Makalah Euthanasia

  • View
    217

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Blok 114

Text of Makalah Euthanasia

MAKALAHEUTHANASIA

Disusun oleh Kelompok 8Anggota :1. Farras Arlinda2. Irham Janata Firdaus3. Mega Ayu Lestari4. Nova Anesti5. Pratiwi Kristianti6. Purnomo Ponco Nugroho7. Qurotul Aqyun8. Rachma Ayu Maulidiany9. Sandy C. Widyatama10. Salas Putri RahayuFAKULTAS KEDOKTERAN UNSWAGATI2014BAB I

A. PENGERTIAN EUTHANASIAIstilah euthanasia, atau biasa disebut dengan Mercy killing, berasal dari bahasa Yunani, yaitueudanthanatos. Kataeuberarti baik, danthanatosberarti mati. Jadi, artinya adalah mati baik. Menurut Philo (50-20 SM), euthanasia berarti kematian dengan tenang dan baik. Menurut Suetonis dalam bukunya yang berjudul Vita Ceaserum mengatakan bahwa euthanasia adalah mati dengan cepat dan tanpa derita. Euthanasia dalam bahasa arab dikenal dengan istilahQatlu ar-rahmaatauTaysir al-maut. Euthanasia merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan secara sadar untuk mengakhiri suatu kehidupan dan melepaskannya dari penderitaan rasa sakit tanpa merasakan sakit karena tidak ada pengobatan yang memungkinkan.Euthanasia tidak bisa terlepas dari perkemangan tentang konsep kematian. Manusia terkadang berusaha memperpanjang kehidupan ataupun menghindari kematian dengan mengunakan tekhnologi kedokteran,akan tetapi beberap orang justru mengunakan teknologi kedokteran untuk mempercepat kematian. Hal ini membawa masalah baru terutama berkenaan dengan konsep kematian itu sendiri. Antara lain1. Mati sebagai berhentinya darah mengalir2. Mati sebagai saat terlepasnya nyawa dari tubuh3. Hilangnya kemampuan tubuh secara permanen4. Hilangnya manusia secara permanen untuk kembali sadar dan melakukan interaksi sosial.Beberapa pengertian tentang terminologi euthanasia:a.Menurut hasil seminar aborsi dan euthanasia ditinjau dari segi medis, hukum dan psikologi, euthanasia diartikan: Dengan sengaja melakukan sesuatu untuk mengakhiri hidup seorang pasien. Dengan sengaja tidak melakukan sesuatu (palaten) untuk memperpanjang hidup pasien Dilakukan khusus untuk kepentingan pasien itu sendiri atas permintaan atau tanpa permintaan pasien.

b.Menurut kode etik kedokteran indonesia, kata euthanasia dipergunakan dalam tiga arti: Berpindahnya ke alam baka dengan tenang dan aman tanpa penderitaan, untuk yang beriman dengan nama Allah dibibir. Ketika hidup berakhir, diringankan penderitaan sisakit dengan memberinya obat penenang. Mengakhiri penderitaan dan hidup seorang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri dan keluarganya.Dari beberapa kategori tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur euthanasia adalah sebagai berikut:

a.Berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatub.Mengakhiri hidup, mempercepat kematian, atau tidak memperpanjang hidup pasien.c.Pasien menderita suatu penyakit yang sulit untuk disembuhkan kembali.d.Atas atau tanpa permintaan pasien atau keluarganya.e.Demi kepentingan pasien dan keluarganya.

