Competing in Global Marketplace Case

  • View
    14

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

competing in global market

Text of Competing in Global Marketplace Case

Setelah mempelajari bab ini, kita diharapkan dapat : Menjelaskan apa yang dimaksud dengan bisnis internasional. Memahami sifat perusahaan multinasional. Memahami kekuatan utama yang mendorong terjadinya globalisasi dan kondisi ekonomi global saat ini. Mengetahui tipe dasar perekonomian yang membentuk persaingan di dunia. Menghargai peran negara-negara dengan biaya rendah dan negara-negara berkembang dengan cepatnya ikut bermain di tingkat dunia saat ini. Menghargai pentingnya kesinambungan dalam lingkungan global yang baru.

Bisnis Internasional

Seperti yang ditunjukkan pada gambaran pengertian strategi bisnis internasional, manajer yang cerdas di seluruh dunia tetap membuka mata bagi peluang bisnis internasional. Seringkali, pada dunia yang kompetitif saat ini, satu-satunya peluang untuk membesarkan usaha dan profitabilitasnya adalah ketika suatu perusahaan meninggalkan negara asalnya (home country). Namun, dengan adanya peluang ini timbullah hambatan yang terjadi pada kegiatan operasi multinasional. Untuk kasus Sophrite kita dapat melihat tantangan yang dihadapi oleh manajemen ketika para pekerja berasal dari budaya yang berbeda, ketika institusi hukum dan politik setempat memiliki beberapa persyaratan yang berbeda untuk perusahaan, dan ketika valuta asing harus dikelola dalam lingkungan ekonomi yang berbeda. Hal ini merupakan hal kecil dari sekian banyak topik untuk dipertimbangkan dalam bisnis internasional. Untuk membantu kita memahami dan menghadapi tantangan dalam bisnis internasional, tujuan teks ini adalah untuk menunjukkan kepada kita bagaimana perusahaan seperti Sophrite berhasil dalam pasar global dan bagaimana mereka mengatasi banyak kompleksitas dalam menjalankan operasi internasional.

GAMBARAN WAWASAN BISNIS INTERNASIONALSophrite Afrika Selatan: The Next Walmart ?

34

Telah beroperasi dengan lebih dari 700 toko di 16 negara seperti Mauritius dan Madagaskar, Shoprite (www.shoprite.co.za), Walmart wannabe Afrika Selatan, baru-baru ini memasuki India dengan supermarket terbesar di negeri yang luas ini. Hanya diberi kesempatan untuk go international pada tahun 1994 setelah jatuhnya apartheid, Shoprite sekarang mendapatkan lebih dari setengah pendapatannya di luar Afrika Selatan. Shoprite saat ini merupakan retailer terbesar di Afrika. Karena Shoprite beroperasi terutama di negara-negara berkembang yang lebih miskin, target pelanggannya merupakan pelanggan yang berpenghasilan menengah ke bawah. Kebanyakan retailer multinasional mengabaikan relung ini. Namun, dengan keuntungan meningkat lebih dari 16 persen tahun lalu dan kapitalisasi pasar sebesar $ 1,2 miliar, model ini tampaknya berhasil.Terlepas dari keberhasilannya, Shoprite juga menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan operasi multinasional. Mata uang Afrika berfluktuasi, sehingga biaya persediaan dan nilai penjualan tidak terduga. Ketika rand Afrika Selatan melonjak lebih dari 100 persen terhadap dolar hanya dalam waktu tiga tahun, biaya persediaan yang berasal dari rumah di Afrika Selatan juga melonjak. Sekarang 60 persen pemasok di Madagaskar merupakan penduduk setempat. Selain itu, undang-undang lokal yang ketat seperti yang terjadi di Mesir juga dapat memaksa sumber setempat.

Dengan lebih dari 63.000 karyawan yang berbicara dengan berbagai macam bahasa dan perbedaan kompleks dalam hukum setempat mengenai kesehatan, pekerjaan, pajak, dan lain-lain, tantangan organisasi tetap. Seperti kebanyakan perusahaan multinasional, Shoprite menggunakan teknologi untuk membantu mengelola kegaitan-kegiatan operasional yang kompleks. Sebuah sistem satelit melacak pengiriman dan penjualan, dan pemasok dan toko-toko lokal yang terkait dengan sistem e-commerce (http://www.shoprite.co.za/pages/127416071/Careers/Support--Operations.asp).

Sumber: Berdasarkan The Economist, 2005, Africas Walmart head east, www.economist.com, January 13; www. Shoprite.za/

Apakah bisnis tersebut besar atau kecil atau berlokasi di benua manapun, tekanan untuk berpikir secara global berkembang. Simak saja beberapa contoh: jika kita melihat pakaian yang kita pakai, mobil yang kita kendarai, atau komputer yang ada di meja kerja kita, atau melacak uang kita di bank, semuanya memiliki komponen yang diproduksi atau dijual oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis internasional. Mengapa ? Alasan utamanya adalah tekanan globalisasi yang tak henti-hentinya.Globalisasi merupakan tren di seluruh dunia mengenai perekonomian dunia yang menjadi tanpa batas dan perusahaan yang saling terkait tidak lagi dibatasi oleh batas-batas negeri mereka dan dapat melakukan kegiatan bisnis di mana saja di dunia. Globalisasi berarti bahwa perusahaan lebih cenderung untuk bersaing dimanapun. Banyak perusahaan saat ini menjual produk mereka dimanapun, memperoleh bahan baku mereka atau mengadakan penelitian dan pengembangan (R&D), dan melakukan produksi dimanapun. Hambatan perdagangan runtuh, dan perdagangan dunia di beberapa negara dalam bentuk produk maupun jasa tumbuh lebih cepat daripada produksi lokal. Uang mengalir dengan lebih bebas melintasi batas negara sebagaimana perusahaan mencari tarif terbaik untuk pembiayaan dimanapun di seluruh dunia, dan investor mencari return terbaik dimanapun di dunia ini. Internet melintasi batas negara dengan sekali meng-klik mouse, memungkinkan hingga bisnis terkecil sekalipun untuk go international. Akibatnya, perusahaan tidak dapat lagi memberikan kemewahan dengan asumsi bahwa keberhasilan di home market-nya setara dengan keuntungan jangka panjang atau bahkan untuk bertahan dari globalisasi.Globalisasi mungkin merupakan alasan utama mengapa kita harus mempelajari bisnis internasional. Dalam dunia yang terkoneksi dengan internet saat ini, kita mungkin memiliki sedikit pilihan. Jika perusahaan semakin melihat pasar global daripada pasar domestik, manajer juga harus menjadi internasional dalam hal pandangan dan strategi. Pemasok kita, penelitian dan pengembangan yang kita lakukan, fasilitas pabrik kita, mitra aliansi strategis kita, dan juga pelanggan kita semakin berdatangan dari luar negera kita. Kompetisi asing dan melakukan bisnis di pasar asing merupakan fakta kehidupan sehari-hari bagi manajer saat ini. Seorang manajer harus memiliki pandangan secara internasional. Mereka adalah para eksekutif yang memiliki kemampuan dan motivasi untuk menghadapi dan mengatasi tantangan-tantangan yang ada dalam bisnis internasional. Studi mengenai bisnis internasional membantu mempersiapkan kita untuk menghadapi perubahan ekonomi global ini dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di dunia global.Untuk memberikan kita latar belakang mengenai bisnis internasional, buku ini memperkenalkan kita kepada informasi terkini mengenai bagaimana manajer menganggapi tantangan globalisasi dan menyelenggarakan operasi internasional yang kompetitif. Kita akan melihat bagaimana bisnis baik yang berukuran besar maupun kecil mengahadapi masalah kompleksitas perbedaan nasional dalam sistem budaya, ekonomi, etika, agama, hokum, dan politik. Kita akan mempelajari bagaimana seorang manajer multinasional menggunakan pemahaman mereka tentang perbedaan nasional ini untuk memformulasikan strategi yang dapat memaksimalkan keberhasilan perusahaan dalam industri global. Kita juga akan mempelajari bagaimana seorang manajer multinasional menerapkan strategi internasional dengan sistem pemasaran, keuangan, organisasi, dan sumber daya manusia yang mendukung. Untuk membantu kita agar lebih memahami dunia bisnis internasional yang sesungguhnya, kita akan menemukan beberapa jenis contoh bisnis nyata dalam bab ini dan bab-bab berikutnya. Preview IB Strategic Insights menunjukkan bagaimana perusahaan multinasional sesungguhnya dalam menghadapi masalah-masalah yang akan didiskusikan pada bab ini. IB Strategic Insights memberikan informasi pada implikasi strategis bagi bisnis internasional yang berhubungan dengan diskusi dalam buku ini. IB Small Business Insights menyoroti materi bab relevansi khusus untuk bisnis kecil. Country/Regional Focuses merupakan diskusi yang menunjukkan karakteristik unik suatu wilayah atau negara yang relevan dengan pembahasan topic bab berikut. IB Ethical Challenges merupakan contoh situasi yang dihadapi oleh manajer multinasional dalam mengatasi masalah-masalah yang akan dibahas dalam bab ini. Terkahir, karena kita akan belajar mengenai bab ini, sebagian besar perusahaan multinasional juga menerapkan langkah-langkah untuk membuat kegiatan mereka lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Buku ini juga berisi tentang IB Sustainability Practices, yang menunjukkan apa yang dilakukan perusahaan multinasional untuk menerapkan praktek-praktek berkelanjutan tersebut.

The Nature of International BusinessSuatu perusahaan dikatakan bergerak dalam bidang bisnis internasional ketika perusahaan tersebut menyelenggarakan fungsi bisnis di luar batas wilayahnya. Jenis kegiatan bisnis apa yang menyebabkan perusahaan menjadi internasional ? Kegiatan yang paling mudah dilihat, tentunya, penjualan internasional. Ketika suatu perusahaan memproduksi di negaranya sendiri dan menjualnya di luar negeri, perusahaan telah terlibat pada tingkat kegiatan internasional yang paling sederhana. Namun, melintasi batas negara membuka lebih banyak pilihan daripada hanya menjual dalam skala internasional. Dalam buku ini, kami merujuk pada perusahaan manapun yang bergerak dalam bidang bisnis internasional sebagai perusahaan multinasional atau MNC. Hal ini merupakan definisi yang luas, yang mencakup semua jenis perusahaan, baik yang besar dan kecil, yang bergerak dalam bidang bisnis internasional. Sebagian besar perusahaan multinasional, selain itu, juga multinational corporation perusahaan-perusahaan tersebut dimiliki publik berdasarkan kepemilikan saham. Seringkali, ketika kita melihat referensi mengenai MNC di berbagai surat kabar bisnis ternama, referensi tersebut mengacu pada perusahaan mul