of 24 /24
Tugas Mata Kuliah Pemasaran Sosial “PROGRAM BUKA JEDELA-PINTU DAN HIDUP SEHAT DALAM RUMAH ” SEBAGAI UPAYA PEMASARAN SOSIAL UNTUK MENGURANGI KEJADIAN ISPA PADA RW VIII KELURAHAN WONOKUSUMO SURABAYA Disusun oleh : Rewi Lukiatsinta 101211123085 Eka Dewi Suryaningsih 101211123089 Rionaldo Marganda S. 101211123090 Nailis sadiyah 101211123094 Cici Kurniawati 101211123096 Zumaroh 101211123099 Halimatus Sa’diyah 101211123101 Susanti Oktavia N. 101211123103 Maulana R.S. 101211123138 Fatikhatul Ummamah 101211123145 1

PEPSOS FIX.doc

  • Upload
    cici

  • View
    231

  • Download
    6

Embed Size (px)

Citation preview

Tugas Mata Kuliah Pemasaran Sosial

PROGRAM BUKA JEDELA-PINTU DAN HIDUP SEHAT DALAM RUMAH SEBAGAI UPAYA PEMASARAN SOSIAL UNTUK MENGURANGI KEJADIAN ISPA PADA RW VIII KELURAHAN WONOKUSUMO SURABAYA

Disusun oleh :

Rewi Lukiatsinta

101211123085Eka Dewi Suryaningsih 101211123089

Rionaldo Marganda S.101211123090

Nailis sadiyah

101211123094

Cici Kurniawati

101211123096

Zumaroh

101211123099

Halimatus Sadiyah

101211123101Susanti Oktavia N.

101211123103Maulana R.S.

101211123138Fatikhatul Ummamah 101211123145FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2013

DAFTAR ISI JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I RISET PASAR......................................................................................1

1.1 Analisis Pasar..................................................................................1

1.1.1 Karakteristik Demografi.........................................................31.1.2 Karakteristik Sosial Ekonomi................................................5

1.1.3 Analisis Masalah...................................................................61.1.4 Analisis Lingkungan Sekitar.................................................7

1.2 Analisis Konsumen........................................................................7

1.2.1 Masyarakat RW VIII............................................................7

1.3 Analisis Institusi.............................................................................8

1.3.1Puskesmas..........................................................................8

1.3.3 Pihak Kelurahan dan Kecamatan.........................................8

BAB II SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING..............................9

2.1 Segmentasi.........................................................................................92.2 Targeting............................................................................................102.3 Positioning.........................................................................................10BAB III STRATEGI3.1Product..............................................................................................113.2Place..................................................................................................123.3Price...................................................................................................123.4Promotion...........................................................................................13BAB IRISET PASAR

1.1 Analisis Pasar

1.1.1 Karakteristik Demografi

1. UsiaUsia warga yang ada di RW VIII kelurahan wonokusumo cukup bervariasi mulai dari usia balita hingga dewasa tua. Sebagian besar usia warga di RW VIII kelurahan wonokusumo berkisar antara 31 - 40 tahun.

2. Jenis kelaminPerbandingan antara jumlah laki-laki dan perempuan yang ada di RW VIII Kelurahan Wonokusumo cukup berimbang, namun jumlah perempuan lebih banyak yaitu sekitar 30.066 orang, sedangkan jumlah laki-laki 29.535 orang

3. AgamaSeluruh responden yang ada di RW VIII Kelurahan Wonokusumo beragama islam.4. Pendidikan

Dari hasil wawancara pada 97 responden warga RW VIII Kelurahan Wonokusumo, diketahui bahwa 4 orang (4,1%) tidak sekolah, 12 orang (12,4%) tidak tamat SD, 28 orang (28,9%) bependidikan terakhir SD, 31 orang (32%) bependidikan terakhir SMP, 20 orang (20,6%) bependidikan terakhir SMA dan 2 orang (2,1%) berpendidikan sarjana.1.1.2 Karakteristik Sosial Ekonomi

Dari hasil wawancara pada 97 responden warga RW VIII Kelurahan Wonokusumo, diketahui bahwa termasuk dalam masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah. Hal ini kami dapatkan dari data pekerjaan kepala keluarga, dimana yang paling banyak adalah pekerja wiraswasta yaitu sebesar 28,9%., swasta sebesar 22,7% dan kemudian tukang becak sebesar 18,5%. Dari sini dapat diketahui bahwa secara ekonomi, mereka tergolong masyarakat dengan tingkat pendapatan yang rendah. Hal ini dikarenakan pekerja sebagai wiraswasta dan tukang becak tidak memiliki penghasilan yang pasti dan penghasilannya pun tidak terlalu besar. Tabel 1.1.2.1 Distribusi Pekerjaan Kepala Keluarga di RW VIII Keluruhan Wonokusumo Tahun 2013

NoPekerjaan Kepala Keluargan%

1Tukang becak 1818,5

2Swasta 2222,7

3Pensiunan PNS55,2

4Wiraswasta2828,9

5PNS 77,2

6Lainnya1717,5

Jumlah 97100,0

Sumber : Data Primer Hasil Kuesioner Warga RW VIII Kel. Wonokusumo Kec. Semampir Tahun 2013Adapun tingkat pendapatan Kepala Keluarga Per Bulan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.Tabel 1.1.2.2 Distribusi Tingkat Pendapatan Kepala Keluarga Per Bulan di RW VIII Kelurahan Wonokusumo Tahun 2013No Pendapatan Kepala Keluarga Per bulan n%

1. 0 250.00000,0

2. 250.000 500.0001212,4

3. 500.000 750.0003233

4. 750.000 1.000.00002626,8

5. >1.000.0002727,8

Jumlah 97100,0

Sumber : Data Primer Hasil Kuesioner Warga RW VIII Kel. Wonokusumo Kec. Semampir Tahun 2013

1.1.3 Analisis Masalah

Beberapa masalah kesehatan yang di RW VIII Kelurahan Wonokusumo Surabaya berdasarkan data sekunder dari puskesmas adalah penyakit ISPA, penyakit pada system otot dan jaringan, penyakit rongga mulut, penyakit kelainan kulit dan subkutan, penyakit pada sistem pencernaan, penyakit infeksi parasit, defisiensi gizi, tekanan darah tinggi, penyakit infeksi pada usus, TBC. Namun, disini kita hanya mengambil penyakit ISPA sebagai masalah yang akan kami bahas. Hal ini dikarenakan penyakit ISPA merupakan penyakit dengan prosentase tertinggi yang terjadi di Kelurahan Wonokusumo dan hasil wawancara kami pada warga di RW VIII yang sering menderita ISPA terutama anak-anak. Alasan lain kami memfokuskan pada penyakit ISPA ini karena penyakit ISPA merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di RW VIII Kelurahan Wonokusumo Surabaya, dimana penyakit ISPA ini bersifat akut dan menyerang organ pernafasan atas dan kemungkinan penderita harus dirawat inap di Rumah Sakit. karena penularan melalui droplet (percikan air liur) yang keluar saat penderita bersin atau batuk juga akan meningkatkan jumlah penderita ISPA.1. Pengertian Penyakit ISPA

ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ARI (bahasa Inggris) singkatan dari Acute Respiratory Infections (ARI). adalah penyakit infeksi yang bersifat akut dimana melibatkan organ saluran pernapasan mulai dari hidung, sinus, laring hingga alveoli.Agar lebih jelas tentang pengertian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) kita bagi menjadi tiga bagian yaitu :

a. Pengertian infeksiMenurut Potter & Perry, 2005 infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit .b. Pengertian saluran pernafasan

Saluran pernafasan adalah organ tubuh yang memiliki fungsi menyalurkan udara atmosfer ke paru-paru begitu pula sebaliknya. Saluran pernafasan dimulai dari hidung, rongga telinga tengah, laring, trakea, bronkus, alveoli, termasuk pleura.

c. Pengertian infeksi akutInfeksi akut disini adalah mengacu kepada waktu yaitu Infeksi yang berlangsung hingga 14 hari. Batas 14 hari diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa kasus ISPA dapat berlangsung lebih dari 14 hari.Dilihat dari arti dalam bahasa inggris (URI) sehingga ISPA sering disalahartikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. ISPA sendiri sebenarnya mencangkup infeksi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.

2. Prevalensi Penyakit ISPA

Dari data Puskesmas Wokusumo Penyakit ISPA merupakan prevalensi tertinggi yang terjadi di masyarakat Kelurahan Wonokusumo. Tabel 1.1.3 Distribusi Sepuluh Penyakit Terbanyak Tahun 2012 Puskesmas Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota SurabayaNONAMA PENYAKITn%

1Penyakit saluran pernafasan bagian atas10.01339

2Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat4.65518

3Penyakit rongga mulut3.58314

4Penyakit kelainan kulit dan sub kutan2.2629

5Penyakit lain pada sistem pencernaan1.5546

6Penyakit infeksi parasit dan akibat kemudian1.1074

7Defisiensi Gizi8273

8Penyakit tekanan darah tinggi6833

9Penyakit infeksi pada usus5953

10Penyakit Tuberculosa3361

Sumber : BP dan BPG Puskesmas Wonokusumo Tahun 2012Dari hasil kuesioner pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota bahwa sebanyak 27 responden (27,8%) yang anggota keluarganya terkena ISPA 1-2 kali dalam setahun dan 70 responden (72,2%) terkena ISPA 3 kali dalam setahun.3. Penyebab Penyakit ISPA

Penyebab penyakit ISPA di RW VIII Kelurahan Wonokusumo Surabaya yang berhasil kami identifikasi melalui wawancara adalah karena sebagian besar warganya memiliki jendela yang kurang mememuhi syarat, kebiasaan merokok dari anggota keluarga, membuang ludah sembarangan dan tidak menutup mulut saat batuk.4. Dampak Penyakit ISPA Dampak penyakit ISPA pada warga akan mengurangi hasil kinerja atau aktivitas warga dan bila ada warga yang terkena ISPA maka kemungkinan besar penderita tersebut akan menularkan penyakitnya ke orang lain.1.1.4 Analisis Lingkungan Sekitar1. Kriteria Rumah Sehat Dari hasil penilaian rumah sehat di RW VIII Kelurahan Wonokusumo didapatkan hasil bahwa jumlah rumah yang sehat yaitu 24 rumah dan 73 rumah yang tidak sehat. Rumah yang tidak sehat erat kaitannya dengan peningkatan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. 2. Kondisi Jendela dan Ventilasi yang Tidak Memenuhi Syarat

Dari hasil penilaian rumah sehat pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 sebanyak 55 rumah (56,7%) memiliki jendela yang tidak memenuhi syarat, sebanyak 48 rumah (49,5%) memiliki ventilasi yang tidak memenuhi syarat. Luas jendela dan ventilasi sangat mempengaruhi aliran udara yang masuk dalam rumah. Apabila luas jendela dan ventilasi kurang maka udara yang masuk hanya sedikit untk besirkulasi sehingga memudahkan terjadinya ISPA. 3. Kepadatan Penghuni Dari hasil penilaian rumah sehat pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 56 rumah (57,7%) termasuk padat penghuni. 4. Intensitas cahaya yang masuk ke rumah

Dari hasil penilaian rumah sehat pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 45 responden (46,39%) rumah kadang-kadang terkena sinar matahari. Rumah kurang mendapat sinar matahari dikarenakan pengguni rumah jarang membuka jendela dan beberapa jarak rumah yang satu dengan lainnya saling berdempetan. Intensitas cahaya matahari yang kurang dapat sebagai penyebab terjadinya ISPA, yang mana kuman penyebab ISPA mudah berkembang biak dengan intensitas cahaya matahari yang rendah (lembab).1.2 Analisis Konsumen

1. Warga RW VIII Kelurahan Wonokusumo

a. Kebiasaan warga yang jarang membuka jendela Dari hasil kuesioner pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 56 responden (57,7%) membuka jendela kadang kadang. Udara dalam ruangan tidak dapat bersirkulasi dengan baik, apabila terdapat anggota keluarga yang terkena ispa maka mudah untuk tertular b. Kebiasaan Merokok dari Anggota Keluarga Dari hasil kuesioner pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 76 responden (78,4%) memiliki anggota keluarga yang merokok. Kebiasaan merokok merupakan faktor resiko terjadi ISPA. c. Kebiasaan Kadang-kadang Menutup Mulut Ketika Batuk Dari hasil kuesioner pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 49 responden (43,3%) kadang-kadang menutup mulut saat batuk. Kebiasaan yang kadang-kadang menutup mulut saat batuk dapat mepermudah untuk penular penyakir ISPAd. Kebiasaaan Membuang Ludah Sembarangan Dari hasil kuesioner pada 97 responden RW VIII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya Tahun 2013 bahwa sebanyak 48 responden (49,5%) membuang ludah sembarangan. Kebiasaan ini dapat mempermudah untuk penularan penyakit ISPA.1.3 Analisis institusi1.3.1 Puskesmas

Puskesmas sebagai lembaga pelayanan dalam bidang kesehatan memiliki pengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah kerjanya. Puskesmas berperan dalam penyampaian informasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Penyampaian informasi berguna untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat, sehingga warga dapat memahami bagaimana untuk berperilaku sehat. Sedangkan pemeriksaan kesehatan berguna untuk deteksi dini penyakit yang ada pada warga.

Puskesmas sebagai salah satu institusi pemnerintah yang dapat membantu mensukseskan pelaksanaan program-program kesehatan di RW VIII Kelurahan Wonokusumo Surabaya. Program yang pernah dilakukan oleh puskesmas setempat adalah sosialisasi mengenai rumah sehat dan perilaku sehat. Akan tetapi, upaya ini masih belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, dalam promosi kesehatan kali ini kali, kami bekerja sama dengan puskesmas untuk ikut mensukseskan program Buka Jendela-Pintu dan Hidup Sehat dalam Rumah.1.3.2 Pihak Kelurahan dan Kecamatan

Kelurahan Wonokusumo dan Kecamatan Semampir dapat menjadi salah satu institusi yang ikut mensukseskan program. Misalnya dalam pemberian anggaran untuk program-program kesehatan, perbaikan lingkungan, dll. BAB IISEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING

2.1Segmentasi

Segmen dari program ini adalah didasarkan pada karakteristik demografis, psikologis dan frekuensi terkena ISPA dalam 1 tahun. Ditinjau dari karakteristik demografis, sebagaian besar warganya memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Ditinjau dari karakteristik psikologisnya, masyarakat RW VIII Kelurahan Wonokusumo memiliki tingkat pendidikan yang rendah sehingga berpengaruh pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat menjadi kurang sehingga bahaya ISPA tetap menjadi ancaman bagi masyarakat. Jika ditinjau dari karakteristik frekuensi terkena ISPA dalam 1 tahun memiliki frekuensi 3x dalam 1 tahun.2.2Targeting

Yang menjadi target utama / primer program kesehatan kali ini adalah ibu rumah tangga karena ibu berperan dalam mengurus rumah tangga dan lebih mengerti tentang kondisi keluarganya sehingga ibu memiliki peran penting dalam keluarganya. Dan yang menjadi target sekunder adalah kepala keluarga karena kepala keluarga merupakan seorang pemimpin dalam keluarga sehingga mereka memilki pengaruh dalam keluarga. Dengan memilihi ibu rumah tangga sebagai sasaran utama diharapakan bahwa dengan menambahkan pengetahuan ibu tentang ISPA maka dapat mengubah perilaku dari anggota keluarganya. 2.3Positioning

Untuk membuat program ini berhasil, kami berupaya membuat program dapat menarik para warga Wonokusumo. Program yang kami tawarkan disini adalah Buka Jendela-Pintu Dan Hidup Sehat Dalam Rumah. Program ini dibuat semenarik mungkin sehingga tidak terkesan menggurui dan sasaran tidak merasa terpaksa yang akhirnya diharapkan perubahan perilaku benar-benar dapat terjadi. Disini, para warga akan diberikan pengetahuan tentang ISPA dan bagaiamana perilaku sehat dalam rumah, serta akan dilakuakan gerakan membuka jendela pada pagi hari secara serentak. (Uraian program akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab selanjutnya). Diharapkan, setelah adanya program ini, warga mau merubah perilaku mereka teruma untuk kebiasaan membuka jendela dan mengurangi perilaku sebagai faktor resiko ISPA sehingga angka kejadian penyakit ISPA di warga RW VIII Kelurahan Wonokusumo Surabaya dapat menurun.BAB III

STRATEGI3.1ProductProduk yang akan kami tawarkan adalah Buka Jendela-Pintu dan Hidup Sehat Dalam Rumah. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam program Buka Jendela-Pintu Pangkal Hidup Sehat kali ini adalah sebagai berikut:

1. Pemaham Tentang penyebab dan pencegahan penyakit ISPAIbu-ibu rumah tangga yang menjadi target mayoritas berpendidikan rendah sehingga sangat perlu untuk diberikan pemaham tentang penyebab dan pencegahan penyakit ISPA sehingga kegiatan ini merupakan langkah awal dalam program Buka Jendela-Pintu Dan Hidup Sehat Dalam Rumah. Para ibu rumah tangga yang keluarganya sering menderita di RW VIII Kelurahan Wonokusumo kami undang berkumpul dalam suatu forum yang akan memberikan pengetahuan-pengetahuan mengenai penyebab, cara pengobatan dan cara pencegahan penyakit ISPA. Di dalam forum tersebut menggunakan metode ceramah dan diskusi, yang harapannya ibu-ibu selain mendapatkan pengetahuan tentang ISPA, mereka dapat diskusi tentang masalah ISPA yang terjadi dalam keluarganya. Pada kegiatan ini juga mengajak para ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan Gerakan Membuka Jendela-Pintu Setiap Pagi Hari secara serentak dan Gerakan Hidup Sehat Dalam Rumah. Agar menarik para ibu pada kegiatan ini kami memberikan Drop price dan bingkisan setelah kegiatan ini selesai, serta kami memberikan leaflet tentang ISPA. 2. Gerakan Membuka Jendela dan Pintu Pada Pagi Hari secara serentakSetelah ibu-ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan Pemaham Tentang penyebab dan pencegahan penyakit ISPA, maka ibu-ibu diajak untuk kegiatan Gerakan Membuka Jendela dan Pintu Pada Pagi Hari Secara Serentak. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan Pemaham Tentang penyebab dan pencegahan penyakit ISPA. Kegiatan Gerakan Membuka Jendela dan Pintu Pada Pagi Hari Secara Serentak bertujuan untuk membiasakan untuk warga selalu membuka jendela agar udara dalam rumah dapat bersikulasi dengan udara luar dan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah. Membuka pintu bertujuan untuk menambah aliran udara ke dalam rumah selain aliran udara melalui jendela. Apabila aliran udara dan cahaya matahari masuk ke dalam rumah maka bakteri/virus penyebab penyakit akan mati sehingga resiko terkena ISPA akan menurun.3. Gerakan Hidup Sehat Dalam Rumah Kegiatan terahir dari program Buka Jendela-Pintu dan Hidup Sehat Dalam Rumah yaitu Gerakan Hidup Sehat Dalam Rumah. Dalam kegiatan ini kami memberikan pemahaman tentang hidup sehat dalam rumah dengan materi bagaimana membuang ludah yang benar, kebiasaan untuk menutup menutup mulut ketika batuk, membiasakan untuk membuka jendela dan mengurangi kebiasaan merokok anggota keluarga. Kami juga memberikan poster pada masing-masing ibu-ibu agar target ingat dan menerapakan gerakan hidup sehat dalam rumah, dan kami tetap memastikan bahwa poster tersebut terpasang pada rumah mereka. Harapan dari pemasangan poster supaya setiap anggota keluarga mau melakuakan gerakan hidup sehat dalam rumah sehingga akan menurunkan resiko terjadinya ISPA. 3.2PlaceTempat untuk menawarkan dan melaksanakan program Buka Jendela-Pintu Pangkal Hidup Sehat ini adalah dibalai RW VIII, dikarenakan lokasi tersebut adalah lokasi yang mudah dijangkau sasaran. Dengan terjangkaunya tempat yang dipilih, diharapkan program ini akan diikuti semua sasaran sehingga tujuan yang kami tetapkan dapat tercapai. 3.3PriceDari kondisi sosial ekonomi di RW VIII termasuk padam menengah ke bawah, untuk menarik sasaran mau menerima program kami maka ibu-ibu rumah tangga yang ikut dalam program ini tidak dipungut biaya. Dan biaya yang digunakan diperoleh dari dana iuran kelompok dan sponsor. Dibawah ini rincian biaya kegiatan:Sub kegiatanEstimasi Biaya

UnitRp/UnitJumlah

Persiapan pelaksanaan1010.000100.000

Print out materi7030021.000

Name tag panitia101.00010.000

Konsumsi 300.000

Bingkisan 705.000350.000

Drop Price300.000

Poster 802.000160.000

Sewa sound system dan LCD100.000

Spanduk 160.00060.000

Lain-lain200.000

Total1.601.000

3.4Promotion

Dari produk yang sudah diuraikan diatas berupa program Buka Jendela-Pintu dan Hidup Sehat Dalam Rumah, promosi tentu saja harus dilakukan kepada sasaran program yaitu ibu-ibu rumah tangga. Kami memberikan undangan untuk ibu-ibu rumah tangga yang menjadi sasaran untuk hadir pada setiap kegiatan yang kami adakan, serta kami meninta tolong kepada kader dan ketua RT untuk mensosilisasikan kegiatan kami. Seta kami memasang spanduk tentang Program Buka Jendela-Pintu dan Hidup Sehat Dalam Rumah di balai RW VIII agar masyarakat mengetahui dan terarik untuk mengikuti program yang telah dibuat.13