Makalah rbc

  • View
    260

  • Download
    63

Embed Size (px)

DESCRIPTION

waste water

Transcript

DORA RESA E | 21080111140096MAKALAHPERANCANGAN BANGUNAN PENGOLAH AIR BUANGANRBC ( Rotating biological Contactor)

DISUSUN OLEH:Dora Resa Ekemeviane21080111140096

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGANFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS DIPONEGORO2014KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.Puji syukur atas rahmat dan berkat dari Allah SWT akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah dalam mata kuliah Perancangan Bangunan Pengolah Air Buangan (PBPAP) yang berjudul RBC (ROTATANG BIOLOGICAL CONTACTOR). Ucapan terimakasih juga kami ucapkan kepada dosen pengampu mata kuliah PBPAB, Bapak Junaidi, ST, MT, yang telah membimbing kami dalam proses pembuatan makalah ini. Tak lupa kami ucapkan kepada seluruh rekan-rekan Teknik Lingkungan UNDIP yang telah berkontribusi dan memberi bantuan dalam pembuatan makalah ini.Makalah ini dibuat dalam rangka penugasan mata kuliah PBPAB. Isi makalah ini tak lain dan tak bukan adalah mengenai pengolahan air buangan dengan unit flotasi. Sebagai mahasiswa yang sedang mempelajari ilmu PBPAB, ada perlunya untuk memahami flotasi.Akhir kata, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat. Selamat membaca!Wassalamualaikum Wr. Wb.

Semarang, Juni 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Cover1

Kata Pengantar2

Daftar Isi3

Bab I: Pendahuluan4

Bab II: IsiBab III : Kesimpulan627

Daftar Pustaka28

BAB IPENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANGLimbah terdapat tiga macam yakni limbah cair, padat dan gas. pada limbah cair terdapat polutan organik dan anorganik. dimana yang paling dominan pada limbah organik yakni sebanyak 78% berupa C,H,O yakni kandungan pada karbohidrat, protein dan lemak yang merupakan makanan dari mikroorganisme. Dari teknologi pengolahan limbah terdapat 3 proses yng efluen yakni primer, sekunder dan tersier. namun dalam praktiknya tidak harus digunakan seluruhnya tergantung karakteristik limbahnya.Pada proses pengolahan promer bisa dilakukan secara kimiawi yakni dengan screaming dan flokulasi, fisikawi dengan koagulasi. namun hasil pengolahan tersebut biasanya belum memenuhi standar mutu pengolahan limbah karena masih terdapat polutan yang harus disisihkan salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan mikroorganisme tentunya yang sesuai dengan persyaratan hidup mikroorganisme tercapai yakni aerobik, yang membutuhkan oksigen bisanya dimanfaatkan RBC.RBC atau Rotating Biological Contactorialah suatu proses pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode dimana unit pengolah air limbah ini berotasi dengan pusat pada sumbu atau as yang digerakkan oleh motor drive system dan/atau tiupan udara (air drive system) dari difusser yang dibenam dalam air limbah, di bawah media. Berbahan plastik, media tempat pelekatan mikroba dipasang sedemikian rupa sehingga terjadi kontak yang seluas-luasnya dengan air limbah dan oksigen yang terjadi silih berganti. Dimana metodenya melibatkan kontak dengan unsure-unsur biologi di dalam perputaran ataupun rotasi.1.2.TUJUANTujuan dari makalah ini adalah agar pembaca lebih memahami unit RBC.

1.3.METODE PENULISANMetode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan mencari sumber data dan informasi dari jurnal dan buku tentang RBC. Kemudian informasi dan data yang telah diperoleh diolah sedemikian rupa oleh penulis dalam bentuk tulisan di makalah.1.4.RUMUSAN MASALAH Apa itu unit RBC? Bagaimana perhitungan unit RBC?

BAB IIISI

2.1.DEFINISI RBC (ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR)RBC atau Rotating Biological Contactorialah suatu proses pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode dimana unit pengolah air limbah ini berotasi dengan pusat pada sumbu atau as yang digerakkan oleh motor drive system dan/atau tiupan udara (air drive system) dari difusser yang dibenam dalam air limbah, di bawah media. Berbahan plastik, media tempat pelekatan mikroba dipasang sedemikian rupa sehingga terjadi kontak yang seluas-luasnya dengan air limbah dan oksigen yang terjadi silih berganti. Dimana metodenya melibatkan kontak dengan unsure-unsur biologi di dalam perputaran ataupun rotasi.RBC seperti kumpulan piringan-piringan dimana pada permukaannya ada media disk sebagai tempat mikroorganisme untuk memakan kandungan bahan organik dalam limbah diusahakan media disk bisa disediakan seluas-luasnya agar mikroorganisme dapat mudah mengambil polutan pada limbah yang dialirkan. Sistem pengoperasian RBC yakni menggunakan mikroorganisme untuk memakan bahan organik. syarat hidup mikroorganisme yakni memerlukan makanan dan O2. Sehingga pada RBC ini di setting seperti roda berputar sehingga ketika posisi dibawah mikroorganisme dapat mengambil makanan sedangkan ia bisa mengolahnya dengan mengambil oksigen terlebih dahulu ketika ia berada diatas. Akan tetapi perlu diketahui pula apabila RBC telah digunakan dalam jangka waktu yang lama pada permukaan media disk akan terbentuk tumpukan mikroorganisme yang banyak karena adanya pertumbuhan MO (mikroorganisme). jika MO ini terus menumpuk maka MO yang ada ditumpukan paling bawah yang hidup hanya MO an aerob karen tertutup oleh MO diatasnya. sehingga terkadang terbentuk seperti kerak.

