Zat Psikoaktif, Efek Dan Tatalaksananya

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psikoaktif

Text of Zat Psikoaktif, Efek Dan Tatalaksananya

  • Zat psikoaktif, efek dan tatalaksananya

    Tiur Sihombing

  • TEMBAKAUZat berbahaya yang dikandung rokok: nikotin, carbon monoksida, hydrogen sianida. Nikotin: zat adiktif dalam tembakau.Tembakau bersifat stimulan dan depresan.

  • Perokok pemula mengalami euforia, kepala terasa melayang, pusing, pening, debar jantung dan pernafasan meningkat, dan sensasi tingling pada tangan dan kaki.

    Perokok kronis kurang peka terhadap cita rasa dan pembauan.

  • Perokok ketergantungan mengalami masa tak nyaman ketika menghentikan rokok terjadi gejala putus rokok seperti gelisah, ansietas, sulit tidur, berkeringat, jantung berdebar dan tekanan darah menurun, tak bisa konsentrasi, nafsu makan yang kompulsif, sakit kepala dan sensitif.

    Simtom fisik putus nikotin terjadi selama 1-3 minggu.

  • ALKOHOLZat yang memproduksi efek ganda pada tubuh:1. efek depresan yang singkat.2. efek agitasi pada susunan saraf pusat yang berlangsung 6X lebih lama dari efek depresannya.

  • Alkoholisme: penyakit dengan 4 gambaran utama:1. Craving keinginan kuat untuk minum2. Kehilangan kendali diri tak mampu menghentikan kebiasaan minum3. Ketergantungan fisik simtom putus alkohol seperti nausea, berkeringat atau gemetar setelah berhenti minum4. Toleran kebutuhan untuk meningkatkan jumlah minum untuk mendapatkan efek high

  • Intoksikasi Alkohol AkutGejala-gejala :Ataksia dan bicara cadel/tak jelas Emosi labil dan disinhibisi Napas berbau alkohol Mood yg bervariasi

  • Tatalaksana intoksikasi alkoholBila terdapat kondisi Hipoglikemia injeksi 50 ml Dextrose 40%.Kondisi Koma :- Posisi menunduk untuk cegah aspirasi- Observasi ketat tanda vital setiap 15 menit- Injeksi Thiamine 100 mg i.v untuk profilaksis terjadinya Wernicke Encephalopathy lalu 50 ml Dextrose 40% iv (berurutan jangan sampai terbalik).

  • Tatalaksana intoksikasi alkoholProblem Perilaku (gaduh/gelisah) :1).Petugas keamanan dan perawat siap bila pasien agresif2).Terapis harus toleran dan tidak membuat pasien takut atau merasa terancam3).Buat suasana tenang dan bila perlu tawarkan makan4).Beri dosis rendah sedatif ; Lorazepam 1-2 mg atau Haloperidol 5 mg oral, bila gaduh gelisah berikan secara parenteral (i.m)

  • Komplikasi akut pada intoksikasi atau overdosis :paralisis pernapasan, biasanya bila muntahan masuk saluran pernapasanobstructive sleep apnoeaaritmia jantung fatal ketika kadar alkohol darah lebih dari 0,4 mg/ml

    Gejala klinis sehubungan dengan overdosis alkohol :penurunan kesadaran, koma atau stuporperubahan status mentalkulit dingin dan lembab, suhu tubuh rendah

  • Biasa terjadi 6-24 jam sesudah konsumsi alkohol yang terakhir:Putus zat ringan :1).Tremor2).Khawatir dan agitasi3).Berkeringat4).Mual dan muntah5).Sakit kepala6).Takikardia7).Hipertensi8).Gangguan tidur9).Suhu tubuh meningkat

    Gejala putus zat alkohol

  • Putus zat alkohol berat :1).Muntah2).Agitasi berat3).Disorientasi4).Kebingungan5).Paranoia6).Hiperventilasi7).Delirium tremens (DTs)

  • Delirium tremenssuatu kondisi emergensi pada putus zat alkohol yang tidak ditangani, muncul 3-4 hari setelah berhenti minum alkohol.Gejala agitasi, restlessness, tremor kasar, disorientasi, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, berkeringat dan demam tinggi, halusinasi visual dan paranoia.

