of 32/32
AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 LANJUTAN 1 10/21/2010 10/21/2010 Bandi, 2009 Bandi, 2009 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak Dr. Bandi, M.Si., Ak

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1ari_kharisma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/... · AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 10/21/2010 Bandi, 2009 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak. Materi 4 LIKUIDASI

  • View
    6

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1ari_kharisma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/... · AKUNTANSI...

  • AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI KEUANGAN

    LANJUTAN 1LANJUTAN 1

    10/21/201010/21/2010Bandi, 2009Bandi, 2009

    11

    Dr. Bandi, M.Si., AkDr. Bandi, M.Si., Ak

  • Materi 4Materi 4

    LIKUIDASI LIKUIDASI BERANGSURBERANGSUR

    2210/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    BERANGSURBERANGSUR

  • SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN

    Bukti Bk

    JurnalBk Besar

    LAP KEUANGAN:

    ~Neraca

    ~Lap. Laba Rugi

    ~Lap. Perubahan

    Modal

    ~Lap. Arus Kas

    Penjurnalan����penutupan

    10/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009 33

    BB Pembantu

    ~Lap. Arus Kas

    posting

    Kesepakatan skt

    unt likuidasi: Realisasi >1x

    D

    I

    TU

    T

    UP

  • PENDAHULUANPENDAHULUAN

    Chapter 3 fokus pd:Chapter 3 fokus pd:

    �� pembubaran yg diinginkan oleh semua pemilik/ sekutupembubaran yg diinginkan oleh semua pemilik/ sekutu

    �� Realisasi satu kali selesai (aktiva non kas terjual dlm realisasi I) Realisasi satu kali selesai (aktiva non kas terjual dlm realisasi I) ��laba laba (rugi) realisasi sdh diketahui(rugi) realisasi sdh diketahui

    Chapter 4:Chapter 4:

    Realisai lbh dari satu kali Realisai lbh dari satu kali ��LIKUIDASI berangsurLIKUIDASI berangsur

    4410/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    �� Realisai lbh dari satu kali Realisai lbh dari satu kali ��LIKUIDASI berangsurLIKUIDASI berangsur

    �� Akuntansi DITUTUPAkuntansi DITUTUP

    �� Laba (rugi) realisasi belum pasti karena aset belum habis terjual. Laba (rugi) realisasi belum pasti karena aset belum habis terjual.

    �� Sisa kas dibagi seblum realisasi selesai (karena realisasi lebih dari Sisa kas dibagi seblum realisasi selesai (karena realisasi lebih dari

    sekali)sekali)

  • PROSEDUR LIKUIDASI: PROSEDUR LIKUIDASI: Pembayaran kpd SekutuPembayaran kpd Sekutu

    Realisasi: penjualan aktiva non kas menjadi Realisasi: penjualan aktiva non kas menjadi kas. kas.

    �� Laba (rugi) realisasi didestribusi ke modal sekutu Laba (rugi) realisasi didestribusi ke modal sekutu

    sesuai rasio pembagian labasesuai rasio pembagian laba--rugi.rugi.

    5510/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    sesuai rasio pembagian labasesuai rasio pembagian laba--rugi.rugi.

    Urutan pembayaran:Urutan pembayaran:

    �� Pembayararan utang kepada pihak luar.Pembayararan utang kepada pihak luar.

    �� Pembayaran “utang sekutu” (jika ada).Pembayaran “utang sekutu” (jika ada).

    �� Pembayaran “modal sekutu” (terakhir).Pembayaran “modal sekutu” (terakhir).

  • Pedoman PenjurnalanPedoman PenjurnalanPenetapan kemungkinan rugi realisasi sisa asetPenetapan kemungkinan rugi realisasi sisa aset. .

    �� Aset yang belum terjual dianggap sebagai kemungkinan rugi dan Aset yang belum terjual dianggap sebagai kemungkinan rugi dan didestribusi kpd sekutu mnrt rasio pembagian labadidestribusi kpd sekutu mnrt rasio pembagian laba--rugi. rugi.

