Click here to load reader

Askep Jiwa Andi

  • View
    234

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga bermanfaat

Text of Askep Jiwa Andi

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.S DENGANPERILAKU KEKERASAN DI RUANG MERANTIRSJD SAMBANG LIHUM BANJARMASIN

Ruang rawat: MERANTITanggal MRS: 21 Desember 2014RM No: 01 00 xxTanggal Pengkajian: 05 Januari 2015

PENGKAJIANI. IDENTITASA. Identitas klienNama: Tn.SUmur: 27 TahunJenis: Laki-lakiSuku/Bangsa: Banjar/IndonesiaAgama: IslamPendidikan terakhir: SMA SederajatPekerjaan: Tidak bekerjaStatus marietal: Belum kawin Alamat: Jl.Bapinang pagatan

II. ALASAN MASUKPasien dibawa ke rumah sakit sambang lihum pada tanggal 21 Desember 2014 karena sering melakukan tindakan kekerasan tanpa sebab. pasien sering memukul kakanya tanpa ada alasan.MK: Perilaku Kekerasan

III. FAKTOR PRESIPITASIPasien mulai sering memukul dan banyak diam ketika ayahnya dan ibunya meninggal,saat ini pasien tinggal dengan kakanya,pasien memukul kakanya tanpa ada alasan kenapa dia memukul,pasien pernah masuk Rumah sakit jiwa sebelumnya yaitu pada tahun 2010,2012,2013 dengan kasus yang sama yaitu mengamuk gara gara putus obat karena keluarga yang terlambat mengambil obat. perilaku pasien mulai berubah, klien mengatakan sering keluyuran sendiri, merokok dipinggir jalan, sering menyendiri. Pada saat pengkajian tanggal 05 januari 2015 jam 10:00 Wita Pasien terlihat lebih banyak menyendiri, tidak banyak berbicara, dan sering menunduk. Pada saat pengkajian oleh perawat pasiem menjawab pertanyaan hanya dengan kata-kata secukupnya saja, pasien sesekali menatap lawan bicara dengan tatapan tajam, kepala sering menunduk saat ditanya oleh perawat,sebelumnya pasien melakukan pemukulan pada pasien lain saat menonton televisi.MK: - Koping individu dan keluarga tidak efektif Isolasi sosial Gangguan persepsi sensori: halusinasi Perilaku kekerasan

IV. FAKTOR PREDISPOSISI1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa berat di masa lalu2. Klien pernah masuk sambang lihum pada tahun3. TraumaJenis TraumaUsiaPelakuKorbanSaksi

Aniaya Fisik

Aniaya Seksual

Penolakan

Kekerasan Dalam Keluarga

Tindakan Kriminal

Penjelasan : Keluarga atau orang terdekat tidak pernah menjenguk klien semenjak dirawat di rumah sakit sampai sekarang.MK: Koping keluarga tidak efektif

V. PEMERIKSAAN FISIK (SELASA,06 JANUARI 2015)1. Tanda-tanda vitalTD: 120/80 mmHgN: 72 x/menitR: 24 x/menitT: 35,6 oC2. Ukuran BB: 46 KgTB: 148 cm3. Keluhan fisikKlien mengatakan tidak ada masalah dengan dirinya tidak ada gatal ataupun alergi dan tidak terdapat lukaMK: tidak ada masalah keperawatan

VI. PSIKOSOSIAL1. Genogram

Ket :: Laki-laki: Menikah: Perempuan: Cerai

27: Meninggal: Anak Kandung: Klien:

.MK :

2. Konsep Diria. Gambaran diriSaat di wawancara, apakah ada bagian tubuh yang tidak disukai, klien mengatakan biasa saja.b. Identitas diriSaat di wawancara, klien dapat menyebutkan nama, alamat, dan hobi.c. PeranPeran pasien dirumah sebagai anak pasien harus membahagiakan dan membantu keluarga yang masih ada karena kedua orang tuanya sudah meninggal,peran pasien di lingkungan sebagai masyarakat, di rumah sakit sebagai pasien yang menerima perawatan d. Ideal diriSaat di wawancara, apakah klien mempunyai keinginan atau cita-cita, klien termenung diam. Dan mengatakan ingin cepat pulang,klien sering malu saat ditanya perawat dan tak ingin menjawab.e. Harga diriPasien tampak menyendiri tak ingin bergabung dengan pasien yang lain karena malu.MK: - Harga diri rendah