  • Tatalaksana putus zat alkoholPemberian cairan atas dasar hasil pemeriksaan elektrolit dan keadaan umum.Atasi kondisi gelisah dan agitasinya dengan golongan Benzodiazepin atau Barbiturat.Pemberian vitamin B dosis besar (mis: Vitamin neurotropik) kemudian dilanjutkan dengan vitamin B1, multivitamin dan Asam Folat 1 mg oral.

  • Tatalaksana putus zat alkoholBila ada riwayat kejang putus zat atasi dengan Benzodiazepine (Diazepam 10 mg iv perlahan).Dapat juga diberikan Thiamine 100 mg ditambah 4 mg Magnesium Sulfat dalam 1 liter dari 5% Dextrose/normal saline selama 1-2 jam.Bila terjadi Delirium Tremens harus ada orang yang selalu mengawasi.

  • METAMFETAMINMemiliki lama kerja lebih panjang di banding MDMA (Methylene-dioxy methamphetamine), dapat mencapai 12 jam dan efek halusinasinya lebih kuat.

  • Metamfetamin Mempengaruhi otak dan membuat rasa nikmat, meningkatkan energi dan meningkatkan mood. Kecanduannya begitu cepat, sehingga peningkatan dosis terjadi dalam jangka pendek.

  • Penggunaan jangka panjang seseorang terganggu mentalnya secara serius, mengalami gangguan memori dan masalah kesehatan mulut yang berat. Metamfetamin lebih bersifat adiktif dan cenderung mempunyai dampak yang lebih buruk dibandingkan amfetamin. Pengguna metamfetamin menunjukkan gejala ansietas, agresif, paranoia dan psikosis dibandingkan pengguna amfetamin.

  • AMFETAMINMerupakan golongan stimulansia.Efek dosis rendah: Peningkatan stimulasi,insomnia,dizziness,tremor ringan Euforia/disforia, bicara berlebihan Meningkatkan rasa percaya diri dan kewaspadaan diri Cemas, panik Supresi nafsu makan Dilatasi pupil Peningkatan energi,stamina dan penurunan rasa lelah Penambahan dosis dapat meningkatkan libido Sakit kepala Gemerutuk gigi

  • Efek dosis tinggi:Stereotipi atau perilaku yang sukar ditebakPerilaku kasar atau irasional, mood yang berubah-ubah, termasuk kejam dan agresifBicara tak jelasParanoid, kebingungan dan gangguan persepsiSakit kepala, pandangan kabur, dizzinessPsikosis ( halusinasi,delusi, paranoia )Gangguan cerebrovaskularKejangKomaGemerutuk gigiDistorsi bentuk tubuh secara keseluruhan

  • Gejala Intoksikasi :AgitasiKehilangan berat badanTakikardiaDehidrasiHipertermiImunitas rendahParanoiaDelusi

    HalusinasiKehilangan rasa lelahTidak dapat tidurKejangGigi gemerutuk, rahang atas dan bawah beraduStrokeMasalah kardiovaskularKematian

  • Perilaku kondisi intoksikasi:Agresif/ perkelahianPenggunaan alkoholBerani mengambil risikoKecelakaanSex tidak amanMenghindar dari hubungan sosial dengan sekitarnyaPenggunaan obat-obatan lainProblem hubungan dengan orang lain

  • Tatalaksana intoksikasi amfetaminSimtomatik tergantung kondisi klinis.untuk penggunaan oral merangsang muntah dengan activated charcoal atau kuras lambung.Antipsikotik: Haloperidol 2-5 mg per kali pemberian atau Chlorpromazine 1 mg/kg BB Oral setiap 4-6 jam.Antihipertensi bila perlu, TD diatas 140/100 mHg Kontrol temperature dengan selimut dingin atau Chlorpromazine untuk mencegah temperatur tubuh meningkat.

  • Tatalaksana intoksikasi amfetaminAritmia cordis, lakukan Cardiac monitoring contoh untuk palpitasi diberikan Propanolol 20-80 mg/hari (perhatikan kontraindikasinya)gejala ansietas (+) berikan ansiolitik golongan Benzodiazepin: Diazepam 3x5 mg atau Chlordiazepoxide 3x25 mgAsamkan urin dgn Amonium Chlorida 2,75 mEq/kg atau Ascorbic Acid 8 mg/hari sampai pH urin < 5 akan mempercepat ekskresi zat

  • DepresiTidak dapat beristirahatCravingIde bunuh diriPenggunaan obat-obatanMasalah pekerjaanPikiran-pikiran yang bizzareMood yang datarKetergantunganFungsi sosial yang buruk

    Gejala putus zat amfetamin

  • Tatalaksana putus zat amfetaminObservasi 24 jam untuk menilai kondisi fisik dan psikiatrikRawat inap diperlukan apabila gejala psikotik berat, gejala depresi berat atau kecenderungan bunuh diri, dan komplikasi fisik lain.Antipsikotik (Haloperidol 3 x 1,5-5mg, atau Risperidon 2 x 1,5-3 mg) Antiansietas (Alprazolam 2 x 0,25-0,5 mg, atau Diazepam 3 x 5-10 mg, atau Clobazam 2 x 10 mg) atau Antidepresi golongan SSRI atau Trisiklik/Tetrasiklik sesuai kondisi klinis

  • HEROINgolongan opoida semi sintetik.Penggunaan heroin secara terus menerus berkesinambungan terjadi toleransi dan ketergantungan. Dosis yang terus meningkat membuat penggunanya overdosis, meskipun overdosis juga merupakan dorongan dari keinginan bunuh diri.

  • Jika pengguna dengan ketergantungan mengurangi atau menghentikan penggunaannya mengalami gejala putus zat gelisah, rasa nyeri otot dan tulang, diare, muntah dan merinding.

  • Efek Opioidanalgesieuforiasedasi, mengantuk, depresi pernapasanpenekanan refleks batukpupil konstriksi penurunan libido

  • Tatalaksana Intoksikasi/Overdosis Opioid

    Merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan secara cepat.Atasi tanda-tanda vital.Berikan antidotum Naloxon HCL (Narcan, Nokoba) dengan dosis 0,01 mg/kg.BB secara iv, im, sc.Kemungkinan perlu perawatan ICU, khususnya bila terjadi penurunan kesadaran.Observasi selama 24 jam untuk menilai stabilitas tanda-tanda vital.

  • Tatalaksana Putus Zat OpioidPutus zat seketika (Abrupt Withdrawal)Simtomatik sesuai gejala klinis ; Analgetika (Tramadol, Asam Mefenamic, Paracetamol), Spasmolitik (Papaverin), Decongestan, Sedatif - Hipnotik, Antidiare Subtitusi Golongan Opioida : Codein, Metadon, Bufrenorfin yang diberikan secara tapering off. Untuk Metadon dan Buprenorfin terapi dapat dilanjutkan untuk jangka panjang (Rumatan)

  • Tatalaksana Putus Zat OpioidSubtitusi non opioida:Klonidin dengan dosis 17mcg/Kg.BB dibagi dalam 3-4 dosis diberikan selama 10 hari dengan tapering of 10%/hari, perlu pengawasan tekanan darah bila systole kurang dari 100mmHg atau diastole kurang 70 mmHg harus dihentikan.Pemberian Sedatif-Hipnotika, Neuroleptika (yang memberi efek sedative, misal ; Clozapine 25 mg, atau Chlorpromazine 100 mg) dapat dikombinasikan dengan obat - obat lain.

  • GANJAZat aktif dalam ganja: THC (delta-9-tetrahydrocannabinol). Membran sel syaraf tertentu dalam otak yang mengandung reseptor protein akan mengikat erat THC.Penggunaan terus menerus dalam waktu yang lama mengakibatkan kerusakan memori, proses belajar dan perilaku sosial sehingga penggunanya meninggalkan berbagai aktivitas