Makalah LBM 2 Kegawat

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makalah LBM 2 Kegawat

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    1/28

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG

    Luka bakar dapat dialami oleh siapa saja, dan dapat terjadi di mana saja baik

    di rumah, di tempat kerja bahkan di jalan atau di tempat-tempat lain. Anak-anak kecil

    dan orang tua merupakan populasi yang beresiko tinggi untuk mengalami luka bakar.

    Penyebab luka bakar pun bermacam-macam bisa berupa api, cairan panas, uap panas,

    bahan kimia, aliran listrik dan lain-lain.

    Luka bakar yang terjadi, akan menimbulkan kondisi kerusakan kulit selain itu juga

    dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh. Perawatan luka bakar disesuaikan dengan

    penyebab luka bakar, luas luka bakar dan bagian tubuh yang terkena. Luka bakar yang

    lebih luas dan dalam memerlukan perawatan lebih intensif dibandingkan dengan luka

    bakar yang hanya sedikit dan superfisial. Luka bakar yang terjadi karena tersiram air

    panas dengan luka bakar karena terkena zat kimia atau radiasi membutuhkan

    penanganan yang berbeda meskipun luas luka bakarnya sama.

    Luka bakar masih merupakan problema yang berat. Perawatan dan

    rehabilitasnya masih sukar dan memerlukan ketekunan serta biaya yang mahal, tenaga

    terlatih dan terampil. Mengingat banyaknya masalah dan komplikasi yang dapat

    dialami pasien, maka pasien luka

    B. TUJUAN

    a. Untuk mendiskripsikan penyebab luka bakar.

    b. Untuk dapat mendiskripsikan macam-macam luka bakar

    c. Untuk mendiskripsikan cara mengidentifikasi derajat keparahan luka bakar

    d. Untuk mendiskripsikan cara penatalaksanaan luka bakar

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    2/28

    2

    BAB II

    PEMBAHASAN SKENARIO

    A. Skenario

    LBM II

    TERBAKAR KOMPOR MELEDAK

    Seorang pria, Tn R, 33 th, dibawa ke UGD karena luka bakar disebabkan oleh

    kompor yang meledak 2 jam yang lalu. Tn.R sadarnamun tampak sangat sesak dan

    mengeluh kesakitan dengan suara yang serak dan kalimat yang pendek-pendek.

    Sebagai dokter magang di UGD, anda meminta perawat untuk menggunting pakaian

    Tn.R, dan melihat bahwa terdapat eritema pada wajah, leher, dada, hampir seluruh

    lengan kiri Tn R. Pada eritema tersebut beberapa bula, beberapa bula sudah pecah dan

    berair. Alis Tn.R juga tampak terbakar. Pada pemeriksaan fisik TD 130/80 mmHg, N

    98x/m, RR 32x/menit, T 37,7C. Dokter jaga senior di UGD mempersilakan anda

    untuk menangani pasien ini. Dia mengarahkan anda untuk melakukan primary survey

    dengan memperingatkan anda untuk menangani masalah airway dan breathing yang

    terjadi pada pasien. Anda juga diminta mencari tanda-tanda trauma inhalasi pada

    pasien dan menangani luka bakar yang dideritanya dengan memperkirakan luas luka

    berdasarkan Rule of Nines. Bagaimana anda menangani pasien ini?

    B. Terminologi

    a. Eritema : kemerahan pada kulit yang disebabkan pelebaran pembuluh

    kapiler yang reversible

    b. Bula : gelembung kecil yang berisi cairan / penonjolan kulit berbatas tegas

    seperti vesikel dengan ukuran > 1 cm (lebih daripada vesikel)

    c. Primery survey : penilaian awal terhadap pasien, yang bertujuan untukmengidentifikasi secara cepat dan sistematis dan mengambil tindakan

    terhadap setiap permasalahan yang mengancam jiwa.

    d. Airway : suatu cara atau tindakan untuk menilai atau memeriksa jalan

    nafas.

    e. Breathing : usaha seseorang untuk memberikan pernafasan. Tindakan ini

    merupakan salah satu dari prosedur resusitasi jantung paru.

    f. Rule of Nines : alat pengkajian yang cepat untuk menentukan perkiraanukuran / luas luka bakar. Dasar metode ini bahwa tubuh dibagi dalam

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    3/28

    3

    keadaan bagian bagian anatomik setiap bagian mewakili 9 % kecuali

    daerah genitalia 1 %.

    C. Permasalahan

    a. Bagaimana mekanisme terjadinya eritema dan bula?

    Pada luka bakar terjadi kerusakan kulit dan pembuluh darah dibawah kulit.

    Pada saat terjadinya kerusakan sel sel kulit, sel darah dalam kapiler

    pembuluh darah akan mengendap dan berkumpul ditempat terjadinya

    kerusakan kulit sehingga akan timbul kemerahan. Terjadinya bula

    diakibatkan oleh peningkatan permeabilitas kapiler terjadi kebocoran

    kapiler sehingga cairan ke interstitial yang menyebabkan terjadinya bula.

    b. Bagaimana luka bakar menyebabkan gangguan pernafasan?

