KRISIS MONETER

  • View
    145

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Proses Terjadinya krisis moneter 1998 di Indonesia

Transcript

KRISIS MONETER

Tugas yang Disusun Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh :AHMAD SYAUQYFIKRI FADHEL MUHAMMADMUHAMMAD IRVAN NUR HASANRENDIKA PRADHANA PUTRASURIANSYAH

Program Diploma III AkuntansiSTAN2014KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah ini.Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak sehingga karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:1. Tuhan Yang Maha Esa,2. Ibu Ani Mariani, selaku dosen pembimbing mata kuliah bahasa Indonesia,3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dorongan, bantuan, dan perhatian sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.Akhir kata semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bintaro, 29 Januari 2014

Penulis,

DAFTAR ISIiii

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangSebelum masa krisis moneter 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat pesat, kurs rupiah cenderung relatif stabil. Demikian pula iklim investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat terus menerus. Stabilnya nilai rupiah ini membuat para investor dan pemerintah selaku pihak yang berperan besar dalam pembangunan ekonomi cenderung mengabaikan pinjaman terhadap mata uang asing, khususnya Dollar Amerika Serikat. Dengan tidak adanya perlindungan terhadap rupiah itu, belakangan membawa dampak yang kurang baik pada saat terjadinya krisis ekonomi secara global pada tahun 1998. Permasalahan krisis moneter ini bermula dari gonjang-ganjing krisis di sejumlah negara-negara Asia, seperti Jepang, Thailand, Malaysia dan sebagainya, termasuk Indonesia.Krisis di negara-negara maju dan berkembang pada masa itu diawali merosotnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat. Ketidakstabilan ini membuat banyak bank-bank di Indonesia mengalami kerugian, terutama yang mempunyai pinjaman uang dalam bentuk mata uang asing. Kerugian ini di dukung pula oleh kurang tanggapnya pemerintah dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang ditambah dengan memburuknya arus kas bank-bank selaku penyimpan dana masyarakat. Kenyataan ini berakibat pada sulitnya bank-bank untuk melakukan likuidasi, sehingga mendorong sejumlah nasabah menarik dananya dari bank secara bersama-sama. Kepercayaan masyarakat terhadap bank pun menjadi suatu pertanyaan besar, khususnya Bank Indonesia selaku Bank Sentral yang bertugas melakukan pengawasan terhadap bank-bank konvensional maupun bank perkreditan, sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 1998 Jo. UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan studi kasus tentang krisis moneter yang kami angkat, maka rumusan masalah yang terbentuk adalah:1.Apakah penyebab krisis moneter tahun 1998 yang melanda Indonesia? 2.Bagaimana kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengatasi krisis moneter?3.Bagaimana upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah pasca krisis moneter?4.Apakah dampak sosial krisis moneter 1998 yang terjadi di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui tentang krisis moneter dan penyebabnya2. Untuk mengetahui dampak krisis moneter 1998 di Indonesia3. Untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengatasi krisis moneter 19984. Untuk mengetahui upaya-upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian pasca krisis moneter 1998

