PRAKTEK DIPLOMASI

Embed Size (px)

Text of PRAKTEK DIPLOMASI

PPAITEI DIPLOMASI PPAITEI DIPLOMASI(APYUMI Y., SH., MH.) (APYUMI Y., SH., MH.)PPAITEI DIPLOMASI PPAITEI DIPLOMASI(APYUMI Y., SH., MH.) (APYUMI Y., SH., MH.) IonfrokPembeIooron -. SIS : I SIS -. Unsur PeniIoion : I. Prokfek Pembuofon Peronion (3b7) Z. Prokfek Pembuofon MoU (3b7) 3. Pesponsi (307) -. MinimoI fofop muko IZ koIiSisfem PeniIoion: PAP (Pedomon Acuon Pofokon) Pedomon Acuon Pofokon A: 80 8 : oo,00 - 79,99 C : bo,00 - ob,99 D: 4o,00 - bb,99 E : 4b,99PETA IOMPETEMSIMahasiswa dapat membuatMahasiswa dapat membuat Naskah Perjanjian Internasional Naskah Perjanjian InternasionalMhsw dpt menjlskan Mhsw dpt menjlskanProses PembuatanProses Pembuatan Perjanjian Internasional Perjanjian Internasional Mahasiswa dpt menjelaskanMahasiswa dpt menjelaskan Negotiation perundingan, Negotiation perundingan,Mhsw dpt menjlskan Mhsw dpt menjlskanlubungan LN lubungan LNdan Politik LN dan Politik LNMhsw dpt menjelaskan Mhsw dpt menjelaskanPengertian Perjanj Internas Pengertian Perjanj InternasMhsw dpt menjelaskanMhsw dpt menjelaskan Pengertian Diplomasi Pengertian Diplomasilk. Perjanjian InternasionalDiskripsi Sinqkof Mofo kuIioh Prokfek DipIomosi Merupokon mofo kuIioh prokfek denqon prosyorof hukum peronion infernosionoI Mofo IuIioh Prokfek DipIomosi mempeIoori boqoimono seoronq dipIomof/deIeqosi dopof meIokukon hubunqon/kerosomo doIom membuof peronion denqon boik Tuuon Umum: mohosiswo dopof membuof noskoh peronion/MoU Tuuon Ihusus: I. Mohosiswo dopof meneIoskon Penqerfion DipIomosi Z. Mohosiswo dopof meneIoskon Penqerfion Pern Infernos. 3. Mohosiswo dpf meneIoskon Proses Pembuofon Pern Infernos. 4. Mohosiswo dopof meneIoskon Meqofiofion (perundinqon) b. Mohosiswo dopof meneIoskon Hubunqon Luor Meqeri don PoIifik Luor Meqeri o. Mohosiswo dopof membuof Moskoh Peronion InfernosionoIMoferi perkuIiohon Penqerfion DipIomosi Penqerfion Peronion InfernosionoI Proses Pembuofon Peronion InfernosionoI Meqofiofion (perundinqon) Hubunqon Luor Meqeri don PoIifik Luor Meqeri Moskoh Peronion InfernosionoI Formof Moskoh PeronionI. Penqerfion DipIomosi DipIomosi menuruf penqqunoonnyo:- PoIfik Iuor neqeri: misoI: DipIomosi PI perIu difinqkofkon- Perundinqon: doIom penqerfion mekonisme, misoI: penyeIesoion senqkefo ifu perIu diseIesoikon meIoIui dipIomosi- Dinos Iuor neqeri: misoI: seIomo ini io bekero unfuk dipIomosi-8ersiIof Iidoh: misoI: io pondoi berdipIomosi DipIomosi diorfikon seboqoi "To denofe fhe ocfuoI conducf of foreiqn reIofions" (peIoksonoon hubunqon Iuor neqeri secoro nyofo) "skiII in mokinq orronqemenf" (kefrompiIon meIokukon penqofuron-penqofuron) "cIeverness in deoIinq wifh peopIe so fhof fhey remoin friendIy ond wiIIinq fo heIp" (kepinforon doIom beruruson denqon oronq-oronq sehinqqo mereko fefop bersohobof don bersedio membonfu), "wiIIinq o qree" (bersedio unfuk menyefuui) Nenurut Sumaryo suryokusumo, diplomasiNenurut Sumaryo suryokusumo, diplomasi adalah kegiatan politik dan merupakanadalah kegiatan politik dan merupakan bagian dari kegiatan internasional yangbagian dari kegiatan internasional yang saling berpengaruh dan kompleks, dengansaling berpengaruh dan kompleks, dengan melibatkan pemerintah dan organisasimelibatkan pemerintah dan organisasi internasional untuk mencapai tujuan internasional untuk mencapai tujuantujuannya melaui perwakilan diplomatiktujuannya melaui perwakilan diplomatik atau organ atau organorgan lain. organ lain. Pengertian Hukum Diplomatik. Pengertian Hukum Diplomatik.NenurutNenurut an Osmancyk an Osmancyk,, ukum diplomatik merupakan cabang dariukum diplomatik merupakan cabang dari hukum kebiasaan internasional yang terdiri darihukum kebiasaan internasional yang terdiri dari seperangkat aturan dan norma seperangkat aturan dan normanoema hukumnoema hukum yang menetapkan kedudukan dan fungsi parayang menetapkan kedudukan dan fungsi para diplomat, termasuk bentuk diplomat, termasuk bentukbentuk organisasibentuk organisasi dari dinas diplomatik dari dinas diplomatik

ukum diplomatik pada hakikatnyaukum diplomatik pada hakikatnya merupakan ketentuan atau prinsip merupakan ketentuan atau prinsipprinsipprinsip hukum internasional yang mengaturhukum internasional yang mengatur hubungan diplomatik antar negara yanghubungan diplomatik antar negara yang dilakukan atas dasar permufakatandilakukan atas dasar permufakatan bersama dan ketentuan tsb dituangkan dibersama dan ketentuan tsb dituangkan di dalam instrumen dalam instrumeninstrumen hukuminstrumen hukum sebagai hasil kodifikasi hukum kebiasaansebagai hasil kodifikasi hukum kebiasaan internasional dan pengembanganinternasional dan pengembangan kemajuan hukum internasional. kemajuan hukum internasional. Salah satu pelaku yang melaksanakan diplomasi adalah diplomat. Fungsi utama diplomat adalah mewakili negara pengirim di negara penerima, dalam organisasi-organisasi dunia dan forum-forum internasional. Menurut .4843 dalam bukunya diplomacy, menyebutkan bahwa seorang diplomat harus memenuhi syarat : kejujuran, ketelitian, ketenangan, temperamen baik, kesabaran dan kesederhanaan dan kesetiaan. lasifikasi lasifikasi Dalam Dalam Negosiasi Negosiasi 1. Menyangkut perpanjangan dr persetujuan yg sebelumnya tlh disetujui 2. Negosiasi ttg persetujuan normalisasi yg ditujukan utk mengakhiri konflik Contoh : pengaturan ttg gencatan senjata, perjanjian perdamaian 3 negosiasi utk tujuan normalisasi Dalam golongan ini perubahan-perubahan dlm negosiasi atau pengaturan yg ada diusahakan berkaitan dgn perbatasan wilayah,kontribusi anggaran dlm Oi 4 negosiasi utk mencapai persetujuan dgn mempertimbangkan adanya perubahan-perubahan baru 5 negosiasi utk memberikan akibat samping 6 negosiasi utk menyetujui perumusan komunike bersama, khususnya yg menyangkut naskahNegosiasi Negosiasi Berdasarkan Berdasarkansubstansi substansi1. Negosiasi politik Contoh : perumusan komunike bersama, rancangan resolusi, perjanjian ekstradisi, perubahan perbatasan2.Negosiasi pembangunanContoh pembuatan pinjaman, bantuan bilateral, investasi 3. negosiasi ttg kontrak Hak eksplorasi lepas pantai, penjualan gas, pengiriman T 4. Negosiasi ekonomi Pembuatan persetujuan ttg perdagangan tarif, kuota dll 5 Negosiasi keamanan Transit, lintas udara, pembuatan pakta keamanan, persetujuan pangkalan militer asingPROSES NEGOSS PROSES NEGOSS 1. tahap pendahuluan - Disiapkan sikap nasional -disetujui tempat negosiasi, mata acara/agenda 2. tahap pembukaan (prosedural) Diperlukan konfirmasi surat-surat kepercayaan (credentials) para pihak Menetapkan tujuan dan status pembicaraan formal/non formal, 6. kerangka persetujuan yg tlh dicapai 7. penyelesaian selanjutnya scr hukum dan rancangan amandemen yg msh tertinggal 8.Pemarafan atau penandatanganan persetujuan 9 Perlu tidaknya pernyataan atau komunike bersama mengenai penyelenggaraan pertemuanTehnik Tehnik dasar dasar Negosiasi Negosiasi 1. Menciptakan kepercayaan bersama (mutual confidence0 2. Usaha utk mencari kejelasan masalah 3 enciptakan saling pengertian (mutual understanding) 4. Pelaksaan penyelesaian masaalah Bahasa yg digunakan 3. tahap pembukaan Diperlukan konfirmasi perubahan agenda jika ada 4. dalam Perundingan perlu utk mempelajari perbedaan-perbedaan yg muncul dan yg dpt disetujui 5 Perlu tidaknya peangguhan negosiasi dlm putaran selaanjutnya 6 Negosasi ttg pengaturan baru onvensi utk menentang Penggunaan Tentara bayaran, Hukum laut 7. negosasi administratif Persoalan tanah dan bangunan utk edubes asing, persetujuan visa, markas OiTugas Tugas individu individu 1. Membuat surat kepercayaan dr pres/menlu negara pengirim 2. membuat rancangan resolusi yg menunjukkan sikap negara masing-masingTugas Tugas ketua ketua sidang sidang Menyusun agenda/mata acara Mengumpulkan kasus posisi sengeta nuklir iran Tugas elompok Menyusun laporan hasil sidang Praktikdiplomasi sabtu tgl 27 Praktik diplomasi elompokhari Sabtu tgl 27 Maret Pukul 14.00 elompoktgl 10 pril 2010 jam 14.00 Tugas individu paling lambat tgl 29 maret Tugas kelompok 7 hari setelah sidang. Pengertian Perjanjian nternasional . Pengertian Perjanjian nternasional Perjanjian merupakan suatu perbuatan hukum yang diatur oleh hukum internasional, dan suatu perjanjian yang tunduk dan diatur dengan hukum nasional tidak dianggap sebagai treaty (perjanjian) onvensi Wina 1969 (Pasal 2 ayat 1)Perjanjian nternasional adalah suatu perjanjian yang dibuat oleh negara-negara dalam bentuk tertulis dan diatur oleh hukum internasional, apakah dirumuskan dalam satu atau 2 atau lebih instrumen dengan apa saja nama yang dipakai untuk itu. Undang-undang No. 24 Tahun 2000 tentang Pembuatan Perjanjian nternasionalPerjanjian nternasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu, yang diatur dalam hukum internasional yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik.IsfiIoh-isfiIoh doIom peronion infernosionoI Peservofion Porfy Meqofiofinq sfofe Confrocfinq sfofe Pofificofion Accession Third sfofe InfernofionoI OrqonizofionMomo-nomo peronion infernosionoI Treofy/peronion Aqreemenf/Arronqemenf/persfuuon Convenfion/konvensi DecIorofion/dekIorosi ProfocoI/profokoI Memorondum of Undersfondinq/Mofo kesepohomonIII. Proses pembuofon peronion infernosionoI-. Z Tohop (biIoferoI & muIfiIoferoI)MeqoroMeqoroperundinqonpenondofonqonon 3 Tohop (peronion biIoferoI)MeqoroMeqoroperundinqonpenondofonqononrofifikosi3 Tohop (peronion muIfiIoferoI)MeqoroMeqoroMeqoroperundinqonpenondofonqononrofifikosiPembuofon peronion oIeh orqonisosi infernosionoIILC Seken P88MU(droff) P88 Ionfren. InfConvenfionPRAKTEKNEGARAPembuofon Peronion InfernosionoI di Indonesio (UU. Mo. Z4 Tohun Z000) Tohop pembuofon peronion infernosionoI-. Penookon-. Perundinqon-. Perumuson Moskoh Peronion-. Penerimoon Moskoh Peronion-. Penondofonqon Moskoh Peronion Surof Iuoso Dopof meIokukon pensyorofon don pensyorofon dopof diforik kemboIi DiIokukon denqon subyek-subyek HI Prinsip persomoon kedudukon, soIinq menqunfunqkon, berdosor HM don HI yonq berIoku Sfofe ocfor don non sfofe ocfor Pedomon deIeqosi mendopof persefuuon