Click here to load reader

Harian Equator 6 Oktober 2011

  • View
    340

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 6 Oktober 2011

Text of Harian Equator 6 Oktober 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-8 Dzulqaidah 1432 H/10 Kauw Gwee 2562

    Kamis, 6 Oktober 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Hildi mengatakan agar mengembangkan inovasi dan motivasi kerja untuk merencanakan program-program pembangunan yang berbasis kewilaya-han, dalam usaha pem-berdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir pantai, kepulauan dan masyarakat Kabupaten Kayong Utara pada umumnya.Kepada Camat Kepulau-an Karimata dan Camat Pu-lau Maya serta perangkat

    kecamatan yang baru di-lantik, Hildi juga berpesan agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya den-gan baik. Jabatan yang diemban merupakan kepercayaan dan amanah yang harus saudara pertanggungjawa-ban, kata Hildi di hadapan Kepala SKPD dan masyara-kat lainnya pada peresmi-an Kecamatan Kepulauan Karimata, 27 September lalu.Karena tugas dan fungsi

    Camat sebagai perangkat daerah yang memimpin wilayah kecamatan cukup kompleks, yaitu melak-sanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pe-nyelenggaraan pemerin-tahan wilayah kecamatan, pembangunan dan kema-syarakatan. Namun demikian, urusan yang menjadi tanggung jawab Camat adalah melak-sanakan urusan pemerin-tahan daerah melalui

    - Bang Meng-- Siap Jendral...!TNI Semakin Berpihak kepada Masyarakat

    Injet-injet Semut

    Komitmen kuat sangat diper-lukan untuk mempercepat

    pembangunan dan kemajuan wilayah kepulauan agar tak lagi tertinggal dan terisolir.

    Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid menyampaikan ajakan tersebut. Tak terkecu-

    ali kepada semua Kepala SKPD di lingkungan KKU.

    Halaman 7

    Hildi Ajak Semua Pihak Percepat Bangun KepulauanMenembus Batas, Memahami Kesulitan Warga KKU (4)

    Perkebunan

    Halaman 7

    Perpajakan

    Tertibkan Izin Lahan

    Halaman 7

    PONTIANAK. Tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) orang pribadi masih minim. Realisasi peneri-maan pajak penghasilan orang pribadi ini hanya menyumbang tiga persen dari total pajak yang dise-tor ke kas negara pada 2010.Kepatuhan masyara-kat untuk membayar pa-jak penghasilan pribadi masih rendah. Pihak Kan-wil Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) harus gencar mengampanyekan pentingnya membayar pajak ke negara, kata Tony Kurniadi ST, Anggota DPRD Kalbar di ruang kerjanya, Rabu (5/9).itu perlu menjadi perhatian serius Kanwil Di-rektorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar.Dijelaskan dia, tingkat kepatuhan masyarakat mendaftarkan diri sebagai wajib pajak dan kepatu-han membayar dan kepatuhan pelaporan pajak diharapkan bisa meningkat.

    Minim Kampanye Wajib Pajak Orang Pribadi

    PONTIANAK. Masih banyak muncul persoalan investasi pada sektor perkebunan, dan sampai saat ini belum jelas penyelesaiannya. Hal tersebut dikhawatirkan bisa menjadi memicu kon ik di masyarakat.Kami masih melihat adanya izin yang tumpang tindih, penggunaan lahan yang bukan untuk pe-runtukannya, bahkan ada beberapa perusahaan yang merambah ke wilayah hutan lindung dan lahan masyarakat, tegas anggota Fraksi PAN Kalbar, Ikhwani A Rahim kepada Equator, Rabu (5/10).Menurut Ikhwani, jika dibiarkan maka dapat memicu terjadinya kon ik antara masyarakat dan pihak perusahaan. Kepentingan masyarakat jangan sampai terabaikan, kata Ikhwani yang juga Ketua DPW PAN Kalbar ini.Dalam hal perluasan peruntukan atau peman-faatan lahan yang masih produktif, ia berharap

    Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid menyampaikan pi-dato ajakan kepada semua elemen untuk mempercepat membangun kawasan kepulauan. KAMIRILUDDIN

    PONTIANAK. Sebanyak 110 peserta me-nyatakan kesiapannya untuk mengikuti Misi Dagang yang digelar Dewan Perniagaan dan Perindustrian Sarawak, Malaysia di Kota Pontianak. Kalbar menjadi salah satu peserta pada acara yang akan dihelat se-lama tiga hari itu.Saat ini sudah hampir semua peserta hadir di Kota Pontianak, dan pembukaan perhelatan akbar tersebut akan segera di-gelar pada tanggal 7 Oktober 2011, jelas Datuk Saleh Hj Sulaiman, Ketua Sarawak Chamber of Commerce and Industry (SCCI) kepada wartawan di Hotel Mercure Ponti-anak, Rabu (5/10).Dia menjelaskan, misi dagang itu dilak

    110 Peserta Ikuti Event Misi Dagang

    Tony Kurniadi.JULIANUS RATNO

    PONTIANAK. PT PLN Per-sero Wilayah Kalbar akan melakukan pemeliharaan satu unit mesin pembangkit berkapasitas 9 Mega Watt pada 13 hingga 26 Oktober mendatang. Hal itu berdam-pak pada pasokan listrik yang disuplai ke pelanggan.Karena dengan pemeli-haraan mesin tersebut, kapa-sitas mesin pembangkit PLN dengan beban puncak, men-jadi pas-pasan, kata Andreas Heru Sumaryanto, Manajer Teknik PLN Wilayah Kalbar kepada wartawan di Ponti-anak, Rabu (5/10).Dia menjelaskan, mesin

    tersebut saat ini untuk men-dukung suplai listrik di Sistem Khatulistiwa yang meliputi Kota Pontianak dan seki-tarnya, Kota Mempawah, Singkawang hingga sebagian Sambas, serta Ngabang.Beban puncak di penyulang tersebut mencapai 198 MW, sedangkan kapasitas mesin sebelum pemeliharaan mesin sebesar 211 MW. Artinya, jika pemeliharaan mesin pem-bangkit 9 MW itu dilakukan, selisih antara beban puncak dan kapasitas mesin PLN han-ya empat MW. Ini terbilang pas-pasan, kata Sumaryanto.Pemeliharaan tersebut,

    sambung dia, bagian dari per-siapan PLN menghadapi Natal dan Tahun Baru 2012. Selain sudah sesuai jadwal, kalau tidak sekarang, nanti akan lebih mengganggu sistem, kata Sumaryanto.Karena itu, dirinya ber-harap pelanggan atau kon-sumen dapat berhemat . Menurut Sumaryanto, ben-tuk penghematan yang dapat dilakukan konsumen dianta-ranya dengan tidak menggu-nakan beban listrik yang be-sar seperti menyetrika atau menghidupkan pompa air pada waktu beban puncak, yakni pukul 18.00-22.00.

    Termasuk tidak menghidup-kan lampu yang tidak diper-lukan. Berlaku juga untuk perkantoran dan pihak lay-anan umum lain.Jumlah pelanggan PLN di Sistem Khatulistiwa sekitar 400 ribu orang. Ia menconto-hkan, kalau setiap pelanggan dapat berhemat 10 watt saja, maka penghematan secara keseluruhan mencapai 4 MW. Hal itu akan sangat membantu PLN. Karena kalau sistem pas-pasan, dan terjadi gang-guan, kemungkinan terjadi pemadaman, papar Sumary-anto.

    Pasokan Terganggu, Pelanggan PLN Diminta Berhemat

    SINGKAWANG. Terjangan angin Tornado atau puting beliung di Kecamatan Singkawa-ng Utara, menghantam 31 rumah warga di dua kelurahan, 28 rumah di Kelurahan Se-tapuk Besar dan 7 rumah di Semelagi Kecil, Rabu (5/10) sore pukul 17.00. Angin yang menggulung-gulung tersebut diprediksikan mulai menyapu rumah warga dari arah Barat Laut, Setapuk Besar. Rumah yang dilintasinya pun porak-poranda. Mu-lai dari atap rumah yang terpental sejauh 50 meter hingga kediaman warga yang ambruk.Tidak hanya rumah yang porak-poranda, pepohonan pun tidak luput dari sapuan puting beliung itu, seperti kelapa, pisang rambutan dan lainnya. Mulai dari hanya patah dahan hingga bertumbangan ke badan jalan.Parahnya lagi, terdapat pohon kelapa yang tumbang tepat di atas rumah warga. Tak ayal rumah sederhana itu pun am-bruk. Beruntung tidak ditemukan korban jiwa akibat bencana tersebut, karena seisi rumah masih sempat menyelamat-kan diri.Salah seorang warga RT25/RWXIII Desa Setapuk Besar, Pendi atau biasa dipanggil Canang menceritakan, ketika sore hari memang angin bertiup sangat kencang. Saya pun buru-buru menutup pintu rumah, termasuk pintu garasi, katanya.Selang beberapa lama, tiba-tiba Canang dikagetkan dengan bunyi benda jatuh di belakang rumah. Saya juga melihat bagian depan rumah saya kok basah. Ternyata atapnya sudah tidak ada, ujarnya.Dia pun bergegas ke belakang rumah dan melihat atap bagian depan rumahnya sudah tergeletak di tanah bersama dengan antena parabola yang remuk. Anginnya memang sangat kuat, padahal kayu rumah saya tidak ada yang lapuk, ujar Canang.

    Tornado Hantam 31 Rumah

    PONTIANAK. Keberadaan Kodam XII Tanjungpura di Kal-bar sangat membantu dalam pengamanan dan keamanan di wilayah perbatasan. Tidak sejengkal tanah pun dilepaskan demi tegaknya NKRI.TNI saat ini semakin solid dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam militer maupun melakukan pendeka-tan kepada masyarakat untuk menjaga kesatuan NKRI. TNI sekarang lebih berpihak ke-pada masyarakat banyak, kata Mayjen TNI Geerhan Lentara, Pangdam Tanjungpura XII di sela peringatan HUT TNI ke

    66 di Halaman Makodam, Rabu (5/10).Pangdam mengatakan, den-gan solidnya TNI saat ini di-harapkan tetap menjaga pro-fesionalisme tentara dalam bekerja. Sesuai tema HUT TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegak-kan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI. TNI juga berkewajiban mengemban tugas pokok dalam mempertahankan negara dan melindungi keutuhan bangsa dan Negara. Sebelumnya, Geer-han juga memaparkan soal blankspot area di perbatasan

    yang berjarak 200 km. Di sana ada petugas yang namanya Cagawana, mereka melaksanakan patroli di ka-wasan itu, kata Geerhan dite-mui usai upacara penerimaan Pasukan Pengaman Perbatasan di Markas Yonif 641 Sing-kawang, Selasa (4/10). Menurut Pangdam, hal itu bukan permasalahan dalam pengamanan perbatasan. Apa-lagi pada kondisi tertentu, TNI bisa saja membuat akses di kawasan lindung tersebut. Bila diperlukan dan dimungkinkan untuk diterobos, dihubungkan sampai ke Kaltim, tentu akan

    dilakukan, ujar GeerhanTetapi, Geerhan mengin-gatkan, itu dilakukan bila di-perlukan dan dimungkinkan. Bila tidak, tentunya tidak akan dilakukan. Kalau merugikan secara Nasional untuk apa kita lakukan, katanyaKerugian yang dimaksud-kan Geerhan itu terkait den-gan hubungan antarnegara di dunia, mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan hijau dunia atau sering disebut Hearts Borneo.Yonif 641 Singkawang ketika bertugas dihadapkan dengan

    TNI Semakin Berpihak kepada Masya