Presentasi Seminar Akuntansi Keuangan

  • View
    27

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

seminar akuntasi keuangan

Text of Presentasi Seminar Akuntansi Keuangan

Framework for prepsrstion and presentation of financial statetments

Framework for prepsrstion and presentation of financial statetments Disusun :Retno meriyandi 0112u183Violita angelia putri 0112u249

Seminar akuntansi keuanganPengertian dan Fungsi Kerangka DasarKerangka dasar konseptual (conceptual framework): himpunan dari berbagai konsep terkait satu sama lain yang mendefinisikan hakekat, tujuan dan materi umum laporan keuangan untuk pengguna.

Tujuan kerangka dasar, sebagai acuan:badan penyusun standar untuk mengembangkan dan menelaah (meninjau kembali) SAK;pengharmonisasian pengaturan, SAK dan prosedur penyusunan laporan keuangan:mengurangi berbagai alternatif perlakuan akuntansi yang diizinkan oleh badan penyusun standar;penyusunan laporan keuangan, menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam SAK;pemberian pendapat auditor; danpenafsiran para pengguna laporan keuangan atas informasi dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan SAK.

Tujuan Laporan Keuangan menyediakan informasi yang menyangkut:posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan

suatu perusahaan (entitas) yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan; dan

pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Asumsi DasarDasar Akrual (Accrual Basis)Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas diterima atau dibayar)

Kelangsungan Usaha (Going Concern)Dasar yang berbeda dapat digunakan jika:Ada pembatasan kelangsungan usahaIngin melikuidasi perusahaan; atauMengurangi secara material skala usahanya

Unsur Laporan KeuanganPosisi KeuanganAktivaKewajibanAktiva BersihKinerjaPenghasilanBeban

Unsur Laporan KeuanganAktiva (assets): sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan, sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Kewajiban (liabilities):hutang perusahaan masa kini; timbul dari peristiwa masa lalu, dan penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. Aktiva Bersih:hak residual atas aktiva entitas setelah dikurangi semua kewajiban.

Unsur Laporan KeuanganPenghasilan (income):kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk:pemasukan atau penambahan aktiva; ataupenurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan aktiva bersih yang tidak berasal dari kontribusi penyumbang. Beban (expenses):penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk: arus keluar atau berkurangnya aktiva; atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan aktiva bersih.

Pengakuan Unsur Laporan KeuanganPengakuan (recognition):proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur dan kreteria pengakuan dalam neraca atau laporan laba rugi.

Kreteria pengakuan unsur:Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan:mengalir dari dalam perusahaan;ataumengalir ke dalam perusahaan; danPos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Pengakuan Unsur Laporan KeuanganAktiva diakui dalam neraca jika:besar kemungkinan manfaat ekonomi dari aktiva tersebut di masa depan diperoleh perusahaan; dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Kewajiban diakui dalam neraca jika:besar kemungkinan akan dilakukan pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang; dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

Pengakuan Unsur Laporan KeuanganPenghasilan diakui dalam laporan laba rugi jika:kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi; dan dapat diukur dengan andal.

Beban diakui dalam laporan laba rugi jika: penurunan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban telah terjadi; dan dapat diukur dengan andal.

Pengukuran Unsur Laporan KeuanganPengukuran:proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu yang tepat sesuai dengan tujuan laporan keuangan dan karakteristik kualitatif. Pemilihan dasar pengukuran ini sangat terkait dengan sifat aktiva atau kewajiban dan lingkungan yang menyertainya.

Pengukuran Unsur Laporan KeuanganAda 4 dasar pengukuran berbeda:Biaya historisAktiva dinilai sebesar:pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar; atau nilai wajar dari dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan.Kewajiban dinilai sebesar: jumlah yang diterima sebagai penukar kewajiban (obligation), atau jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.Biaya kini (current cost)Aktiva dinilai sebesar: jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar jika aktiva yang sama; atau setara aktiva diperoleh pada saat sekarang.Kewajiban dinilai sebesar: jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban pada saat sekarang.

Pengukuran Unsur Laporan KeuanganNilai realisasi/penyelesaian (realizable/settlement value)Aktiva dinilai sebesar jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal. Kewajiban dinilai sebesar nilai penyelesaian yaitu jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

Nilai sekarang (present value)Aktiva dinilai sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Kewajiban dinilai sebesar arus kas keluar di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

KASUSPT. Indofarma Tbk

Sejarah PT Indofarma Tbk.

