of 16 /16
PENGARUH SKEPTISME PROFESIONAL, INDEPENDENSI, ETIKA, DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDITOR (Studi Empiris Pada Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Oleh: CHANDRA KURNIAWAN B 200 140 016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018

PENGARUH SKEPTISME PROFESIONAL, INDEPENDENSI, …eprints.ums.ac.id/63440/11/NASKAH PUBLIKASI.pdfuntuk memiliki skeptisme profesional, independensi, etika, dan pengalaman auditor yang

  • Author
    others

  • View
    6

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH SKEPTISME PROFESIONAL, INDEPENDENSI, …eprints.ums.ac.id/63440/11/NASKAH...

  • 1

    PENGARUH SKEPTISME PROFESIONAL, INDEPENDENSI,

    ETIKA, DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP

    KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDITOR

    (Studi Empiris Pada Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada

    Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

    Oleh:

    CHANDRA KURNIAWAN

    B 200 140 016

    PROGRAM STUDI AKUNTANSI

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2018

  • i

  • ii

  • iii

  • 1

    PENGARUH SKEPTISME PROFESIONAL, INDEPENDENSI,

    ETIKA, DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP

    KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDITOR

    (Studi Empiris Pada Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta)

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skeptisme profesional,

    independensi, etika, dan pengalaman auditor terhadap ketepatan pemberian opini auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta. Pengambilan sampel menggunakan

    metode convenience sampling. Jumlah sampel yang terkumpul sebanyak 43 auditor. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda dengan fasilitas program SPSS versi 19.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skeptisme profesional, independensi, dan pengalaman

    auditor berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini auditor, sedangkan untuk etika tidak berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini auditor.

    Kata Kunci: skeptisme profesional, independensi, etika, pengalaman auditor,

    ketepatan pemberian opini auditor

    Abstract

    This research is intended to analyze the effect of the professional scepticism,

    independence, ethics, and auditor’s experience on the accuracy in giving opinion by the

    auditor. The population in this research are all auditors working in the public accounting

    firm in Surakarta and Yogyakarta. The sampling method was done by using convenience

    sampling. The number of samples collected as many as 43 auditors. The data analyze

    technique in this research using multiple regression analysis with SPSS program version

    19.The results of this research showed that the the professional scepticism, independence,

    and auditor’s experience have significantly effect on the accuracy in giving opinion by

    the auditor, while the ethics does not an affect on the accuracy in giving opinion by the

    auditor

    Keywords: professional scepticism, independence, ethics, auditor’s experience and

    accuracy in giving opinion by the auditor.

    1. PENDAHULUAN

    Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi

    bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan

    kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara

    pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta

  • 2

    penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. (Mulyadi,

    2002:9). Tujuan akhir dari proses auditing ini adalah menghasilkan laporan

    audit. Laporan audit inilah yang digunakan oleh auditor untuk menyampaikan

    pernyataan atau pendapatnya kepada para pemakai laporan keuangan sehingga

    bisa dijadikan acuan bagi pemakai laporan keuangan dalam membaca sebuah

    laporan keuangan.

    Pernyataan auditor diungkapkan melalui opini audit. Opini audit adalah

    pernyataan yang diberikan oleh auditor tentang kewajaran penyajian laporan

    keuangan perusahaan tempat auditor melakukan audit. (Arens, 2008: 57).

    Menurut Gusti dan Ali (2008) dalam Lubis (2015), begitu pentingnya opini

    yang diberikan oleh auditor bagi sebuah perusahaan, maka seorang auditor

    harus mempunyai keahlian dan kompetensi yang baik untuk mengumpulkan

    dan menganalisa bukti-bukti audit sehingga bisa memberikan opini yang tepat.

    Dalam memberikan opini atas laporan keuangan, seorang auditor dituntut

    untuk memiliki skeptisme profesional, independensi, etika, dan pengalaman

    auditor yang dapat mempengaruhi auditor dalam memberikan opini yang tepat.

    Siti dan Ely (2010) dalam Lubis (2015) mengungkapkan bahwa skeptisme

    profesional adalah sikap yang harus dimiliki oleh auditor dalam melaksanakan

    tugasnya sebagai akuntan publik yang dipercaya oleh publik dengan selalu

    mempertanyakan dan tidak mudah percaya atas bukti-bukti audit agar

    pemberian opini auditor tepat.

    Independensi merupakan hal yang paling esensial bagi akuntan publik.

    Standar umum kedua mengatur sikap independen auditor dalam menjalankan

    tugasnya. Independensi berarti sikap mental dari pengaruh, tidak dikendalikan

    oleh pihak lain, tidak bergantung pada orang lain. Independensi juga berarti

    adanya kejujuran diri auditor dalam pertimbangan fakta dan adanya

    pertimbangan objektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan

    dan menyatakan pendapatnya. Purwanti dan Sumartono (2014).

    Etika juga menjadi salah satu sikap yang mempengaruhi ketepatan

    pemberian opini oleh auditor. Etika dalam auditing adalah suatu prinsip untuk

    melakukan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang

  • 3

    informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk

    menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan

    kriteria-kriteria yang dimaksud yang dilakukan oleh seorang yang kompeten

    dan independen. (M.Fadil, 2001 dalam Suryani, 2017). Prinsip etika seorang

    auditor terdapat di dalam Kode Etik IAI, dimana seorang akuntan profesional

    harus mentaati peraturan kode etiknya dalam setiap perilakunya karena hal

    tersebut dapat berpengaruh pada kualitas jasa yang mereka berikan. (Arens,

    2008:118).

    Pengalaman auditor menjadi indikator penting bagi kualifikasi profesional

    seorang auditor. Pengalaman auditor adalah pengalaman yang diperoleh

    auditor selama melakukan proses audit laporan keuangan baik dari segi

    lamanya waktu maupun banyaknya penugasan yang pernah ditangani. Auditor

    yang telah memiliki banyak pengalaman tidak hanya akan memiliki

    kemampuan untuk menemukan kekeliruan (error) atau kecurangan (fraud) yang

    tidak lazim yang terdapat dalam laporan keuangan tetapi juga auditor tersebut

    dapat memberikan penjelasan yang lebih akurat terhadap temuannya tersebut

    dibandingkan dengan auditor yang masih dengan sedikit pengalaman

    (Sukendra, et al. 2015).

    Penelitian ini merupakan pengembangkan penelitian terdahulu yang

    dilakukan oleh Sukendra, et al. (2015) dengan judul “Pengaruh Skeptisme

    Profesional, Pengalaman Auditor, dan Keahlian Audit Terhadap Ketepatan

    Pemberian Opini Oleh Auditor”. Perbedaan penelitian tersebut dengan

    penelitian ini adalah pengurangan variabel independen yaitu keahlian audit dan

    penambahan variabel independen yaitu independensi dan etika serta objek

    penelitian yang berbeda dilakukan di Kantor Akuntan Publik wilayah Surakarta

    dan Yogyakarta. Variabel independensi dan etika ditambahkan karena

    merupakan salah satu syarat utama bagi orang yang bekerja sebagai akuntan

    publik.

    Dari uraian diatas penulis termotivasi untuk melakukan penelitian ini

    karena cukup penting untuk mengetahui sejauhmana skeptisme profesional,

    independensi, etika, dan pengalaman auditor berpengaruh terhadap ketepatan

  • 4

    pemberian opini auditor. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis melakukan

    penelitian dengan mengambil judul “PENGARUH SKEPTISME

    PROFESIONAL, INDEPENDENSI, ETIKA, DAN PENGALAMAN

    AUDITOR TERHADAP KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDITOR

    (Studi Empiris Pada Auditor Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan

    Yogyakarta)”.

    2. METODE

    2.1 Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel

    Penelitian ini didesain survey dengan responden seluruh auditor yang bekerja

    di KAP Surakarta dan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian

    kuantitatif. Metode Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitian berdasaran

    filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel

    tertentu (Sugiyono, 2013:12). Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang

    bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Surakarta dan

    Yogyakarta. Berdasarkan direktori IAPI tahun 2015 terdapat 15 KAP yang

    aktif di wilayah Surakarta dan Yogyakarta. Penelitian ini mengambil sampel

    auditor-auditor pada KAP wilayah Surakarta dan Yogyakarta yang bersedia

    menjadi responden dalam penelitian ini menjadi penentu sampel yang diambil.

    Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik convenience

    sampling. Teknik convenience sampling adalah metode pengambilan sampel

    dengan mendapatkan informasi dari anggota populasi yang sewaktu-waktu

    tersedia untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. (Wibisono, 2013:49).