Gambar 1 Unit Rotating Biological Contactor2.2 PRINSIP KERJA RBCPrinsip kerja pengolahan air limbah dengan RBC yakni air limbah yang mengandung polutan organik dikontakkan dengan lapisan mikro-organisme (microbial film) yang melekat pada permukaan media di dalam suatu reaktor. Media tempat melekatnya film biologis ini berupa piringan (disk) dari bahan polimer atau plastik yang ringan dan disusun dari berjajar-jajar pada suatu poros sehingga membentuk suatu modul atau paket, selanjutnya modul tersebut diputar secara pelan dalam keadaan tercelup sebagian ke dalam air limbah yang mengalir secara kontinyu ke dalam reaktor tersebut.Dengan cara seperti ini mikro-organisme misalanya bakteri, alga, protozoa, fungi, dan lainnya tumbuh melekat pada permukaan media yang berputar tersebut membentuk suatu lapisan yang terdiri dari mikro-organisme yang disebut biofilm (lapisan biologis). Mikro-organisme akan menguraikan atau mengambil senyawa organik yang ada dalam air serta mengambil oksigen yang larut dalam air atau dari udara untuk proses metabolismenya, sehingga kandungan senyawa organik dalam air limbah berkurang.Pada saat biofilm yang melekat pada media yang berupa piringan tipis tersebut tercelup kedalam air limbah, mikro-organisme menyerap senyawa organik yang ada dalam air limbah yang mengalir pada permukaan biofilm, dan pada saat biofilm berada di atas permuaan air, mikro-organisme menyerap okigen dari udara atau oksigen yang terlarut dalam air untuk menguraikan senyawa organik. Enegi hasil penguraian senyawa organik tersebut digunakan oleh mikro-organisme untuk proses perkembang-biakan atau metabolisme.Senyawa hasil proses metabolisme mikro-organisme tersebut akan keluar dari biofilm dan terbawa oleh aliran air atau yang berupa gas akan tersebar ke udara melalui rongga-rongga yang ada pada mediumnya, sedangkan untuk padatan tersuspensi (SS) akan tertahan pada pada permukaan lapisan biologis (biofilm) dan akan terurai menjadi bentuk yang larut dalam air.Pertumbuhan mikro-organisme atau biofilm tersebut makin lama semakin tebal, sampai akhirnya karena gaya beratnya sebagian akan mengelupas dari mediumnya dan terbawa aliran air keluar. Selanjutnya, mikro-organisme pada permukaan medium akan tumbuh lagi dengan sedirinya hingga terjadi kesetimbangan sesuai dengan kandungan senyawa organik yang ada dalam air limbah. Secara sederhana proses penguraian senyawa organik oleh mikro-organisme di dalam RBC dapat digambarkan seperti pada gambar 1.

Gambar 2.Mekanisme proses penguraian senyawa organik oleh mikro-organisme di dalam RBC

2.3 Aplikasi Rotating Biological Contactor (RBC)Kinerja RBC bergantung juga pada jumlah kompartemennya. Satu modul bisa berisi empat atau lima kompartemen. Di kompartemen pertama bisa ditambahkan aliran balik menuju unit pengendap awal agar kondisinya tidak terlalu anaerobik sehingga bau busuknya berkurang sekaligus membantu dinamika pertumbuhan mikroba. Begitu juga di kompartemen akhir bisa dipasang aliran balik menuju unit pengendap awal dengan maksud serupa. Umumnya, media kontak RBC terendam di dalam air limbah setinggi 40% dari diameternya. Kecepatan putarannya antara 1 3 putaran per menit. Putaran ini memberikan energi yang cukup bagi gaya hidrolis untuk meluruhkan biofilm dan aliran airnya turbulen supaya padatannya tetap tersuspensi (tidak mengendap). Waktu tinggal hidrolisnya di dalam setiap modul relatif singkat, yaitu 20 menit pada beban normal. Setiap tahap atau modulnya cenderung beroperasi sebagai reaktor teraduk sempurna.Berkaitan dengan media lekat mikrobanya, ada beberapa bahan yang dapat digunakan. Yang sering dipilih adalah media plastik HDPE (high-density polyethylene) berdiameter antara 2 4 m, dengan ketebalan mencapai 10 mm. Bentuk media bisa berupa lembaran pelat tetapi bisa juga berupa pipa-pipa atau tabung yang dipasang pada satu poros besi dengan bentangan mencapai 8 m. Media beserta poros dan motornya ini disebut satu modul yang terus berotasi di dalam bak. Beberapa modul dapat dipasang secara seri atau paralel sesuai dengan kebutuhan debit air limbah yang diolah. Biasanya antarmodul dipisahkan oleh sekat (baffle) untuk menghindari aliran singkat (short circuiting) di dalam tangki (bak). Kinerja RBC pun dipengaruhi oleh temperatur air limbah, konsentrasi substrat influen, waktu tinggal hidrolis, rasio volume tangki terhadap luas permukaan media, kecepatan rotasi media, dan oksigen terlarut.Umumnya, untuk mengolah air limbah domestik RBC tidak memerlukan pembibitan (seeding) mikroba. Sebab, mikroba sudah tersedia dalam jumlah yang cukup sebagai awal dalam memulai proses. Kira-kira sepekan sampai dua pekan setelah dimulai pengolahannya, di permukaan media akan menempel biomassa setebal 1 4 mm. Ketebalan ini bergantung pada kekuatan air limbah dan kecepatan rotasi media lekat. Menurut A