LAPORAN RAPAT KOORDINASI RAPAT KOORDINASI PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS ARUN LHOKSEUMAWE

Embed Size (px)

Text of LAPORAN RAPAT KOORDINASI RAPAT KOORDINASI PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS ARUN...

  • LAPORAN RAPAT KOORDINASI

    P E M B A N G U N A N D A N P E N G E L O L A A N K A W A S A N

    E K O N O M I K H U S U S A R U N L H O K S E U M A W E

    Sebuah upaya untuk menstimulus sinergitas seluruh stakeholder

    terhadap masa depan pengelolaan KEKAL

    LEMBAGA MANAJEMEN ASET NEGARAo p t i m a l a k u n t a b e l - k o n t r i b u t i f

    1

  • 2 EXECUTIF SUMMARYCalibri4 PENDAHULUANLATAR BELAKANG

    TUJUANBENTUK KEGIATANHASIL YANG DIHARAPKANWAKTU & TEMPAT PELAKSANAANPARTISIPAN

    10 PROFIL AKTIVA KILANG LNG ARUNSEJARAH SINGKAT PROFIL KAWASAN PENETAPAN KILANG LNG ARUN SEBAGAI KAWASAN EKOMOMI KHUSUS

    14 PENGANTAR & PEMBUKAAN FGDHIGHLIGHTS SPEECH WAKIL MENTERI KEUANGAN RIHIGHLIGHTS SPEECH DIREKTUR UTAMA LEMBAGA MANAJEMEN ASET NEGARAGAMBARAN UUM PELAKSANAAN FGD

    19 SUMMARY DAY 1FORUM INVESTOR29 SUMMARY DAY 2KNOWLEDGE SHARING

    FOCUS GROUP DISCUSSION

    45 SUMMARY DAY 3FORUM KOMISI58 SIMPULAN & REKOMENDASI

  • EXECUTIVE

    SUMMARY

  • Di usianya yang masih relatif muda, LembagaManajemen Aset Negara (LMAN) selaku BadanLayanan Umum (BLU) diamanatkan untuk mengelolaaset Kilang LNG Arun. Amanat tersebut merupakansebuah tantangan tersendiri bagi LMAN untukmengelola aset yang memilki karakteristik khusus, seperti kilang. Namun demikian, sebagai BLU yang memiliki fleksibilitas, LMAN diharapkan menjadijawaban dan contoh bagi pengelolaan aset ekskilang yang modern, khususnya dalam mendukungpembangunan dan pengembangan KEKAL yang dipandang tidak memiliki progres yang signifikanhingga akhir tahun 2018.Pengelolaan aset Kilang LNG Arun sangat eratkaitannya dengan rencana pembangunan danpengembangan KEKAL. Hal ini tercermin daribanyaknya peraturan yang harus diperhatikan danbanyaknya stakeholders lain yang terlibat. Di lain sisi, kesepahaman akan sebuah peraturan dansinergi antar pihak merupakan modal utama dalammewujudkan KEKAL. Namun demikian, untukmenyatukan seluruh unsur tersebut diperlukanbeberapa aksi strategis guna memetakan seluruhtantangan dan mendapatkan solusi yang dapatmengakselerasi pembangunan dan pengembanganKEKAL.Salah satu aksi strategis dimaksud telahdirealisasikan oleh LMAN melalui investor forum, focus group discussion, dan committee discussionyang diselenggarakan dengan mengundang investor potensial dan stakeholders yang terlibat. Adapunhasil dari kegiatan tersebut menyimpulkan bahwapengelolaan KEKAL harus mempertimbangkanbeberapa hal seperti, Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) yang ramah untuk investor, kesepahamanakan potensi yang dimiliki oleh KEKAL, dansinkronisasi regulasi dan arah kebijakanpengembangan KEKAL.

