Aserani Kurdi, S .Aserani Kurdi, S.Pd MENELADANI SEMANGAT BERKORBAN NABIULLAH IBRAHIM AS DALAM MEMBANGUN BUMI SARABA KAWA ii Lembaga Pengembangan Da’wah Tertulis

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Aserani Kurdi, S .Aserani Kurdi, S.Pd MENELADANI SEMANGAT BERKORBAN NABIULLAH IBRAHIM AS DALAM...

  • Aserani Kurdi, S.Pd

    MENELADANI SEMANGAT BERKORBAN NABIULLAH IBRAHIM AS

    DALAM MEMBANGUN BUMI SARABA KAWA

    ii

    Lembaga Pengembangan Dawah Tertulis (LPDT) Tanjung Kabupaten Tabalong 1429 H / 2008 M

    Judul Meneladani Semangat Berkorban

    Nabiullah Ibrahim a.s dalam Membangun Bumi Saraba Kawa

    Penyusun

    Aserani Kurdi, S.Pd

    Pengetikan/Desain/Lay out ROLISA Komputer

    Komplek Perumahan Guru SMKN 1 Tanjung Jl.Ir.P.H.M.Noor

    Pembataan Tanjung HP. 081348840437

    Pencetak/Penerbit Lembaga Pengembangan Dawah Tertulis (LPDT) Tanjung Tabalong

    Cetakan ke I / 1429 H 2008 M

    iii

    Drs. H. Rachman Ramsyi, M.Si dan H. Muchlis, SH

    Mengucapkan : Terimakasih kepada

    warga Tabalong atas dukungan dan

    kepercayaannya SELAMAT IDUL ADHA 1429 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    iv

  • KATA PENGANTAR

    ijk

    lhamdurunia Ami menlaupunsangat

    lillah, atas izin dan ka-llah SWT.dapatlah ka-yajikan tulisan ini, wa-

    dalam bentuk yang sederhana.

    Buku kecil ini kami beri judul Meneladani Semangat Berkorban Na-biullah Ibrahim a.s dalam Membangun Bumi Saraba Kawa, merupakan sebu-ah tulisan yang mencoba menyingkap sedikit tabir hikmah keteladanan dari sebagian kehidupan nabiullah Ibrahim a.s, puteranya Ismail dan isterinya Ha-jar, untuk kita jadikan bahan renungan sekaligus cerminan untuk berbuat yang terbaik sebagai warga daerah dalam upaya membangan bumi saraba kawa

    v

    menyongsong hari esok yang lebih baik.

    Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampai-kan kepada Bapak Drs. H. Rachman Ramsyi, M.Si dan H. Muchlish, SH yang telah berkenan memberikan ban-tuan dana sehingga buku ini dapat di cetak dan disebarluaskan. Terimakasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada Bapak Drs. Hidwar Ahmadi, M.Si selaku Kadin Keuangan Pemkab Tabalong yang telah membe-rikan bantuan moril dan materiil se-hingga buku ini dapat dipublikasikan.

    Akhirnya, tegur sapa dari para pembaca demi perbaikan dan kesem-purnaan buku ini sangat kami damba-kan dan diucapkan terimakasih. Tanjung,

    Penyusun,

    vi

    a

    19 Dzulqaidah 1429 H 17 Nopember 2008 M

    DAFTAR ISI HAL :

    KATA PENGANTAR v

    DAFTAR ISI vii

    MENELADANI SEMANGAT BER-

    memuji

    KORBAN NABIULLAH IBRAHIM AS

    DALAM MEMBANGUN BUMI SARA

    BA KAWA 1

    1. Berkorban dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan 4

    2. Berkorban dalam bekerja keras dan tawakkal ala Allah

    3. Berkorban dengan penuh keikh-lasan dan kejujuran, kesyukuran dan kesabaran. 33

    BAHAN RUJUKAN 50

    vii

    MENELADANI SEMANGAT BERKORBAN NABIULLAH IBRAHIM AS DALAM

    MEMBANGUN BUMI SARABA KAWA

    ada hari ini kembali kita bersa-ma-sama mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid, meng-agungkan kebesaran Allah SWT. mengesakan-Nya dan

    kekuasaan dan kemurahan-Nya.

