of 14 /14
SLIDE 1 Rawa Lahan Sawah Berkadar Organic Rendah º Lahan pertanian berkadar oganic rendah merupakan sawah yang telah mengalami degradasi lahan. º Kegiatan perbaikan lahan ini diarahkan pada lahan sawah beririgasi yang telah mengalami penurunan kualitas kesuburan fisika, kimia dan biologi tanah melalui aplikasi masukan bahan organik dan uji unsur hara makro sehingga pemupukan lebih efisien. SLIDE 2 Gambar 1 Lahan sawah berkadar bahan organik rendah di musim kemarau retakretak

BUAT PWR POINTNYA

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sasa

Text of BUAT PWR POINTNYA

SLIDE 1

Rawa Lahan Sawah Berkadar Organic Rendah

Lahan pertanian berkadar oganic rendah merupakan sawah yang telah mengalami degradasi lahan.

Kegiatan perbaikan lahan ini diarahkan pada lahan sawah beririgasi yang telah mengalami penurunan kualitas kesuburan fisika, kimia dan biologi tanah melalui aplikasi masukan bahan organik dan uji unsur hara makro sehingga pemupukan lebih efisien.SLIDE 2

Gambar 1 Lahan sawah berkadar bahan organik rendah

di musim kemarau retakretak

Gambar 2a. Lahan Kering BO rendah tanpa kompos Di Kab. Bogor

Gb 2b. Lahan Kering BO rendah dengan perlakuan 5 ton/ha kompos Di Kab. Bogor

SLIDE 3 & 4 Lahan Rawa Pasang Surut dan LebakSawah reklamasi rawa pasang surut adalah sawah yang sumber air utamanya pasang surut. Sedangkan Sawah reklamasi rawa non pasang surut (lebak) adalah sawah yang sumber air utamanya bukan pasang surut.Reklamasi Rawa disebut pasang surut bilamana :

1).Terletak di daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang dan surutnya muka air laut.

2).Pembagian / pemberian air dilakukan dengan memanfaatkan naiknya air pasang.

3).Pembuanagn dilakukan dengan bantuan turunnya surutKarakteristik pada perubahan muka air di lahan lebak dipengaruhi oleh faktor topografi atau ketinggian lahan, besarnya luapan air sungai yang ada, serta faktor curah hujan. Dengan diketahuinya tingkah laku air yang ada di lahan maka pengaturan tata air sebagai kunci untuk meningkatkan daya dukung dan produktivitas lahan dapat direkomendasikan.

SLIDE 5

Gambar 3. Reklamasi lahan rawa untuk usaha tani nenas di kabupaten Kampar

SLIDE 6, 7,8 Rawa Lahan Gambut

Tanah organosol atau gambut terbentuk dari seresah organik yang terdekomposisi secara anaerobik dimana laju penambahan bahan organik lebih tinggi daripada laju dekomposisinya. Dengan kata lain, tanah gambut terjadi karena penimbunan bahan organik dalam keadaan drainasi jelek.Pengembangan pertanian pada lahan gambut menghadapi banyak kendala yang berkaitan dengan sifat tanah gambut. Secara umum sifat kimia tanah gambut didominasi oleh asam-asam organik yang merupakan suatu hasil akumulasi sisa-sisa tanaman.

Lahan gambut mempunyai penyebaran di lahan rawa, yaitu lahan yang menempati posisi peralihan diantara daratan dan sistem perairan. Lahan ini sepanjang tahun/selama waktu yang panjang dalam setahun selalu jenuh air (water logged) atau tergenang air. Tanah gambut terdapat di cekungan, depresi atau bagian-bagian terendah di pelimbahan dan menyebar di dataran rendah sampai tinggi.SLIDE 9

Gambar 4. Reklamasi lahan gambut

SLIDE 10, 11,12 Lahan Bertekstur Pasir

Reklamasi lahan pasir merupakan upaya pemulihan lahan pasir dengan karakteristik lepas - lepas, dengan memanfaatkan tanaman jarak.

Ciri- ciri lahan berpasir memiliki watak daya ikat terhadap air dan unsur hara rendah dan kandungan bahan organik juga rendah.

Persiapan yang struktural dalam pengembangannya :

1. Tahap persiapan yakni survei penentuan lokasi untuk memperoleh data primer di lapangan serta melakukan wawancara dan observasi/pengamatan langsung di lapangan.

2. Pembersihan lahan. Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada areal yang telah didesain sebagai lokasi kegiatan reklamasi.

3. Konstruksi pengairan dan jaringan sumur renteng.

4. Aplikasi pemupukan dan bahan organik.

5. Sarana produksi dan penanaman.

Perlakuan utama yang juga perlu diterapkan untuk memperbaiki sifat tanah di lahan tersebut adalah penambahan tanah lempung dan pupuk kandang dengan dosis sesuai anjuran berdasarkan penelitian terdahulu.

Kendala penggunaan tanah lahan pasir.

SLIDE 13

Gambar 5. Lahan bertekstur pasir

SLIDE 14,15,16 Lahan Sulfat Masam dan Lahan Saline

Reklamasi tanah adalah merupakan suatu proses dimana tanah yang tidak dapat dikerjakan diubah agar menjadi tanah yang dapat dikerjakan. Tanah-tanah saline dan water logging memberikan hasil yang sedikit, sehingga tanah itu tidak sesuai untuk dikerjakan.Salah satu cara untuk mereklamasikan tanah yaitu dengan cara menghilangkan garam, ada beberapa cara yaitu:

Drainase bawah permukaan

Pembasuhan

Penggarukan

Salah satu tipologi lahan yang dijumpai di lahan rawa pasang surut, adalah lahan sulfat masam. Dicirikan dengan terdapatnya lapisan sulfida (pirit-FeS2) yang kadarnya >2% di dalam tanah dengan kedalaman bervariasi, sifat kimia tanahnya kurang menguntungkan bagi usaha pertanian, diantaranya kemasaman tanah sangat tinggi (pH tanah