D. Manfaat PenulisanHasil dari penulisan makalah ini diharapkan memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada teman-teman semua untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam masalah krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 serta kondisi saat pemulihan dari masalah tersebut. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan di dalam menghadapi masalah krisis ekonomi apabila terjadi lagi di negara Indonesia ataupun negara lain.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Krisis Moneter dan PenyebabnyaKrisis moneter 1998 merupakan suatu sejarah baru dalam pencapaian ekonomi global, sekaligus babak baru dalam sistem ekonomi liberal yang membawa dampak langsung terhadap perekonomian negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Krisis moneter yang terjadi pada sejak pertengahan 1997, bahkan berkembang menjadi krisis ekonomi dan telah menjadi krisis kepercayaan pula. Masyarakat mempunyai mosi tidak percaya terhadap pemerintahan yang ada. Hal ini ditandai dengan runtuhnya rezim Orde Baru yang dimata dunia dianggap sebagai salah satu pemerintahan yang dipandang sebagai rezim yang membangun ekonomi Indonesia secara pesat. Sehingga dimasa rezim ini, tidak heran apabila Indonesia dipandang negara yang menyandang predikat swasembada dalam berbagai sektor kehidupan. Kondisi krisis moneter yang dialami pada masa 1998 merupakan masa-masa sulit yang sangat berbeda dengan kondisi sebelum-sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi kurun waktu antara tahun 1969 - 1997 yang tidak pernah mengalami penurunan, bahkan berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat, bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia kurang lebih 7 persen pertahun pada masa itu. Demikian pula pendapatan perkapita menggambarkan tingkat kemakmuran bangsa naik sebesar 5 persen pertahun.Sedangkan dalam kurun waktu 1985 1997 dapat diketengahkan disini, bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 7,5 persen pertahun dengan pendapatan perkapita naik sebesar 5,8 persen pertahun. Sementara itu dari sisi sumber daya manusia, angkatan kerja semakin dapat ditampung oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan ekspor Indonesia terhadap negara asing lainnya. Perlu ditambahkan pula, bahwa pada masa-masa itu, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing relatif konstan. Bahkan yang lebih mencegangkan lagi, pada masa antara tahun 1993 1994 pendapatan negara mengalami surplus.Tabel 1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi, Uang Beredar, dan Suku Bunga Periode 1990 2008TahunProduk Domestik BrutoPertumbuhanUang BeredarPertumbuhanSuku Bunga (SBI)Pertumbuhan

(%)(Rp. Milyar)(%)(%)(%)

1990949641,12381915,98

19911018622,67,262634110,5919,4921,96

199210812486,15287799,2615,75-19,19

19931151490,26,53680527,8911,16-29,14

19941238312,37,544537423,2810,33-7,44

19951340101,68,225267716,0713,9935,43

19961444873,37,826408921,6612,8-8,51

19971512780,94,77834322,242056,25

19981314202-13,1310119729,1735,5277,6

199913245990,7912463323,1611,93-66,41

20001389770,24,9216218630,1314,5321,79

20011442984,63,831777319,5817,6221,27

20021504380,64,251919397,9912,93-26,62

20031572199,34,5123379921,818,31-35,73

20041660578,85,622538188,567,43-10,59

20051750815,25,4328190511,0711,9861,24

200618472925,5136107328,088,96-25,21

20071963974,36,3243342420,047,19-19,75

20082082103,76,014709058,6510,7549,51

Sumber : BPS dan Bank Indonesia, 2008Dari tahun 1990 hingga tahun 1996, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak begitu besar perbedaannya. Sampai pada tahun 1997, perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan akibat kriris yang berkepanjangan. Sehingga pada tahun 1998, pertumbuhan perekonomian Indonesia mengalami turunan drastis yaitu sebesar -13,13 %. Dengan jumlah suku bunga yang jauh melambung tinggi. Saat tahun 1996 suku bunga hanya bekisar 12,8 % lalu naik pada tahun 1997 sebesar 20 %, dan memuncak pada tahun 1998 sebesar 35,52 %.Berdasarkan perhitungan angka-angka grafik diatas, seharusnya pemerintah Indonesia mampu dengan mudah mengatasi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Namun kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan, karena krisis yang melanda dibarengi dengan multi-dimensi krisis (crisis multidimetion) seperti semakin melemahnya daya saing ekonomi nasional terhadap ekonomi negara asing, dan adanya faktor-faktor pemicu krisis, seperti : rendahnya produktivitas kerja, minimnya upah pekerja, pengawasan keuangan yang tidak pada trek yang tepat, dan bermunculan praktek oligopoli maupun monopoli dalam berbagai situasi pasar.Ada beberepa sebab yang melatarbelakangi terjadinya krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998 diantaranya adalah sebagai berikut:1. Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek yang telah menciptakan ketidakstabilan. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan cenderung mengabaikan, dari para menteri dibidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut. Pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan terhadap hutang yang dibuat oleh sektor swasta Indonesia. Setelah krisis berlangsung, barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar-benar menjadi masalah yang serius. Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997, 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank, 1998).2. Banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.3. Tidak jelasnya arah perubahan politik. Maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.4. Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memperbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.5. Pelarian modal besar-besaran