien sudah

    dapat makan minum sendiri (+) dan baru belajar memakai pakaian sendiri.

    BAB dan BAK tidak ada kelainan.

    C. Riwayat Penyakit Dahulu

    Riwayat makan/ minum makanan/ minuman yang tidak biasa : disangkal

    Riwayat alergi obat dan makanan : disangkal

    Riwayat mondok : disangkal

    Riwayat trauma : disangkal

    Riwayat kejang sebelumnya : disangkal

    Riwayat sakit kuning : disangkal

    D. Riwayat Penyakit Keluarga dan Lingkungan

    Riwayat gangguan serupa di keluarga : disangkal

    Riwayat alergi obat dan makanan : disangkal

    E. Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita

    Faringitis :(+)

    Bronkitis : disangkal

    Pneumonia : disangkal

    Morbili : disangkal

    Pertusis : disangkal

    Meningitis :disangkal

    Malaria : disangkal

    Polio : disangkal

    Demam typoid : disangkal

    Disentri : disangkal

    Reaksi obat : disangkal

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    4/32

    F. Riwayat Imunisasi

    Jenis I II III IV

    BCG 0 bulan - - -

    DPT 2 bulan 4 bulan 6 bulan -

    POLIO 0 bulan 2 bulan 4 bulan 6 bulan

    Hepatitis B 0 bulan 2 bulan 4 bulan -

    Campak 9 bulan - - -

    Kesimpulan : imunisasi sesuai jadwal IDAI

    G. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

    Senyum : umur 2 bulan

    Tengkurap : umur 3 bulan

    Merangkak : umur 5 bulan

    Mengoceh : umur 3 bulan

    Duduk : umur 6 bulan

    Berdiri : umur 1 tahun

    Berjalan : umur 1,5 tahun

    Berbicara 1 kata : 1,5 tahun

    Mengoceh : 1 tahun

    Menyatakan keinginan tanpa menangis : -

    Kesimpulan:

    Kemampuan motorik kasar : setara dengan usiaKemampuan bahasa : tidak setara dengan usia

    Kemampuan adaptif-motorik halus : setara dengan usia

    Kemampuan personal sosial : setara dengan usia

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    5/32

    H. Riwayat Kesehatan Keluarga

    Ayah : baik

    Ibu : baik

    Saudara kandung : baik

    I. Riwayat Makan dan Minum Anak

    ASI diberikan sejak lahir sampai usia 2 tahun. Frekuensi pemberian 8x/

    hari, lama menyusui + 10 menit, bergantian antara payudara kanan dan

    kiri, setelah menyusu anak tidak menangis.

    Susu formula diberikan sejak usia 6 bulan sampai dengan usia 2 tahun,

    frekuensi pemberian 4-6x/ hari, setiap pemberian 80-120 cc, cara

    pembuatan 2-4 sendok takar dalam 80-120 cc air matang.

    Bubur saring diberikan sejak usia 1 tahun, 3x/ hari

    Buah-buahan mulai diberikan sejak usia 1 tahun, macamnya pisang, jeruk,

    pepaya; frekuensi pemberian 1-2x/ hari.

    J. Pemeliharaan Kehamilan dan Prenatal

    Pemeriksaan di : bidan

    Frekuensi : Trimester I : 1x/ bulan

    Trimester II : 1x/ bulan

    Trimester III : 2x/ bulan

    Keluhan selama kehamilan : Disangkal

    Obat-obatan yang diminum selama kehamilan : vitamin, tablet penambahdarah.

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    6/32

    K. Riwayat kelahiran

    Lahir sectio secarea di rumah sakit dengan usia kehamilan 36 minggu, berat

    badan lahir 2900 gram, panjang badan 50 cm, menangis kencang setelah lahir.

    L. Pemeriksaan Postnatal

    Pemeriksaan di rumah sakit, frekuensi 3 bulan 3 kali.

    M. Riwayat Keluarga Berencana :

    Ibu penderita menggunakan pil KB

    N. Pohon Keluarga

    An. R, 2 tahun 3 bulan

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    7/32

    III.PEMERIKSAAN FISIK

    A. Keadaan Umum : CM, gizi kesan baik

    Berat badan : 13 kg

    Tinggi badan : 80 cm

    B. Tanda vital

    Nadi : 112 x/menit, regular, teraba kuat

    Laju Pernapasan : 24 x/menit, reguler

    Suhu : 36,7 0C

    C. Kulit : warna sawo matang, lembab, pucat (-), ikterik (-)

    D. Kepala : bentuk mesocephal, rambut hitam sukar dicabut

    E. Mata : conjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), air mata

    (+/+), Refleks cahaya (+/+), pupil isokor (3 mm/ 3

    mm), bulat, di tengah, mata cekung (-/-)

    F. Hidung : nafas cuping hidung (-/-), sekret (-/-)

    G. Mulut : sianosis (-), mukosa basah (+)

    H. Telinga : sekret (-), mastoid pain (-), tragus pain (-)

    I. Tenggorok : uvula di tengah, mukosa faring hiperemis (-), tonsil

    T1 T1

    J. Leher : kelenjar getah bening tidak membesar

    K. Thorax

    Bentuk : normochest

    Cor

    Inspeksi : ictus cordis tidak tampak

    Palpasi : ictus cordis tidak kuat angkat

    Perkusi : batas jantung kesan tidak melebar

    Kanan atas : SIC II linea parasternalis dextra

    Kiri atas : SIC II linea parasternalis sinistra

    Kanan bawah : SIC IV linea parasternalis dextra

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    8/32

    Kiri bawah : SIC V linea medioclavicularis sinistra

    Auskultasi : bunyi jantung I-II intensitas normal, regular, bising (-)

    Pulmo

    Inspeksi : pengembangan dada kanan = kiri, retraksi (-)

    Palpasi : fremitus raba dada kanan = kiri

    Perkusi : sonor di seluruh lapang paru

    Batas paru hepar : SIC VI dextra

    Batas paru lambung : SIC VII Sinistra

    Redup relatif : batas paru hepar

    Redup absolut : hepar

    Auskultasi : suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan RBK (-/-), RBH

    (-/-), wheezing (-/-)

    L. Abdomen

    Inspeksi : dinding perut sejajar dinding dada

    Auskultasi : peristaltik (+) normal

    Perkusi : timpani

    Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba,

    turgor kulit baik

    M. Ekstremitas :

    Akral dingin Oedema

    - - - -

    - - - -

    Sianosis ujung jari Capilary refill time < 2 detik

    Arteri dorsalis pedis teraba kuat

    - -

    - -

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    9/32

    N. Status Neurologis

    Koordinasi : baik

    Sensorik : baik

    Motorik : kekuatan +5 +5 tonus N N

    +5 +5 N N

    O. Perhitungan Status Gizi

    1. Secara klinis

    Nafsu makan : baik

    Kepala : rambut jagung (-), susah dicabut (+)

    Mata : CA (-/-), SI (-/-)

    Mulut : bibir kering dan pecah-pecah (-)

    Ekstremitas : pitting oedem (-)

    Status gizi secara klinis : gizi kesan baik

    2. Secara Antropometri

    BB = 13 x 100 % = 104 %(WHO 2006) 2 SD < Z score

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    10/32

    IV.RESUME

    Pasien merupakan konsulan dari bagian THT yang akan menjalani tes BERA.

    Orang tua pasien mengeluh anak belum bisa berbicara seperti anak seusianya.

    Sampai saat ini, anak tersebut baru bisa mengatakan emoh, pa dan ma dan hanya

    bisa menangis jika menginginkan sesuatu.Sedangkan menurut ibu pasien teman

    seusianya sudah bisa berbicara banyak kata dan bisa menyatakan keinginannya

    tanpa menangis. Ibu pasien merasa anak tersebut selama ini selalu sehat, tidak

    pernah sakit. Juga suka bermain dengan teman temannya, aktif bergerak. Tetapi

    hanya bicara nya yang agak tertinggal. Di keluargapun tidak terdapat yang

    mengalami keluhan serupa. Pasien sudah dapat makan minum sendiri (+) dan

    baru belajar memakai pakaian sendiri. BAB dan BAK tidak ada kelainan.

    Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital nadi: 112 x/menit, regular,

    teraba kuat, laju pernapasan: 24 x/menit, reguler dan suhu: 36,7 0C. Tidak

    didapatkan kelainan pada pemeriksaan kepala sampai ekstremitas maupun status

    neurologis. Dari pemeriksaan status gizi, didapatkan BB 13 kg dan TB 90 cm.

    Status gizi secara klinis dan dari perhitungan antropometri kesan gizi baik.

    V. DAFTAR MASALAH

    Kemampuan bahasa setara dengan usia13 bulan

    VI.DIAGNOSA BANDING

    Speech delayed development Stimulisasi kurang

    VII. DIAGNOSIS KERJA

  • 7/22/2019 Preskes Pedsos Speech Delay

    11/32

    Speech delayed development Gizi baik

    VIII