    Seiring dengan kita, juga terda-pat ratusan juta ummat Islam, dari ber-bagai etnik, suku dan bangsa, di se-luruh penjuru dunia, mengumandang-kan takbir, tahlil, dan tahmid, sebagai refleksi rasa syukur dan sikap ke-hambaan yang tulus ikhlas kepada Allah SWT.

    1

    P

  • Sementara yang lain, jutaan ka-um muslimin dan muslimat, sedang membentuk lautan manusia di tanah suci Mekkah, menjadi sebuah panora-ma yang menakjubkan, yang meng-gambarkan eksistensi manusia di ha-dapan kebesaran Allah Yang Maha Agung. Mereka serempak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi pang-gilan-Nya, Labbaika Al laahumma lab-baik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan nimata laka wal mulklaa syariika lak.

    -

    i

    -

    i

    Idul Adha yang selalu hadir se-tiap tahun, setidaknya akan memberi-kan kesan dan pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua, khususnya dalam rangka mengenang dan mene-ladani tokoh yang terkait dengan pe-ristiwa pengorbanan.

    Nabi Ibrahim a.s, Siti Hajar dan

    2

    Ismail a.s merupakan figur-figur yang memang patut kita teladani khususnya dalam kaitannya sebagai bapak atau suami, ibu atau isteri dan anak atau generasi muda. Allah SWT. sendiri me-mang telah menyebutkan bahwa pada diri mereka itu terdapat keteladanan yang tinggi. Allah SWT. berfirman :

    s% Mt% x. 3 s9 u & u |ym z t / ) t % ! $# u y t ) (# 9$s%

    s) 9 $ ) (# u t / 3 $ u t 7 s? B $#

    Sesungguhnya telah ada sur teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada

    3

    kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah (QS. Al-Mumtahanah ayat 4).

    Paling tidak ada tiga keteladan-an semangat berkorban Nabiullah Ib-rahim a.s yang patut kita tanamkan ke dalam diri kita masing-masing dan ke-pada generasi muda kita dalam rangka bersama-sama membangun banua kita yang tercinta ini.

    1. Berkorban dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan.

    Ini merupakan ciri dari sepak terjang kehidupan Nabi Ibrahim sejak masa kecilnya yang selalu kritis dalam mencari dan menerima kebenaran serta tegas dalam menolak dan

    4

    memberantas kebathilan. Nabi Ibrahim tidak pernah larut dengan situasi dan kondisi di sekitarnya. Beliau pandai memisahkan mana yang haq dan ma-na yang bathil untuk selanjutnya memi-lih yang haq dan meninggalkan yang bathil. Pelajaran ini nampak dari kisah Nabi Ibrahim a.s dalam petualangan-nya mencari Tuhan.

    Ketika masa remaja, dan disaat akal pikirannya sudah mulai kritis, wa-laupun tanpa seorang guru, seorang pengasuh maupun pembimbing, hanya semata-mata dengan kemampuan akal yang dikaruniakan Allah kepadanya, ternyata ia sudah mampu mempergu-nakan karunia Allah ini untuk mere-nungkan dan memikirkan eksistensi di-rinya dan alam sekitarnya. Ia sudah mulai bertanya dalam hati, kenapa tiba-tiba saya ada, hadir di muka bumi ini? s apa yang menciptakan saya?

