Periodontitis Agresif generalisata

  • View
    210

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Periodontitis

Text of Periodontitis Agresif generalisata

PEMICU 4 GIGIKU YANG MALANG

PEMICU 4 GIGIKU YANG MALANGKELOMPOK 6

PERTANYAAN 1Jelaskan diagnosis kasus tersebut secara lengkap beserta alasannya. PERIODONTITIS AGRESIF GENERALISATAPERTANYAAN 2Jelaskan pemerikasaan apa saja yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa kasus tersebut!PERTANYAAN 3 Jelaskan etiologi terjadinya kasus tersebut!

PERTANYAAN 4Jelaskan pathogenesis kasus tersebut!

PATOGENESISProses destruksi jaringan yang terjadi merupakan akibat dari interaksi bakteri atau substansi bakteri dengan sel pejamu, yang mana secara langsung maupun tidak langsung mengarah kepada degradasi jaringan periodontal.PERTANYAAN 5Interpretasikan gambaran radiografi kasus tersebut!

PERTANYAAN 6Jelaskan jenis radiografi apa yang tepat untuk mendukung diagnosis dari kasus tersebut!Panaromic- Untuk melihat secara menyeluruh gigi mana yang telah kehilangan perlekatanPeriapikal- Radiografi periapikal ini dapat membantu untuk menyaring proses patologi yang tidak terdeteksi pada gigi dan tulang alveolar di sekitarnyaPERTANYAAN 7Jelaskan jenis-jenis poket dan jenis poket manakah yang terbentuk pada 24, 25, 34, 35, 44, 45 berserta alasannya! Secara garis besar terdapat dua jenis poket:

Poket periodontal dapat dibagi menjadi dua yaitu:

Dapat juga dibagi atas jumlah permukaan yang terkena: Simple Pocket: hanya mengenai 1 permukaan gigi Compound Pocket: poket yang hanya mengenai 1 atau lebih permukaan gigi, dimana besar poket berhubungan langsung dengan marginal gingiva masing-masing permukaan yang terkena poket Complex pocket: berasal dari satu permukaan gigi dan sekeliling meliputi 1 atau > permukaan tambahan. Hubungannya dengan permukaan giniva adalah pada permukaan gingiva dimana dasar poket tersebut berada

Pocket yang terjadi pada gigi 24,25,34,35,44,45 adalah poket periodontal tipe infraboni karena kedalaman poket yang besar yaitu 6-15mm dan terdapat kehilangan tulang secara vertikal.PERTANYAAN 8Jelaskan tahapan rencana perawatan yang harus dilakukan pada pasien tersebut!PERTANYAAN 9Jelaskan jenis-jenis antibiotika dan dosis yang digunakan pada penyakit periodontal ! Apakah pada kasus tersebut perlu diberikan antibiotika? Jelaskan alasannya!

Dalam proses perawatan pada penyakit periodontal ada beberapa jenis antibiotik yang dipakai misalnya pil yang diminum selama 7-10 hari, gel yang disuntikkan di bawah gusi biasanya mengandung doksiklin, Chip yang ditanamkan di bawah gusi biasanya mengandung klorheksidin, bubuk yang disemprotkan di bawah gusi mengandung minosiklin. Pemberian antibiotic pada penyakit periodontal biasanya selalu dikombinasikan dengan pemakaian antiseptic. Kedua proses ini disebut antimicrobial therapy.Pada kasus ini perlu diberikan antibiotika pada pasien tersebut untuk mengatasi infeksi yang melibatkan bakteri berspektrum luas.Kombinasi amoksisilin dan metranidazole dapat diberikan pada pasien ini dengan dosis 375mg amoksisilin ditambah 250mg metronidazole 3 kali sehari selama 7 hari atau 500mg amoksisilin ditambah 250mg metronidazole 3 kali sehari selama 7 hari. Dalam kombinasi ini metronidazole dicerna di dalam hati dimana terdapat hydroxymetabolite yang sangat efektif dari obat tersebut diproduksi dan amoksisilin bertindak sinergis pada A.actinomycetemcomitans, Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, Treponema forsythia. Selain itu, Prevotella intermedia dan Fusobacterium nucleatum menunjukkan respon terhadap kombinasi ini.PERTANYAAN 10Jelaskan instruksi kontrol plak yg harus diberikan pada pasien ini!

Tahap I : Motivasi Motivasi untuk melakukan plak kontrol secara efektif adalah bagian yang paling kritis yang paling sulit untuk kesuksesan jangka panjang dari terapi periodontal. Maka perlu agar pasien mengikuti usaha usaha : Pemahaman: tentang konsep pengertian dan patogenesis, perawatan dan pencegahan penyakit periodontal Perubahan habit / Kebiasaan: menerima aturan-aturan untuk melakukan plak kontrol sendiri setiap hari. Perubahan perilaku: penyesuaian keyakinan dan praktek terhadap kebiasaan oral hygiene yang baru dengan tujuan untuk membiasakan kebiasaan baru tersebut dalam memelihara kebersihan mulut.Tahap II : PenyuluhanPentingnya menyikat gigi untuk pencegahan dan pengobatan. Banyak pasien berpikir bahwa menyikat gigi hanya dalam rangka penghilangan sisa makanan dan pencegahan karies, pencegahan dan perawatan penyakit perio dontal jarang diketahui dan selanjutnya hal itu yang harus dijelaskan.

Tahap III: Peragaan Peragaan cara-cara pembersihan mulut merupakan langkah yang banyak menyita waktu. Cara-cara pembersihan mulut tidak cukup bila hanya berupa peragaan kepada pasien, melainkan harus disertai latihan oleh pasien sendiri. Setelah kepada pasien diberikan peragaan pada model mengenai teknik berbagai cara pembersihan, pasien harus berlatih secara langsung di bawah pengawasan dokter gigi. Setiap kesalahan yang dilakukan oleh pasien harus dikoreksi. Pada setiap sesi, pasien diminta untuk mengemukakan pengalamannya dengan teknik-teknik pembersihan yang diajarkan. Selain itu, pada setiap sesi pasien harus memperagakan pada mulutnya cara-cara pembersihan yang telah diajarkan.

Search related