    �� Saldo debit (defisit) modal sekutu ditutup dengan Saldo debit (defisit) modal sekutu ditutup dengan (1) saldo piutangnya kepada perusahaan; (1) saldo piutangnya kepada perusahaan; (2) sekutu investasi lagi; (2) sekutu investasi lagi; (3) ditanggung sekutu lain, yang tidak defisit.(3) ditanggung sekutu lain, yang tidak defisit.

    Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.

    6610/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.Menganggap sekutu yang bersaldo negatif sebagai “insolvent”.

    �� Untuk itu defisit ini ditanggung dan didestribusi ke saldo “modal” Untuk itu defisit ini ditanggung dan didestribusi ke saldo “modal” sekutu lain. Defisit di sini adalah setelah ditutup dengan piutangnya sekutu lain. Defisit di sini adalah setelah ditutup dengan piutangnya kepada perusahaan.kepada perusahaan.

    Membagi defisit sekutu insolvent dengan persentasi pembagian labaMembagi defisit sekutu insolvent dengan persentasi pembagian laba--rugi rugi baru. baru.

    �� Setelah ada sekutu yang bersaldo “modal” negatif maka defisit Setelah ada sekutu yang bersaldo “modal” negatif maka defisit sekutu tersebut didestribusi ke sekutu lain, sehingga muncul sekutu tersebut didestribusi ke sekutu lain, sehingga muncul persentase pembagian labapersentase pembagian laba--rugi baru.rugi baru.

  • Pedoman PenjurnalanPedoman Penjurnalan(Lanjutan)(Lanjutan)

    Pembayaran hanya kepada sekutu yang bersaldo positif.Pembayaran hanya kepada sekutu yang bersaldo positif.�� Sekutu yang bersaldo negatif tidak memperoleh pembayaran, hal ini Sekutu yang bersaldo negatif tidak memperoleh pembayaran, hal ini

    didasari bahwa apabila sisa aset betuldidasari bahwa apabila sisa aset betul--betul tidak terjual, dapat betul tidak terjual, dapat dipastikan sekutu tersebut akan bersaldo negatif.dipastikan sekutu tersebut akan bersaldo negatif.

    Pembayaran kepada sekutu sebesar saldo positif.Pembayaran kepada sekutu sebesar saldo positif.�� Pembayaran dimaksudkan atas rekening “utang sekutu” (lebih dahulu) Pembayaran dimaksudkan atas rekening “utang sekutu” (lebih dahulu)

    dan “modal sekutu”.dan “modal sekutu”.

    Prisip berimbang debet = kreditPrisip berimbang debet = kredit. .

    7710/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Prisip berimbang debet = kreditPrisip berimbang debet = kredit. . �� Prinsip ini terutama untuk mencek kebenaran perhitungan dan jurnal Prinsip ini terutama untuk mencek kebenaran perhitungan dan jurnal

    yang diperlukan.yang diperlukan.

  • CONTOH 1: CONTOH 1: Tidak ada skt defisit pada Realisasi ITidak ada skt defisit pada Realisasi I

    Persekutuan ABC membagi laba (rugi) Persekutuan ABC membagi laba (rugi)

    A:B:C = 50:30:20. A:B:C = 50:30:20.

    Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi

    8810/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi tampak seperti slide berikuttampak seperti slide berikut

  • Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.

    Realisasi Nilai buku (netto) Harga Jual

    Juli (I) 95.000 75.000

    CONTOH 1CONTOH 1

    9910/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Juli (I) 95.000 75.000

    Agustus (II) 20.000 10.000

    September (III) 30.000 17.500

    Oktober (IV) 85.000 30.000

  • Contoh: Neraca sebelum LikuidasiContoh: Neraca sebelum Likuidasi

    PERSEKUTUAN ABC

    NERACA

    Per. 3 Mei 2009

    Kas 10,000 Utang dagang 52,500

    Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500

    Utang kpd B 10,000

    0

    101010/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    0

    Modal A 65,000

    Modal B 50,000

    Modal C 50,000

    240,000 240,000

  • DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASIDAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI

    KAS Akt non

    kas

    Ut

    dagang

    Utang

    A

    Utang B MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    Saldo 10.000 230.000 52.500 12.500 10.000 65.000 50.000 50.000

    1 Realisasi I 75.000 (95.000) - - - (10.000) (6,000) (4.000)

    85.000 135,000 52.500 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000

    2 Pembayaran (52.500) - (52.500) - - - - -

    32.500 135.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000

    111110/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    3 Destribusi 1* (32.500) - 0 - (10.000) - (3.500) (19.000)

    0 135.000 0 12.500 0 55.000 40.500 27.000

    4 Realisasi II 10.000 (20.000) - - - (5.000) (3,000) (2.000)

    10.000 115.000 0 12.500 0 50,000 37,500 25,000

    5 Destribusi 2* (10.000) - (5.000) - - ( 3.000) (2.000)

    DipindahkanDipindahkan 0 115.000 0 7.500 0 50.000 34.500 23.000

    *) Lihat daftar pembantu

  • DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI (Lanjutan)(Lanjutan)

    KAS Akt non

    kas

    Ut

    dagang

    Utang A Utang

    B

    MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    PindahanPindahan 0 115.000 0 7.500 0 50.000 34.500 23.000

    6 Realisasi III 17.500 (30.000) - - - (6.250) (3.750) (2.500)

    17.500 85.000 0 7.500 0 43.750 30.750 20.500

    7 Destribusi 3* (17.500) - - (7.500) - (1.250) (5.250) (3.500)

    121210/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    7 Destribusi 3* (17.500) - - (7.500) - (1.250) (5.250) (3.500)

    0 85.000 0 0 0 42.500 25.500 17.000

    8 Realisasi IV 30.000 (85.000) - - - (27.500) (16.500) (11.000)

    30.000 0 0 0 0 15.000 9.000 6.000

    9 Destribusi 4 (30.000) - - 0 - (15.000) (9.000) (6.000)

    0 0 0 0 0 0 0 0

    *) Lihat daftar pembantu

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: Untuk Jurnal Destribusi Kas 1Untuk Jurnal Destribusi Kas 1

    MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    Saldo modal 55.000 44.000 46.000

    Kepentingan lain 12.500 10.000 0

    ��A:B:C = 5:3:2A:B:C = 5:3:2 67.500 54.000 46.000

    131310/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    67.500 54.000 46.000

    Kemungkinan rugi sisa aset = 135.000 (67.500) (40.500) (27.000)

    Kas yg ada= 32.500 0 13.500 19.000

    - Utang kepada B 0 (10.000)

    - Modal sekutu - (3.500) (19.000)

    0 0 0

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: Untuk Jurnal Destribusi Kas 2Untuk Jurnal Destribusi Kas 2

    MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    Saldo modal 50.000 37.500 25.000

    Kepentingan lain 12.500 0 0

    ��A:B:C = 5:3:2A:B:C = 5:3:2 62.500 37.500 25.000

    141410/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    ��A:B:C = 5:3:2A:B:C = 5:3:2 62.500 37.500 25.000

    Kemungikinan rugi sisa aset= 115.000 (57.500) (34.500) (23,000)

    Kas yg ada= 10.000 5.000 3.000 2.000

    - Utang kpd A (5.000)

    - Modal sekutu (3.000) (2.000)

    0 0 0

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: Untuk Jurnal Destribusi Kas 3Untuk Jurnal Destribusi Kas 3

    MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    Saldo modal 43.750 30.750 20.500

    Kepentingan lain 7.500 0

    ��A:B:C = 5:3:2A:B:C = 5:3:2 51.250 30.750 20.500

    Kemungikinan rugi sisa aset = 85,000 (42,500) (25,500) (17.000)

    151510/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Kemungikinan rugi sisa aset = 85,000 (42,500) (25,500) (17.000)

    Kas yg ada= 17.500 8.750 5.250 3.500

    - Utang kpd A (7.500)

    - Modal A (1.250) -- --

    - Modal sekutu -- ( 5.250) ( 3.500)

    0 0 0

  • CONTOH 2: CONTOH 2: Ada skt defisit pada Realisasi IAda skt defisit pada Realisasi I

    Persekutuan ABC membagi laba (rugi) Persekutuan ABC membagi laba (rugi)

    A:B:C = 50:30:20. A:B:C = 50:30:20.

    Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi Pada 3 Mei 2009 dilikuidasi

    161610/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi Neraca perusahaan sesaat sebelum likuidasi tampak seperti slide berikuttampak seperti slide berikut

  • Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.

    CONTOH 2CONTOH 2

    Realisasi Nilai buku

    (netto)

    Harga Jual

    Juli (I) 70.000 50.000

    171710/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Juli (I) 70.000 50.000

    Agustus (II) 30.000 20.000

    September (III) 25.000 12.500

    Oktober (IV) 105.000 50.000

  • Contoh: Neraca sebelum LikuidasiContoh: Neraca sebelum Likuidasi

    PERSEKUTUAN ABC

    NERACA

    Per. 3 Mei 2009

    Kas 10,000 Utang dagang 52,500

    Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500

    Utang kpd B 10,000

    0

    181810/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    0

    Modal A 65,000

    Modal B 50,000

    Modal C 50,000

    240,000 240,000

  • DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASIDAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI

    KAS Akt non

    kas

    Ut

    dagang

    Utang A Utang B MODAL

    A(5) B(3) C(2)

    Saldo 10.000 230.000 52.500 12.500 10.000 65.000 50.000 50.000

    1 Realisasi I 50.000 (70.000) - - - (10.000) (6,000) (4.000)

    60.000 160.000 52.500 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000

    2 Pembayaran (52.500) - (52.500) - - - - -

    7.500 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000

    191910/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    7.500 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 46.000

    3 Destribusi 1 (7.500) - 0 - - - - (7.500)

    0 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 38.500

  • DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI DAFTAR PERHITUNGAN LIKUIDASI (Lanjutan)(Lanjutan)

    KAS Akt non

    kas

    Ut

    dagang

    Utang A Utang B MODAL

    A (5) B (3) C (2)

    0 160.000 0 12.500 10.000 55.000 44.000 38.500

    4 Realisasi II 20.000 (30.000) - - - (5.000) (3,000) (2.000)

    20.000 130.000 0 12.500 10.000 50.000 41.000 36.500

    5 Destribusi 2 (20.000) - - (10.000) - ( 500) (9.500)

    0 130.000 0 12.500 0 50.000 40.500 27.000

    202010/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    6 Realisasi III 12.500 (25.000) - - - (6.250) (3.750) (2.500)

    12.500 105.000 0 12.500 0 43.750 36.750 24.500

    7 Destribusi 3 (12.500) - - (3.750) - - (5.250) (3.500)

    0 105.000 0 8.750 0 43.750 31.500 21.000

    8 Realisasi IV 50.000 (105.000) - - - (27.500) (16.500) (11.000)

    50.000 0 0 8.750 0 16.250 15.000 10.000

    9 Destribusi 4 (50.000) - - (8.750) - (16.250) (15.000) (10.000)

    0 0 0 0 0 0 0 0

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 1: Untuk Jurnal Destribusi Kas1Untuk Jurnal Destribusi Kas1

    KeteranganKeterangan MODALA (5) B (3) C (2)

    Saldo modal 55.000 44.000 46.000

    Kepentingan lain 12.500 10,000 0

    67.500 54.000 46.000

    Kemungikinan rugi sisa aset = 160.000 (80.000) (48.000) (32.000)

    212110/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Kemungikinan rugi sisa aset = 160.000 (80.000) (48.000) (32.000)

    (12.500) 6.000 14.000

    Kemung rugi defisit sekutu lain = 12.500

    Rasio baru: B:C = 3:2

    12.500 (7,500) (5,000)

    0 (1.500) 9.000

    Kemung rugi defisit sekutu lain = 1.500 1.500 (1.500)

    Kas yg ada= 7.500 0 7.500

    - Modal sekutu - - (7.500)

    0 0 0

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 2: Untuk Jurnal Destribusi Kas 2Untuk Jurnal Destribusi Kas 2

    KeteranganKeterangan MODAL

    A (5) B (3) C (2)

    Saldo modal 50.000 41.000 36.500

    Kepentingan lain 12.500 10.000 0

    62.500 51.000 36.500

    222210/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Kemungkinan rugi sisa aset = 130.000 (65.000) (39.000) (26.000)

    (2.500) 12.000 10.500

    Kemungk rugi defisit sekutu lain = 2.500

    Rasio baru: B:C = 3:2

    2.500 (1.500) (1,000)

    Kas yg ada= 20.000 0 10.500 9.500

    - Utang kpd B (10.000)

    - Modal sekutu (500) (9.500)

    0 0 0

  • DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: DAFTAR (LIKUIDASI) PEMBANTU 3: Untuk Jurnal Destribusi Kas 3Untuk Jurnal Destribusi Kas 3

    KeteranganKeterangan MODAL

    A (5) B (3) C (2)

    Saldo modal 43.750 36.750 24.500

    Kepentingan lain 12.500 0

    56.250 36.750 24.500

    232310/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Kemungkinan rugi sisa aset = 105.000 (52.500) (31.500) (21.000)

    Kas yg ada= 12.500 3.750 5.250 3.500

    - Utang kpd A (3.750)

    - Modal sekutu ( 5.250) (3.500)

    0 0 0

  • PROGRAM PRIORITAS PROGRAM PRIORITAS

    PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTUPEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU

    Dasar pertimbangan/penghitungan:Dasar pertimbangan/penghitungan:

    1.1. Besarnya Modal &/ kepentingan lain Besarnya Modal &/ kepentingan lain (piutang) kpd perusahaan(piutang) kpd perusahaan

    Contoh: Utang kpd A, utang kpd BContoh: Utang kpd A, utang kpd B

    242410/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Contoh: Utang kpd A, utang kpd BContoh: Utang kpd A, utang kpd B

    2.2. Rasio pembagian laba (rugi)Rasio pembagian laba (rugi)

    Contoh: A:B:C = 5:3:2Contoh: A:B:C = 5:3:2

  • PROGRAM PRIORITAS PROGRAM PRIORITAS

    PEMBAYARAN KAS KPD SEKUTUPEMBAYARAN KAS KPD SEKUTU

    Prosedur program pembagian kas kpd sekutu:Prosedur program pembagian kas kpd sekutu:

    1.1. Hitung kemampuan skt dlm menanggung rugi dg Hitung kemampuan skt dlm menanggung rugi dg

    kepentingannyakepentingannyaContoh: Total kepentingan dibagi rasio pembg laba rugiContoh: Total kepentingan dibagi rasio pembg laba rugi

    252510/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    2.2. Buat rangking dlm menutup kerugianBuat rangking dlm menutup kerugian

    3.3. Bagi kas sesuai rangkingBagi kas sesuai rangking

    Contoh: unt selisih rangkin 1 dengan rangking 2/ 3, dg Contoh: unt selisih rangkin 1 dengan rangking 2/ 3, dg

    rasio, sampai kepentingan seluruh sekutu samarasio, sampai kepentingan seluruh sekutu sama

  • Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.Realisasi terjadi dalam empat kali penjualan aktiva non kas.

    CONTOH 3CONTOH 3

    Realisasi Nilai buku

    (netto)

    Harga Jual

    Juli (I) 70.000 50.000

    262610/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Juli (I) 70.000 50.000

    Agustus (II) 30.000 20.000

    September (III) 25.000 12.500

    Oktober (IV) 105.000 50.000

  • Contoh 3: Neraca sebelum LikuidasiContoh 3: Neraca sebelum Likuidasi

    PERSEKUTUAN ABC

    NERACA

    Per. 3 Mei 2009

    Kas 10,000 Utang dagang 52,500

    Aktiva non kas 230,000 Utang kpd A 12,500

    Utang kpd B 10,000

    0

    272710/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    0

    Modal A 65,000

    Modal B 50,000

    Modal C 50,000

    240,000 240,000

  • PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KASPROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS

    SEKUTU

    PROGRAM

    PEMBAYARAN KPD

    KETERANGAN A B C A B C

    Saldo Modal 65.000 50.000 50.000

    Kepentingan lain 12.500 10.000

    Kepentingan skt 77.500 60.000 50.000

    282810/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Rasio pembg laba (Rugi) 50% 30% 20%

    * Kemampuan skt 155.000 200.000 250.000

    (K : Rasio)

  • PROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KASPROGRAM PRIORITAS PEMBAYARAN KAS