B. Sejarah eutanasiaHippokratespertama kali menggunakan istilah "eutanasia" ini pada "sumpah Hippokrates" yang ditulis pada masa 400-300 SM.Sumpah tersebut berbunyi: "Saya tidak akan menyarankan dan atau memberikan obat yang mematikan kepada siapapun meskipun telah dimintakan untuk itu".Dalam sejarah hukumInggrisyaitucommon lawsejak tahun 1300 hingga saat "bunuh diri" ataupun "membantu pelaksanaan bunuh diri" tidak diperbolehkan.1. Eutanasia dalam dunia modernSejak abad ke-19, eutanasia telah memicu timbulnya perdebatan dan pergerakan di wilayahAmerika Utaradan diEropaPada tahun 1828 undang-undang anti eutanasia mulai diberlakukan di negara bagianNew York, yang pada beberapa tahun kemudian diberlakukan pula oleh beberapanegara bagian.Setelah masaPerang Saudara, beberapaadvokatdan beberapadoktermendukung dilakukannya eutanasia secara sukarela.Kelompok-kelompok pendukung eutanasia mulanya terbentuk diInggrispada tahun1935dan diAmerikapada tahun1938yang memberikan dukungannya pada pelaksanaan eutanasia agresif, walaupun demikian perjuangan untuk melegalkan eutanasia tidak berhasil digolkan diAmerikamaupunInggris.Pada tahun1937, eutanasia atas anjuran dokter dilegalkan diSwisssepanjang pasien yang bersangkutan tidak memperoleh keuntungan daripadanya.Pada era yang sama,pengadilanAmerika menolak beberapa permohonan dari pasien yang sakit parah dan beberapa orang tua yang memiliki anak cacat yang mengajukan permohonan eutanasia kepada dokter sebagai bentuk "pembunuhan berdasarkan belas kasihan".Pada tahun1939, pasukanNaziJermanmelakukan suatu tindakan kontroversial dalam suatu "program" eutanasia terhadap anak-anak di bawah umur 3 tahun yang menderita keterbelakangan mental, cacat tubuh, ataupun gangguan lainnya yang menjadikan hidup mereka tak berguna. Program ini dikenal dengan namaAksi T4("Action T4")yang kelak diberlakukan juga terhadap anak-anak usia di atas 3 tahun dan para jompo / lansia. 2. Eutanasia pada masa setelah perang duniaSetelah dunia menyaksikan kekejaman Nazi dalam melakukan kejahatan eutanasia, pada era tahun1940dan1950maka berkuranglah dukungan terhadap eutanasia, terlebih-lebih lagi terhadap tindakan eutanasia yang dilakukan secara tidak sukarela ataupun karena disebabkan oleh cacatgenetika.3. Praktik-praktik eutanasia di duniaPraktik-praktik eutanasia pernah yang dilaporkan dalam berbagai tindakan masyarakat DiIndiapernah dipraktikkan suatu kebiasaan untuk melemparkan orang-orang tua ke dalam sungai Gangga. DiSardinia, orang tua dipukul hingga mati oleh anak laki-laki tertuanya. Uruguaymencantumkan kebebasan praktik eutanasia dalam undang-undang yang telah berlaku sejak tahun1933. Di beberapa negaraEropa, praktik eutanasia bukan lagi kejahatan kecuali diNorwegiayang sejak1902memperlakukannya sebagai kejahatan khusus. DiAmerika Serikat, khususnya di semua negara bagian, eutanasia dikategorikan sebagai kejahatan. Bunuh diri atau membiarkan dirinya dibunuh adalah melanggar hukum di Amerika Serikat. Satu-satunya negara yang dapat melakukan tindakan eutanasia bagi para anggotanya adalahBelanda. Anggota yang telah diterima dengan persyaratan tertentu dapat meminta tindakan eutanasia atas dirinya. Ada beberapa warga Amerika Serikat yang menjadi anggotanya. Dalam praktik medis, biasanya tidak pernah dilakukan eutanasia aktif, namun mungkin ada praktik-praktik medis yang dapat digolongkan eutanasia pasif.

