SOP Pemeliharaan TM (Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit)

  • View
    400

  • Download
    21

Embed Size (px)

Text of SOP Pemeliharaan TM (Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit)

Pemeliharaan TM (Tanaman Menghasilkan KelapaSawit)

BAHAN TRAINING

KELAPA SAWITTANAMAN MENGHASILKAN

Research and Development Division

Makin group

2005

I. INFORMASI UMUM

A. TUJUANMenghasilkan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas maksimal dengan biaya produksi serendah mungkin dan mempertahankan produktivitas yang tinggi secara berkelanjutan dan menjaga perkebunan beserta infrastrukturnya dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

B. STANDARTercapainya target produktivitas.

C. CATATANPada saat tanaman kelapa sawit mencapai masa produksi (>3 tahun), sebagian besar biaya yang akan dibebankan pada tanaman selama masa hidupnya telah mulai dibayarkan kembali. Oleh sebab itu pengurangan standar pemeliharaan pada tahap ini tidaklah menguntungkan secara ekonomis dalam jangka panjang.Tanaman harus dipelihara dengan baik selama 25 tahun dan biaya pengelolaan yang baik akan tertutup oleh produktivitas yang tinggi sampai tanaman tersebut di-replanting.

II. SENSUS POHON DAN PEMBUATAN PETA POHON

A. SENSUS POHON

1. TUJUANMengumpulkan data tiap blok: tanaman mati, sisipan/Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), titik tanam kosong, tanaman tidak produktif/abnormal.

2. STANDARJumlah pohon hidup didata secara akurat, diperbaharui tiap tahun dan disimpan dalam data base Agronomi.

3. PERALATAN & BAHANHard cover, ballpoint 4 warna, formulir sensus pokok, formulir rekapitulasi, kotak penyimpanan hard cover, rak penyimpanan file sensus dan map peyimpanan file sensus setiap blok.

4. PROSEDURa. Sensus dimulai dari barisan blok sebelah Barat kemudian menuju barisan blok sebelah Timur pada setiap Afdeling.b. Kepala Afdeling/Mantri Sensus/Kepala Mandor mengancakan penyensus pada blok yang akan disensus agar antara penyensus tidak tumpang tindih kerjanya.c. Sensus dimulai dari ujung blok sebelah Barat pada setiap bloknya.d. Penyensus bergerak dari nomor barisan (pasar rintis) yang terkecil menuju ke besar.e. Setiap penyensus mengamati satu pasar rintis (dua baris tanaman), bergerak dari collection ke collection berikutnya, kemudian berbalik dan pindah ke pasar rintis berikutnya, demikian seterusnya sampai barisan terakhir sesuai dengan nomor yang ada di formulir sensus.f. Apabila ada blok-blok yang bentuk dan ukurannya berbeda dari standar, agar Kepala Afdeling/Mantri Sensus/Kepala Mandor mengatur sesuai dengan bentuk dan ukuran blok tersebut atau menggunakan formulir yang disesuaikan dengan bentuk dan ukuran blok.g. Apabila di depan pokok ditemukan sungai/alur/parit/cekungan, agar diberi tanda garis biru. Apabila di depan pokok ditemukan daerah hutan/semak agar diberi tanda garis merah.h. Setelah sensus dilakukan, hasilnya dibawa ke kantor afdeling untuk diteruskan kepada Estate Manager.

5. FREKUENSI & WAKTUSensus rutin populasi tanaman diperlukan pada tahap:a. Selama penanaman (untuk memetakan titik tanam dengan menggunakan kertas isometrik (lihat Lampiran 3)b. 6 bulan setelah pemanenan pada suatu areal (untuk menentukan jumlah dan distribusi tanaman produktif), danc. Satu kali setahun (untuk memonitor jumlah tanaman produktif per tahun).

6. NORMA

Aktivitas hk/haSemua sensus 0.13

B. PEMBUATAN PETA POHON

1. TUJUANa. Membuat peta keadaan pohon di lapangan saat tanaman siap panen.b. Menyediakan peta dasar untuk kegiatan sensus berikutnya.c. Membantu menentukan apakah tanaman siap untuk dipanen.

2. STANDARPeta pohon menunjukkan titik yang tidak ditanami, TBM, Tanaman Menghasilkan (TM), jalan, jembatan, sungai, kenampakan topografi seperti rawa, perbukitan, dll.

3. PERALATAN & BAHANTinta dan pensil khusus untuk menggambar, meja gambar, rak peta dan mesin hitung.

4. PROSEDURLapangan disurvei setelah penanaman, kemudian tiap tanaman diklasifikasikan sebagai TM (lingkaran), TBM/sisipan (titik) (lihat Sensus Pohon). Hasilnya digunakan untuk menentukan apakah tanaman tersebut siap untuk dipanen.Luas blok kemudian dihitung dengan cara membagi jumlah titik yang dapat ditanami dengan kerapatan tanaman. Luas blok berdasarkan titik tanam (bukan luas aktual) digunakan untuk menghitung produksi dan dimasukkan ke dalam data dasar agronomi.

5. FREKUENSI & WAKTUSekali dan diperbaharui setiap tahun. Sensus dan pemetaan dilakukan segera setelah tanam dan diperbaharui tiap 3 bulan setelah rotasi penanaman.

6. NORMASatu tim (2 orang) ( 20 30 ha/hari.

III. PENUNASAN TANAMAN

A. TUJUAN1. Menjaga tajuk tanaman yang sehat secara penuh dengan cara membuang pelepah yang berlebihan, mati, rusak atau terserang penyakit.2. Mempertahankan luas daun optimal untuk fotosintesis

B. STANDARKelebihan pelepah ditunas sesuai standar dengan Indek Luas Daun (ILD) optimum. Daun yang menghalangi kegiatan pemanenan dan yang tidak dibuang selama pemanenan juga ditunas.

C. PERALATAN1. Dodos ( 7.5 cm disambung pipa besi/tangkai kayu ( 4 cm2. Egrek (tinggi pohon ( 4 m)3. Batu asahD. PROSEDUR1. Pada tanaman muda yang pemanenannya masih menggunakan dodos, penunasan harus dilakukan dengan memotong seluruh pelepah yang berada di bawah 3 lingkaran daun di bawah tandan yang akan dipanen berikutnya.2. Pada pemanenan yang dilakukan dengan menggunakan egrek, 1 2 lingkaran pelepah daun di bawah tandan yang akan dipanen berikutnya harus dipertahankan.3. Serabut-serabut atau tapas pada pangkal yang mengganggu kegiatan panen dan mempersulit pengumpulan brondolan harus dibuang dengan menggunakan dodos (tinggi tanaman 6CDA>6240 280280 340

50 60

B. MANUAL

1. TUJUANa. Mendorong pertumbuhan tanamanan kelapa sawit melalui pengaruh kompetisi gulma dalam hal pemakaian hara, air dan cahayab. Menjaga dan memelihara kesuburan tanah melalui pemeliharaan LCCc. Mencegah berkembangnya gulma kayu-kayuan.d. Memelihara gulma-gulma bermanfaat

2. STANDARPembongkaran dan pembersihan gulma : kayu-kayuan, berakar dalam dan yang akarnya mampu tertahan lama di tanah.3. PERALATANDodos ukuran ( 7.5 cm, batu asah dan parang babat

4. PROSEDUR1) Mandor memeriksa blok tersebut sehari sebelumnya untuk menentukan normanya.2) Gulma yang akarnya sulit dicabut dipotong sedikit di bawah permukaan tanah dengan dodos.3) Rumput-rumputan dibabat sebagai persiapan penyemprotan gulma

5. FREKUENSI6 bulan sekali (2 kali/tahun)

6. WAKTUa. Rotasi I April Meib. Rotasi II Oktober November

7. NORMA

Kondisi gulma hk/haRingan 0.1 0.2Berat 0.3 0.5

Untuk tujuan perencanaan, manajemen harus melihat kondisi lapangan 2 3 minggu sebelum pekerjaan dilaksanakan.

C. GULMA PERAMBAT

1. TUJUANMemberantas semua tanaman yang merambat di tanah maupun ke pohon yang bersaing dalam pemanfaatan sinar matahari, air dan unsur hara.

2. STANDARSemua jenis gulma perambat dan LCC yang merambat di piringan dan di pohon harus diberantas.

3. PERALATANTongkat kayu (150 cm x 4 cm) untuk menyangga dan menyongkel daun bawah.

4. PROSEDURTongkat untuk mengangkat daun kelapa sawit dan menarik keluar tanaman perambat.

5. FREKUENSISesuai keperluan atau setiap 6 bulan.

6. WAKTUSebelum musim hujan setiap tahunnya.

7. NORMAKondisi gulma hk/haRingan 0.3 0.5Berat 2.0 3.0

D. PIRINGAN

1. TUJUANPiringan bersih sehingga pengumpulan brondolan efisien.

2. STANDARJarak 1.8 m dari pangkal batang bersih dari gulma, seresah dan kentosan.

3. PERALATANAlat garuk yang kuat

4. FREKUENSI & WAKTUSetahun sekali selesai penunasan.

5. NORMA

Aktivitas hk/haGaruk piringan 0.2

V. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

A. PEMANTAUAN

1. TUJUANMendeteksi ledakan hama dan penyakit secara dini, sehingga pengendalian cukup dilakukan pada areal yang kecil.

2. STANDARPetugas harus mencatat kerusakan akibat hama dan penyakit, termasuk: tikus, babi hutan, serangga pemakan daun dan kumbang. Tanaman terserang crown disease dan ganoderma juga dicatat.

3. PROSEDURDimulai di awal bulanPohon Kesatuan Contoh Daun (KCD) digunakan untuk pengamatan. Jika ada ledakan ditambahkan 6 pohon sekitar KCD.Petugas mencatat hama, penyakit dan lain-lain pada tanaman KCD, hasilnya diringkas diserahkan kepada manajer untuk dasar rekomendasi pengendalian.

4. FREKUENSI & WAKTUSebulan sekali.

5. NORMAAktivitas hk/haPengamatan rutin* 0.02 0.03*1% pohon contoh terhadap total pohonB. PENGENDALIAN

1. HAMA

a. Tikus

1) TUJUANMeminimalkan kehilangan dan kerusakan buah yang disebabkan oleh tikus.Mengendalikan ledakan tikus segera jika kerusakan mencapai 3 %.

2) STANDARKerusakan buah 3%.a) AG II tidak digunakan jika bersamaan dengan burung hantu.b) Umpan diletakkan di setiap pohon di pangkal batang dekat jalan panen.c) Seluruh areal terserang harus diberi umpand) Penggantian umpan : interval tiap 7 hari (1 rotasi) untuk AG II dan 3 4 hari untuk AG I sampai jumlah umpan yang hilang berkurang dibawah 20% atau serangan baru tikus turun dibawah 3%.

5) FREKUENSI & WAKTUBerdasarkan hasil sensus dan pengamatan di lapangan.

6) NORMAAktivitas hk/haPengumpanan awal 0.05 0.07Pengumpanan susulan 0.05 0.037) CATATANTikus merusak tandan dengan menggigit atau menggerogoti ujung biji dan kernel. Hal ini akan meningkatkan kandungan asam lemak bebas dan menyebabkan infeksi jamur pada biji yang rusak tersebut.Tikus memakan larva dari serangga penyerbuk dan dapat menyebabkan kerusakan pada bunga jantan.Burung hantu dan burung predator lainnya diusahakan untuk bersarang dan berkembang pada pertanaman. Burung hantu jenis Tyto alba dapat dipesan dan dikembangkan pada kotak sarang di dalam perkebunan. Untuk setiap 30 ha/blok pertanaman diperlukan satu kotak sarang burung hantu.Beberapa jenis racun tikus anticoagulant dapat berakibat buruk terhadap burung hantu dan binatang pemakan tikus lainnya. Oleh sebab