Click here to load reader

Harian Equator 27 September 2011

  • View
    310

  • Download
    28

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 27 September 2011

Text of Harian Equator 27 September 2011

  • Sejumlah SKPD pada masa kepe-mimpinan Gubernur Cornelis mendapat sorotan. Temuan BPK diminta direspons cepat. Bukan delik aduan, bisa langsung ditindaklanjuti. Inikah dampak tertutupnya informasi anggaran?

    Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-29 Syawal 1432 H/1 Kauw Gwee 2562

    Selasa, 27 September 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Sekilas, wacana tersebut dikemukakan Kepala DKP Kalbar, Ir Gatot Rudiyono SH MM sangat kontradiktif dengan kondisi provinsi ini yang sumber daya kelautan dan perikanannya besar. Kalbar berada di wilayah

    pengelolaan perikanan Laut Natuna, Laut Cina Selatan dan Selat Karimata. Di per-airan tersebut terkandung berbagai jenis kelompok ikan yakni ikan demersal, kelompok ikan pelagis kecil dan kelompok ikan pelagis

    besar.Meski mendapat peno-

    lakan dari kalangan DPRD Kalbar, Gatot masih berala-san import itu semata-mata untuk mendapatkan bantuan cool sorage (tempat penam-pung/penyimpanan ikan) dari pemerintah pusat.Wacana tersebut memang

    kami lontarkan agar pemer-intah pusat membantu dalam pengadaan Cold Storage yang dibutuhkan para nelayan dalam menyimpan hasil ikan sehingga pengadaan ikan

    untuk masyarakat Kalbar cukup, jelas Gatot Rudiyono, usai menghadiri HUT Perta-nahan ke-51 di Kantor BPN Pontianak, Senin (26/9).Cool storage adalah seb-

    agai tempat penampung/pe-nyimpanan sementara guna tetap menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum didistri-busikan, sehingga harga jual ikan di pasaran tidak menu-run karena kualitas hasil tangkapan yang menurun.Belum dijalankan (impor

    - Bang Meng-- Politisi jadi tuyul, namanya apa?Ada Tuyul Politik Jelang Pilgub

    Injet-injet Semut

    Kalbar memiliki po-tensi berlimpah bidang perikanan laut dan air

    tawar. Tetapi secara tiba-tiba, pihak Dinas

    Kelautan dan Peri-kanan (DKP) Provinsi Kalbar melemparkan wacana aneh, impor

    ikan. Ada apa? Halaman 7

    Kontradiksi Wacana Impor Ikan KalbarKerawanan di Perbatasan Kalbar (6)

    Halaman 7

    Perkebunan

    Putusan MK, Angin Segar Para Petani Kelola Lahan

    Halaman 7

    Kependudukan

    PONTIANAK. DPR RI ma-sih menggodok perubahan Undang-Undangan (UU) No-mor 32 Tahun 2008 tentang pemerintah daerah yang memuat pemilihan guber-nur dilakukan oleh DPRD Provinsi. Apapun hasil dari revisi tersebut, Komisi Pemil-ihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar siap menjalaninya.Apapun hasil revisi nanti,

    dan apapun perubahan ten-tang Pemilu, kita siap menjalaninya. Kalau tentang informasi proses tahapan revisi tersebut kita tidak bisa menjawab, ungkapnya Ketua KPU Kalbar AR. Muzamil kepada Equator, Senin (26/9).Sebelum diberlakukan Pemilukada langsung,

    Kepala Daerah dipilih oleh anggota DPRD Kota/Kabupaten atau pun DPRD Provinsi. Namun, dengan lahirnya UU No 22 tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah yang lebih dikenal dengan UU Otonomi Daerah. Kepala Daerah tidak lagi dipilih oleh DPRD tetapi oleh rakyat langsung dengan penyelenggara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

    Apapun Aturannya, KPU Tetap Siap Sukseskan Pilgub

    Halaman 7

    Usut Pidana Dana Pemprov BocorPONTIANAK. Para petani di Kalbar boleh

    bernapas lega. Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan beberapa pasal yang terdapat dalam UU Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perkebunan.Putusan MK ini sekaligus menegaskan pen-

    gakuan terhadap hak asasi manusia dan hak-hak masyarakat adat dalam UUD 1945, yang me-nyatakan pengakuan terhadap hak asasi manusia dan keberadaan masyarakat adat merupakan pengakuan eksistensialis, kata Hendrikus Adam, aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalbar kepada wartawan, Senin (26/9),.Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan

    Pasal 21 dan Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, Senin (19/9) 2011. Ketentuan Pasal 21 UU Perkebunan pada pokoknya berisi larangan bagi setiap orang yang melakukan segala tindakan, yang dianggap dapat mengganggu jalannya usaha perkebunan. Sementara Pasal 47 berisi mengenai sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada para pelaku yang dianggap melanggar Pasal 21.

    PONTIANAK. Aparat penegak hukum diminta segera menyikapi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalbar, terhadap kebocoran Rp 156 miliar lebih dan USD 11.709.282,89 dalam APBD Provinsi Kalbar Tahun 2010.Selain kewajiban pengembalian kerugian

    daerah sesuai rekomendasi BPK, temuan itu sebenarnya bisa menjadi titik awal untuk proses penyelidikan aparat penegak hu-kum di Kalbar, kata Deman Huri Gustira, Ketua Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional (LPS-AIR) Kalbar kepada Equator, Senin (26/9).Dijelaskan Deman, meski kerugian daerah

    sudah dikembalikan pejabat bersangkutan, jika ditemukan ada unsur pidana maka proses hukum tetap jalan. Bukan berarti perbuatannya itu hilang, kata Deman.Karena itu, Deman meminta penegak

    hukum untuk pro aktif karena ini bukan delik aduan. Semua itu tergantung politi-cal will aparat penegak hukum. Tidak ha-rus menunggu laporan, tapi bisa langsung melakukan investigasi atau melakukan penyelidikan awal untuk menelusuri ad-anya unsur pidana dari ratusan temuan BPK itu.