    Pada luka bakar akan terjadi cedera inhalasi/udara yang terlalu panas

    akan menyebabkan perubahan mukosa saluran pernafasan sehingga

    mengiritasi saluran pernafasan yang akan mengakibatkan edema mukosa

    saluran pernafasan atas/laring sehingga terjadi obstruksi lumen/saluran

    bagian atas, hal tersebut beresiko tinggi terhadap bersihan jalan nafas tidak

    efektif.

    c. Cara sistematis menggunting pakaian saat terjadi luka bakar?

    Pakaian yang digunting Secara sistemik dapat dilakukan 6c: cholting,

    cooling, cleaning, chemiprophylaxis, covering and comforting.

    - Cholting: singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar.

    Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka

    dibiarkan untuk pada fase cleaning.

    - Cooling: dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan

    menggunakan air yang mengalir selama 20 menit. Hindari

    hipotermia (penurunan suhu dibawah normal, terutama apada

    anak dan orang tua). Cara ini efektif sampai dengan 3 jam setelah

    kejadian luka bakar, kompres dengan air dingin (air sering

    diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai

    analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi,

    jangan dipergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah

    mengkerut (vasokontriksi) sehingga justru akan memperberat

    derajat luka dan resiko hipotermia, untuk luka bakar karena zatkimia dan luka bakar di daerah mata, siram dengan air yang

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    4/28

    4

    mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih. Bila penyebab

    luka bakar berupa bubuk, maka singkirkan terlebih dahulu dari

    kulit baru disiram air yang mengalir.

    - Cleaning : pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk

    mengurangi rasa sakit. Dengan membuang jaringan yang sudah

    mati, proses penyembuhan akan lebih cepat dan resiko infeksi

    berkurang.

    - Chemiprophylaxis: pemberian anti tetanus, dapat diberikan pada

    luka yang lebih dalam dari superficial partial thickness .

    pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi,

    dapat diberikan kecuali pada luka bakar superficial. Tidak boleh

    diberikan pada wajah.

    - Covering : penutupan luka bakar dengan kassa. Dilakukan sesuai

    dengan derajat luka bakar. Luka bakar superficial tidak perlu

    ditutup dengan kassa atau bahan lainnya. Pembalutan luka (yang

    dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi

    pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit

    akibat luka bakar. Jangan berikan mentega, minyak, oli atau

    larutan lainnya, menghambat penyembuhan dan meningkatkan

    resiko infeksi.

    - Comforting: dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri

    D. Identifikasi pasien

    Identitas pasien

    Nama : tn.NR

    Usia : 33 tahun

    Alamat : -

    Agama : -

    Pekerjaan : -

    Pendidikan : -

    Status : -

    Anamnesa

    Keluhan utama : kesakitan dengan suara yang serak dankalimat

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    5/28

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    6/28

    6

    BAB III

    DESKRIPSI LUKA BAKAR

    a. Definisi

    Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang

    disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik,

    dan radiasi. Luka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas dan

    mortalitas tinggi yang memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal (fase syok)

    sampai fase lanjut.

    b. Etiologi

    Luka bakar dapat disebabkan oleh paparan api, baik secara langsung maupun

    tidak langsung, misal akibat tersiram air panas yang banyak terjadi pada kecelakaan

    rumah tangga. Selain itu, pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik maupun bahan

    kimia juga dapat menyebabkan luka bakar. Secara garis besar, penyebab terjadinya

    luka bakar dapat dibagi menjadi:

    Flame burns : merupakan penyebab kedua terbanyak dari luka bakar,

    utamanya pada orang dewasa. Terdapat kontak nyata dari kulit dan api

    yang menghanguskan kulit hingga menghitam.

    Contact burns : disebabkan oleh kontak langsung dengan objek objek

    atau benda benda dengan temperatur tinggi, seperti metal, plastik, atau

    kaca. Luka bakar yang terjadi biasnya sangat dalam namun terbatas pada

    area tertentu.

    Scaldsburn Merupakan penyebab paling umum dari luka bakar, utamanya

    pada anak anak. Scald dapat melibatkan berbagai jenis zat, utamanya

    cairan, minyak, dan aspal. Mekanisme terjadinya misalnya tumpahan,

    luapan, terendam, dan sebagainya. Mekanisme ini dapat memperkirakan

    kedalaman luka. Kulit dapat menahan suhu hingga 104F (40C) dalam

    jangka waktu tertentu sebelum menimbulkan luka. Air mendidih

    (210F/99C) atau sup panas (140-210F/60-99C) biasanya menyebabkan

    luka bakar yang dalam. Luka bakar scald dengan minyak sangat panas,

    dengan suhu berkisar antara 350 - 400F (177 - 204C). Hal inimenyebabkan luka bakar yang sangat dalam yang biasanya membutuhkan

  • 7/21/2019 Makalah LBM 2 Kegawat

    7/28

    7

    perawatan bedah. Luka bakar muncul pada kulit yang terkena, sehingga

    perbedaan satu lapis pakaian dapat menghasilkan luk