    LMAN diharapkan menjadi jawaban dancontoh bagi pengelolaan aset eks kilang yang modern, khususnya dalam mendukungpembangunan dan pengembangan KEKAL

    E x e c u t i v e S u m m a r y

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L 4

  • PENDAHULUANLATAR BELAKANGTUJUANBENTUK KEGIATANHASIL YANG DIHARAPKANWAKTU & TEMPAT PELAKSANAANPARTISIPAN

  • P e n d a h u l u a n

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L

    LATAR BELAKANG

    Kilang LNG Arun merupakan Barang Milik Negara yang berada di Kota Lhokseumawe, Aceh berupakawasan eks PT Arun NGL seluas 1.840 ha, yang dibangun dan diresmikan pada tahun 1978. Operasi pengolahan LNG berakhir pada tahun2014 pasca menipisnya cadangan gas di Arunsehingga tidak lagi ekonomis untuk diprosesmenjadi LNG. Kawasan Kilang LNG Arun terdiridari 3 zona, yaitu plant site, buffer zone, dancommunity site.

    Kilang LNG Arun merupakan salah satu asetkelolaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang diserahkelolakan pada tahun 2016 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal KekayaanNegara Nomor KEP-114/KN/2016 tanggal 22 Februari 2016. Kilang LNG Arun sendiri telahditetapkan sebagai BMN sejak tahun 2008 melaluiKeputusan Menteri Keuangan Nomor92/KMK.6/2008 tanggal 2 Mei 2008 tentangPenetapan Status Aset Eks Pertamina SebagaiBarang Milik Negara.

    Kawasan Kilang LNG Arun telah ditetapkan menjadi

    Kawasan Ekonomi Khusus. Di sisi lain, pengelolaan Kilang

    LNG Arun tunduk pada ketentuan yang mengatur tentang

    pengelolaan BMN

    6

  • Melalui metode saling tukar

    pikiran dan pandangan,

    berbagai alternatif solusi

    diharapkan dapat

    diinventarisasi

    P e n d a h u l u a n

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L 7

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 Kawasan Kilang LNG Arun telahditetapkan menjadi Kawasan EkonomiKhusus Arun Lhokseumawe dengan luaskeseluruhan mencapai 2.622,48 ha. Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, pembangunan dan pengelolaan KawasanEkonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL) dilakukan oleh Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP), yaitu PT Patriot Nusantara Aceh.

    Di sisi lain, pengelolaan Kilang LNG Aruntunduk pada ketentuan yang mengaturtentang pengelolaan BMN, yaitu PeraturanPemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan BarangMilik Negara/Daerah.

  • 1. Memahami kendala-kendala yang dihadapi investor dalam merealisasikaninvestasinya di kawasan Kilang LNG Arun sebagai bagian dari KEKAL.

    2. Mendapatkan pandangan dari berbagaipihak dalam rangka penyusunanmasterplan pembangunan danpengelolaan kawasan Aktiva Kilang LNG Arun sebagai bagian dari KEKAL.

    3. Menggali pemikiran dari berbagai sudut

    pandang stakeholder dalam rangkamenentukan arah pembangunan danpengelolaan kawasan Kilang LNG Arunsebagai bagian dari KEKAL.

    4. Mencari opsi-opsi solusi yang terintegrasiterhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan danpengelolaan kawasan Kilang LNG Arunsebagai bagian dari KEKAL.

    5. Memicu sinergi seluruh stakeholderterhadap masa depan pembangunan danpengelolaan kawasan Kilang LNG Arunsebagai bagian dari KEKAL.

    TUJUAN

    P e n d a h u l u a n

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L

    1. Investor Forum yang bertujuan untukmengidentifikasi berbagai permasalahanyang dihadapi oleh investor-investor dalam upaya merealisaskan investasinyadi kawasan Kilang LNG Arun sekaligusmendapatkan gambaran mengenaipotensi bisnis di kawasan tersebut.

    2. Focus Group Discussion yang bertujuanuntuk mengidentifikasi berbagaitantangan yang dihadapi dalamPembangunan dan Pengelolaan KawasanKilang LNG Arun sebagai bagian dariKEKAL.