    SEKUTU

    PROGRAM

    PEMBAYARAN KPD

    KETERANGAN A B C A B C

    * Kemampuan skt 155.000 200.000 250.000

    (K : Rasio)

    1

    Pembagian (rangking

    1) -50.000 10.000

    292910/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    1 1) -50.000 10.000

    C=(20% x 250-200)

    155.000 200.000 200.000

    2 Pembg (rangking 2)

    B=(30% x 200-155) 13.500

    C=(20% x 200-155) 9.000

    155.000 155.000 155.000

  • Pembagian sesungguhnyaPembagian sesungguhnya

    CONTOH 3: Kas tersedia untuk SekutuCONTOH 3: Kas tersedia untuk Sekutu

    Bulan Kas tersedia

    Juli (I) 7.500

    303010/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    Juli (I) 7.500

    Agustus (II) 20.000

    September (III) 12.500

    Oktober (IV) 50.000

  • PEMBAYARAN KAS SESUNGGUHNYAPEMBAYARAN KAS SESUNGGUHNYA

    BulanBulan PEMBAYARAN KPD

    A B C

    JuliJuli 1 Kpd C=10.000-7.500=2.500 7.5007.500

    7.5007.500

    AgustsAgusts 2 kas=20.000-2.500=17.500 2.5002.500

    C=2/5 x (20-2.5)=7.000-9.000 =(2.000) 7.0007.000

    B=3/5 x 17.500=10.500-13.500=(3.000) 10.50010.500

    313110/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    10.50010.500 9.5009.500

    Septbr 3 B=3.000; C=2.000 3.0003.000 2.0002.000

    kas =12.500-5.000=7.500

    C=2/10 x 7.500=1.500 1.5001.500

    B=3/10 x 7.500=2.250 2.2502.250

    AA=5/10 x 7.500=3.750 3.7503.750

    3.7503.750 5.2505.250 3.5003.500

    OktOkt A, B, dan C =50.000�5:3:2 25.00025.000 15.00015.000 10.00010.000

  • REFERENSIREFERENSI

    1. Drebin, Allan R. (1982). “1. Drebin, Allan R. (1982). “Advanced Accounting 5th. Ed.Advanced Accounting 5th. Ed.”, Ohio: South”, Ohio: South--Western Western

    Publishing Co. Publishing Co. ----> > chapterchapter 11

    2. Mosich, A.N. dan John E. Larsen. (1983) “2. Mosich, A.N. dan John E. Larsen. (1983) “Modern Advanced Accounting 4th. Modern Advanced Accounting 4th.

    ed.ed..” New York: McGraw.” New York: McGraw--Hill Book Co. Hill Book Co. ----> > chapterchapter

    3. Beam, Floyd A. (1992). “3. Beam, Floyd A. (1992). “Advanced Accounting 3rd. ed.Advanced Accounting 3rd. ed.” Englewood Cliffs, New ” Englewood Cliffs, New

    Jersey: Prentice Hall Inc. Jersey: Prentice Hall Inc. ------> > chapterchapter

    323210/21/201010/21/2010 Bandi, 2009Bandi, 2009

    4. Yunus, Hadori dan Harnanto. (1981). “4. Yunus, Hadori dan Harnanto. (1981). “Akuntansi Keuangan LanjutanAkuntansi Keuangan Lanjutan.” .”

    Yogyakarta: BPFE. Yogyakarta: BPFE. ------> > chapterchapter

    5. IAI (1994), 5. IAI (1994), ““Standar Akuntansi Keuangan Buku Satu.”Standar Akuntansi Keuangan Buku Satu.” Jakarta: Salemba Jakarta: Salemba

    Empat. Empat. ------> > PSAK No.PSAK No. Larsen, John E., Larsen, John E., dandan A. N. A. N. MosichMosich. 1983. . 1983. Modern Modern

    Advance Accounting.Advance Accounting. 44thth. Ed. . Ed. New York: McGrawNew York: McGraw--Hill Book Co (Hill Book Co (��LMLM) )

    Chapter 1Chapter 1

    6. Cameron, James B. 6. Cameron, James B. Advance Accounting: Theory and Advance Accounting: Theory and PractisePractise. . Chapter 10Chapter 10