HIPERPLASIA PROSTAT JINAK

  • View
    2.093

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penjelasan kasus hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hypertrophy. dalam bahasa indonesia

Text of HIPERPLASIA PROSTAT JINAK

Bp. Mansur, 67 tahunBapak Mansur, 67 tahun KU: usia dan jenis kelaminnya merupakan faktor resiko BPH

Tidak urinasi 16 jam dan nyeri abdomen bawah

Ada dua hal yang menyebabkan pasien tidak dapat mengeluarkan urin, pertama adalah terjadinya retensi urin yang disebabkan oleh obstruksi aliran urin oleh karena neoplasma, infeksi (prostat atau saluran kemih), batu, dan sebagainya. Dan yang kedua adalah karena urin itu sendiri yang tidak diproduksi, ini menandakan adanya kelainan ginjal. Tetapi karena pasien juga mengeluhkan nyeri pada abdomen bagian bawah, lebih mungkin dikarenakan oleh adanya obstruksi dan bukan kelainan ginjal. Karena ginjal terletak didaerah retroperitoneal setinggi vertebrae thorakal 11-12 hingga vertebrae lumbal 2, sehingga nyerinya seharusnya terasa didaerah tersebut dan jika menjalar akan ke daerah inguinal hingga femoralis. Hipotesa: retensi urin et causa obstruksi urinae et causa? Neurogenic bladder, UTI, Ca. prostat, prostatitis, BPH.

RPD: aliran urin melemah & dribbling, nocturia, tidak ada hematuria/urolithiasis Aliran urin yang melemah disebabkan oleh karena adanya obstruksi urin yang dapat disebabkan oleh adanya urolitiasis, atau masalah pada prostat yang menyebabkan pembesaran prostat seperti BPH, karsinoma prostat, ataupun prostatitis. Pasien lebih cenderung menderita BPH dan karsinoma prostat karena factor usia yang lebih dari 50 tahun, merupakan seorang pria, dan tidak adanya riwayat urolitiasis. Sedangkan dribbling adalah tanda terjadinya inkontinensia urin yang tipe overflow yang dapat disebabkan oleh obstruksi aliran urin yang menyulitkan pasien mengosongkan vesika urinarianya ataupun kelainan dari persarafan (neurogenic bladder). Nocturia dapat disebabkan oleh karena pada saat tidur, posisi tubuh kita membuat tekanan intraabdominal meningkat, juga terdapat peningkatan rangsangan parasimpatis sewaktu tidur, sehingga rangsang untuk berkemih terjadi lebih sering. Karena pasien menyatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat hematuria ataupun urolitiasis, maka ini menandakan bahwa tidak ada kerusakan glomerulus, tidak ada luka sepanjang saluran kemih, dan factor resiko urolitiasis adalah RPD adanya hematuria ataupun batu sebelumnya. Hipotesa: UTO et causa BPH/karsinoma prostat/prostatitis/neurogenic bladder

Px Fisik: VS: BP meningkat, yang dapat disebabkan oleh retensi urin sehingga terjadi kelebihan cairan dalam tubuh yang menyebabkan peniningkatan tekanan darah. Tetapi VS yang lainnya normal, ini berarti tidak terjadi infeksi akut. Sehingga lebih mendukung hipotesa BPH, Ca. prostat, dan neurogenic bladder.

Palpasi: terdapat massa suprapubic yang kistik dan nyeri. Ini menandakan adanya retensi urin. Digital Rectal Examination:y y

y

y

Tidak ada nyeri. Pada prostatitis, pasien akan merasakan nyeri yang bahkan dapat mencegah kita melakukan pemeriksaan ini. Tidak ada nodul. Pada karsinoma prostat, permukaannya akan bernodul-nodul dizona perifer prostat. Sedangkan BPH lebih sering terjadi pada zona transisional dan sentralis, yang terletak lebih ketengah bagian prostat, sehingga hanya teraba pembesaran tanpa nodul. Berat prostat: 40gram. Berat normal prostat adalah 20 gram. Jadi memang terjadi pembesaran prostat yang karena hal-hal diatas, kemungkinan besar disebabkan oleh BPH. Tetapi, tetap harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena pada pemeriksaan ini tidak disebutkan apakah tonus sphincter ani-nya normal, maka saya anggap normal. Ini akan melemahkan hipotesa neurogenic bladder.

Pemeriksaan Laboratorium:y y y y y

Hb dan Ht menurun. Ini dapat disebabkan oleh pendarahan atau karena overload cairan. WBC normal. Berarti benar bukan karena infeksi akut (prostatitis). Ureum dan creatinine normal. Berarti fungsi ginjal pasien normal, yang menandakan tidak adanya urolitiasis. GDS normal, tidak ada tanda-tanda DM, berarti hipotesa neurogenic bladder yang disebabkan oleh DM dapat diabaikan. PSA 4ng/dL dg DRE abnormal Pembesaran prostat yang hiperechoic Prostatitis LUTS + tanda2 infeksi Colok dubur sangat nyeri shg tdk dilakukan Normal Pembesaran prostat yang hipoechoic

PSA TRUS

ANATOMI SALURAN KEMIHSaluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di bawah tulang rusuk dekat bagian tengah punggung. Mereka mengeluarkan produk sampah dari darah, menjaga keseimbangan elektrolit dan zat-zat lain dalam darah, dan menghasilkan eritropoietin (hormon yang memicu produksi sel darah merah di sumsum tulang). Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta mikroskopis (nefron) yang terdiri dari kapiler disebut glomeruli yang mengangkat produk-produk limbah uremic dari bentuk darah dan air seni. Setiap glomerulus menghubungkan ke tabung panjang, yang disebut tubulus ginjal. Bersama-sama, glomerulus dan tubulus bentuk satuan yang disebut nefron sebuah. Setiap nefron terhubung ke cabang tubular semakin besar, hingga mencapai area koleksi besar yang disebut kelopak. The calices membentuk bagian berbentuk corong dari ureter atas (pelvis renalis). Ureter Ureter adalah tabung fibromuskular yang menyampaikan urin dari pelvis ginjal ke kandung kemih. Setiap saluran kencing sekitar 16 inci panjang dan yang terkemuka dari ginjal kanan sedikit lebih pendek dari kiri. Ureter terdiri dari mukosa, otot, dan lapisan berserat. Daerah tempat ureter masukkan kandung kemih disebut trigonum. Katup di wilayah ini mencegah refluks (yaitu, membuat cadangan) air seni ke ginjal. Kandung kemih Kandung kemih adalah organ yang berongga, berotot bahwa urin toko. Hal ini terletak di belakang tulang kemaluan dan duduk di dalam dan dilindungi oleh panggul. kandung kemih ini diadakan di tempat oleh ligamen (band tangguh, fiberlike jaringan) yang terhubung ke panggul dan organ lainnya. Pembukaan, sempit internal uretra dalam kandung kemih disebut leher kandung kemih. Otot di leher kandung kemih disebut sfingter mengencangkan sekitar uretra untuk mencegah urin dari bocor. Bila volume urin di kandung kemih mencapai kapasitas tertentu, otak mengirimkan impuls ke sfingter internal, menyebabkan itu untuk bersantai dan otot detrusor, menyebabkan mereka untuk mendorong ke bawah dan mengeluarkan urin. Sebagai kontrak kandung kemih, itu mengusir urin keluar dari tubuh melalui uretra . Uretra Uretra adalah tabung yang melewati urin dari kandung kemih keluar dari tubuh. Pada wanita, adalah sekitar 4 cm panjang. Ini terdiri dari serat otot polos, serat otot sfingter, suatu lapisan jaringan elastis, dan jaringan kolagen dan dilapisi selaput lendir. Uretra perempuan dimulai pada leher kandung kemih dan keluar tubuh secara langsung di depan lubang vagina (saluran reproduksi wanita). Pada pria, uretra kira-kira 8-9 inci panjang dan memanjang dari leher kandung kemih ke ujung penis. Uretra laki-laki terdiri dari tiga bagian: prostat, bermembran, dan kenyal. Uretra prostat adalah bagian dari luas tabung dan melewati kelenjar prostat. Ini terdiri dari jaringan fibrosa, serat otot, dan bukaan kelenjar kecil yang terhubung ke prostat. Bermembran uretra adalah sekitar tiga perempat dari panjang inci dan terletak di antara segitiga ligamen panggul. Spons uretra adalah bagian terpanjang dan meluas melalui penis

ke glans (ujung penis). Korpus spongiosum adalah daerah yang lebih rendah dari penis yang mengelilingi dan melindungi uretra. Uretra pada wanita Pada wanita, panjang uretra sekitar 2,5 sampai 4 cm dan terletak di antara klitoris dan pembukaan vagina.Pria memiliki uretra yang lebih panjang dari wanita. Artinya, wanita lebih berisiko terkena infeksi kantung kemih atau sistitis dan infeksi saluran kemih. Uretra pada pria Pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra pada pria dibagi menjadi 4 bagian, dinamakan sesuai dengan letaknya: pars pra-prostatica, terletak sebelum kelenjar prostat. pars prostatica, terletak di prostat, Terdapat pembukaan kecil, dimana terletak muara vas deferens. pars membranosa, sekitar 1,5 cm dan di lateral terdapat kelenjar bulbouretralis. pars spongiosa/cavernosa, sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis. Histologi Sel epitel dari uretra dimulai sebagai sel transisional setelah keluar dari kandung kemih. Sepanjang uretra disusun oleh sel epitel bertingkat torak, kemudian sel bertingkat kubis di dekat lubang keluar.Terdapat pula kelenjar uretra kecil yang menghasilkan lendir untuk membantu melindungi sel epitel dari urin yang korosif.

PROSTAT Prostat adalah kelenjar berbentuk donat yang seukuran bola golf yang terketak dibawah vesika urinaria, mengelilingi urethra para proximal pria. Organ ini merupakan kelenjar aksesorius terbesar system reproduksi pria, dengan ukuran panjang 3 cm, lebar 4 cm, dan dalam 2 cm. Prostat dibungkus oleh prostatic sheath yang terdiri dari fascia pelvicum pars visceral dan capsula fibrosa. Ia terdiri dari dua jenis jaringan, yaitu kelenjar yang tersusun oleh epitel

selapis kubus atau torak dengan stromanya yang terdiri dari otot polos dan jaringan ikat kolagen fibrosa. Sepertiga bagiannya merupakan bagian fibromuskuler atau zona perifer yang terdiri dari lobus kiri, kanan, dan posterior. Duapertiga sisanya adalah bagian glandular atau zona transisional (lobus anterior) dan zona sentralis (lobus medius). Prostat terdiri dari 5 lobus, yaitu lobus anterior, posterior, medius, sinistra, dan dextra.

Bagian atasnya disebut basis yang menempel dengan leher vesika urinaria, sedangkan bagian bawahnya adalah apex yang menempel dengan aspek superior M. Sphincter urethra dan otototot perinealis profunda. Permukaan anteriornya terdiri dari serat otot transversa yang membentuk rhabdo/hemisphincter dan merupakan bagian dari M. Sphincter urethra. Permukaan posteriornya berhubungan dengan ampulla recti. Dan permukaan inferolateralnya berhubungan dengan M. levator ani. Persarafannya berasal dari nervus pudendus. Kelenjar ini mengeluarkan cairan putih susu yang sed