C. JENIS-JENIS EUTHANASIAEuthanasia bisa ditinjau dari berbagai sudut, seperti cara pelaksanaanya, dari mana datang permintaan, sadar tidaknya pasien dan lain-lain. Secara garis besar euthanasia dikelompokan dalam dua kelompok, yaitu euthanasia aktif dan euthanasia pasif. Di bawah ini dikemukakan beberapa jenis euthanasia:1.Euthanasia aktifEuthanasia aktif adalah perbuatan yang dilakukan secara aktif oleh dokter untuk mengakhiri hidup seorang (pasien) yang dilakukan secara medis. Biasanya dilakukan dengan penggunaan obat-obatan yang bekerja cepat dan mematikan. Euthanasia aktif terbagi menjadi dua golongana.Euthanasia aktif langsung, yaitu cara pengakhiran kehidupan melalui tindakan medis yang diperhitungkan akan langsung mengakhiri hidup pasien. Misalnya dengan memberi tablet sianida atau suntikan zat yang segera mematikanb.Euthanasia aktif tidak langsung, yang menunjukkan bahwa tindakan medis yang dilakukan tidak akan langsung mengakhiri hidup pasien, tetapi diketahui bahwa risiko tindakan tersebut dapat mengakhiri hidup pasien. Misalnya, mencabut oksigen atau alat bantu kehidupan lainnya.2.Euthanasia pasifEuthanasia pasif adalah perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia, sehingga pasien diperkirakan akan meninggal setelah tindakan pertolongan dihentikan.3.Euthanasia volunterEuthanasia jenis ini adalah Penghentian tindakan pengobatan atau mempercepat kematian atas permintaan sendiri.4.Euthanasia involunterEuthanasia involunter adalah jenis euthanasia yang dilakukan pada pasien dalam keadaan tidak sadar yang tidak mungkin untuk menyampaikan keinginannya. Dalam hal ini dianggap famili pasien yang bertanggung jawab atas penghentian bantuan pengobatan. Perbuatan ini sulit dibedakan dengan perbuatan kriminal.Selain kategori empat macam euthanasia di atas, euthanasia juga mempunyai macam yang lain, hal ini diungkapkan oleh beberapa tokoh, diantaranya Frans magnis suseno dan Yezzi seperti dikutip Petrus Yoyo Karyadi, mereka menambahkan macam-macam euthanasia selain euthanasia secara garis besarnya, yaitu:1.Euthanasia murni, yaitu usaha untuk memperingan kematian seseorang tanpa memperpendek kehidupannya. Kedalamnya termasuk semua usaha perawatan agar yang bersangkutan dapat mati dengan "baik".2.Euthanasia tidak langsung, yaitu usaha untuk memperingan kematian dengan efek samping, bahwa pasien mungkin mati dengan lebih cepat. Di sini ke dalamnya termasuk pemberian segala macam obat narkotik, hipnotik dan analgetika yang mungkin "de fakto" dapat memperpendek kehidupan walaupun hal itu tidak disengaja3.Euthanasia sukarela, yaitu mempercepat kematian atas persetujuan atau permintaan pasien. Adakalanya hal itu tidak harus dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari pasien atau bahkan bertentangan dengan pasien.4.Euthanasia nonvoluntary, yaitu mempercepat kematian sesuai dengan keinginan pasien yang disampaikan oleh atau melalui pihak ketiga (misalnya keluarga), atau atas keputusan pemerintah.

D.TINJAUAN ETIS EUTHANASIAA.Tinjauan KedokteranProfesi tenaga medis sudah sejak lama menentang euthanasia sebab profesi kedokteran adalah untuk menyembuhkan dan bukan untuk mematikan. Profesi medis adalah untuk merawat kehidupan dan bukan untuk merusak kehidupan. Sumpah Hipokrates jelas-jelas menolaknya, Saya tidak akan memberikan racun yang mematikan ataupun memberikan saran mengenai hal ini kepada mereka yang memintanya.Sumpah ini kemudian menjadi dasar sumpah seluruh dokter di dunia, termasuk di Indonesia. Mungkin saja sumpah ini bukan Hipokrates sendiri yang membuatnya.Dalam pasal 9, bab II Kode Etik Kedokteran Indonesia tentang kewajiban dokter kepada pasien, disebutkan bahwa seorang dokter harus senantiasa menging