    3. Forum Komisi yang bertujuan untukmenggali opsi-opsi solusi atas berbagaitantangan yang dihadapi olehPembangunan dan Pengelolaan KawasanKilang LNG Arun sebagai bagian dariKEKAL, yang dibagi dalam 3 tema besar, yaitu investor friendly, pengembangankawasan, serta regulasi dan kebijakan.

    BENTUK KEGIATAN

    8

  • Kesepahaman dari pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan dan pengelolaan KilangLNG Arun sebagai bagian dari KEKAL terhadap tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah yang perlu dilakukan guna mempercepat penyusunan master plan pembangunandan pengelolaan KEKAL.

    P e n d a h u l u a n

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L

    HASIL YANG DIHARAPKAN

    WAKTU & TEMPAT PELAKSANAN Waktu : 29-31 Januari 2019Tempat : JW Marriott Hotel, Jakarta

    9

  • P e n d a h u l u a n

    F G D P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L

    PARTISIPAN

    B K F

    D J A

    D J K N

    I T J E N

    10

  • PROFIL AKTIVA

    KILANG LNG

    ARUN SEJARAH SINGKAT PROFIL KAWASAN PENETAPAN KILANG LNG ARUN

    SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KHUSUS

  • P r o f i l A k t i v a K i l a n g L N G A r u n

    P e n g e m b a n g a n S e b u a h K a w a s a n

    SEJARAH SINGKAT

    Gas alam Arun pertama kali ditemukan diDesa Arun, Aceh Utara oleh Socony-VacuumOil Company pada 18 November 1971dengan cadangan mencapai 17,1 triliun kakikubik.

    Penemuan Gas

    Gas alam Arun pertama kali ditemukan diDesa Arun, Aceh Utara oleh Socony-VacuumOil Company pada 18 November 1971dengan cadangan mencapai 17,1 triliun kakikubik.

    Pembangunan Kilang

    Untuk mengoperasikan kilang pencairangas menjadi LNG, didirikanlah PT ArunNGL yang sahamnya dimiliki olehPertamina selaku wakil Pemerintah sebesar55%, ExxonMobil selaku pemilik gassebesar 30%, dan Japan Indonesia LNGCo. Ltd selaku konsorsium pembeli LNGsebesar 15%.

    Kilang LNG Arun beroperasi sejak 14Oktober 1978 sampai dengan 15 Oktober2014 dengan total ekspor sebanyak 4.269kali.

    Operasi

    Saat ini kilang LNG Arun telah berhentiberoperasi memproses LNG karenacadangan gas yang terus menurun dantidak ekonomis untuk diolah menjadi LNG.

    Sisa gas yang ada saat ini (tailgas)dipakai untuk memasok kebutuhan gaspabrik Pupuk Iskandar Muda.

    Kondisi Saat Ini

    Saat ini kilang LNG Arun

    telah berhenti beroperasi

    memproses LNG karena

    produksi gas yang terus

    menurun

    12

  • P r o f i l A k t i v a K i l a n g L N G A r u n

    P e m b a n g u n a n & P e n g e l o l a a n K E K A L

    PROFIL KAWASAN

    Community SiteMerupakan kawasanseluas 666,90 Ha dengan fasilitas:

    Rumah pegawai 11 Blok (1088 unit)

    Sekolah (29 unit)

    Rumah sakit (14 unit)

    Rumah ibadah (7 unit)

    Fasilitas olahraga (18 unit) a.l. Stadion, Gedung Olahraga, Lapangan Golf, KolamRenang, LapanganTenis

    Gedung komersial

    Gas Pipeline

    Plant SiteMerupakan kawasan seluas668,09,90 Ha denganfasilitas:

    6 LNG train; Total 12.5 MTPA

    Fasilitas ekstraksi LPG; 1.4 MPA (idle, tidak ada feed gas)

    Kondensat treating; 120.000 Barrel/hari(proses tail gas, sampai2017)

    11 Pembangkit Listrik; Output 220 MW

    5 Tangki LNG; Total 636.000 m3

    4 tangki LPG; Total 302.000 m3

    Tangki kondensat; lTotal2,12 juta Barre