    SUKADANA. Pasca pen-egasan Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid, akhirnya sebanyak 16 paket peker-jaan senilai Rp 10, 08 miliar lebih di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kay-ong Utara, akhirnya segera dilelang ulang.Dalam waktu dekat atau

    minggu-minggu ini, kita akan laksanakan tender ulang.

    Segala persyaratan akan disesuaikan peruntukannya, ungkap Drs H Syaiful Bachri BE MSi, Sekretaris Dinas PU Kayong Utara ditemui Equa-tor di ruang kerjanya, Senin (26/9).Tetapi, kata Syaiful, sebel-

    umnya akan mengumpulkan panitia terlebih dahulu untuk diberikan arahan supaya ti-dak terulang lagi hal-hal yang

    menyimpang dari aturan atau ketentuan hukum. Dikatakan Syaiful, pihaknya

    telah menunjuk kepanitiaan baru untuk menangani 16 paket pekerjaan tersebut. Artinya, kepanitiaan yang lama dengan sendirinya telah dibubarkan. Memang, pani-tia belum secara resmi mem-batalkan paket pekerjaan dimaksud. Namun mengin-

    gat telah terjadi kesalahan prosedural, kita tidak bisa membiarkan kesalahan ini, kata Syaiful. Apalagi, kata Syaiful, su-

    dah ada surat edaran Bupati Nomor: 180/2375-1/Hukum tentang Pelaksanaan Pen-gumuman Pelelangan/Selek-si Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    Seorang kontraktor melihat pengumuman pembatalan pelelangan 16 paket pekerjaan di papan pengumuman Dinas PU Kabupaten Kayong Utara, Senin (26/9). KAMIRILUDDIN

    Panitia Dibubarkan, 16 Paket Lelang Ulang

    PONT I ANAK . Manuver-manu-ver politik sudah dirasakan Partai Golkar menjelang Pemilihan Guber-nur (Pilgub) 2012. Partai berlambang pohon beringin ini mulai terusik dengan ulah para tuyul politik.Tuyul politik is-

    tilah untuk orang-orang yang melakukan manuver politik. Tetapi yang bersangkutan bukan orang partai politik. Gerakannya juga bukan untuk kepentingan mengusung calon independen, tegas Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kalbar Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan, Andry Hudaya Wijaya, SH, MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/9).Menurut dia, gerakan tuyul politik

    ini bisa mengobok-obok partai politik, pernyataannya paradoks. Mulutnya mem-pererat persatuan, tapi gerakannya justru memecah persatuan.Karena itu, Andry menegaskan, Partai

    Golkar sangat mewaspadai gerakan-gerakan tuyul politik yang dapat memecah belah persatuan dan kebersamaan yang sudah terjalin begitu baik di provinsi ini. Golkar mewaspadai itu, tegasnya lagi.Karena itu, dirinya menginstruksikan ke-

    pada fungsionaris Partai Golkar hingga ke tingkat paling bawah agar tetap tunduk dan sesuai jalur organisasi. Tidak membuat juk-lak dan juknis sendiri, dan tidak boleh ter-pengaruh ulah-ulah tuyul politik. Karena

    Andry Hudaya Wijaya

    Golkar Takut Ulah Tuyul Politik Jelang Pilgub

    PONTIANAK. Komplain dan gugatan hak atas tanah kerap terjadi. Badan Pertanahan Na-sional (BPN) Kalbar berupaya menyelesaikan persoalan per-tanahan itu, terutama soal serti kat ganda. BPN Kalbar sekarang terus

    membenahi diri dengan masih banyaknya serti kat ganda. Perlahan akan kami sele-saikan sesuai ketentuan, kata Emil A E Poluan, Kepala BPN Kalbar saat merayakan UU Po-kok Agraria dan Bulan Bhakti Pertanahan ke 51 di Kantor Agraria, Senin (26/9).Emil menjelaskan, saat ini

    para pejabat dan seluruh jajaran BPN pusat maupun Kalbar bertekad melakukan ketetapan pertanahan sesuai UU secara berkeadilan dan kesejahteraan.Karena, sambung dia, dari

    beberapa program yang dilak-sanakan BPN semuanya untuk

    masyarakat, bukan untuk BPN. Bantuan dari masyarakat ter-hadap permasalahan tumpang tindih tanah dengan melapor dan mendapatkan penyelesa-ian dari kami juga merupakan hal baik bagi kami terutama menyelesaikan permasalahan yang menyangkut masyarakat banyak, ungkap Emil.Di tempat yang sama,

    Asisten III Pemprov Kalbar, Kartius mengingatkan, jan-gan pernah bermain dengan peraturan pertanahan. Banyak permasalahan pertanahan yang harus diperhatikan para pejabat BPN Kalbar seperti tumpang tindih serti kat ta-nah yang sampai saat ini masih menjadi masalah.Karena banyaknya serti -

    kat tumpang tindih di Kalbar menjadi perhatian kita semua. Untuk itu jangan bermain dengan peraturan tanah. Yang benar jangan disalahkan, yang

    salah jangan dibenarkan, tegas dia.Sesuai pesan dari Presiden

    RI, Kartius mengatakan pem-benahan pertanahan perlu dilakukan agar mewujudkan keadilan bagi masyarakat banyak. Pesan Presiden pem-benahan tanah telantar harus segera dibenahi dan tertibk