3. Hubungan sosiala. Orang yang berarti, tidak ada.pasien mengatakan tidak ada orang yang berarti dihidupnyab. Peran serta dalam kegiatan kelompok atau masyarakatPasien sering ikut serta dalam kegiatan dikampung/masyarakat seperti bergotong-royong dikampung tempat tinggalnyac. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lainKlien banyak diam karena perilaku kekerasan yang telah dilakukannya, dan kadang terlihat melamun sendiri. Pada saat pengkajian, klien lebih banyak menunduk, sedikit menatap lawan bicara, klien tidak mau berinteraksi dengan orang lain.MK: - Perilaku Kekerasan - Isolasi Sosial

4. Spirituala. Nilai dan keyakinanKlien beragama Islam. Saat di RSJ klien mengatakan tidak pernah sholat, ketika ditanya terakhir kali melakukannya, klien menjawab tidak ingat.b. Kegiatan ibadahKlien tidak melakukan kegiatan ibadahMK: Kebutuhan Spiritual tidak terpenuhi

VII. STATUS MENTAL1. PenampilanPenampilan klien cukup, berpakaian rapi, memakai seragam yang pas, berambut pendek semi gundul, tampak kumis dan jenggot sudah rapi, dan kuku bersih namun gigi kurang bersih. Klien tidak memakai sendal jika pergi dari tempat tidur.Klien mengatakan pagi tadi tidak gosok gigi.MK: Defisit perawatan diri

2. PembicaraanPada saat pengkajian, klien jarang sekali memulai pembicaraan, saat berbicara ucapan klien cukup jelas, saat di tanya klien hanya menjawab dengan kata-kata yang secukupnya, tidak berbelit-belit, banyak diam dan terkadang seperti tersenyum sendiri.MK: - Harga diri rendah - Isolasi sosial - Gangguan persepsi sensori : halusinasi3. Aktivitas motorikPasien terlihat semangat ketika makan akan tetapi saat jadwal berolahraga klien tampak malas-malasan dan terlihat lemah,letih,lesu saat di ajak berolahraga pasien hanya diam di kamar.MK: Isolasi Sosial

4. Alam perasaanPasien masih sangat tertutup saat ditanya tentang perasaannyaMK: Isolasi Sosial

5. AfekTumpulPenjelasan :tidak ada inisiatif untuk berkomunikasi saat perawat bercerita pasien terkadang hanya diam dengan tatapan kosong,baik itu cerita sedih,senang ataupun lucu

6. Interaksi selama wawancaraSelama interaksi pasien sangat tidak kooperatif dengan tindakan keperawatan yang dilakukan,kontak mata sangat jarang walau sering perawat memfokuskan terlihat tatapan tajam dan kadang was-was,pasien sering diam tanpa menghiraukan perawat.MK: Resiko Perilaku kekerasan

7. Persepsi sensorikSelama wawancara dengan pasien,pasien mengatakan tidak mendengar adanya bisikan bisikan, tidak ada melihat hal aneh namun pasien kadang tertawa sendiri dan mata pasien sering melihat kesana kemari.MK: Gangguan persepsi sensori: halusinasi8. Isi pikirPasien tidak mengalami gangguan isi pikir MK: tidak ada masalah keperawatan9. Proses pikirSelama wawancara, klien menjawab pertanyaan hanya dengan kata-kata yang secukupnya dan tidak berbelit-belit, klien jarang memulai pembicaraan. Klien cukup lama menjawab ketika ditanya.MK: Isolasi sosial