PT Indofarma didirikan pada tanggal 26 Januari 1996 dan bergerak dalam pembuatan obat-obatan dan bahan baku pembuat obat. Obat-obatan yang dibuat oleh PT Indofarma lebih banyak dipasarkan secara tender dan dibeli pemerintah untuk diserahkan kepada rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah pusat, daerah, dan puskesmas. PT Indofarma dikenal sebagai pembuat obat generik yang ditujukan untuk rakyat miskin.Awalnya perusahaan ini dikenal sebagai Pabrik Obat Manggarai dan didirikan tahun 1918 di Jakarta. Pada Tahun 1950 pabrik obat ini diambil alih oleh negara dan dikelola oleh Departemen Kesehatan RI lalu pada tahun 1979 namanya diganti menjadi Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan dan pada tahun 1981 melalui Peraturan Pemerintah No 20 nama dan kelembagaannya diganti menjadi Peusahaan Umum (Perum) Indofarma dan sejak 1996 berganti badan hukum menjadi PT.

Kasus PT Indofarma Tbk.

Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menemukan indikasi adanya penyembunyian informasi penting menyangkut kerugian selama dua tahun berturut-turut yang diderita PT Indofarma Tbk. Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam Abraham Bastari mengatakan temuan ini terungkap setelah institusinya memanggil sejumlah pihak termasuk Direksi dan mantan Direksi Indofarma dimana diduga ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak diungkapkan. Bapepam pun telah memanggil jajaran manajemen dua periode sebelumnya, yaitu ketika Eddy Pramono dan Gunawan Pranoto (sekarang Direktur Utama Kimia Farma) menjabat sebagai Direktur Utama Indofarma. Pihak lain yang turut diperiksa, yaitu jajaran manajemen PT Indofarma Global Medika--anak perusahaan Indofarma. Selain itu, Bepapam juga telah memeriksa kantor akuntan publik Hadori dan Rekan dengan Hadori Yunus sebagai auditornya yang telah mengaudit laporan keuangan Indofarma 2003. Pemeriksaan dilakukan karena tahun lalu, Indofarma mengalami pembengkakan kerugian dari sekitar 68 miliar rupiah berdasarkan laporan yang belum diaudit menjadi sekitar 129,5 miliar rupiah setelah laporan diaudit.

Dalam penjelasannya ke publik, manajemen baru Indofarma mengatakan, pembengkakan kerugian terjadi karena perusahaan obat pelat merah ini harus melakukan hapus buku terhadap alat kesehatan yang dinilai sudah kadaluwarsa sehingga tidak bisa dijual.Padahal jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Indofarma untuk tahun buku 2002 yang melaporkan adanya kerugian sebesar 59,8 miliar rupiah mengejutkan investor.Banyak kalangan mempertanyakannya, karena hingga akhir kwartal ketiga 2002, Indofarma masih mencatatkan keuntungan sekitar 88,6 miliar rupiah.

Perubahan mendasar yang terjadi pada tahun 2001 setelah perusahaan mendapat ijin untuk go publik menjadikan PT Indofarma harus dikelola secara profesional, transparan, dan harus tumbuh karena pasar menghendaki adanya deviden dan capital gain. Dan untuk mendorong perubahan itulah direksi membeli mesin-mesin baru dan memproduksi produk-produk terobosan bermerek khususnya Biofibra, Prolipid, Pro Uric, OBH Plus, dsb sehingga pada akhir tahun meraup laba bersih perseroan setelah pajak sebesar 122,5 milyar rupiahPada saat bersamaan di Indonesia muncul UU tentang otonomi daerah yang salah satu dampaknya adalah perubahan pembelian obat yang tadinya dilakukan secara massal dan terpusat pada pemerintah pusat sekarang dipesan langsung oleh pemerintah daerah. Selain itu muncul pabrik-pabrik obat kecil baru yang tersebar di berbagai daerah. Akibatnya PT indofarma harus membuka cabang-cabang baru didaerah dan memasarkan obatnya secara lokal. Tender-tender kecilpun harus diikuti dan mulai ada gangguan produksi. Harga obat yang sudah murah ternyata tidak diimbangi dengan biaya produksi yang efisien. Selain itu pembukaan cabang-cabang baru berarti menin