Click here to load reader

Harian Equator 14 Oktober 2011

  • View
    288

  • Download
    17

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 14 Oktober 2011

Text of Harian Equator 14 Oktober 2011

  • PONTIANAK . Rencana pem-bangunan tower telepon selular di Kecamatan Sim-pang Dua Kabu-paten Ketapang berujung ke poli-si. Mantan Wakil Bupati (Wabup) Ketapang, Louren-tius Majun SH MH yang bertindak se-bagai utusan PT Mitra Insan Ka-limantan (MIKA) dan PT Mitra In-san Khatulistiwa (MIK) dilaporkan ke Polda Kalbar.Pak Majun su-

    dah saya laporkan ke Polda Kalbar pada 11 Oktober

    lalu pukul 14.00 dengan kasus penipuan atas diri saya. Uang indent pembangunan tower telepon sampai saat ini tidak dikembalikannya sesuai surat pinjaman uang yang sudah saya buat ber-sama pak Majun tertanggal 22 Agustus 2010, kata Laurensius kepada Equator di Pontianak, Kamis (13/10).Dia menceritakan, pada awal Agustus 2010

    pak Majun mengutus orang bernama Imran Kur-niawan ke Simpang Dua menemui dirinya dan membawa berkas kerja sama (MoU) antara PT Hasskon dengan PT MIK.

    Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-16 Dzulqaidah 1432 H/18 Kauw Gwee 2562

    Jumat, 14 Oktober 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Daya tarik serba Barat memang kuat, peranan du-kun yang merupakan dokter kampung, mulai mendapat saingan dari mantra, juru rawat, bidan menempati po-sisi sangat baik hingga per-mulaan abad 20. Dokter yang bertugas di Pontianak, baru dokter militer.Pada tahun1918, pemer-

    intah Belanda mendirikan rumah sakit di Singkawang dengan memberikan subsidi misi Katolik. Singkawang se-jak 1830 menjadi pusat per-

    niagaan dan menjadi saingan Pontianak, dikembangkan orang-orang Tionghoa yang pensiun perang melawan Belanda. Walaupun dikenakan cukai

    yang tinggi daripada warga lokal, namun warga Tion-ghoa mampu menjadikan Singkawang sentra perda-gangan di kawasan utara Kalbar, bahkan menyaingi pusat kerajaan Sambas dan Mempawah. Singkawang menjelma jadi daerah terpa-dat kedua setelah Pontianak,

    supaya dananya tidak un-tuk menyokong perlawanan warga Tionghoa, Belanda banyak menempatkan polisi lapangan dan petugas pemer-intah.Di Pontianak baru diban-

    gun rumah sakit pada ta-hun 1929, menempati bekas tangsi polisi Belanda.Warga berpendidikan di

    Kalbar mulai banyak, menam-bah kemampuan baca warga. Kebutuhan barang bacaan didatangkan dari Batavia

    - Bang Meng-- Tak dibayar atau ada yang curi?Tunggakan PSDH-DR Ratusan Miliar

    Injet-injet Semut

    Westernizes (kampanye bu-

    daya Barat) jadi agenda pemerin-tah kolonial Be-landa di Kalbar, warga kerajaan

    hingga ketemeng-gungan dianggap

    beradab kalau mengikuti cara budaya Barat.

    Halaman 7

    Sejarah Perjuangan Rakyat Kalbar 1908-1950 (7)

    Halaman 7

    Hukum

    Halaman 7

    Bencana Alam

    Mantan Wabup Ketapang Terancam Pidana

    Surat Kabar Patriotik Bermunculan di Kalbar

    Patroli serdadu KNIL dengan bayonet terhunus di moncong senjata di salah satu tempat di Kalimantan

    PONTIANAK. Bertepatan hari lahirnya Mayor Anumerta Muham-mad Ali Anyang, pahlawan Kalbar, akan diresmikan Ali Anyang Center (AAC), Kamis (20/10). Empat divisi di lembaga tersebut telah meny-iapkan program yang dampaknya bisa menyentuh langsung kepada masyarakat.Lembaga ini mengambil seman-

    gat kepahlawanan yang dijabarkan

    dalam konteks saat ini. Banyak pro-gram telah disiapkan di antaranya mewujudkan desa percontohan yang memiliki ketahanan pangan melalui revitalisasi dan modernisa-si, kata Nedy Achmad dari Divisi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Desa AAC kepada Equator, Kamis (13/10).Dalam pencapaian program itu,

    AC akan dimulai dari focus group

    discussion bersama kelompok masyarakat untuk menggagas desa percontohan sebagai model ketahanan pangan. Kita telah menyiapkan road

    map pemberdayaan ekonomi rakyat yang mengacu langsung pada keberadaan struktur ekonomi dan pencaharian masyarakat se-tempat, ujar Neddy yang juga aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda

    Indonesia (HIPMI). Menurutnya, bagi warga desa di

    Kalbar yang umumnya bergerak di bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan usaha hutan, maka pemberdayaan ekonomi hendaknya langsung menyentuh. Misalnya melalui subsidi bibit, penyuluhan pertanian, pembi-naan usaha kecil dan mikro, pengadaan pasar-pasar desa atau

    kecamatan untuk menampung hasil usaha masyarakat dan lainnya. Hal ini upaya nyata menguatkan

    ekonomi desa di bawah binaan pemerintah. Peran divisi di AAC nantinya membangun sinergi dan kemitraan dengan berbagai stake-holder dan pemangku kebijakan, kata dia.

    Jelang Peresmian Ali Anyang Center

    Divisi Ekonomi Kerakyatan Siap Gempur Desa

    PONTIANAK. Temuan 178 kasus hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kalbar, mengindikasikan kerugian Rp 156 miliar dan USD $11.709.282,89. Satu persatu mulai terungkap. Hal terbaru kerugian dalam bentuk dollar diketahui dari tung-gakan Provisi Sumber Daya Hutan-Dana Reboisasi (PSDH-DR) di Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar. Informasi kerugian seni la i USD

    $11.709.282,89, masuk dalam kategori ka-sus yang berupa informasi kerugian daerah, namun belum diproses penyelesaiannya, kata Sigit Pratama Yudha, Kepala

    Tunggakan PSDH-DR Ratusan Miliar

    Belum ada tanda-tanda manaje-men keuangan di Pemprov Kalbar membaik. Berbagai temuan men-curigakan selalu muncul dari hasil pemeriksaan BPK-RI Tindak lanjut ratusan kasus belum usai. Hal ter-baru soal PSDH/DR.

    SKPD No LHP Uraian Nilai Kerugian ($)

    Dinas Kehutanan

    700/116/B.WAS-II/2004Tanggal 1 April 2004

    700/84/B.WAS-II/2005 Tanggal 27 April 2005

    Tunggakan PSDH dan DR berasal dari perizinan HPH yang diterbitkan oleh Menhut

    Tunggakan PSDH dan DR

    6.087.523,56

    5.621.759,33

    Jumlah 11.709.282,89Sumber : BPK RI Perwakilan Kalbar

    Rincian Temuan Kasus

    SAMBAS. dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Dae-rah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sambas, dalam Musyawarah Daerah (Musda) III, Kamis (13/10) di Sambas.Juliarti mutlak mendomi-

    nasi suara sehingga secara ak-lamasi terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Sambas menggantikan Tony Kurniadi ST, kata Misni Safari SP ke-pada Equator, kemarin. Musda dihadiri sekitar 500

    orang peserta, peninjau dan pengembara. Peserta yang

    Juliarti bersama pengurus dan kader PAN Kabupaten Sambas usai Musda, Kamis (13/10) di Sambas.

    Juliarti Pegang Tampuk PAN Sambas

    PONTIANAK. Banyak cara mengatasi masalah kemac-etan di Kota Pontianak. Salah satunya dengan membangun Jembatan Kapuas III seperti yang selama ini diharapkan. Pembangunannya bisa meng-gandeng pihak ketiga.

    Selain untuk mengurai kemacetan, jembatan Kapuas III juga bisa sebagai cara untuk mempercepat pemban-gunan di Kecamatan Ponti-anak Utara yang selama ini terkesan ditinggalkan, kata David Maryansah, Wakil

    Ketua Komisi B DPRD Kota Pontianak kepada Equator, kemarin (13/10). Politisi PDI Perjuangan

    ini menuturkan jika tidak ada terobosan dan tindakan yang berarti dari Pemkot maka bukan tidak mungkin Kota Pontianak akan menjadi kota macet. Memang sudah saatnya Pemkot membuat

    terobosan dengan meng-gandeng pihak ketiga untuk menyelesaikan sengkarut persoalan kemacetan ini, tegas David yang juga Wakil Fraksi PDI Perjuangan ini.Jembatan Kapuas III, katan-

    ya, sudah menjadi kebutuhan bersama apalagi ditengah-tengah Kota Pontianak

    Kemacetan di Kota Pontianak yang sudah semakin tak terkendali, kamis (13/10). Kemacetan bukan saja dipengaruhi ruas jalan, tetapi pengaturan jalur.KHOLIL YAHYA

    Langganan Macet, Kapuas III DiwacanakanTol Kapuas II Belum Optimal

    BENGKAYANG. Dinas Tenaga Kerja kabu-paten Bengkayang telah membantu memu-langkan dua orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bengkayang dari Ma-laysia. Kedua TKI itu diketahui bermasalah karena berbagai macam kasus. Kami prihatin dengan TKI yang tertimpa

    kasus. Makanya warga yang ingin menjadi TKI harus mengikuti aturan dan tata tertib yang telah diatur pemerintah, kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang, Clemen kepada Equator, Kamis (13/10).Dijelaskan Clemen, jika mau bekerja se-

    baiknya menggunakan jalur resmi, tata ter-tib dipenuhi,. Saat ingin pergi jangan lupa melapor pemerintah setempat, RT, Kepala Desa atapun yang lainnya, jelas dia .Ditambahkan Plt Kepala Bidang Tenaga

    Kerja, Yusli, selama tahun 2011, ada dua kasus TKI yang ditangani. Kasus pertama bulan September atas nama, Litiati, warga Sepoteng Kecamatan Sungai Betung Kabu-paten Bengkayang. Litiati lari karena diper-lakukan majikan dengan kasar. Litiati

    2 TKI Asal Bengkayang Dideportasi

    Surat Perjanjian Pinjam Uang dan Cek.JULIANUS RATNO

    MANGUPURA. Bali diguncang gempa Kamis (13/10) kemarin siang hingga sore. Tak tang-gung-tanggung, gempa terjadi hingga 10 kali dari gempa pertama pada pukul 11.16 Wita dengan kekuatan 6,8 Skala Richter (SR). Hingga yang terakhir pukul 15.52 Wita dengan kekua-tan 5,6 SR.Sudah 10 kali gempa. Sampai saat ini, yang

    5,6 SR itu yang terakhir, kata Kepala Bidang Informasi dan Data Balai Besar Meteorologi Kli-matologi dan Geo sika (BBMKG) Wilayah VIII di Tuban, Badung, Endro Tjahjono kepada Radar Bali (JPNN Grup) Kamis (13/10) petang.Menurut Endro, gempa pertama terjadi pukul

    11.16 Wita di lokasi 9,89 LS, 114.53 BT, atau 143 kilometer barat daya Nusa Dua dengan kedala-man 10 kilometer. Kata dia, gempa susulan terus terjadi dalam waktu yang tidak beraturan. Namun di lokasi yang berdekatan. Walau demikian, pu-kul 15.52 Wita dengan kekuatan 5,6 SR kembali mengguncang di lokasi 9,76 LS, 114,53 BT atau 131 kilometer badat daya N