10. Tingkat kesadaranTidak mengalami disorientasi waktu, orang dan tempat. Kesadaran : Compos mentis, GCS : 4,5,6MK: Tidak ada masalah keperawatan11. Memori pasien tidak mengalami gangguan daya ingat jangka pendek, pasien mampu mengingat nama perawat, berapa kali mandi dan gosok gigi, minum obat serta makan. Dan pasien mengalami gangguan daya ingat Ketika ditanya umurnya pasien slalu menjawab berumur 17 tahun ketika ditanya tahun kelahiran pasien ingat bahwa lahir tahun 1988 namun ketika di hitung berasama pasien selalu bilang 17 tahun.MK:

12. Tingkat konsentrasi dan berhitungpasien cukup mampu berkonsentrasi denga pertanyaan. pasien mengatakan kurang suka matematika dan kurang menyukai masalah hitung-hitungan.MK: Tidak ada masalah keperawatan

13. Kemampuan penilaianpasien mampu membedakan antara baik dan buruk tentang berpenampilan seperti memakai baju dan celana yang benar dan rapi. pasien mampu mengontrol keputusan sederhana, seperti bangun sendiri, sebelum dan sesudah makan selalu mencuci tanganMK: Tidak ada masalah keperawatan

14. Daya tilik diriPasien tidak mengetahui tentang apa yang terjadi pada dirinya saat ini.MK :

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG1. Makanpasien dapat makan dengan mandiri, makan mengguanakn tangan dengan dicuci terlebih dahulu. Porsi makan habis dimakan, setelah makan tempat makanan dibereskan.

2. BAB/BAKPasien dapat BAB/ BAK mandiri di toilet. Setelah BAB/BAK Pasien mencuci tangan.

3. MandiPasien mandi 2 kali sehari memakali sabun, kadang keramas. Klien kadang lupa dan tidak gosok gigi. Gigi klien tampak kurang bersih. Klien potong kuku apabila disuruh perawat, sehingga ketika sudah mulai panjang baru dipotong,sempat pasien masuk kedalam bak mandi untuk mandi saat perawat mengatakan itu salah pasien langsung keluar dan kembali mandi seperti biasa.4. Berpakaian/ berhiasPasien berpakaian sendiri dengan pakaian yang telah disediakan. Dapat memakai pakaian dengan benar dan rapi. Kumis dan jenggot tampak rapi.MK: Tidak ada masalah keperawatan

5. Istirahat dan tidurIstirahat Pasien cukup. Tidur siang sekitar 3-4 jam per hari, tidur malam sekitar 8-10 jam per hari.MK: Tidak ada masalah keperawatan

6. Penggunaan ObatKlien dapat meminum obat secara mandiri, dan obat telah disiapkan oleh perawat. Klien ingat jadwal minum obatnya.MK: Tidak ada masalah keperawatan

7. Pemeliharaan KesehatanPerawatan lanjutan tidak tahu. Perawatan pendukung ialah pihak RSJMK: Tidak ada masalah keperawatan

IX. MEKANISME KOPINGADAFTIFMALADAFTIF

-Bicara dengan orang lain-Minum alkohol

-Mempu menyelesaikan masalahReaksi lambat/berlebihan

-Tehnik relaksasi-Bekerja berlebihan

-Aktivitas kostruktifMenghindar

Olahraga-Mencederai diri

Memendam masalahnya

Penjelasan: Saat dilakukan pengkajian reaksi Pasien sangat lambat untuk menjawab pertanyaan, dan sedikit berbicara dengan orang lain.MK: Koping individu tidak afektif

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN1. Masalah dengan dukungan kelompok, spesifiknya pasien tidak pernah di jenguk keluarganya dan orang terdekatnya.2. Masalah dengan pendidikan, spesifiknya pasien telah lulus Sekolah menengah atas sederajat.3. Masalah berhubungan dengan pekerjaan, spesifiknya pasien tidak bekerja4. Masalah dengan ekonomi, spesifiknya pasien dibiayai oleh Orangtua dan keluarga.5. Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifiknya pasien mempunyai jaminan kesehatan oleh .6. Masalah dengan perumahan, spesifiknya pasien melakukan kekera