Click here to load reader

Penyehatan Permukiman

  • View
    315

  • Download
    55

Embed Size (px)

Text of Penyehatan Permukiman

LAPORAN INSPEKSI SARANA SANITASI PERMUKIMAN DI WILAYAH PUSKESMAS NGAMPILAN Laporan Ini Disusun Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Sanitasi Permukiman Semester V

Disusun Oleh : KELOMPOK PUSKESMAS NGAMPILAN KELAS NON REGULER

Dilla Dwi Arinta Istiqomah Astri Ayu R.A Lina Hanarisanty Maria Pradnyayu P Priestiana Mugi Rahayu Waskitho Adiyoga

P07133110052 P07133110065 P07133110070 P07133110073 P07133110081 P07133110094

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

LAPORAN INSPEKSI SARANA SANITASI PERMUKIMAN DI WILAYAH PUSKESMAS NGAMPILAN Laporan Ini Disusun Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Sanitasi Permukiman Semester V

Disusun Oleh : KELOMPOK PUSKESMAS NGAMPILAN KELAS NON REGULER

Dilla Dwi Arinta Istiqomah Astri Ayu R.A Lina Hanarisanty Maria Pradnyayu P Priestiana Mugi Rahayu Waskitho Adiyoga

P07133110052 P07133110065 P07133110070 P07133110073 P07133110081 P07133110094

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada kehadiratnya, yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktik Sanitasi Permukiman di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan. Kami harapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan pada umumnya. Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1. Tuntas Bagyono, SKM. M.Kes selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Yogyakarta. 2. Siti Hani Istiqomah, SKM, M.Pd dan Bapak Sigit Sudaryanto, SKM, M.Pd, selaku dosen mata kuliah Sanitasi Permukiman yang telah memberikan bimbingan pengarahan sehingga laporan ini dapat terselesaikan. 3. dr. Prie Aka Mahdayanti selaku Kepala Puskesmas Ngampilan yang telah memberikan ijin praktek Sanitasi Permukiman di wilayah kerja Puskesmas Ngampilan. 4. Waiwan Saimina, Amd selaku pembimbing dari Puskesmas Ngampilan, yang telah membantu dan membimbing kami selama menjalani praktek di Puskesmas Ngampilan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan praktik Sanitasi Permukiman ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk ini kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun terhadap penyusunan laporan ini dimasa yang akan datang.

Yogyakarta, November 2012 Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL. ......................................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................ ii KATA PENGANTAR ........................................................................................................ iii DAFTAR ISI....................................................................................................................... iv BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................................................... 1 B. Tujuan . ................................................................................................................... 3 C. Manfaat. .................................................................................................................. 3 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah ..................................................................................................................... 5 B. Permukiman ............................................................................................................ 6 C. Masalah Perumahan Di Indonesia .......................................................................... 7 BAB III. ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA A. Alat ........................................................................................................................ 10 B. Bahan ...................................................................................................................... 10 C. Prosedur Kerja ........................................................................................................ 10 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi ........................................................................................ 13 B. Lingkup Penilaian Rumah....................................................................................... 17 C. Pembahasan............................................................................................................. 28

BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................................. 40 B. Saran ....................................................................................................................... 41 LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan Kesehatan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk dalam rangka mencapai derajat kesehatan yang optimal serta pembangunan yag dilaksanakan seyogyanya berdampak positif terhadap lingkungan sehat, perilaku sehat, serta perumahan dan permukiman yang sehat. Masalah rumah dan permukiman di Indonesia bukan hanya terletak pada kurangnya jumlah rumah di daerah perkotaan, tetapi menyangkut aspek kualitas rumah dan aspek non fisik yaitu perilaku yang sangat mempengaruhi kesehatan rumah. Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan kesehatan. Oleh karena itu rumah haruslah sehat dan nyaman agar penghuninya dapat berkarya untuk meningkatkan produktifitas. Kontruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan. Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:1. Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawan dan ruang gerak

yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.2. Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat

antar anggota keluarga dan penghuni rumah.3. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan

penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayan dan penghawaan yang cukup.4. Memenuhi persayaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena

keadaan luar maupun dalam rumah antara lain, posisi garis sempadan jalan, kontruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan penyakit berbasis lingkungan. Penyakit ISPA dan TBC erat kaitannya dengan kondisi sanitasi perumahan. Penyediaan air bersih, pembuangan limbah, sampah dan tinja yang tidak sehat dapat menjadi resiko timbulnya penyakit diare dan cacingan. Faktor resiko pada bangunan rumah yang berpengaruh pada penularan penyakit dan timbulnya kecelakaan antara lain ventilasi, pencahayaan, kapadatan penghuni, kelembaban udara kamar (tidur) dan kualitas udara dalam ruangan. Untuk mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat harus memperhatikan lokasi, kualitas tanah dan air tanah, kualitas udara ambien, kebisingan, getaran dan radiasi, sarana dan prasarana lingkungan (saluran air, pembuangan sampah, jalan, tempat bermain, dan sebagainya), binatang penular penyakit (vektor), dan penghijauan. Bila lingkungan perumahan tidak diperhatikan, maka dapat memudahkan terjadinya penularan dan penyebaran penyakit, seperti diare, cacingan, ISPA, TBC, demam berdarah, malaria, typhus, leptospirosis, dan dapat menyebabkan kecelakaan seperti kebakaran, tertusuk paku atau kaca, terpeleset, terantuk, dan sebagainya. Supaya lingkungan rumah kita tidak merupakan sumber penularan penyakit maka diperlukan partisipasi kita semua untuk turut memelihara serta menjaga lingkungan dan rumah supaya tetap bersih dan sehat sehingga menjadi tempat penghunian yang aman dan nyaman. Mata kuliah Penyehatan Lingkungan Permukiman melatih mahasiswa untuk mengenal permasalahan kesehatan rumah dan lingkungan permukiman, analisis faktor resiko dan penyebab rendahnya kualitas rumah dan permukiman, merumuskan alternatif pemecahan masalah dengan menitik beratkan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan perumahan sesuai dengan syarat-syarat kesehatan rumah SK Menkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 dan permukiman sehat. Untuk memberikan pengalaman kapada mahasiswa agar mampu dalam pengelolaan lingkungan perumahan, maka diberikan praktik lapangan yaitu Survey Data Dasar (SDD). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Yogyakarta.

B. Tujuan 1. Umum Mahasiswa dapat mengumpulkan data dan informasi tentang kondisi rumah dan lingkungan untuk penyusunan rencana program ditingkat kelurahan guna mengatasi masalah perumahan dan lingkungan permukiman dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia di masyarakat. 2. Khusus a. Terkumpulnya data tentang: 1) Keadaan lingkungan dan demografi 2) Data rumah sehat 3) Potensi yang dimiliki SDA dan DSM 4) Data penyakit berbasis lingkungan dan potensi resiko b. Tersusunnya rencana kegiatan pemecahan masalah

C. Manfaat1. Bagi Masyarakat Ngampilan a. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang rumah sehat dan lingkungan sehat b. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya rumah dan lingkungan sehat 2. Bagi Puskesmas Ngampilan

a. Mendapat masukkan dan informasi yang membangun bagi Puskesmas Ngampilan terutama dibidang kesehatan lingkungan b. Mendapat bantuan t