    2.2 Metode Analisis Data

    Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi

    linier berganda yang bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh dari

    beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen. Adapun bentuk

    persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai

    berikut:

    KPOA = α + β1SP + β2I + β3E + β4PA + e (1)

  • 5

    Keterangan:

    α : Konstanta

    β : Koefisien regresi

    KPOA : Ketepatan Pemberian Opini Auditor

    SP : Skeptisme Profesional

    I : Independensi

    E : Etika

    PA : Pengalaman Auditor

    e : Standar error

    3. HASIL DAN PEMBAHASAN

    3.1 Uji Instrumen

    3.1.1 Uji Validitas

    Uji Validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu

    kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam

    kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur kuesioner

    tersebut (Ghozali, 2011). Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua

    butir pernyataan variabel ketepatan pemberian opini auditor dinyatakan

    valid, karena nilai r hitung pada setiap item pernyataan lebih besar daripada

    r tabel atau tingkat signifikansi α < (0,05). Pada tabel tersebut dinyatakan

    bahwa setiap pernyataan valid karena r hitung > 0,3011. Dengan demikian

    butir-butir pertanyaan dalam masing-masing variabel layak dipergunakan

    sebagai instrumen penelitian.

    3.1.2 Uji Reliabilitas

    Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk menguji konsistensi kuesioner dalam

    mengukur suatu konstrak yang sama atau stabilitas kuesioner jika

    digunakan dari waktu ke waktu (Ghozali,2011). Hasil uji reliabilitas

    menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha instrumen variabel Skeptisme

    Profesional, Independensi, Etika, dan Pengalaman Auditor terhadap

    Ketepatan Pemberian Opini Auditor > 0,60. Sehingga berdasarkan hasil

    tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan dari masing-

    masing variabel dalam penelitian adalah reliabel.

  • 6

    3.2 Uji Asumsi Klasik

    3.2.1 Uji Normalitas

    Hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov diketahui

    bahwa nilai probabilitas > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa data

    pada model regresi terdistribusi normal.

    3.2.2 Uji Multikolinearitas

    Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa masing-masing nilai VIF <

    10 dan nilai Tolerance > 0,10 untuk setiap variabel. Berdasarkan hasil

    tersebut dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat

    masalah multikolineritas.

    3.2.3 Uji Heteroskedastisitas

    Berdasarkan hasil output dengan menggunakan bantuan program

    komputer SPSS 19.0 dengan menggunakan uji Glejser menunjukkan

    bahwa semua variabel dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05

    sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas tersebut bebas

    dari masalah heteroskedastisitas.

    3.3 Pembahasan

    Berdasarkan hasil pengujian statistik uji t untuk variabel skeptisme

    professional sebesar 3,559 > 2,024 dan nilai signifikan sebesar 0,001 <

    5%, sehingga H1 diterima, yang artinya skeptisme profesional

    berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini auditor.Hasil penelitian

    menunjukkan skeptisme profesional memiliki hubungan positif terhadap

    ketepatan pemberian opini auditor. Dengan demikian semakin tinggi

    skeptisme profesional yang dimiliki seorang auditor maka semakin baik

    pula auditor dalam memberikan opini audit. Hal ini disebabkan karena

    pemberian opini audit harus didukung oleh bukti audit yang cukup dan

    kompeten, dimana dalam pengumpulan bukti audit auditor harus

    senantiasa menggunakan sikap skeptisisme profesionalnya.

    Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sukendra (2015), Lubis

    (2015), Prasetya dan Sari (2014), dan Suryani (2017) yang menyatakan

  • 7

    bahwa skeptisme profesional berpengaruh terhadap ketepatan pemberian

    opini auditor.

    Berdasarkan hasil pengujian statistik uji t untuk variabel

    independensi sebesar 3,076 > 2,024 dan nilai signifikan sebesar 0,004 <

    5%, sehingga H2 diterima, artinya independensi berpengaruh terhadap

    ketepatan pemberian opini auditor. Hasil penelitian menunjukkan

    independensi memiliki hubungan positif terhadap ketepatan pemberian

    opini auditor. Dengan demikian semakin tinggi independensi auditor maka

    semakin baik pula ketepatan auditor dalam memberikan suatu opini audit.

    Jadi apabila seorang auditor memiliki sikap independensi, maka auditor

    tidak akan mudah terpengaruh oleh apapun dalam memberikan opini audit.