    5

  • dan siapa pula yang menciptakan bumi dan langit? kenapa terjadi siang dan malam, siapa gerangan yang meng-aturnya? Begitulah, berbagai pertanya-an muncul bertubi-tubi dalam benak-nya, semakin lama semakin banyak, tak mampu rasanya kepala ini menam-pungnya, sehingga pada saatnya, mu-lailah muncul keinginan dan keberani-annya untuk menumpahkan berbagai pertanyaan tersebut, dan sasaran per-tamanya adalah ayahnya sendiri.Ayah ceritakanlah, kenapa aku bisa ada dan hidup bersama ayah dan ibu di dunia ini Siapa sebenarnya sang pencipta yang telah menciptakan di iku ini? Sang ayah menjawab, Adanya kamu di dunia ini karena ayah dan ibu, dari ayah dan ibumu inilah kamu dicipta-kan. Lalu, siapa pula yang mencipta-kan ayah dan ibu?, tanyanya pula. Yang menciptakan ayah dan ibu, ya kakek nenekmu , jawab ayahnya.

    .r

    t

    t

    ii

    6

    Tidak puas dengan jawaban ayahnya, Ibrahim terus bertanya dan bertanya hingga akhirnya sang ayah tak mampu lagi memberikan jawaban siapa sebe-narnya sosok sang pencipta, Tuhan alam semesta ini. Lalu, mulailah ia ber-petualangan untuk mencari Tuhan. Pa-da suatu malam, ketika cuaca cerah, dimana bintang-bintang di langit de-ngan leluasa dapat memancarkan si-narnya, tiba-tiba pandangan mata Ib-rahim tertuju ke sebuah bintang yang agak besar dan bersinar terang. Mungkin inilah dia Tuhan, pikirnya. Namun ketika cuaca berubah menjadi mendung dan berawan, bintang itu tak nampak lagi dari pandangannya. Dia cari kemana-mana bintang itu sambil menggosok matanya berkali-kali, tapi bintang itu tak nampak juga. Aku tak suka yang begini. Tadi ada, sekarang tiada. Ini pasti bukan Tuhan. Tak la-ma kemudian, tiba-tiba ia melihat

    7

    seberkas sinar, apaan tu? itulah dia sang ratu malam mulai menyinari bu-mi persada, sinarnya lebih terang dan terasa sejuk. Ibrahim agak tercengang dan terkagum-kagum melihat keindah-an sang rembulan. Dengan perasaan lega dan sedikit tersenyum, ia bergu-mam, Yang ini pasti Tuhan. Na-mun tatkala fajar menyingsing dan matahari mulai bangun dari peraduan-nya serta memancarkan sinar yang menyala-nyala, Ibrahim berteriak kegi-rangan, Tak salah lagi!, tak salah lagi!, ini dia yang selama ini kucari. Wah! yang ini lebih besar, lebih dahsyat. Tetapi manakala sang mentari itu mulai turun dari gunung dan merebahkan ba-dannya di petang hari, pikiran Ibrahim mulai goyah, keyakinannya pudar dan berkatalah ia dalam hati, Bukan, i u pasti bukan Tuhan. Masa Tuhan bisa lenyap seperti i u. Aku hanya ber-Tuhan kepada Tuhan yang telah

    8

    menc ptakan bintang, bulan dan mata-har .

    Cerita petualangan Ibrahim da-lam mencari Tuhan ini telah terabadi-kan di dalam Al-Quran pada surah Al- Anam ayat 76 sampai 79 :

    $ n= s y_ n= t 9 $# # u u $Y6x. x. ( t$s% # xy n1 u ( !$ n= s sr& t$s% I

    = m& =F $# . $ n= s # u u t y s) 9 $# $Z$t/ t$s% # xy n1 u ( !$ n= s sr& t$s% s9 9 u n1 u

    s 2V{ z s) 9 $# t,k! !$9 $#

    9

  • $ n= s #u u } 9 $# Zx$ t/ t$s% # xy n1 u !# xy t9 2r& ( !$ n= s

    Mn= sr& t$s% s)t o ) ` t/ $ i t . @ . o ) M_u }_u

    % #9 t s s Vuy 9 $# F{$# u $Z ym ( !$t u O$t r& . 9 $#

    Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Ini-lah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak

    10

    suka kepada yang tenggelam. Kemu-dian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah