V. PHT PERAN VARIETAS TAHAN.ppt

  • View
    286

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ppt tentang varietas tahan

Text of V. PHT PERAN VARIETAS TAHAN.ppt

  • JURUSAN HPT

  • Berbeda dengan ekosistem alami, kebanyakan sistem produksi tanaman secara ekologis tidak stabil, tidak berkelanjutan, dan tergantung pada energi

    Domestikasi (penjinakan) tanaman dan praktek budidaya mempengaruhi keanekaragaman spesies dan mekanisme pertahanan alami tanaman.

    Tanaman budidaya berasal dari jenis tanaman yang secara genetik beragam. Namun, tanaman sekarang ditanam dalam skala luas, secara genetik homogen, merupakan praktek budidaya yang dapat mengurangi keragaman genetik dan spesies dan meningkatkan kemungkinan infestasi OPT.

    Ketahanan tanaman adalah sejumlah relatif kualitas tanaman yang dapat diturunkan yang mempengaruhi derajat kerusakan oleh serangga

  • DAYA DUKUNG BARUPENGGUNAAN VARIETAS TAHAN

  • Pengaruh Hubungan timbal balik OPT - tanaman inang.Varietas tanaman tahan menekan kelimpahan OPT atau meningkatkan tingkat toleransi kerusakan tanaman. Dengan kata lain, tanaman tahan OPT mengubah hubungan OPT dengan tanaman inangnya. Bagaimana hubungan timbal balik antara serangga dan tanaman dipengaruhi tergantung pada jenis ketahanan, misalnya antibiosis, antixenosis (non-preferensi), atau toleransi.

    Ketahanan antibiosis mempengaruhi biologi OPT, sehingga kelimpahan OPT dan kerusakan berikutnya berkurang dibandingkan dengan apa yang akan terjadi jika OPT tersebut berada pada tanaman rentan. Ketahanan antibiosis sering mengakibatkan peningkatan kematian atau penurunan lama hidup dan reproduksi serangga.

  • Ketahanan antixenosis mempengaruhi perilaku serangga hama dan biasanya dinyatakan sebagai non-preferensi (tidak dipilihnya) tanaman tahan oleh serangga dibandingkan dengan tanaman rentan.

    Ketahanan toleran menyatakan kemampuan tanaman menahan atau pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh kelimpahan serangga hama yang sama dibandingkan dengan kerusakan tanaman tanpa sifat ketahanan (rentan).

    Toleransi merupakan respons tanaman terhadap serangga hama. Ketahanan toleransi berbeda dengan ketahanan antibiosis dan antixenosis dalam hal bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan serangga-tanaman. Ketahanan antibiosis dan antixenosis menyebabkan respon serangga saat serangga mencoba untuk menggunakan tanaman tahan sebagai makanan, oviposisi, atau tempat tinggal.

  • Istilah ketahanan berikut banyak digunakan di dalam fitopatologi daripada entomologi, yaitu

    Ketahanan vertikal atau spesifik menyatakan ketahanan yang hanya ditujukan untuk melawan beberapa biotip spesies jasad pengganggu Ketahanan horisontal atau umum menyatakan ketahanan yang ditujukan untuk melawan semua biotip spesies jasad pengganggu, dan Ketahanan hipersensitif menyatakan respon cepat tanaman akibat terserang jasad pengganggu yang ditandai dengan kematian prematur (nekrosis) jaringan yang terinfestasi bersamaan dengan inaktivasi dan lokalisasi terhadap agensia perusak

  • Berdasarkan cara mewariskan (inheritance), fenomena ketahanan dibagi dalam (i) ketahanan monogenik adalah ketahanan yang diatur oleh gene tunggal, (ii) ketahanan oligogenik adalah ketahanan yang diatur oleh sedikit gene, dan (iii) ketahanan poligenik adalah ketahanan yang diatur oleh banyak gene.

    Sebagian besar ketahanan tanaman tergolong dalam kategori ketahanan oligogenik dan poligenik.

  • Jenis ketahanan yang dipilih dalam program PHT ditentukan oleh kestabilan dan keberhasilan varietas tahan yang digunakan. Kategori ketahanan yang berbeda mempunyai derajat efektivitas yang berbeda dalam sistem PHT, yaitu tergantung pada gerakan dan preferensi serangga hama.

    Ketahanan antisenosis, antibiosis, dan toleran pada level yang rendah dapat digunakan untuk usaha pengendalian hama asli yang relatif kurang aktif bergerak dan menyerang tanaman di awal pertumbuhan tanaman. Apabila gerakan serangga sangat aktif, pengendalan dapat dilakukan dengan menggunakan varietas tahan antibiosis yang dapat mematikan serangga

  • Penggunaan varietas toleran dalam PHT juga dapat menguntungkan apabila dibandingkan dengan antibiosis dan antisenosis karena varietas toleran dapat menekan kemungkinan timbulnya biotip serangga.

    Penggunaan varietas toleran juga dapat mendukung peran musuh alami dalam pengendalian hama, karena musuh alami tidak dipengaruhi oleh perubahan struktur dan kandungan senyawa sekunder tanaman sebagaimana pada varitas tanaman dengan ketahanan antisenosis dan antibiosis

  • Ketahanan pada level yang tinggi tidak diperlukan di dalam PHT. Varietas dengan level ketahanan rendah atau moderat dapat menguntungkan dalam PHT.

    Kunci keberhasilan dalam penggunaan varietas tahan terletak pada penggabungan dengan cara pengendalian yang lain di dalam suatu sistem pengelolaan yang melibatkan cara pengendalian yang lain, yaitu pengaturan waktu tanam, pengaturan waktu panen, sanitasi, manipulasi inang alternate, dan periode bebas inang.

    Pada beberapa kasus pengendalian terhadap serangga hama, penggunaan tanaman tahan dapat menjadi tumpuan utama dibandingkan cara pengendalian yang lain, yaitu dalam hal sebagai berikut:

  • Jendela kepekaan hama terhadap perlakuan pestisida sangat sempit, sehingga penggunaan pestisida seringkali tidak efektif dan efisien, misalnya pengendalian hama lalat kacang Ophiomya phaseoli dan Etiella zinckenella pada tanaman kedelai dengan insektisida kurang berhasil karena setelah telur menetas, larva segera menggerek menuju ke dalam jaringan tanaman sehingga terhindar dari pengaruh insektisida,

    Tanaman dengan nilai ekonomis yang rendah, sehingga penggunaan cara pengendalian dengan insektisida kurang efisien, misalnya penggunaan insektisida dalam pengendalian hama tanaman padi kurang efisien, oleh karena itu pengendalian hama wereng coklat dengan varietas padi unggul tahan wereng (VUTW) lebih ekonomis,

  • hama senantiasa ada dan merupakan pembatas tunggal dalam budidaya tanaman tersebut di lahan yang luas, misalnya hama penggerek batang pada tanaman tebu akan lebih efisien apabila dibandingkan dengan pengunaan cara pengendalian menggunakan pestisida, dan cara pengendalian yang lain tidak tersedia

  • Penggunaan varietas tanaman tahan hama secara ekonomi, ekologi, dan lingkungan menguntungkan. Manfaat ekonomi terjadi karena (i) hasil panen diamankan dari kehilangan yang disebabkan oleh serangga hama(ii) uang yang diamankan dengan tidak mengaplikasikan insektisida. (iii) dalam kebanyakan kasus, biaya untuk keperluan benih pada kultivar tahan lebih sedikit daripada kultivar peka.

    Manfaat ekologi dan lingkungan dihasilkan oleh peningkatan keanekaragaman spesies di dalam agroekosistem, sebagian karena pengurangan penggunaan insektisida. Peningkatan keragaman spesies meningkatkan stabilitas ekosistem yang mendorong sistem yang lebih berkelanjutan, pencemaran jauh berkurang dan kurang merugikan sumber daya alam.

  • Keuntungan besar penggunaan varietas tanaman tahan sebagai komponen PHT karena penggunaan varietas tahan (i) kompatibel secara ekologi (aman) dan (ii) kompatibel dengan taktik pengendalian langsung lainnya, misalnya pengendalian hayati, kimia, dan praktek bercocok tanam.

    Varietas tahan serangga hama mensinergikan pengaruh taktik menekan serangga hama secara alami, hayati, dan praktek bercocok tanam .

    Perlindungan tanaman dengan memanfaatkan tanaman tahan bekerja dengan mengganggu hubungan normal antara serangga hama dengan tanaman inangnya.

    Konsep PHT menekankan perlunya menggunakan beberapa taktik untuk menjaga kelimpahan serangga hama, dan kerusakan di bawah tingkat ambang ekonomi. Dengan demikian, keuntungan besar penggunaan varietas tanaman tahan serangga sebagai komponen PHT muncul dari kompatibilitas ekologi dan kompatibilitas dengan taktik pengendalianlangsung lainnya

  • 1. Penggunaannya praktis dan secara ekonomik menguntungkan. Hal itu karena dalam penerapan metode pengendalian ini, tidak memerlukan tambahan biaya dan ketrampilan khusus. Mengingat cara ini sebenarnya adalah praktek cara bercocok tanam biasa. Dengan demikian biaya pengendalian dengan menggunakan tanaman tahan lebih murah. Selain itu (i) hasil panen diamankan dari kehilangan yang disebabkan oleh serangga hama, (ii) uang yang diamankan dengan tidak mengaplikasikan insektisida, dan (iii) dalam kebanyakan kasus, biaya untuk keperluan benih pada kultivar tahan lebih sedikit daripada kultivar peka.

    2. Bersifat spesifik. Penggunaan varietas bersifat spesifik, artinya hanya ditujukan pada hama sasaran tetapi kurang berpengaruh terhadap hama bukan sasaran atau musuh alaminya.

  • 3. Efektivitas pengendalian bersifat kumulatif dan persisten. Penanaman varietas tahan dari musim ke musim dapat semakin menurunkan populasi hama, oleh karena itu pengaruh penggunaan varietas tahan bersifat kumulatif. Persistensi varietas tahan bersifat relatif, yaitu apabila penggunaan varietas tahan dibarengi dengan usaha pergiliran varietas tahan hama yang baik, maka sifat persistensi tersebut dapat berlangsung lebih lama.

    4. Kompatibel dengan cara pengendalian yang lain. Pengendalian dengan varietas tahan dapat dipadukan dengan cara pengendalian yang lain, sehingga secara bersama-sama pengaruhnya dapat optimal dalam mengendalikan populasi hama.

    5. Dampak negatif pengendalian terhadap lingkungan relatif kecil. Yang dimaksud adalah cara pengendalian dengan menggunakan varietas tahan tidak meninggalkan residu beracun, tidak berbahaya bagi manusia, flora dan fauna, dan organisme berguna.

  • 1. Masalah waktu dan biaya pengendalian. Dalam menciptakan tanaman tahan dibutuhkan dana infestasi yang cukup besar, yaitu terutama untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Selain itu, usaha untuk mencari sumber gene serta prosedur seleksi yang rumit, dapat menyebabkan pengembangan varietas tahan membutuhkan waktu yang cukup lama.

    2. Keterbatasan sum