    Auditor akan memberikan opini sesuai dengan kejadian yang sebenarnya,

    dengan begitu opini yang diberikan akan semakin tepat.

    Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Purwanti dan

    Sumartono (2014), dan Prasetya dan Sari (2014) yang menyatakan bahwa

    independensi berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini auditor.

    Berdasarkan hasil pengujian statistik uji t untuk variabel etika

    sebesar -0,166 > -2,024 dan nilai signifikan sebesar 0,869 > 5%, sehingga

    H3 ditolak, yang artinya etika tidak berpengaruh terhadap ketepatan

    pemberian opini auditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika

    mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan ketepatan pemberian

    opini auditor. Seorang auditor diharapkan akan lebih beretika dalam

    melakukan proses audit. Hal ini mengindikasikan bahwa auditor yang

    beretika maka akan cenderung lebih bersikap skeptis dibandingkan dengan

    auditor yang tidak beretika, namun hal ini tidak menentukan keputusan

    pemberian opini auditor akan lebih baik. Hal ini disebabkan karena ada

    faktor lain yang mempengaruhi sikap auditor diantaranya adalah dilema

    etika pada diri auditor tersebut, dimana seseorang dalam mengambil

    keputusan mengenai perilaku yang pantas yang harus dibuat. Auditor

    menghadapi banyak dilemma etika dalam profesi bisnis mereka, salah satu

    contohnya adalah negoisasi dengan klien yang mengancam untuk mencari

  • 8

    auditor baru jika perusahaannya tidak memperoleh unqualified opinion,

    hal itu jelas merupakan dilema etika karena pendapat seperti itu belum

    memuaskan auditor itu sendiri.

    Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Lubis (2015)

    yang menyatakan bahwa etika berpengaruh terhadap ketepatan pemberian

    opini auditor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sutrisno dan

    Fajarwati (2014) yang menyatakan bahwa etika tidak berpengaruh

    terhadap ketepatan pemberian opini auditor.

    Berdasarkan hasil pengujian statistik uji t untuk variabel pengalaman

    auditor sebesar 2,272 > 2,024 dan nilai signifikan 0,029 < 5%, sehingga

    H4 diterima, yang artinya pengalaman auditor berpengaruh terhadap

    ketepatan pemberian opini auditor. Hasil penelitian menunjukkan

    pengalaman auditor memiliki hubungan positif terhadap ketepatan

    pemberian opini auditor. Dengan demikian semakin tinggi pengalaman

    auditor maka semakin baik pula ketepatan auditor dalam memberikan

    suatu opini audit. Pengalaman yang cukup tinggi akan menunjang

    ketepatan auditor dalam memberikan opini audit yang dihasilkan. Dengan

    pengalaman yang dimiliki seorang auditor maka pengetahuan yang

    dimiliki akan semakin luas dan auditor akan terbiasa dalam menghadapi

    masalah atau pekerjaan yang sejenis.

    Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sukendra, et al. (2015)

    yang menyatakan bahwa pengalaman auditor berpengaruh terhadap

    ketepatan pemberian opini auditor.

    4. PENUTUP

    4.1 Simpulan

    Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebelumnya, maka dapat

    ditarik kesimpulan bahwa skeptisme profesional, independensi, dan

    pengalaman auditor berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini

    auditor. Sedangkan etika tidak berpengaruh terhadap ketepatan pemberian

    opini auditor.

  • 9

    4.2 Keterbatasan

    Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan

    bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil

    penelitian yang lebih baik lagi. Keterbatasan tersebut antara lain: (1)

    Penelitian ini hanya menguji pengaruh skeptisme profesional,

    independensi, etika, dan pengalaman auditor terhadap ketepatan pemberian

    opini auditor. Pada kenyataannya masih ada faktor-faktor lain yang

    mempengaruhi ketepatan pemberian opini auditor, terbukti dari nilai

    adjusted R square hanya sebesar 46%. (2) Ruang lingkup penelitian

    terbatas hanya pada KAP wilayah Surakarta dan Yogyakarta, sehingga

    hasil penelitian belum bisa tergeneralisasi. (3) Dalam penelitian ini, data

    dikumpulkan melalui kuesioner yang ditinggal pada saat pengisian,

    sehingga ada kemungkinan terjadi bias data karena pernyataan responden

    yang tidak sesuai dengan profesinya.

    4.3 Saran

    Penelitian ini di masa mendatang diharapkan dapat menyajikan hasil

    penelitian yang lebih berkualitas lagi dengan adanya beberapa masukan

    mengenai beberapa hal diantaranya: (1) Untuk penelitian selanjutnya perlu

    melakukan penelitian dengan menambah variabel yang dapat

    mempengaruhi ketepatan pemberian opini auditor seperti kompetensi,

    resiko audit, situasi audit, pengetahuan auditor, keahlian audit, dan lain

    sebagainya. (2) Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat

    memperluas daerah survey, sehingga hasil penelitian lebih mungkin untuk

    disimpulkan secara umum. (3) Untuk penelitian selanjutnya disarankan

    peneliti berkenan menunggu dalam pengisian kuesioner, supaya tidak

    terjadi bias data.

    DAFTAR PUSTAKA

    Agoes, Sukrisno dan I Cenik Ardana. 2014. Etika Bisnis dan Profesi:

    Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Jakarta: Salemba Empat.

  • 10

    Arens, Alvin A., Elder, Randal J. & Beasley Mark S. 2008. Auditing dan Jasa

    Assurance Pendekatan Terintegrasi. Jakarta: Erlangga.

    Bharata, I Made Arya Putra, dan I Dewa Nyoman Wiratmaja. 2017.

    Pertimbangan Materialitas Sebagai Variabel Pemoderasi Pengaruh Etika Profesi Dan Kompetensi Terhadap Ketepatan Pemberian Opini

    Auditor. Jurnal Akuntansi. Vol.20, No. 2, Agustus 2017: 1280-1309.

    ISSN: 2302-8556

    Departemen Pendidikan Indonesia. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

    Jakarta: Balai Pustaka.

    Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.

    Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

    Hardyanti, Nanda. 2016. Pengaruh Gender Terhadap Kualitas Audit Melalui

    Opini Audit Going Concern (Studi Eksperimen Pada Mahasiswa

    Akuntansi Konsentrasi Audit Tahun 2015 Di UIN SUSKA RIAU).

    Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

    Ikatan Akuntan Indonesia. 2001. Standar Profesionalisme Akuntan Publik.

    Jakarta: Salemba Empat.

    Institut Akuntan Publik Indonesia. 2011. Kode Etik Profesi Akuntan Publik.

    Jakarta: Salemba Empat.

    Ikatan Akuntan Indonesia. 2013. Standar Profesionalisme Akuntan Publik.

    Jakarta: Salemba Empat.

    Jouri, Ali. 2016. The Relationship Between Auditor's Opinions, Corporate

    Governance and Accounting Information Quality. International Journal

    of Advanced Biotechnology and Research (IJBR). Vol. 7, April 2016.

    ISSN 0976-2612, Online ISSN 2278–599X.

    Justiana, Dita. 2010. Pengaruh Etika, Independensi, Pengalaman dan

    Keahlian Auditor Terhadap Opini Audit (Studi Empiris Pada Kantor

    Akuntan Publik di Jakarta). Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif

    Hidayatullah.

    Jusup, Al Haryono. 2001. Auditing. Yogyakarta: STIE YKPN

    Lubis, Meiko Eli Suhesti. 2015. Pengaruh Pengalaman Auditor, Kompetensi,

    Risiko Audit, Etika, Tekanan Ketaatan, dan Gender Terhadap

    Ketepatan Pemberian Opini Auditor dengan Skeptisme Profesional

    Auditor sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Kantor

    Akuntan Publik Pekanbaru dan Kantor Akuntan Publik Medan). Jom

    FEKON. Vol. 2 No. 1 Februari 2015. Universitas Negeri Riau

    http://repository.uin-suska.ac.id/2814/http://repository.uin-suska.ac.id/2814/http://repository.uin-suska.ac.id/2814/

  • 11

    Mulyadi, 2002. Auditing. Buku Satu. Edisi Ke Enam. Jakarta: Salemba

    Empat.

    Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3, Cetakan ke-5. Jakarta: Salemba

    Empat.

    Nurmalasari, Desi. 2017. Pengaruh Independensi, Pengalaman, Keahlian,

    Pengetahuan, Etika, dan GenderTerhadap Ketepatan Pemberian Opini

    Audit: Dengan Skeptisisme Profesional Auditor Sebagai Variabel

    Intervening. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

    Pardede, Hendriko. 2015. Pengaruh Profesional Judgement, Pengalaman,

    Keahlian, Pengetahuan Akuntansi Dan Audit Serta Skeptisme Auditor

    Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Auditor. Jom FEKON. Vol.2,

    No.2, Oktober 2015.

    Pelango, Dyah Inggino Rizky. 2015. Pengaruh Pengalaman, Keahlian, Dan

    Etika Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Audit (Studi Pada Auditor

    BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara).

    Jurnal Akuntansi. Universitas Halu Oleo

    Prasetya, I Wayan Ari dan Maria M. Ratna Sari. 2014. Independensi,

    Profesionalisme, Dan Skeptisme Profesional Auditor Sebagai Prediktor

    Ketepatan Pemberian Opini Auditor. E-Jurnal Akuntansi Universitas

    Udayana. Vol 9.2. Hal.273-284 Issn: 2302-8556. Universitas Udayana

    Pratiwi, Andi ST Haniah. 2017. Pengaruh Independensi dan Pengalaman

    Auditor Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Audit Melalui

    Skeptisisme Profesional Auditor (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan

    Publik Di Makassar). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar.

    Pratiwi, Ria. 2013. Pengaruh Skeptisisme, Independensi, Situasi Audit dan

    Pengalaman Auditor Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Auditor

    Oleh Akuntan Publik. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Purwanti, Meilani dan Sumartono. 2014. Pengaruh Kompetensi dan

    Independensi Auditor Terhadap Efektifitas Proses Audit Serta

    Dampaknya Pada Ketepatan Pemberian Opini Akuntan Publik. Study &

    Accounting Research. ISSN : 1693-4482. Vol XI, No.1

    Sari, Aprillia Ratna. 2017. Pengaruh Independensi Dan Situasi Audit

    Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Audit Dengan Fee Audit Sebagai

    Variabel Moderating (Studi Kasus Pada KAP di Jakarta Timur). Jurnal

    Akuntansi Manajerial. Vol. 2, No. 1, Januari - Juni 2017: 50-62. ISSN

    (E): 2502-6704.

  • 12

    Sigit, Tri Hendro. 2012. Etika Bisnis Modern (Pendekatan Pemangku

    Kepentingan). Yogyakarta: UPP STIM YKPN

    Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.

    Bandung: Alfabeta.

    Sukendra, Putu, Gede Adi Yuniarta, Anantawikrama Tungga Atmadja. 2015.

    Pengaruh Skeptisme Profesional, Pengalaman Auditor, dan Keahlian

    Audit Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Oleh Auditor. Jurnal

    Akuntansi. Volume 3, No.1 Tahun 2015. Universitas Pendidikan

    Ganesha

    Sutrisno, dan Diana Fajarwati. 2014. Pengaruh Pengalaman, Keahlian,

    Situasi Audit, Etika, dan Gender Terhadap Ketepatan Pemberian Opini

    Auditor Melalui Skeptisisme Profesional Auditor (Studi Kasus Pada

    Kap di Bekasi). Jurnal Riset Akuntansi Vol. 5 No. 2 Agustus 2014.

    Unisma Bekasi

    Suryani, Lili. 2017. Pengaruh Skeptisme Profesional, Keahlian Audit,

    Lingkup Audit dan Etika Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Auditor

    (Studi Empiris Pada Bpk Perwakilan Kepualauan Riau Di Batam). Jom

    FEKON Vol. 4 No. 1 Februari 2017.

    Wahyuningsih, Sri. 2017. Pengaruh Independensi, Etika, Objektivitas

    Auditor, Profesionalisme, dan Due Professional Care Terhadap Kualitas

    Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang dan

    Yogyakarta). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Wibisono, Dermawan. 2013. Panduan Penyusunan Skripsi, Tesis, dan

    Disertasi. Yogyakarta: Andi Publisher.

    Winadi, Ni Gusti Ayu Ratih Ary, dan I Made Mertha. 2017. Pengaruh

    Independensi, Skeptisisme Dan Gender Pada Pertimbangan Materialitas

    Dan Implikasinya Pada Ketepatan Pemberian Opini Auditor. Jurnal

    Akuntansi. Vol.19, No.1, April 2017: 251-279. ISSN: 2302-8556

    Zailia, Zulfa. 2013. Pengaruh Etika, Profesionalisme Dan Pengalaman Audit Terhadap Ketepatan Pemberian Opini Akuntan Publik. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah