Click here to load reader

Akuntansi keuangan lanjutan 2 (laporan konsolidasi)

  • View
    1.867

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Akuntansi keuangan lanjutan 2 (laporan konsolidasi)

  • 1. Akuntansi Keuangan Lanjutan II Laporan KonsolidasiOleh: ANNISA GALIH SARASATI 11.03.3916 Akuntansi/VI

2. Perusahaan Induk dan Anak Menguasai perusahaan lain dapat dilakukan dengan cara memiliki suara mayoritas dalam suatu perusahaan. Penguasaan mayoritas terjadi apabila sebuah perusahaan memiliki lebih dari 50% saham dari perusahaan lain. Perusahaan yang memiliki saham lebih dari 50% di perusahaan lain disebut perusahaan induk. Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan induk disebut perusahaan anak. 3. Pencatatan Investasi Pada Perusahaan Anak Pencatatan investasi dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu: a. Cost method (metode biaya), yaitu metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investasi, investor mencatat investasi sebesar biayanya (historical cost accounting), dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai penghasilan, namun apabila dividen yang diterima melebihi bagian investor atas laba investee dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat sebagai pengurang investasi. b. Equity method, yaitu pencatatan investasi yang pada awal perolehan investor mencatat investasi sebesar biayanya (historical cost method), dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai pengurang akun investasi. 4. Sifat Laporan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi adalah model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas dasar pemilikan dan pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan. Dalam penyusunan neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masing-masing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak mempunyai arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai kesatuan usaha tunggal harus dihapuskan. Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham. 5. Masalah Umum Dalam Penyusunan Laporan Konsolidasi Dalam penyusunan laporan konsolidasi biasanya terdapat masalah yang timbul, yaitu: a. Periode dimana laporan/neraca konsolidasi disusun. ex: penyusunan neraca konsolidasi sesaat setelah terjadi pemilikan saham, berbeda dengan neraca konsolidasi yang disusun satu tahun (satu periode), kemudian berhubungan dengan telah terjadinya perubahan-perubahan di dalam pospos neraca. b. Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk dan harga perolehan (pengorbanan) yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut. ex: penyusunan neraca konsolidasi di mana saham dibeli dengan harga di atas nilai bukunya berbeda dengan penyusunan neraca konsolidasi apabila saham yang diperoleh dengan harga yang sama dan kurang dari nilai bukunya. 6. Kepemilikan Saham > Nilai Buku Harga perolehan saham lebih tinggi dari nilai bukunya harus ditentukan sebelum penyusunan neraca konsolidasi dilakukan. Penyebab perbedaan harga dan perlakuan akuntansinya adalah: a. Kegagalan rekening-rekening anak perusahaan untuk melaporkan kenaikan nilai aktivanya pada saat pembelian saham. Selisih ini diperlakukan sebagai penilaian terhadap aktiva atau menambah nilai aktiva tertentu. Ex: tanah. b. Kegagalan rekening-rekening perusahaan anak untuk melaporkan aktiva tidak berwujud tertentu (certain intangible assets). Selisih ini diperlakukan sebagai intangible assets. Ex: goodwill. c. Adanya pembayaran khusus untuk memperoleh posisi kontrol. Selisih ini diperlakukan sebagai goodwill. Ketentuan pembayaran menunjukkan kombinasi dari berbagai faktor seperti tersebut. 7. MERCI